Tajam24Jam.Com JAMBI, 5 September 2026 — Ketua Persatuan Raden Melayu Jambi (RMJ) Kota Jambi, RD Syah Iran Syam, mengeluarkan pernyataan tegas terkait tindakan yang dinilai telah merendahkan simbol, marwah, dan kehormatan Adat Melayu Jambi. Ia menegaskan, secara kelembagaan RMJ tidak pernah memberikan persetujuan, restu, maupun mandat kepada pihak mana pun untuk mengambil sikap yang bertentangan dengan nilai dan kehormatan adat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan agar tidak ada pihak yang sembarangan membawa-bawa nama Keluarga Besar Raden dalam persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat. Menurut Syah Iran Syam, penggunaan nama keluarga besar tanpa mandat yang jelas merupakan tindakan yang patut dipertanyakan dan tidak dapat dianggap sebagai sikap resmi RMJ.
“Saya tegaskan secara kelembagaan, RMJ tidak pernah memberikan persetujuan terhadap perbuatan apa pun yang merendahkan simbol dan marwah Adat Melayu Jambi. Kalau ada pihak yang mengatasnamakan Keluarga Besar Raden, saya tegaskan itu bukan sikap organisasi RMJ. Jangan menggunakan nama keluarga besar untuk kepentingan atau agenda tertentu. Bisa jadi ada oknum yang sedang memanfaatkan situasi,” tegas Syah Iran Syam.
Ia menegaskan, persoalan adat bukan perkara yang dapat diselesaikan secara seremonial, apalagi sekadar melalui pertemuan informal tanpa mekanisme dan penghormatan terhadap tatanan adat yang berlaku. Bagi Keluarga Besar Keturunan Bangsawan Jambi, marwah adat memiliki kedudukan yang harus dihormati dan tidak boleh diperlakukan secara sembarangan.
“Keluarga Besar Keturunan Bangsawan tidak pernah tunduk pada perundingan yang dilakukan tanpa mekanisme dan tanpa penghormatan terhadap adat. Jangan menganggap persoalan marwah adat bisa selesai hanya karena duduk bersama sambil minum kopi. Kalau adat direndahkan, maka persoalan itu harus diselesaikan melalui jalur dan mekanisme adat,” ujarnya dengan nada tegas.
Syah Iran Syam juga melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang mengaku memiliki garis keturunan besar Jambi tetapi justru berada dalam kelompok atau organisasi yang, menurutnya, mengambil sikap yang merendahkan marwah Adat Jambi.
“Saya juga menyerukan kepada siapa pun yang merasa memiliki garis keturunan besar Jambi, tetapi berada di dalam organisasi yang justru menjatuhkan marwah Adat Jambi, pikirkan kembali posisi kalian. Jangan sampai identitas dan garis keturunan hanya menjadi simbol di nama, tetapi ketika marwah adat dipertaruhkan justru berada di barisan yang berseberangan,” tegasnya.
Ia menilai, menjaga marwah adat bukan sekadar persoalan identitas atau atribut, melainkan tanggung jawab moral bagi setiap orang yang mengaku sebagai bagian dari masyarakat dan keturunan Jambi. Karena itu, ia meminta agar tidak ada lagi pihak yang mengatasnamakan keluarga besar, keturunan bangsawan, maupun RMJ tanpa dasar dan mandat yang jelas.
“Jangan ada pengkhianatan terhadap marwah adat di rumah sendiri. Jambi adalah negeri yang memiliki adat, sejarah, dan marwah. Siapa pun yang mengaku bagian dari keluarga besar Jambi harus memahami bahwa identitas itu membawa tanggung jawab, bukan sekadar kebanggaan di atas nama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi dan sikap resmi RMJ Kota Jambi bahwa organisasi tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menggunakan nama Keluarga Besar Raden tanpa mandat. RMJ menegaskan komitmennya untuk berdiri menjaga kehormatan, marwah, dan simbol Adat Melayu Jambi serta menolak segala bentuk tindakan yang dinilai merendahkan nilai-nilai adat.
“Kami tidak sedang mencari pertentangan. Tetapi kami juga tidak akan diam ketika marwah Adat Melayu Jambi direndahkan. Ada batas yang harus dihormati. Dan ketika batas itu dilanggar, RMJ akan berdiri menyatakan sikap,” pungkas Raden Syah Iran Syam.
Penulis Tim



