Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Gelar Doa Bersama Lintas Agama Wujud Syukur dan Pengabdian untuk Masyarakat

Tajam24Jam.Com JAMBI, 25 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Jambi menggelar kegiatan doa bersama lintas agama yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah sesuai keyakinan masing-masing personel, yakni di Masjid Al-Ikhlas Polda Jambi bagi personel Muslim dan di Gedung Siginjai Lantai 3 Mapolda Jambi bagi personel Nasrani. Kegiatan doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi spiritual untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Pada pelaksanaan doa bersama umat Islam di Masjid Al-Ikhlas Polda Jambi, hadir Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, S.I.K., S.H., para Pejabat Utama Polda Jambi, serta personel Polda Jambi yang beragama Islam. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ummul Qur’an, sambutan Wakapolda Jambi, pembacaan zikir dan Asmaul Husna, pembacaan Surah Yasin, tausiyah agama, hingga doa bersama. Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasril, S.H., M.H. menyampaikan bahwa kebahagiaan hidup dapat diraih melalui rasa syukur atas nikmat Allah SWT dan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian. Ia mengajak seluruh personel untuk senantiasa memperbanyak amal saleh, meningkatkan kualitas ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan kehidupan. Sementara itu, kegiatan doa bersama bagi personel Nasrani dilaksanakan di Gedung Siginjai Lantai 3 Mapolda Jambi dan dihadiri langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para pejabat utama serta personel Kristen Polda Jambi. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Ir. Andi M. Sibaranu, M.Th., yang dalam khotbahnya menekankan bahwa setiap anggota Polri dipanggil untuk hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi. Ia mengingatkan pentingnya kerendahan hati, integritas, serta penggunaan kewenangan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, perubahan dan pemulihan dalam sebuah bangsa maupun komunitas berawal dari kesediaan setiap individu untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mengubah orientasi hidup dari menerima menjadi memberi serta melayani. Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar mengajak seluruh personel untuk menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan pelayanan kepada masyarakat. “Bekerjalah sebagaimana untuk Tuhan dan bekerja untuk masyarakat. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, terus belajar, serta bertumbuh dalam iman. Gunakan setiap kewenangan dan jabatan yang dimiliki untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” pesan Kapolda Jambi. Kapolda juga mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai-nilai keimanan dalam setiap pelaksanaan tugas serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai tujuan utama pengabdian anggota Polri. Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa kegiatan doa bersama lintas agama ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya memperkuat nilai spiritual, moral, dan integritas personel dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. “Kegiatan doa bersama ini menjadi momentum bagi seluruh personel Polda Jambi untuk melakukan introspeksi dan memperkuat keimanan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan berintegritas kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian. “Dengan mengusung tema ‘Polri untuk Masyarakat’, kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban harus dilandasi keikhlasan, integritas, serta semangat melayani demi terwujudnya Polri yang semakin dicintai masyarakat,” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Ikuti Vicon Upacara Nilai-Nilai Tribrata dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Tajam24Jam.Com JAMBI, 25 Juni 2026 – Polda Jambi mengikuti kegiatan Video Conference (Vicon) Upacara Nilai-Nilai Tribrata dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar secara terpusat dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Mapolda Jambi tersebut diikuti oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H Siregar, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, S.I.K., S.H., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama Polda Jambi. Upacara Nilai-Nilai Tribrata merupakan tradisi sakral yang dilaksanakan setiap menjelang peringatan Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman moral, etika, dan pengabdian seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Kapolri selaku Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Polri, penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan perwira yang ditunjuk, serta prosesi masuknya Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam keadaan terselubung. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung Panji-Panji Polri, penghormatan kepada Panji-Panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga prosesi pencucian Panji-Panji oleh Kapolri sebagai simbol penyucian nilai-nilai pengabdian dan komitmen Polri kepada bangsa dan negara. Upacara juga diisi dengan menyanyikan Hymne Polri, pembacaan doa keselamatan, penghormatan kembali kepada Panji-Panji Polri, penutupan selubung Panji-Panji, serta diakhiri dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara sebelum meninggalkan tempat upacara. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Upacara Nilai-Nilai Tribrata merupakan momentum penting untuk memperkuat integritas, loyalitas, dan profesionalisme seluruh personel Polri. “Melalui Upacara Nilai-Nilai Tribrata ini, seluruh anggota Polri diingatkan kembali akan jati diri dan komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Nilai-nilai Tribrata harus terus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian. “Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jambi berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Indonesia yang aman dan sejahtera,” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Resmi Buka Kejuaraan Bulu Tangkis HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Tajam24Jam.Com JAMBI, 25 Juni 2026 – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Jambi menggelar Pembukaan Kejuaraan Bulu Tangkis yang berlangsung di Hall Badminton Perjuangan Srikayangan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan pembukaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali dan dihadiri oleh Forkopimda dan instansi vertikal di Provinsi Jambi, di antaranya Asisten I Pemerintah Provinsi Jambi Arif G, S.E. yang mewakili Gubernur Jambi, Kasi Pers Kasrem 042/Gapu Kolonel Kav. Muslim Rahim Tompo, yang mewakili Danrem 042/Gapu, Kepala BNN Provinsi Jambi Brigjen Pol. Asep Syaefudin, perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi, perwakilan BINDA Jambi, perwakilan Pengadilan Tinggi Agama Jambi, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, serta para Pejabat Utama Polda Jambi. Dalam sambutan Kapolda Jambi yang dibacakan oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, disampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta peserta yang hadir dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80. “Terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan tamu undangan pada kegiatan kejuaraan bulu tangkis ini. Momentum ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas antarinstansi serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Wakapolda Jambi. Wakapolda juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panitia dan penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga dapat terlaksana dengan lancar. “Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan penyelenggara yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga ajang olahraga ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan semangat kebersamaan di antara kita,” lanjutnya. Kepada para wasit dan perangkat pertandingan, Wakapolda berpesan agar menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan keadilan. “Kiranya para wasit dapat memimpin pertandingan dengan objektif, profesional, dan adil sehingga kejuaraan ini berjalan sukses, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” tegasnya. Sebagai tanda dimulainya kejuaraan, Wakapolda Jambi secara resmi membuka Turnamen Bulu Tangkis HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang ditandai dengan pemukulan bola pertama. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan bulu tangkis ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antarinstansi sekaligus meningkatkan budaya hidup sehat melalui olahraga. “Kejuaraan bulu tangkis ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergitas, kebersamaan, dan persaudaraan antarinstansi serta masyarakat. Pada kejuaraan ini ada sebanyak 33 pasangan peserta turun bertanding pada kategori veteran dan kategori bebas.” Jelas Kabid Humas. Ditambahkannya bahwa melalui semangat sportivitas yang ditunjukkan para peserta, diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis dalam mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Jambi. “Rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan Polda Jambi merupakan wujud komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial, olahraga, dan kemasyarakatan yang dapat mempererat kedekatan Polri dengan seluruh elemen masyarakat.” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Benang Kusut Dugaan Pengawalan Batu Bara di Jalur Terlarang Mulai Terkuak, Sopir Sebut Dikawal Oknum Bernama Amin

Tajam24jam.com Batanghari, Kamis 25/06/2026 – Benang kusut dugaan praktik pengawalan angkutan batu bara yang melintasi jalur alternatif terlarang di Simpang Pete, Kabupaten Batanghari, mulai menemukan titik terang. Selama ini, isu keterlibatan oknum aparat, LSM hingga pihak yang mengaku wartawan ramai beredar di media sosial. Kini, satu unit truk batu bara yang diduga melintasi jalur tersebut berhasil diamankan jajaran Satlantas Polres Batanghari pada Kamis dini hari (25/6/2026). Truk tersebut diamankan setelah petugas menerima laporan adanya kendaraan angkutan batu bara yang nekat menerobos jalur alternatif Simpang Pete, jalur yang selama ini menjadi sorotan karena diduga kerap digunakan untuk menghindari pengawasan. Kanit Turjawali Satlantas Polres Batanghari, Ipda Benny Tri Lesmana, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa personelnya telah berjaga sejak malam di Simpang AMD dan Simpang Pete hingga pukul 07.00 WIB. “Kami mendapat laporan di grup ada dua mobil di Simpang Pete. Saat tiba di lokasi kami melihat satu mobil akan keluar dari Simpang Pete, kemudian kami ikuti dan kami hentikan. Selanjutnya kendaraan tersebut kami amankan ke Mapolres Batanghari. Namun, saya malah diisukan hanya melakukan settingan. Memang susah menegakkan benang basah,” tulis Benny. Fakta yang menarik muncul saat proses pengamanan. Berdasarkan pengakuan sopir kepada petugas, kendaraan tersebut disebut berada dalam pengawalan seseorang bernama Amin. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Amin diduga merupakan anggota intelijen yang bertugas di lingkungan Tuanku Imam Bonjol. Meski demikian, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari institusi terkait. Saat dikonfirmasi, Kolonel Taufiq menyampaikan bahwa dirinya masih melakukan pengecekan terhadap identitas nama yang dimaksud. “Selamat pagi, untuk nama yang bersangkutan saya cek dulu ya. Mohon maaf, belum hafal semua.” Setelah dijelaskan bahwa konfirmasi dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, ia kembali merespons. “Kalau boleh tahu, informasi atau laporannya apa? Ini masih Zoom, selesai saya cek lagi nama tersebut.” Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai apakah nama yang disebut oleh sopir benar merupakan anggota aktif maupun memiliki keterkaitan dengan dugaan pengawalan angkutan batu bara di jalur alternatif tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik karena berpotensi membuka tabir dugaan adanya jaringan pengawalan angkutan batu bara yang selama ini disebut-sebut beroperasi di jalur terlarang di Kabupaten Batanghari. Aparat penegak hukum diharapkan mengusut tuntas pengakuan sopir serta menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat agar memberikan kepastian hukum dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Penulis Team.

Read More

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Markus Apresiasi Polres Bangka Barat Ungkap 1 Kg Lebih Sabu

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 25 Juni 2026 – Bupati Bangka Barat, Markus, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Bangka Barat atas keberhasilan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti lebih dari satu kilogram. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda. Menurut Markus, pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Bangka Barat. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi peringatan bagi para pelaku peredaran narkoba bahwa pemerintah dan aparat tidak akan memberikan ruang bagi kejahatan narkotika di daerah tersebut. “Atas nama pemerintah saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Babar beserta seluruh jajaran yang telah berhasil mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Ini merupakan bentuk keseriusan kita bersama dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda Bangka Barat,” ujarnya, Kamis (25/6/2026). Markus menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat hingga keluarga. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. “Pemerintah daerah akan terus mendukung langkah aparat dalam memberantas narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika demi masa depan Bangka Barat yang lebih baik,” tuturnya. Penulis Tim

Read More

Tokoh Agama, Pengungkapan 1 Kg Sabu oleh Polres Bangka Barat Selamatkan Banyak Generasi Muda

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 25 Juni 2026 – Keberhasilan Polres Bangka Barat mengungkap peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih dari 1 kilogram mendapat apresiasi dari tokoh agama di Kabupaten Bangka Barat. Pengungkapan tersebut dinilai tidak hanya menghentikan peredaran narkoba, tetapi juga menyelamatkan banyak generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Pimpinan Pondok Pesantren Ta’limul Muta’alim Jebus, Imam Syuhada, mengatakan sabu dalam jumlah besar yang berhasil diamankan polisi berpotensi merusak kehidupan banyak orang apabila sampai beredar di tengah masyarakat. “Keberhasilan ini bukan hanya soal barang bukti yang diamankan atau pelaku yang ditangkap. Yang paling penting, Polres Bangka Barat telah menyelamatkan banyak generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” kata Imam Syuhada, kamis (25/6/2026). Menurut dia, peredaran narkoba menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masa depan generasi bangsa. Karena itu, keberhasilan mengungkap lebih dari 1 kilogram sabu menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti nyata keseriusan Polres Bangka Barat dalam melindungi masyarakat. Ia menilai langkah yang dilakukan jajaran Polres Bangka Barat patut diapresiasi karena tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menjaga masa depan anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. “Kalau sabu sebanyak ini sampai beredar, tentu dampaknya sangat besar. Banyak anak muda yang bisa menjadi korban. Karena itu kami mengapresiasi kerja keras Polres Bangka Barat yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba tersebut,” ujarnya. Imam Syuhada berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba di Bangka Barat. Menurutnya, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan bersama karena menyangkut masa depan generasi muda dan keberlangsungan pembangunan daerah. “Generasi muda adalah aset bangsa. Ketika mereka berhasil diselamatkan dari bahaya narkoba, maka sesungguhnya kita sedang menyelamatkan masa depan Bangka Barat,” tegasnya. Sebelumnya, Polres Bangka Barat berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu dengan barang bukti lebih dari 1 kilogram. Pengungkapan tersebut menjadi salah satu capaian penting menjelang Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Bangka Barat. Penulis Tim

Read More

Seorang Petani Terluka Diserang Beruang Liar saat Menyadap Karet

​Tajam24Jam.Com MUSI RAWAS, 24 Juni 2026 – Insiden Penyerangan Binatang Buas menimpa seorang petani di Desa Air Beliti, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas. Korban bernama Yatana (58), menjadi sasaran serangan seekor beruang liar saat sedang beraktivitas di perkebunan karet pada Rabu (24/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. ​Peristiwa bermula ketika korban sedang menyadap dan menyemprot rumput di kebun karet milik kerabatnya, Siskemat, yang berlokasi di kawasan Sungai Besok, Desa Air Beliti. Tanpa diduga, seekor beruang liar muncul dari arah semak belukar dan langsung menyerang korban secara agresif. ​Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami 12 luka cakaran serius di bagian paha kanan dan punggung sebelah kanan, termasuk sebuah luka robek yang cukup dalam pada bagian punggung. Dalam kondisi terluka dan tergeletak di tanah, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Beruntung, teriakan tersebut didengar oleh seorang warga bernama Rudi Nur Hidayat yang langsung bergegas menyelamatkan korban dan mengevakuasinya ke Puskesmas Air Beliti untuk mendapatkan penanganan medis darurat. ​Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Muara Kelingi yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu M. Nur Hendra, S.H., M.H., bergerak cepat melakukan pengecekan kondisi korban, mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dari saksi-saksi di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas dan Pemerintah Desa Air Beliti. Saat ini, korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di rumahnya setelah mendapatkan tindakan medis berupa jahitan pada luka robeknya. Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa keprihatinan yang mendalam serta memberikan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat:​”Kami menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa Saudara Yatana. Saat ini fokus utama kita adalah memastikan korban mendapatkan perawatan medis yang optimal hingga pulih.”​”Terkait adanya aktivitas satwa liar ini, kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga, khususnya para petani dan pekebun di wilayah Tuah Negeri dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di ladang. Sebisa mungkin hindari beraktivitas sendirian di area yang dekat dengan habitat hutan.”​”Jika masyarakat melihat atau mengetahui adanya pergerakan satwa liar yang berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat, aparat desa, atau pihak BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) agar dapat segera diambil tindakan pengamanan yang tepat demi keselamatan bersama.” Kaperwil Lampung MDY

Read More

Wakapolda Jambi Pimpin Upacara Tabur Bunga di Perairan Kuala Tungkal, Salurkan Bansos hingga Tinjau Bedah Rumah Panti Asuhan dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Tajam24Jam.Com TANJAB BARAT, 24 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Jambi menggelar upacara tabur bunga di perairan Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di atas Kapal Polisi TAKA-3010 tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi Irjen Pol. Benny Ali, S.I.K., S.H., selaku Inspektur Upacara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. M. Faishal Aris, S.I.K., M.M., Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol. Dhovan Oktavianton, S.H., S.I.K., M.Si., Dirkrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H., Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K., M.H., Wakapolres Tanjab Barat Kompol Andi Musahar, S.H., serta para pejabat utama Polres Tanjung Jabung Barat. Upacara tabur bunga dilaksanakan dengan melibatkan personel Ditpolairud Polda Jambi, Satpolairud Polres Tanjung Jabung Barat, Korpolairud Baharkam Polri, dan personel Polres Tanjab Barat. Kegiatan tersebut menggunakan lima unit kapal, yakni KM XXVI-2011, KP XXVI-1011, KPC XXVI-2012 (Pemburu Cepat), KP 2008, dan KP TAKA-3010. Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, pelarungan karangan bunga oleh Inspektur Upacara, pembacaan doa, dan dilanjutkan dengan penaburan bunga oleh para pejabat utama serta seluruh peserta upacara sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi bangsa dan negara. Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial kepada 150 nelayan pesisir Sungai Pengabuan. Setiap paket bantuan berisi satu dus mi instan, satu papan telur, beras seberat lima kilogram, dan satu kilogram minyak goreng. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dan pemberdayaan masyarakat pesisir, Polda Jambi juga melaksanakan penaburan tiga ton benih kerang di kawasan Pantai Parit 7 Kuala Tungkal. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan program bedah rumah di Panti Asuhan Anak Cacat Yayasan Melati, Kuala Tungkal. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Jambi bersama rombongan menyerahkan bantuan berupa lima paket sembako yang berisi mi instan, telur, minyak goreng, dan beras lima kilogram, serta 15 parcel kepada penghuni panti asuhan. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Upacara tabur bunga merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk bangsa dan negara. Semangat pengabdian mereka menjadi teladan bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda Jambi merupakan implementasi semangat Polri Presisi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjaga kelestarian lingkungan. “Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri ingin semakin dekat dengan masyarakat. Penyaluran bantuan kepada nelayan, penaburan benih kerang sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir, serta kepedulian terhadap anak-anak di Yayasan Melati menjadi bagian dari pengabdian Polri untuk masyarakat. Kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang nyata dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tutup Kombes Pol. Erlan Munaji. Penulis Tim

Read More

LENTERA HIJAU PROJECT di Polda Jambi: L.I.M.B.A.H Bawa Delapan Kasus ke Ruang Publik, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum

Tajam24Jam.Com JAMBI, 24 Juni 2026 — Perkumpulan L.I.M.B.A.H Provinsi Jambi menggelar aksi bertajuk “LENTERA HIJAU PROJECT” di halaman Mapolda Jambi, Rabu (24/6/2026). Melalui aksi tersebut, organisasi masyarakat itu membawa delapan persoalan hukum yang dinilai masih menyisakan pertanyaan dan membutuhkan kejelasan penanganan dari aparat penegak hukum. Aksi yang berlangsung di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jambi itu tidak hanya diisi dengan penyampaian aspirasi melalui orasi, tetapi juga menjadi wadah kritik publik terhadap sejumlah kasus yang dinilai memerlukan transparansi dan kepastian hukum. Menurut L.I.M.B.A.H, delapan kasus yang diangkat memiliki satu benang merah, yakni tuntutan agar proses penegakan hukum berjalan secara terbuka, profesional, dan akuntabel. Salah satu kasus yang menjadi perhatian dalam aksi tersebut adalah meninggalnya Dedi Putra. L.I.M.B.A.H menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan yang perlu dijelaskan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut. Mereka meminta perkembangan penyelidikan dapat disampaikan secara terbuka kepada publik guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat. Kasus berikutnya menyangkut Bayu Sugara. Organisasi itu menilai perlu adanya penjelasan terkait proses penanganan perkara yang menurut sejumlah pihak masih menyisakan perbedaan pandangan mengenai kronologi kejadian, pemeriksaan saksi, maupun dokumen perkara. Selain itu, L.I.M.B.A.H juga menyoroti dugaan persoalan legalitas pembangunan pabrik kelapa sawit milik PT AMA. Mereka meminta seluruh aspek administrasi dan perizinan diperiksa secara transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Perhatian juga diberikan terhadap laporan dugaan pemalsuan surat RT yang disebut telah dilaporkan sejak Mei 2026. Menurut mereka, masyarakat berhak memperoleh kepastian mengenai tindak lanjut laporan yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum. Dalam aksi tersebut, massa turut mengangkat persoalan “Sengketa tanah yang melibatkan Ratumas Saidah. Mereka menilai kejelasan administrasi dan dokumen yang menjadi objek sengketa penting untuk memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat. Kasus lain yang disuarakan adalah dugaan *mpenipuan yang dilaporkan Deden Komara. Lambatnya perkembangan penanganan perkara disebut memunculkan pertanyaan dari pelapor terkait kepastian proses hukum yang sedang berjalan. Dari seluruh isu yang dibawa dalam aksi, kasus begal dan pembunuhan terhadap pengemudi Maxim, Risdianto (47), menjadi salah satu yang paling mendapat perhatian. Lebih dari dua tahun sejak kasus tersebut terungkap, L.I.M.B.A.H menilai masih terdapat sejumlah hal yang belum memperoleh kejelasan. Mereka menyoroti status salah satu tersangka yang sebelumnya mengalami tindakan penembakan saat proses penangkapan dan disebut belum menjalani proses penahanan secara normal karena alasan pemulihan kesehatan. Sorotan terakhir dalam aksi tersebut mengarah pada dugaan pelanggaran etik oleh seorang oknum aparat berinisial MS. L.I.M.B.A.H meminta agar apabila ditemukan indikasi pelanggaran terhadap kode etik profesi, proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai mekanisme yang berlaku. Setelah menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Jambi, perwakilan L.I.M.B.A.H akhirnya diterima untuk melakukan hearing dengan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi. Dalam pertemuan tersebut, seluruh tuntutan dan delapan persoalan yang dibawa dalam aksi “LENTERA HIJAU PROJECT” disampaikan secara langsung kepada pihak kepolisian. Pihak L.I.M.B.A.H berharap forum dialog tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendorong keterbukaan informasi serta memberikan kepastian terhadap berbagai perkara yang menjadi perhatian masyarakat. DISCLAIMER LEGAL Berita ini disusun berdasarkan informasi yang disampaikan dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum oleh Perkumpulan L.I.M.B.A.H Provinsi Jambi serta keterangan yang diperoleh dari sumber terkait pada saat peliputan. Seluruh nama, pernyataan, dugaan, tuduhan, kritik, maupun tuntutan yang termuat dalam pemberitaan ini merupakan bagian dari penyampaian aspirasi dan pendapat pihak yang melakukan aksi. Pemuatan informasi tersebut tidak dapat dimaknai sebagai kesimpulan, pembuktian, ataupun penetapan kesalahan terhadap pihak mana pun. Media ini menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap individu, kelompok, badan usaha, maupun institusi yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak hukum yang sama sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas isi pemberitaan ini, media membuka ruang penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. KEBIJAKAN REDAKSI Redaksi membuka Hak Jawab dan Hak Koreksi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Penulis Tim

Read More

Dua Tahun Menanti Keadilan, Istri Driver Maxim Korban Pembunuhan Gugat Transparansi Polda Jambi di Aksi “Lentera Hijau Project”

Tajam24Jam.Com JAMBI, 24 Juni 2026 — Tuntutan terhadap transparansi dan kepastian hukum kembali mengemuka di halaman Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Rabu, 24 Juni 2026. Dalam aksi bertajuk “Lentera Hijau Project”, Perkumpulan L.I.M.B.A.H Provinsi Jambi mengangkat delapan persoalan hukum yang dinilai belum terselesaikan secara tuntas dan masih menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat. Dari sejumlah kasus yang disuarakan, perhatian publik tertuju pada perkara pembegalan disertai pembunuhan terhadap pengemudi Maxim, Risdianto (47). Lebih dari dua tahun sejak kasus tersebut bergulir, keluarga korban mengaku masih menunggu kejelasan mengenai perkembangan proses hukum yang berjalan. Aksi yang berlangsung di depan Mapolda Jambi itu berubah menjadi momen penuh emosi ketika FW, istri almarhum Risdianto, menyampaikan langsung kekecewaan dan harapannya kepada aparat penegak hukum. Dengan suara bergetar, FW menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar sebagai keluarga korban, melainkan sebagai warga negara yang menuntut kepastian hukum. “Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai seorang istri yang kehilangan suami, tetapi sebagai warga negara yang menuntut kepastian hukum. Sudah lebih dari dua tahun sejak suami saya, almarhum Risdianto, menjadi korban pembunuhan. Namun hingga hari ini, keluarga kami masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab,” ujar FW. Ia mempertanyakan sejauh mana perkembangan penanganan perkara yang merenggut nyawa suaminya. Menurutnya, keluarga korban hingga kini belum memperoleh penjelasan yang memadai terkait proses lanjutan perkara, status para tersangka, maupun kepastian hak-hak keluarga korban. FW meminta Polda Jambi membuka informasi secara transparan mengenai perkembangan kasus tersebut, sekaligus mempercepat proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami meminta Polda Jambi menjelaskan secara terbuka perkembangan penanganan kasus ini kepada masyarakat dan terutama kepada keluarga korban. Kami juga meminta percepatan proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta kepastian mengenai status tersangka dan perkembangan pelimpahan perkara,” katanya. Selain menyoroti proses hukum, keluarga korban juga mempertanyakan status barang bukti berupa kendaraan milik almarhum yang disebut hingga kini belum dikembalikan kepada pihak keluarga. “Kami meminta agar hak keluarga korban terkait barang bukti diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Jangan sampai keluarga korban terus menunggu tanpa kepastian,” ujarnya. Dalam orasinya, massa aksi turut menyoroti penanganan salah satu tersangka utama yang sebelumnya ditembak saat proses penangkapan. Tersangka tersebut disebut belum menjalani proses penahanan secara normal dengan alasan pemulihan kesehatan. Kekecewaan keluarga korban semakin mendalam setelah FW mengaku menyaksikan langsung salah satu tersangka, Hafif berada di ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi pada 14 Oktober 2025. Menurutnya, pemandangan yang ia lihat saat itu meninggalkan luka batin yang sulit dilupakan. “Saya menyaksikan langsung salah satu tersangka, Hafif, berada di ruang perawatan RS Bhayangkara Polda Jambi dalam kondisi terlihat santai memainkan gitar. Sebagai istri korban, pemandangan itu sangat menyakitkan. Saya melihat orang yang dituduh telah merampas nyawa suami saya tampak menikmati waktunya, sementara keluarga kami masih hidup dalam duka dan menunggu keadilan,” katanya. Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian peserta aksi. Bagi keluarga korban, perjuangan mereka bukan hanya soal memastikan pelaku diproses secara hukum, tetapi juga memastikan seluruh tahapan penegakan hukum berjalan transparan, profesional, dan memberikan rasa keadilan yang nyata. “Saya bertanya, di mana letak keadilan bagi keluarga kami? Kami tidak meminta perlakuan di luar hukum. Kami hanya meminta agar hukum ditegakkan secara tegas, transparan, dan memberikan kepastian bagi keluarga korban. Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut tanpa kejelasan. Kami hanya ingin keadilan untuk almarhum Risdianto,” ujar FW. Koordinator aksi dari Perkumpulan L.I.M.B.A.H menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bertujuan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Aksi itu, menurut mereka, merupakan bentuk kontrol sosial sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum membuka informasi yang dibutuhkan masyarakat dan keluarga korban. Mereka meminta Polda Jambi memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan perkara yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Lebih dari dua tahun telah berlalu sejak tragedi yang merenggut nyawa Risdianto. Namun bagi keluarganya, waktu belum mampu menghapus luka maupun pertanyaan yang belum terjawab. Di tengah penantian panjang itu, tuntutan yang mereka suarakan tetap sama: kepastian hukum, transparansi proses, dan keadilan yang tidak berhenti di tengah jalan. DISCLAIMER LEGAL Berita ini disusun berdasarkan keterangan narasumber, pernyataan peserta aksi, dokumen yang tersedia, serta fakta-fakta yang diperoleh pada saat peliputan berlangsung. Seluruh pernyataan yang dikutip merupakan tanggung jawab pihak yang menyampaikannya dan tidak serta-merta mencerminkan pandangan atau kesimpulan redaksi. Redaksi menghormati asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku. Setiap individu yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak hukum dan dianggap belum bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, memvonis, maupun memengaruhi proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, atau persidangan yang sedang atau akan berlangsung. Informasi mengenai status hukum para pihak dapat berubah sesuai perkembangan resmi dari aparat penegak hukum dan putusan lembaga peradilan yang berwenang. Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan, keberatan, atau memiliki informasi tambahan terkait isi pemberitaan ini, redaksi membuka ruang penggunaan Hak Jawab dan Hak Koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. KEBIJAKAN REDAKSI Catatan Redaksi: Polda Jambi atau pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi, tanggapan, maupun hak jawab yang akan dimuat secara proporsional sesuai ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Penulis Tim

Read More