Tajam24Jam.Com JAMBI, 11 September 2026 — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi Pemkot Jambi dengan jajaran BNNP Jambi di Ruang Kerja Kepala BNNP Jambi, Jumat (11/9/2026).
Pertemuan dihadiri Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., bersama jajaran. Dari Pemkot Jambi hadir Asisten I Setda Kota Jambi Fahmi, SP, Kepala BKPSDM Kota Jambi Rizalul Fikri, S.E., M.Ap., Kasatpol PP Kota Jambi Iper Riyansuni, Plt. Kadisdik Kota Jambi Mardiansyah, serta Kabag Kesra Setda Kota Jambi Kamal Firdaus.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Jambi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Jambi dalam memperkuat program P4GN.
Asep memaparkan kondisi dan perkembangan permasalahan narkotika di Jambi, termasuk masyarakat yang terpapar, data tersangka dan tahanan, hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT), serta sejumlah wilayah yang dinilai masih rawan.
Kelurahan Legok menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut.
BNNP Jambi juga menyoroti perkembangan narkotika sintetis dan modus operandi baru yang memanfaatkan perangkat vape. Peredaran narkotika disebut memiliki jaringan yang kompleks dengan jalur masuk melalui darat maupun laut.
Sejumlah jenis narkotika sintetis seperti ganja cair, ketamin cair dan etomidate juga menjadi perhatian karena perkembangan penyalahgunaannya di tengah masyarakat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, BNNP Jambi akan meningkatkan edukasi dan sosialisasi P4GN di tempat hiburan, sekolah, desa dan kelurahan, serta komunitas masyarakat.
Selain upaya pencegahan dan pemberantasan, penguatan layanan rehabilitasi serta keberlanjutan program pascarehabilitasi juga menjadi bagian dari strategi penanganan penyalahgunaan narkotika.
Pemkot Jambi Dorong Modifikasi Sosial
Sementara itu, Pemkot Jambi menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BNN dalam menangani persoalan narkotika.
Khusus kawasan Legok, Pemkot Jambi menyampaikan bahwa upaya penanganan dilakukan tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pendekatan modifikasi sosial.
Pendekatan tersebut antara lain dilakukan melalui pembangunan tempat ibadah, penyediaan arena bermain anak, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
Pemkot Jambi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak dan pengembangan keterampilan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Selain Legok, wilayah Pulau Pandan, Pucuk, Danau Teluk dan Danau Kedap turut menjadi perhatian karena masih ditemukan persoalan penyalahgunaan narkotika.
Pemkot Jambi mengusulkan agar BNNP Jambi melakukan pemetaan terhadap titik-titik atau wilayah rawan narkotika di Kota Jambi. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Satpol PP Goes to School
Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Jambi akan mengintegrasikan edukasi bahaya narkotika dalam kegiatan razia.
Selain itu, program Satpol PP Goes to School akan dikembangkan bersama BNN sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
BNNP Jambi juga akan menyiapkan video edukasi yang nantinya dapat ditayangkan di tempat hiburan serta videotron milik Pemerintah Kota Jambi.
Sinergi BNNP Jambi dan Pemkot Jambi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sejak dini, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kota Jambi.
Penulis Tim



