Karhutla di Wilayah Koramil 416-06/MB Berhasil Dipadamkan, Situasi Aman dan Kondusif

Tajam24Jam.Com Jambi, 24 Agustus 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah binaan Koramil 416-06/MB, tepatnya di RT 04 RW 02, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, pada Senin (24/8/2026). Mendapat informasi adanya kebakaran lahan, Babinsa Koramil 416-06/MB, Kopda Dumroh, bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Damkar dan masyarakat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas. Kebakaran terjadi pada lahan milik Bapak Tobri, dengan kondisi lahan berupa kebun karet tua, area gambut serta semak dan rumput ilalang. Dari sekitar 1,5 hektare luas lahan, diperkirakan sekitar 1 hektare terdampak terbakar. Dalam proses pemadaman, personel gabungan yang terlibat terdiri dari 10 personel TNI, 25 personel Polri, 6 personel BPBD, 25 personel Damkar, 1 orang Kasat Pol PP, serta warga masyarakat setempat. Upaya pemadaman didukung sejumlah sarana dan prasarana, antara lain 1 unit kendaraan R4 Damkar TNI, 1 unit kendaraan R6 AWC tangki Polri, 1 unit kendaraan R4 BPBD, serta 1 unit kendaraan R4 Damkar. Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya. Setelah dilakukan pemadaman, personel juga terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di dalam tanah. Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak terkait. Kegiatan pemadaman berlangsung dengan aman dan lancar. Situasi di lokasi saat ini aman dan kondusif, sementara personel gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kembali api. Keterlibatan Babinsa bersama unsur TNI lainnya dalam penanganan Karhutla merupakan bentuk komitmen TNI untuk membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mencegah serta menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan. Penulis Tim

Read More

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jambi, ISPU Disebut 209 Sangat Tidak Sehat, Papan Informasi Depan Balai Kota Malah Tunjukkan “Sedang”

Tajam24Jam.Com JAMBI, 24 Agustus 2026 — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi, Senin (24/8/2026). Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan informasi kualitas udara yang beredar melalui IQAir, indeks kualitas udara (ISPU) di Jambi dilaporkan mencapai angka 209, yang masuk kategori sangat tidak sehat.Namun, kondisi tersebut memunculkan sorotan terhadap papan informasi ISPU yang berada di depan Kantor Wali Kota Jambi. Saat kabut asap terlihat menyelimuti kawasan Kota Jambi, papan elektronik tersebut justru menunjukkan kategori “sedang”. Seorang pengendara sepeda motor, Ari, yang melintas di depan papan informasi tersebut mengaku heran dengan kondisi tersebut.“Sudah lama, Bang, terlihat sedang terus. Saat kabut asap masih juga terlihat sedang, padahal ISPU yang viral di Jambi udaranya sangat tidak sehat,” ujar Ari, Senin (24/8/2026). Perbedaan informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemerintah Kota Jambi, Saleh Ridho. Awalnya, Saleh menyatakan bahwa papan informasi ISPU di depan Kantor Wali Kota Jambi dalam kondisi normal dan tidak mengalami masalah.“Papan ISPU depan Kantor Wali Kota Jambi sesuai dan tidak ada masalah,” katanya. Ketika kembali dikonfirmasi terkait perbedaan antara informasi pada papan ISPU dengan angka kualitas udara yang mencapai 209, Saleh kembali menegaskan bahwa tidak ada persoalan.“Tidak ada masalah dan itu pas,” tegasnya. Namun, setelah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Saleh kemudian memberikan klarifikasi berbeda. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari pihak DLH, papan informasi ISPU yang berada di depan Kantor Wali Kota Jambi ternyata mengalami gangguan atau eror.“Maaf, setelah mendapat informasi dari Kadis DLH ternyata papan informasi ISPU di depan Kantor Wali Kota ternyata eror. Kami akan rapatkan lagi di Rumah Dinas Wali Kota Jambi,” ujarnya. Perbedaan antara kondisi udara yang dilaporkan sangat tidak sehat dengan informasi pada papan ISPU tersebut kini menjadi perhatian. Pemerintah Kota Jambi diharapkan segera memastikan sistem pemantauan dan penyampaian informasi kualitas udara dapat berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang akurat sebagai dasar untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Catatan: Angka 209 dalam berita ini merujuk pada informasi kualitas udara yang disebut berasal dari IQAir. Perbedaan dengan papan informasi ISPU milik pemerintah daerah perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait agar masyarakat tidak menerima informasi yang membingungkan. Penulis Tim

Read More

Polsek Tempilang Gerak Cepat Padamkan Karhutla di Kelekak Kabung, Luas Lahan Terbakar Capai 4,2 Hektare

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 22 Agustus 2026 – Polsek Tempilang Polres Bangka Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Kelekak Kabung, Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Personel Polsek Tempilang bersama Bhabinkamtibmas Desa Benteng Kota, Bhabinkamtibmas Desa Air Lintang dan masyarakat setempat turun langsung ke lokasi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB untuk melakukan pemadaman. Kebakaran terjadi pada lahan hutan belukar yang ditanami sawit dan diketahui berada di lahan milik warga. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 4,2 hektare. Petugas bersama masyarakat bergotong royong memadamkan api dan melakukan upaya pencegahan agar kobaran tidak meluas hingga mendekati permukiman warga. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, mengatakan langkah cepat personel di lapangan merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah kebakaran meluas dan melindungi masyarakat. “Personel Polsek Tempilang langsung mendatangi lokasi dan bersama masyarakat melakukan pemadaman serta memastikan api tidak meluas ke permukiman warga,” kata Iptu Yos Sudarso. Selain melakukan pemadaman dan pengecekan lokasi, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar karena dapat menyebabkan api sulit dikendalikan dan membahayakan lingkungan maupun permukiman,” ujarnya. Polres Bangka Barat juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin. Kegiatan penanganan karhutla tersebut berlangsung aman dan kondusif. Polisi bersama masyarakat terus melakukan pemantauan guna memastikan api tidak kembali meluas. Penulis Tim

Read More

Sinergi TNI-Polri dan Pemda, Forkopimda Muaro Jambi Perkuat Penanganan Karhutla Sungai Gelam

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 15 Agustus 2026 – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Muaro Jambi turun langsung melakukan pengecekan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi Koperasi Raja Mandiri, RT 25, Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (15/8/2026). Pengecekan tersebut dipimpin langsung Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, S.P., M.M., bersama Dandim 0415 Jambi Kolonel Inf. Putra Nagara, S.H., M.Han., Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, S.H., M.Hum., Wakil Bupati Muaro Jambi Junaidi H. Mahir, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan Forkopimda sebelumnya tiba di Dapur Umum Satgas Karhutla Sabtu siang. Selanjutnya rombongan bergerak menuju lokasi kebakaran lahan di Desa Sungai Gelam. Setibanya di lokasi, Forkopimda langsung melakukan pengecekan kondisi lapangan sekaligus meninjau dan mendukung proses pemadaman serta pendinginan di area yang terdampak kebakaran. Upaya penanganan Karhutla tersebut melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, tercatat puluhan personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pemantauan, serta penanganan lanjutan di lokasi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi teknis, perusahaan maupun masyarakat. “Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Menurutnya, Polda Jambi bersama jajaran akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla. “Personel di lapangan terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan Karhutla,” jelas Kabid Humas. Kombes Pol. Erlan Munaji menambahkan, langkah cepat dan kolaboratif sangat diperlukan mengingat kondisi lahan yang terbakar dapat kembali menimbulkan titik panas apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh. Sementara itu, upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla masih terus dilakukan oleh personel Manggala Agni, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, serta personel TNI-Polri bersama unsur terkait lainnya. Polda Jambi mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan, dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api. “Polri bersama seluruh stakeholder akan terus hadir di lapangan untuk memastikan Karhutla dapat dikendalikan. Pencegahan menjadi kunci, dan peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga Jambi bebas dari Karhutla,” pungkas Kombes Pol. Erlan Munaji. Penulis Tim

Read More

Wakapolda Jambi bersama Satgas Karhutla Cek Hotspot Karhutla, Evaluasi Penanganan dan Perkuat Sinergi di Lapangan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 22 Agustus 2026 – Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., bersama unsur terkait melakukan pengecekan hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Posko Karhutla Bandara Lama. Pengecekan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal sekaligus mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh personel di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jambi turut didampingi Danrem, Karo Ops Polda Jambi, Dirreskrimsus Polda Jambi, Dirsamapta Polda Jambi, Dansat Brimob Polda Jambi, serta Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi. Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto mengatakan, pengecekan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap rangkaian kegiatan penanganan Karhutla yang telah dilaksanakan. “Yang kita lakukan hari ini adalah evaluasi terhadap kinerja dan rangkaian kegiatan penanganan Karhutla. Kita tetap menjaga semangat sinergitas dan semangat anggota yang berada di lapangan,” ujar Wakapolda. Ia menegaskan, berbagai langkah telah dilakukan secara masif, baik melalui upaya pencegahan maupun penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Upaya sudah kita laksanakan secara masif, termasuk penegakan hukum. Saat ini sudah ada tujuh kasus yang diproses dengan delapan tersangka,” jelasnya. Selain penegakan hukum, Wakapolda menyebut Maklumat Kapolda Jambi terkait pencegahan dan penanganan Karhutla juga telah dijalankan. Selanjutnya, pelaksanaan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi bersama Forkopimda untuk memastikan langkah yang diambil semakin efektif. “Kita juga sudah melaksanakan Maklumat Kapolda. Ini akan terus kita evaluasi bersama Forkopimda, termasuk apakah masih diperlukan langkah-langkah lain yang perlu kita susun dan laksanakan secara bersama-sama,” katanya. Menurutnya, setiap penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan proses gelar perkara. Sementara dalam menghadapi potensi Karhutla di lapangan, sinergitas antarlembaga akan terus diperkuat. “Dari hasil penyelidikan, semuanya kita proses melalui gelar perkara dan tahapan lainnya. Ke depan kita akan bersama-sama dengan Danrem dan seluruh Satgas untuk terus memberikan dukungan kepada anggota kita yang berada di lapangan,” ungkap Brigjen Pol. K. Yani Sudarto. Wakapolda menambahkan, dukungan terhadap personel di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla dapat berjalan secara maksimal, cepat, dan terpadu. Polda Jambi bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi, pemantauan hotspot, pencegahan, penanganan di lokasi kejadian serta penegakan hukum guna menekan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Penulis Tim

Read More

TNI-Polri Bersama Tim Gabungan Perkuat Penanganan Karhutla di Londrang

Tajam24Jam.Com Muaro Jambi, 21 Agustus 2026 — Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Pada Jumat (21/8/2026), personel gabungan TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Manggala Agni melaksanakan kegiatan penanganan sekaligus pencegahan karhutla di Desa Londrang, Kecamatan Kumpeh Tengah, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Kegiatan tersebut merupakan langkah cepat dan terpadu dalam mengantisipasi meluasnya potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang relatif kering dan meningkatnya risiko terjadinya karhutla. Tim gabungan melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi, sekaligus memastikan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebakaran dapat segera diantisipasi. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, efektif, dan terukur. Sinergi TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Selain penanganan, langkah pencegahan juga terus dilakukan untuk meminimalkan potensi munculnya titik api serta mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya. Pemerintah bersama unsur terkait juga terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta kepedulian seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan terpadu tersebut, diharapkan potensi karhutla di wilayah Kabupaten Muaro Jambi dapat ditekan sejak dini, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga. TNI-Polri, BPBD, dan Manggala Agni terus bersinergi: cegah karhutla sebelum meluas, jaga Jambi tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Satgas Karhutla, Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran hutan dan lahan.

Tajam24Jam.Com SAROLANGUN, 21 Agustus 2026 — Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi memimpin rapat koordinasi Tim Satgas Karhutla Provinsi Jambi di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (21/8/2026). Rapat tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah Jambi. Pemerintah dan Satgas Karhutla Jambi sebelumnya juga terus memperkuat kesiapsiagaan serta pengendalian karhutla secara terpadu. Rakor dihadiri Bupati Sarolangun, Kapolres Sarolangun, Kejari Sarolangun, Staf Ahli Bidang Ekonomi Kabupaten Sarolangun, Asisten Pemerintahan Pemkab Sarolangun, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Daops Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Dalam rapat tersebut, Brigjen TNI Nyamin menekankan pentingnya pencegahan dan respons cepat sebagai kunci utama dalam mengatasi karhutla. Setiap informasi mengenai titik panas maupun potensi kebakaran harus segera diverifikasi di lapangan dan ditindaklanjuti secara terpadu agar api tidak berkembang dan meluas. “Penanganan karhutla harus dilakukan bersama-sama. Jangan menunggu api membesar. Setiap potensi kebakaran harus segera ditangani dengan mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada,” tegasnya. Selain itu, Satgas juga membahas penguatan patroli dan pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, koordinasi antarlembaga, serta langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Danrem mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, kualitas udara, serta kelangsungan kehidupan sosial masyarakat. Asap pekat akibat karhutla juga berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan.Asap kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Karena itu, seluruh unsur Satgas diminta meningkatkan kewaspadaan, mempercepat penanganan setiap laporan kebakaran, melakukan pendinginan dan pemantauan pascapemadaman, serta memastikan tidak terjadi kebakaran susulan. Melalui rakor tersebut, Satgas Karhutla Provinsi Jambi menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan penanganan karhutla yang cepat, terpadu dan efektif. “Cegah sebelum meluas, tangani dengan cepat, dan lindungi masyarakat serta lingkungan.” (Penrem 042/GAPU) Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Pimpin Rakor Karhutla, Perkuat Sinergi Penanganan Kebakaran di Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 18 Agustus 2026 — Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin memimpin rapat koordinasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi, bertempat di Ruang Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Jambi, Makorem 042/Gapu, Jambi, Selasa (18/8/2026). Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi serta penanganan Karhutla, khususnya di wilayah Provinsi Jambi yang memasuki periode rawan kebakaran pada musim kemarau. Kegiatan dihadiri Bupati Muaro Jambi, Kalak BPBD Provinsi Jambi, Karo Ops Polda Jambi, serta perwakilan OPD Provinsi Jambi dan OPD Kabupaten Muaro Jambi. Dalam rakor tersebut dibahas kondisi terkini Karhutla, perkembangan titik dan wilayah rawan kebakaran, kesiapan personel serta sarana dan prasarana, termasuk langkah percepatan penanganan apabila ditemukan titik api di lapangan. Danrem 042/Gapu menekankan pentingnya koordinasi, kecepatan respons dan keterpaduan antarinstansi agar setiap potensi Karhutla dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. “Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kita harus memperkuat deteksi dini, meningkatkan patroli dan segera melakukan penanganan setiap ada titik api,” tegas Brigjen TNI Nyamin. Selain pemadaman, upaya pencegahan juga menjadi perhatian utama melalui peningkatan kewaspadaan masyarakat, pemantauan wilayah rawan serta penegakan aturan terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar. Rakor ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dan terpadu sehingga penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi dapat dilaksanakan secara cepat, efektif dan terkoordinasi, sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas ekonomi dan transportasi. Langkah penguatan koordinasi tersebut sejalan dengan kebijakan penanganan Karhutla nasional yang saat ini menempatkan Jambi sebagai salah satu wilayah prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Korem 042/Gapu — Bersama Cegah dan Tanggulangi Karhutla untuk Jambi yang Aman dan Bebas Asap. (Penrem 042/GAPU) Penulis Tim

Read More

Gerak Cepat Tangani Karhutla, Kapolsek Mestong Bersama Tim Lakukan Pendinginan di Desa Sebapo

Tajam24Jam.Com JAMBI, 13 Agustus 2026 – Jajaran Polsek Mestong bergerak cepat melakukan penanganan dan pendinginan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Mestong AKP Hengky Lesmana, S.H., bersama personel Polsek Mestong dan melibatkan berbagai unsur terkait. Di antaranya Forkopimcam Mestong, masyarakat sekitar, petugas BPBD Kabupaten, personel TNI, serta dua orang petugas Pertamina. Tim gabungan melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi bekas kebakaran guna memastikan tidak terdapat lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.Dalam pelaksanaannya, petugas juga mendapatkan dukungan kendaraan untuk menuju lokasi yang terdampak. Akses menuju titik lokasi yang cukup sulit tidak menyurutkan upaya petugas dalam memastikan kondisi lahan benar-benar aman. Kapolsek Mestong AKP Hengky Lesmana mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.“Alhamdulillah, berkat gerak cepat dan kerja sama seluruh pihak, sampai saat ini kondisi sudah dapat teratasi,” ujar AKP Hengky. Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, masyarakat, TNI, BPBD, serta pihak perusahaan untuk mencegah kebakaran meluas dan memastikan titik api dapat segera ditangani. Kapolsek Mestong juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.“Yang paling penting adalah pencegahan. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya. Dengan penanganan secara cepat dan terpadu, kondisi lokasi karhutla di Desa Sebapo saat ini dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penulis Tim

Read More

Karhutla Diduga Meluas di Pal 7 Muara Medak, Penegakan Hukum Dipertanyakan MUSI BANYUASIN

Tajam24Jam.Com SUMSEL, 12 Agustus 2026 – Dugaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Informasi kebakaran diterima media ini pada Rabu (12/8/2026), dengan lokasi yang disebut berada di Pal 7, RT 03, Dusun 10. Berdasarkan informasi awal yang diterima, sumber api diduga berasal dari kawasan kebun yang disebut dikuasai atau dikelola warga berinisial atau bernama Si Hombing. Api kemudian dilaporkan berpotensi meluas. Informasi mengenai sumber api tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang. Persoalan ini menjadi sorotan karena Pemerintah Desa Muara Medak sebelumnya telah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak membuka maupun mengolah lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 140/572/09.2015/VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026. Dalam surat itu, pemerintah desa juga mencantumkan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 108 UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan bagi pelaku usaha perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar.Dengan adanya dugaan Karhutla kembali terjadi, publik mempertanyakan efektivitas imbauan tersebut. Apakah langkah pemerintah berhenti pada surat peringatan, atau sudah disertai pengawasan dan penindakan di lapangan? Jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang memenuhi unsur tindak pidana, aparat penegak hukum diharapkan mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan setelah api membesar. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah desa serta pihak terkait perlu memastikan sumber api dan segera melakukan upaya pemadaman serta pencegahan agar kebakaran tidak meluas.Publik juga berhak mendapatkan kejelasan mengenai sejumlah hal penting. Di antaranya, apakah lokasi telah ditinjau oleh petugas, bagaimana kondisi terkini api, siapa yang menguasai atau mengelola lahan, serta apakah pihak terkait telah dimintai keterangan. Selain itu, perlu dipastikan apakah dugaan kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan atau pengolahan lahan dengan cara membakar.Media ini menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan sumber api dari lahan yang disebut milik atau dikelola Si Hombing masih merupakan informasi awal dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum. Kepastian mengenai penyebab kebakaran, penguasaan lahan, maupun ada atau tidaknya unsur pidana merupakan kewenangan aparat setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Pihak yang disebut juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi. Karhutla sendiri bukan persoalan sepele. Kebakaran yang meluas dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat asap, menghambat aktivitas masyarakat serta menimbulkan kerugian ekonomi. Karena itu, masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah dan aparat penegak hukum. Bukan hanya imbauan, tetapi juga pencegahan, pemadaman, pemeriksaan sumber api, dan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.Jika memang terdapat pelanggaran hukum, proses penanganannya diharapkan dilakukan secara profesional, transparan dan tanpa pandang bulu. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. Penulis Tim

Read More