MAHASISWA JAMBI LAPORKAN DINKES TANJAB TIMUR KE KEMENKES, DUGAAN PELANGGARAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PUSKESMAS

Tajam24jam.com Jambi, 20 Februari 2026 – Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah Nasional Koordinator Jambi resmi melaporkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait dugaan kelalaian dalam pengelolaan dan penyimpanan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di salah satu puskesmas di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Laporan tersebut dilayangkan menyusul temuan yang dinilai memprihatinkan. Mahasiswa menyebut, penyimpanan limbah B3 di salah satu puskesmas tidak memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagaimana ketentuan yang berlaku. Limbah medis yang seharusnya disimpan secara terpisah, aman, dan sesuai standar keselamatan lingkungan, diduga tidak dikelola dengan prosedur yang semestinya. Koordinator mahasiswa menyatakan bahwa kondisi ini sangat ironis, mengingat fasilitas pelayanan kesehatan seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga standar kesehatan dan keselamatan lingkungan. “Kami menilai ada kelalaian serius dalam pengawasan dan pelaksanaan regulasi pengelolaan limbah B3 di tingkat puskesmas,” tegasnya. Mahasiswa juga menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai institusi yang membina serta mengawasi operasional puskesmas, termasuk dalam aspek pengelolaan limbah medis berbahaya. Pengelolaan limbah B3 sendiri telah diatur secara tegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap penghasil limbah B3 wajib melakukan penyimpanan, pengangkutan, dan pengolahan sesuai standar untuk mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan serta risiko kesehatan masyarakat. Mahasiswa mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Mereka juga meminta agar sanksi tegas diberikan apabila ditemukan pelanggaran administratif maupun unsur kelalaian yang membahayakan keselamatan publik. Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur terkait laporan tersebut. Sementara itu, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal proses ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah pusat demi menjamin pengelolaan limbah medis yang aman, sesuai regulasi, dan tidak mengancam kesehatan masyarakat. Penulis Team.

Read More

PWDPI Jambi: Pemberitaan Tidak Berimbang, Tanpa Konfirmasi, dan Menyebut Organisasi Bisa Dilaporkan ke Dewan Pers Hingga Ranah Pidana

Tajam24jam.com Jambi, 07 Januari 2026 — Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Jambi menegaskan bahwa pemberitaan yang tidak berimbang, tidak melakukan konfirmasi kepada pihak yang diduga, serta menyebutkan nama seseorang maupun organisasi tanpa klarifikasi, tidak hanya melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ), tetapi juga berpotensi masuk ke ranah hukum pidana. Sekretaris Jenderal PWDPI Provinsi Jambi, Amri, S.Pd, menyampaikan bahwa dalam kerja jurnalistik, prinsip utama yang tidak boleh diabaikan adalah keberimbangan, verifikasi, dan konfirmasi sebagaimana diatur dalam Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik. “Jika sebuah media menyajikan tudingan sepihak tanpa konfirmasi, apalagi menyebut nama seseorang atau organisasi, itu jelas pelanggaran etika. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut juga bisa ditarik ke ranah pidana,” tegas Amri. Menurut Amri, secara etik, pelanggaran tersebut dapat dilaporkan ke Dewan Pers melalui mekanisme pengaduan resmi. Namun jika pemberitaan mengandung unsur pencemaran nama baik, fitnah, atau informasi yang merugikan kehormatan seseorang atau organisasi, maka jalur hukum pidana juga terbuka. “Ketika berita tidak lagi sekadar keliru secara etik, tetapi sudah merugikan nama baik, martabat, atau reputasi seseorang maupun organisasi, maka itu bukan hanya urusan kode etik, tapi bisa masuk ke ketentuan pidana sesuai peraturan perundang-undangan,” jelasnya. Amri menambahkan, pemberitaan tanpa konfirmasi yang menggiring opini publik dapat bertentangan dengan asas praduga tak bersalah. Media dilarang menghakimi pihak tertentu sebelum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap. “Media bukan lembaga pemutus bersalah atau tidak. Dugaan tetap dugaan. Jika dikemas seolah-olah sudah pasti, itu berbahaya dan melanggar prinsip jurnalistik,” ujarnya. Terkait penyebutan nama organisasi tanpa konfirmasi resmi, Amri menilai hal tersebut sangat sensitif dan berisiko tinggi. “Organisasi memiliki marwah dan kredibilitas. Menyebut namanya tanpa konfirmasi atau klarifikasi resmi bisa menimbulkan stigma publik. Jika itu merugikan, maka selain hak jawab, pihak yang dirugikan juga dapat menempuh jalur hukum,” tambahnya. PWDPI Provinsi Jambi menegaskan bahwa mekanisme awal yang wajib ditempuh adalah hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 11 KEJ. Namun apabila hak tersebut tidak dilayani atau diabaikan, maka pelaporan ke Dewan Pers maupun langkah hukum pidana merupakan hak konstitusional pihak yang dirugikan. “Pers dilindungi undang-undang, tapi bukan berarti kebal hukum. Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan etika,” tutup Amri. PWDPI Jambi mengimbau seluruh insan pers untuk tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, agar fungsi pers sebagai kontrol sosial tidak berubah menjadi alat pembunuhan karakter. Penulis Team.

Read More

Ahli Waris H. Hanik Gugat PT. MPG di Pengadilan, Klaim Dapat Ancaman dan Upaya Kriminalisasi dari Polres Tanjung Jabung Timur

Tajam24jam.com, 28 Januari 2026 – Tanjung Jabung Timur – Dalam perkara sengketa tanah yang dinyatakan diserobot oleh PT. MPG, ahli waris H. Hanik telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur dengan nomor perkara 19/PDT.G/2025/PN.Tjt. Namun, pihak ahli waris mengklaim bahwa hingga saat ini tidak ada proses hukum terhadap PT. MPG yang diduga melakukan penyerobotan, sebaliknya mereka mengalami tekanan berupa ancaman serta upaya kriminalisasi dari Polres Tanjung Jabung Timur. Menurut ahli waris H. Hanik, mereka pernah diancam dan ditakuti oleh sebanyak 13 orang personil, yang juga melarang segala aktivitas pemanenan hasil di lahan yang menjadi objek sengketa. Sementara itu, pihak PT. MPG dinyatakan bebas melakukan berbagai aktivitas di lahan tersebut tanpa adanya kendala atau tindakan hukum yang dikenakan padanya. Pihak berwenang juga diklaim telah membuat laporan pidana terkait pengancaman dan pencurian terhadap ahli waris, padahal mereka menyatakan hanya berusaha mengklaim hak atas tanah yang menjadi milik keluarga. Para ahli waris merasa tidak mendapatkan keadilan, karena pihak yang diduga melakukan pelanggaran tidak mendapatkan tindakan hukum yang sesuai, sementara mereka yang mengajukan klaim hukum justru dihadapkan pada proses pidana. Mereka berharap pihak berwenang dapat melakukan proses hukum yang objektif dan adil, serta memastikan bahwa penyelesaian sengketa tanah ini dilakukan melalui jalur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penulis Team.

Read More

Instruksi Kapolri Tumpas Mafia BBM, Publik Tuntut Aksi Nyata, Bukan Wacana Kosong

Tajam24jam.com ROHIL, 29 November 2025 – Instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai sorotan publik. Masyarakat menuntut penyelidikan transparan dan penindakan tegas, menyusul dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang masih marak. Kapolri telah memerintahkan jajaran kepolisian: Penindakan Tegas: Sanksi bagi siapa pun, termasuk oknum Polri, yang terlibat penyalahgunaan BBM subsidi.Kerja Sama Lintas Sektoral: Berkolaborasi dengan BPH Migas dan Kementerian ESDM untuk amankan distribusi dan tegakkan hukum.Pelaporan Masyarakat: Ajakan aktifkan peran masyarakat laporkan penyimpangan distribusi BBM subsidi. Namun, di lapangan, praktik ilegal masih terjadi. Di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau, sebuah gudang besar penimbunan BBM subsidi ilegal beroperasi. Hasil investigasi menyebut Nuri Silalahi sebagai pemilik, dengan mobil tangki merah putih rutin membongkar muatan ke gudang tersebut. “Apakah ini hanya wacana? Kami tuntut aksi nyata, bukan sekadar instruksi,” kata seorang aktivis. Publik desak Kapolri pastikan penindakan tanpa tebang pilih. Editor: Redaksi

Read More

Dugaan BBM Ilegal di Pelalawan: Polres Tak Berkomentar

Tajam24jam.com PELALAWAN, Senin 01 Desember 2025 – terus menanti klarifikasi resmi dari Polres Pelalawan, Riau, terkait dugaan penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ilegal di Komplek Kerinci Business Centre, Pangkalan Kerinci. Meski Humas Polres Pelalawan telah mengkonfirmasi berita ini diteruskan ke Kanit II, upaya menghubungi Kasat Reskrim hingga kini belum membuahkan komentar. berkomitmen menyajikan informasi akurat dan berimbang, sembari menghormati proses hukum,” kata Nando Saputra Gulo, Pimpinan Redaksi (basminusantara.com) “Kami berharap klarifikasi dari pihak kepolisian dapat memperjelas langkah-langkah penindakan, demi transparansi dan kepercayaan publik. Liputan ini mengacu pada instruksi Kapolri untuk mengawasi ketat distribusi BBM subsidi, mengingat dampaknya bagi perekonomian rakyat. Aktivitas ilegal ini diduga berpotensi merugikan negara dan mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat. telah mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Pelalawan, namun belum mendapatkan pernyataan resmi. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menjaga profesionalisme dalam pelaporan. Editor: Redaksi

Read More

Tangki Merah Putih PT Elnusa Petrofin Terciduk “Kencing BBM” di Gerbang Tol Pemulutan

Tajam24jam.com Ogan Ilir, Kamis 13/11/2025 — Praktik kotor penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali terbongkar. Satu unit mobil tangki Merah Putih. PT Elnusa Petrofin Nopol BG 8658 OJ tertangkap kamera tengah melakukan aksi ilegal “kencing BBM” di kawasan Gerbang Tol Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tepatnya di rumah makan Pindang Mbak Eka. Aksi ini diduga kuat merupakan bagian dari jaringan mafia BBM bersubsidi yang melibatkan oknum internal perusahaan Elnusa Petrofin. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, modus operandi dilakukan dengan cara setoran rutin kepada Head Operasional (HO) yang berinisial ES dan Koordinator Lapangan (Korlap) Berinisial D dan H perusahaan tersebut. “Setiap mobil tangki yang melakukan kencing di jalan diwajibkan setor Rp1 juta, masing-masing Rp500 ribu untuk HO dan Rp500 ribu untuk Korlap,” ungkap sumber di lapangan. Tak hanya itu, dari hasil investigasi terungkap pula bahwa pemilik gudang penimbunan BBM ilegal juga diwajibkan menyetor Rp15 juta per bulan kepada oknum HO dan Korlap agar aktivitas ilegal tetap aman dari pengawasan aparat. Praktik “kencing BBM” dilakukan dengan cara mengalirkan sebagian muatan solar subsidi dari tangki resmi ke jeriken atau drum milik pengepul di lokasi yang telah disepakati, sebelum mobil tangki mencapai tujuan resmi distribusi. Kegiatan ini jelas merugikan negara dan masyarakat, sebab BBM bersubsidi yang seharusnya untuk kepentingan rakyat justru dijual ke pasar gelap dengan harga tinggi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Elnusa Petrofin maupun aparat kepolisian terkait temuan aktivitas ilegal ini. Namun publik mendesak agar Pertamina, Kementerian BUMN, dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam serta menindak tegas para pelaku, termasuk oknum internal perusahaan yang terlibat. “BBM subsidi seharusnya untuk rakyat, bukan untuk diperdagangkan oleh mafia berseragam korporasi,” tegas salah satu aktivis energi Sumatera Selatan.

Read More

Dedi Ditetapkan Tersangka, LAM Jambi suarakan dugaan Kriminalisasi Petani Tanjab barat

Tajam24jam.com Jambi, 6 November 2025 — Ratusan warga yang tergabung dalam Lembaga Adat Melayu (LAM) Desa Badang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mendatangi Mapolda Jambi untuk memprotes penetapan Dedi, seorang petani setempat, sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Tanjab Barat. Dalam aksinya, massa menuntut Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus Dedi dan meminta aparat menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap petani adat yang mempertahankan tanah ulayat mereka dari klaim perusahaan. Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.12 WIB itu diikuti lebih dari seratus orang dan berjalan damai di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Dalam orasinya, massa menyerukan agar penegak hukum bersikap netral dan tidak berpihak pada kepentingan korporasi. Jangan jadi alat pengusaha untuk menindas petani di tanahnya sendiri. Kami datang menuntut keadilan, bukan melawan hukum, ujar salah satu tokoh adat di tengah orasi. LAM Jambi dalam surat resmi bernomor 007/LAMJ-BDG/X/2025 menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Badang didasarkan pada hak konstitusional masyarakat adat, sebagaimana diatur dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Mereka menilai langkah kepolisian terhadap Dedi adalah bentuk ketidakadilan dan kriminalisasi terhadap rakyat kecil yang memperjuangkan hak ulayatnya. Selain SP3, massa juga mendesak Polda Jambi dan Kejati Jambi mendorong penyelesaian konflik agraria secara adil dan bermartabat, tanpa mengorbankan masyarakat adat. Hingga berita ini diterbitkan, massa masih bertahan di halaman Mapolda Jambi sambil menunggu pertemuan resmi dengan pejabat kepolisian. Pihak Polda belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan LAM Jambi. Penulis Team.

Read More

Kades Talang Kerinci Klarifikasi Terkait Pengelolaan Pangkalan Gas Desa Dari BUMDES Ke Pribadi

Tajam24jam.com Muaro Jambi, 3 November 2025 — Kepala Desa Talang Kerinci, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Santi, bersama Sekretaris Desa, menggelar pertemuan dengan tim media di salah satu rumah makan di wilayah Kota Baru. Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan klarifikasi terkait informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Ramida, selaku Kaur Keuangan Desa Talang Kerinci, mengenai pengelolaan pangkalan gas di desa tersebut. Sebelumnya, Ramida menyampaikan kepada tim media bahwa pangkalan gas elpiji yang beroperasi di Desa Talang Kerinci merupakan milik pribadinya, namun sempat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menggunakan dana desa sebesar Rp15 juta. Menurut keterangannya, setelah muncul keluhan masyarakat terkait antrean gas pada malam hari dan sering hilangnya tabung, pangkalan gas tersebut dikembalikan lagi ke pengelololaan pribadinya atas keputusan Kepala Desa Santi. Tim media kemudian menanyakan kepada Ramida mengenai pengembalian dana desa yang digunakan untuk pendirian pangkalan gas tersebut. Ramida mengaku bahwa dana desa tersebut telah dikembalikan secara bertahap (dicicil) yang diduga dari pengalihan pengelolaan pangkalan gas dan pengembalian anggaran Dana Desa yang di pakai untuk membuat pangkalan gas tersebut sudah menyalahi aturan Namun, klarifikasi yang di sampaikan oleh Kepala Desa Talang Kerinci, (Santi.) bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan oleh rahmida (bendahara) desa talang kerinci pada waktu sebelumnya 27 Oktober 2025 saat pertemuan dengan tim media beberapa waktu lalu. Dalam hal ini Santi menegaskan bahwa pernyataan Ramida tidak sepenuhnya benar. Santi juga mengaku telah menegur Ramida terkait keterangannya yang dinilai tidak sesuai fakta. Kepala Desa Talang kerinci Santi menegaskan bahwa permasalahan terkait pengelolaan pangkalan gas tersebut sebaiknya tidak diperpanjang. Ia berharap persoalan ini dapat dianggap selesai setelah dilakukan klarifikasi resmi. Hingga berita ini diturunkan, tim media masih menemukan adanya kejanggalan terkait perbedaan keterangan antara Ramida dan Kepala Desa Santi mengenai penggunaan dana desa serta status kepemilikan dan pengelolaan pangkalan gas tersebut.

Read More

Anggota DPRD Kota Jambi Komisi 1 Efendi Alung mengucapkan selamat ulang tahun kepada Wakil Walikota Jambi Diza Hajra Aljosha

Tajam24Jam.Com KOTA JAMBI, 24 Oktober 2025 – Anggota DPRD Kota Jambi dari fraksi Perindo Efendi Alung mengucapkan selamat ulang tahun kepada Wakil Wali Kota Jambi Diza Hajra Aljosha, lahir pada 24 Oktober 1988. Semoga selalu diberi kesehatan, kesuksesan dan keberkahan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin di Kota Jambi. Dan di bawah kepemimpinan Maulana dan Diza lebih baik dan menjadi Kota Jambi yang bahagia. Terciptanya Kota Jambi yang lebih baik lagi, dan selalu di berikan kesehatan. Semoga di usia nya yg ke 37 ini beliau selalu berikan kesehatan, kesuksesan, keberkahan dan kemudahan dalam memimpin Kota Jambi bersama Wali Kota Jambi Dr.dr.H.Maulana MKM, serta selalu amanah ujar Efendi Alung yg merupakan anggota DPRD kota Jambi Komisi 1, “pungkasnya”. Penulis Tim

Read More

Komitmen Kepolisian dan Pemerintah jaga Stabilitas Harga, Dirreskrimsus Polda Jambi Pimpin Satgas Pengendalian Harga Beras

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 Oktober 2025 – Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H bersama Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah memimpin langsung Rapat Koordinasi Satgas Pengendalian Harga Beras Provinsi Jambi, Selasa (21/10/2025) di Ruang Ditreskrimsus Polda Jambi. Rapat diikuti secara daring oleh Kasubdit 1 Indagsi ditreskrimsus Polda Jambi Akbp Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K., Kabid Distribusi Hanpan, Ispandi, Perum Bulog Jambi, Mulyadi, Disperindag Provinsi Jambi Afrizal Azmi, Perwakilan DKPP, DTPHP Provinsi Jambi, DPM PTSP, Kasi Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Bapanas, Kasubbag Umum dan TPHP, BPS Provinsi Jambi. Selanjutnya Pelaku Usaha yaitu PT. IDP, PT. SAN, CV. Mulia Abadi serta jajaran Polres/ta dan instansi terkait di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Sebagai Koordinator Satgas, Kombes Pol Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H menegaskan komitmen kepolisian bersama pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga beras di wilayah Provinsi Jambi, terutama di tengah tren kenaikan harga di beberapa daerah seperti Sarolangun dan Kerinci. “Kami akan memastikan harga beras tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan berlebih dengan mengorbankan masyarakat,” tegas Kombes Pol Taufik Nurmandia. Dalam arahannya, Kombes Pol Taufik Nurmandia meminta seluruh anggota Satgas agar tidak hanya memantau di atas kertas, tetapi juga turun langsung ke pasar-pasar dan ritel modern untuk memastikan harga sesuai ketentuan. Kombes Pol Taufik Nurmandia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi, termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, Bulog, Bapanas, dan BPS. Hasil rapat menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain pengawasan langsung harga di pasar, peneguran dan sanksi terhadap pelanggaran HET, uji laboratorium mutu beras premium dan medium, serta pemasangan stiker dan leaflet imbauan agar masyarakat mengetahui ketentuan harga resmi. Kombes Pol Taufik Nurmandia juga menginstruksikan tim Satgas untuk melakukan pengecekan lapangan pada 22–24 Oktober 2025 di enam kabupaten, yakni Batanghari, Sarolangun, Merangin, Bungo, Tebo, dan Muaro Jambi. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada 27 Oktober 2025 untuk menilai efektivitas pengawasan. “Langkah ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tanggung jawab moral kita untuk menjaga kestabilan ekonomi dan melindungi masyarakat dari gejolak harga pangan,” ujarnya menegaskan. Dengan kepemimpinan Kombes Pol Taufik Nurmandia, Satgas Pengendalian Harga Beras Provinsi Jambi menegaskan kesiapannya untuk bertindak tegas namun tetap humanis, demi memastikan masyarakat Jambi memperoleh beras dengan harga yang wajar dan sesuai ketentuan pemerintah. Penulis Tim

Read More