Tajam24Jam.Com JAMBI, 30 Agustus 2026 — Minggu 30 Agustus 2026 Perkumpulan Raden Melayu Jambi (RMJ) menyerukan kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk bersama-sama menjaga marwah, adat, ketertiban, dan kondusivitas daerah menjelang rencana aksi damai yang disebut akan dilakukan organisasi masyarakat (ormas) Grib Jaya pada 1 September 2026.
RMJ menegaskan bahwa Kantor Gubernur Jambi merupakan simbol pemerintahan sekaligus pusat pelayanan masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus dijaga agar tetap dapat menjalankan fungsi pelayanan publik dan pemerintahan secara normal.
Seruan tersebut disampaikan RMJ untuk mengantisipasi agar tidak kembali terjadi tindakan seperti penyegelan Kantor Gubernur Jambi yang terjadi dalam aksi sebelumnya.
Ketua Perkumpulan Raden Melayu Jambi (RMJ) mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai, tertib, serta tetap menghormati hukum, adat istiadat, dan fasilitas publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk bersama-sama menjaga marwah dan adat Jambi. Kantor Gubernur adalah tempat pelayanan masyarakat dan pusat pemerintahan Provinsi Jambi. Jangan sampai terjadi tindakan yang dapat mengganggu pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa RMJ tidak pernah memberikan mandat kepada pihak mana pun untuk mengatasnamakan masyarakat Jambi dalam memperjuangkan persoalan sumber daya alam di Provinsi Jambi.
“Raden Melayu Jambi dan masyarakat Jambi tidak pernah memberikan perwakilan kepada ormas Grib Jaya untuk berbicara atau membela masyarakat terkait sumber daya alam negeri Melayu Jambi,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan sumber daya alam di Jambi harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, serta dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Ketua RMJ juga menanggapi adanya pernyataan mengenai masa depan anak cucu masyarakat Jambi. Ia meminta agar tidak ada pihak yang membuat pernyataan seolah-olah dapat memastikan nasib generasi mendatang.
“Anak cucu kami ke depan, Allah yang akan mengarahkan hidup mereka. Jangan sampai ada pihak yang seolah-olah meramalkan bahwa anak cucu kami akan sengsara. Kita harus tetap rendah hati dan tidak mendahului kehendak Allah,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari pernyataan maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan.
“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan cara yang baik, melalui dialog dan sesuai aturan. Kita semua harus menjaga Provinsi Jambi, menjaga alam Jambi, serta menghentikan hal-hal yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
RMJ berharap rencana penyampaian aspirasi pada 1 September 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan damai. Seluruh pihak diminta menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus menjaga fasilitas publik agar tidak menghambat pelayanan pemerintahan.
“Berbeda pendapat itu biasa. Tetapi adab dan peradaban masyarakat Provinsi Jambi harus tetap kita junjung. Mari kita jaga Jambi bersama-sama,” pungkasnya.
Penulis Tim



