Pangkogabwilhan I Tekankan Solusi Permanen Karhutla: Kerjakan Dan Selesaikan Masalahnya

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 September 2026 — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Provinsi Jambi terus diperkuat. Kali ini, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P. didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., memaparkan konsep inovasi pengelolaan lahan gambut sebagai salah satu upaya strategis mencegah Karhutla. Pemaparan tersebut berlangsung di Distrik VII PT Wirakarya Sakti (WKS), Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Senin (21/9/2026). Di hadapan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri dan pihak perusahaan, Pangkogabwilhan I menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada memadamkan api setelah kebakaran terjadi, tetapi harus bergeser pada strategi pencegahan, pengawasan dan penyelesaian akar masalah. Dalam paparannya, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menekankan pentingnya membangun sistem pencegahan yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut meliputi pemetaan wilayah dan batas lahan, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, pengawasan lapangan, patroli, penindakan terhadap pelanggaran, hingga membangun sistem siaga dan reaksi cepat. Menurutnya, setiap kejadian kebakaran harus dapat segera diketahui secara jelas: kebakaran terjadi di mana, berada di lahan siapa, dan siapa yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan serta pengawasannya. Dengan demikian, penanganan Karhutla tidak berhenti pada pemadaman, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan, tanggung jawab pengelolaan lahan dan penegakan aturan. Pangkogabwilhan I juga menekankan pentingnya perubahan budaya dalam membuka dan mengelola lahan dengan cara membakar. Masyarakat maupun pengelola lahan didorong untuk meninggalkan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar dan beralih pada pembukaan lahan tanpa bakar serta pemanfaatan lahan gambut melalui pendekatan yang lebih aman dan berkelanjutan. “Kita harus mencari solusi. Jangan setiap tahun kita hanya memadamkan api. Persoalannya harus dikerjakan, diselesaikan dan dicegah dari awal.” Pendekatan tersebut menjadi penting karena karakteristik lahan gambut berbeda dengan lahan mineral. Kebakaran di gambut dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara tuntas. Dalam kesempatan tersebut, Pangkogabwilhan I juga memaparkan konsep inovasi pemanfaatan lahan gambut sebagai bagian dari strategi pencegahan Karhutla. Salah satu gagasan yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan tanaman yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut, termasuk pengembangan tanaman bambu sebagai bagian dari upaya menjaga kelembapan lahan sekaligus memberikan nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat. Konsep tersebut diarahkan agar lahan gambut tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang harus dipadamkan ketika terbakar, tetapi menjadi kawasan yang dikelola, dijaga dan dimanfaatkan secara produktif dengan pendekatan pencegahan. Pangkogabwilhan I juga menjelaskan pentingnya menjadikan regulasi sebagai dasar dalam mengambil langkah penanggulangan Karhutla. Salah satu landasan yang dibahas adalah Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, yang mengamanatkan upaya pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran serta penguatan penegakan hukum. Karena itu, seluruh unsur diminta tidak bekerja secara parsial, melainkan membangun sistem terpadu mulai dari pemetaan, pencegahan, deteksi dini, patroli, respons cepat, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan. Sementara itu, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pangkogabwilhan I atas pemaparan serta berbagai masukan strategis dalam upaya penanganan Karhutla di Provinsi Jambi. Gubernur menilai gagasan pengelolaan lahan gambut melalui pendekatan pencegahan dan pemanfaatan tanaman yang sesuai dapat menjadi salah satu alternatif solusi yang perlu diti Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Dalami Dua Kasus Karhutla di Areal Korporasi, 16 Laporan Polisi Masuk Tahap Penyidikan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 September 2026 – Polda Jambi terus memperkuat penanganan perkara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Hingga saat ini, sebanyak 16 laporan polisi terkait karhutla telah masuk dalam tahap penyidikan, dengan 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari 16 perkara tersebut, dua di antaranya terjadi di areal korporasi, yakni PT R di Kabupaten Batang Hari dan PT SA di Kabupaten Sarolangun. Kedua perkara tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan oleh Ditreskrimsus Polda Jambi. Untuk perkara karhutla di areal PT R Kabupaten Batang Hari, luas lahan yang terbakar berdasarkan data sementara mencapai sekitar 5 hektare. Dalam proses penyidikan, sebanyak 7 orang telah diperiksa guna mendalami kronologi kejadian, kondisi kawasan serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan areal tersebut. Sementara itu, perkara karhutla di areal PT SA Kabupaten Sarolangun memiliki luasan lahan terbakar sekitar 50 hektare. Penyidik telah memeriksa 5 orang dalam rangka mengumpulkan keterangan dan mendalami fakta-fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Hadi Handoko, saat dikonfirmasi media pada Senin, (21/09/2026) mengatakan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kedua perkara tersebut, termasuk untuk mengetahui pihak yang berkaitan dengan terjadinya kebakaran. “Polda Jambi menangani PT R di Batang Hari dan PT SA di Sarolangun. Keduanya masih dalam proses penyidikan. Untuk pelaku masih kami dalami,” ujar AKBP Hadi. AKBP Hadi menjelaskan, dalam perkara PT R, penyidik telah memeriksa tujuh orang, sementara pada perkara PT SA sebanyak lima orang telah dimintai keterangan. “Untuk PT R luas lahan yang terbakar sekitar 5 hektare dan sudah tujuh orang yang diperiksa. Sedangkan PT SA luas lahan yang terbakar sekitar 50 hektare dan lima orang sudah diperiksa,” jelasnya. Dengan demikian, sedikitnya 12 orang telah diperiksa dalam dua perkara karhutla yang terjadi di areal korporasi tersebut. Namun, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak tersebut belum serta-merta menunjukkan adanya keterlibatan pidana. Penyidik masih mencocokkan setiap keterangan dengan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Selain pemeriksaan terhadap saksi dan pihak terkait, penanganan perkara juga akan mencakup aspek sarana dan prasarana penanggulangan karhutla di kawasan tersebut. Pemeriksaan terhadap aspek tersebut nantinya melibatkan instansi terkait, termasuk Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup. “Nanti Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup yang akan melakukan pemeriksaan, terkait sarana dan prasarana serta aspek lainnya,” kata AKBP Hadi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari pendalaman perkara untuk melihat kondisi serta kesiapan penanganan karhutla di masing-masing kawasan. Secara keseluruhan, 16 laporan polisi yang ditangani Polda Jambi dan jajaran berkaitan dengan kebakaran dengan total luasan sekitar 75,25 hektare. Dari jumlah tersebut, 14 perkara terjadi di lahan pribadi, sedangkan dua perkara berada di lahan korporasi. “Sejauh ini Polda Jambi dan jajaran menangani 16 laporan polisi. Semuanya dalam proses penyidikan dan sudah ada 14 tersangka,” ujar AKBP Hadi. Menurutnya, perkara karhutla tersebut tidak seluruhnya terjadi di lahan korporasi. Sebagian besar laporan berkaitan dengan kebakaran di lahan pribadi. “Dari 16 laporan polisi ini, 14 dari lahan pribadi dan sisanya di lahan korporasi,” jelasnya. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan perkara karhutla dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ditemukan penyidik di lapangan. “Polda Jambi berkomitmen menangani setiap perkara karhutla secara serius, termasuk yang terjadi di areal korporasi. Setiap proses hukum dilakukan berdasarkan fakta, keterangan saksi, hasil pemeriksaan di lapangan, serta alat bukti yang diperoleh penyidik,” ujar Kabid Humas Kabid Humas juga menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara transparan, profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Polda Jambi bersama jajaran akan terus melakukan penyidikan secara profesional dan objektif. Kami akan mengumpulkan seluruh fakta dan alat bukti untuk memastikan penyebab kebakaran serta menentukan pertanggungjawaban hukum berdasarkan hasil penyidikan. Penanganan karhutla merupakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan memberikan kepastian hukum,” pungkas Erlan. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Salurkan 25 Ribu Masker Bantuan Presiden, Lindungi Warga Jambi Dari Dampak Kabut Asap Karhutla

Tajam24Jam.Com Jambi, Jumat (18/9/2026) — Kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Korem 042/Gapu. Bertempat di Kantor Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., menyalurkan 25.000 masker N98 bantuan Presiden Republik Indonesia kepada sejumlah instansi di Provinsi Jambi. Bantuan tersebut terdiri dari 25 dus, dengan masing-masing dus berisi 50 boks, dan setiap boks berisi 20 masker, sehingga total mencapai 25.000 masker. Masker tersebut diperuntukkan sebagai perlindungan tambahan bagi masyarakat dari paparan partikel halus yang terkandung dalam kabut asap Karhutla, termasuk partikulat PM2.5 dan debu mikroskopis. Penyaluran dilakukan kepada sejumlah instansi untuk selanjutnya didistribusikan kepada personel di lapangan, siswa-siswi, tenaga pendidik, serta masyarakat yang membutuhkan. Adapun instansi penerima bantuan masker tersebut meliputi Kodim 0415/Jambi, BPBD Provinsi Jambi, Kantor Basarnas, Dinas Sosial Provinsi Jambi, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi, Manggala Agni, SMAN 1 Kota Jambi, SMKN 1 Kota Jambi, SMA Adhyaksa Kota Jambi, serta Asosiasi Pedagang Kaki Lima Jambi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meminimalkan dampak kesehatan akibat kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan. Kondisi udara di Jambi dalam beberapa hari terakhir memang menjadi perhatian. Pemerintah Kota Jambi sebelumnya juga mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik menyusul kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mengatakan«“Masker ini merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia yang kita salurkan kepada instansi-instansi di Provinsi Jambi untuk selanjutnya diberikan kepada personel, anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan.”» «“Kita ingin memastikan bahwa di tengah situasi Karhutla dan kabut asap seperti saat ini, perlindungan terhadap masyarakat juga menjadi perhatian. Karena itu, selain terus melakukan pemadaman, pendinginan dan penanggulangan Karhutla di lapangan, kita juga memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak asap.”» «“Jumlah yang kita salurkan sebanyak 25 ribu masker N98. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama oleh masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, termasuk petugas di lapangan dan anak-anak sekolah.”» «“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker dengan benar, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara.”» Danrem menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap langkah penanggulangan bencana. “Kita ingin api padam, asap berkurang, dan masyarakat tetap terlindungi. Ini adalah kerja bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, seluruh instansi dan masyarakat harus bersinergi menghadapi Karhutla,” tegas Danrem. Dengan penyaluran bantuan masker tersebut, Korem 042/Gapu berharap perlindungan masyarakat dapat semakin diperkuat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menghadapi dampak kabut asap Karhutla di Provinsi Jambi. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Bersama Forkopimda Cek Langsung Lokasi Kebakaran di HLG Londerang

Tajam24Jam.Com JAMBI, 16 September 2026 – Polda Jambi bersama TNI, Pemerintah Provinsi Jambi, BPBD dan unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi. Salah satunya dengan melakukan pengecekan langsung kondisi Karhutla di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kelurahan Parit Culum, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (16/9/2026). Kegiatan pengecekan tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.IP., M.M., Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., jajaran Polres Tanjung Jabung Timur, personel TNI, BPBD serta unsur terkait lainnya. Pengecekan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan Karhutla, khususnya proses pemadaman dan pendinginan lahan gambut yang terbakar. Tim gabungan juga memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya. Dalam kegiatan tersebut, unsur Forkopimda bersama personel gabungan turut melakukan pemadaman di lokasi. Selain itu, dilakukan pula uji coba zat khusus untuk pemadaman pada karakteristik lahan gambut dalam bentuk cairan dan serbuk. Uji coba tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas zat dalam membantu memadamkan api, membasahi lapisan gambut serta mengurangi potensi munculnya kembali api setelah proses pemadaman. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, Polda Jambi terus mengerahkan kekuatan bersama seluruh stakeholder dalam menghadapi Karhutla, terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut. “Polda Jambi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD dan seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan Karhutla secara maksimal. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Menurutnya, penanganan lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh. “Kita tidak hanya fokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan dengan baik agar tidak terjadi penyalaan kembali. Setiap metode yang dapat mendukung efektivitas pemadaman akan terus dikaji dan diuji di lapangan,” jelasnya. Kabid Humas menegaskan, upaya penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga mengedepankan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. “Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan masyarakat luas dan membahayakan lingkungan,” tegasnya. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian paket sembako dan masker kepada masyarakat serta petugas yang terlibat dalam penanganan Karhutla sebagai bentuk kepedulian terhadap warga dan personel di lapangan. Polda Jambi bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan Karhutla dapat dikendalikan, sekaligus mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lainnya. Penulis Tim

Read More

Karhutla Londerang Kembali Ditinjau, Danrem 042/Gapu Dan Gubernur Jambi Pastikan Pemadaman Dan Pendinginan Terus Dilakukan

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 16 September 2026 – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diintensifkan. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., kembali turun langsung meninjau lokasi Karhutla di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi,Rabu (16/9/2026). Keduanya memastikan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api, khususnya pada area yang masih memiliki potensi bara dan asap. Di lapangan, Danrem dan Gubernur Jambi melihat langsung kondisi areal terdampak serta mengecek kesiapan personel Satgas Karhutla yang melaksanakan pemadaman, penyisiran dan pendinginan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh berhenti ketika api terlihat padam. Pendinginan dan pemantauan harus terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran. «“Kita pastikan api benar-benar padam. Jangan hanya melihat api sudah tidak terlihat, tetapi titik-titik yang masih menyimpan bara harus terus dilakukan pendinginan dan pemantauan. Personel kita tetap bekerja di lapangan sampai kondisi benar-benar aman,” tegas Danrem.» Danrem juga memberikan dukungan logistik serta vitamin kepada personel Satgas Karhutla yang berada di lokasi sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi dan stamina para petugas yang bekerja di lapangan. “Mereka adalah ujung tombak di lapangan. Kita berikan dukungan logistik dan vitamin agar personel tetap sehat, kuat dan mampu melaksanakan tugas secara maksimal,” tambahnya. Sementara itu, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat seluruh unsur. «“Kita tidak boleh lengah. Meskipun api sudah berhasil dikendalikan, pendinginan tetap harus dilakukan agar tidak muncul kembali. Pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan seluruh unsur terkait akan terus bergerak di lapangan,” ujar Gubernur.» Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Peninjauan kembali ke Londerang ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Satgas Karhutla Provinsi Jambi dalam memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu dan tuntas. Api dikendalikan, bara didinginkan, wilayah terus dipantau. Pemerintah bersama seluruh unsur Satgas Karhutla berkomitmen menjaga Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Ikuti Rakor Nasional Penanganan Karhutla Secara Vicon

Tajam24Jam.Com Jambi, 15 September 2026 — Komitmen memperkuat sinergi dan langkah terpadu dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Penanganan dan Penanggulangan Karhutla secara video conference (Vicon), Selasa (15/9/2026). Rakor tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolkam) dari pusat dan diikuti jajaran pemerintah daerah serta instansi terkait di berbagai wilayah. Di Provinsi Jambi, kegiatan berlangsung di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu. Danrem 042/Gapu hadir bersama Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Kajati Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, serta sejumlah PJU Provinsi Jambi. Rakor membahas perkembangan terkini penanganan dan penanggulangan Karhutla, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran, khususnya di wilayah rawan. Dalam forum tersebut, sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh unsur terkait menjadi kunci untuk memastikan setiap kejadian Karhutla dapat ditangani secara cepat, terpadu dan terukur. Keberadaan Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Makorem 042/Gapu menjadi salah satu pusat koordinasi dalam mendukung upaya pemantauan, pelaporan dan percepatan penanganan Karhutla di wilayah Provinsi Jambi. Melalui rakor ini, seluruh unsur terkait diharapkan semakin solid dalam memperkuat kesiapsiagaan, mengoptimalkan sumber daya, serta mengambil langkah cepat di lapangan guna mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih luas. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

KARHUTLA KEMBALI TERJADI DI BATANGHARI, TIM GABUNGAN BERGERAK PADAMKAN API DI KAWASAN PT REKI

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, JAMBI, 13 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Provinsi Jambi. Kali ini, kebakaran melanda kawasan PT Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia (REKI), di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Minggu (13/9/2026). Informasi awal kebakaran diterima dari masyarakat yang melaporkan adanya titik api di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan Tim Posko Darat 7 Desa, tim pompa air, serta tim pemadam kebakaran PT REKI guna mempercepat upaya pemadaman dan mencegah api meluas. Pemadaman dilakukan dengan penyiraman menggunakan air, sekaligus melakukan penyekatan area terbakar menggunakan alat berat untuk menghambat pergerakan api dan memutus jalur penyebaran kebakaran. Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±30 hektare. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait. Sinergi dan gerak cepat seluruh unsur di lapangan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas serta memastikan kondisi wilayah tetap terkendali. Pendim 0415/Jambi Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Tangani 75 Kasus Karhutla, 14 Orang Jadi Tersangka

Tajam24Jam.Com JAMBI, 14 September 2026 – Polda Jambi bersama jajaran terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi, baik melalui pemadaman, pencegahan, pemantauan titik panas maupun penegakan hukum terhadap pihak yang diduga melakukan pembakaran. Berdasarkan data Posko Induk Satgas Karhutla Provinsi Jambi per Senin, 14 September 2026, tercatat sebanyak 75 kasus Karhutla telah ditangani melalui proses penegakan hukum sejak 1 Januari hingga 14 September 2026. Dari 75 kasus tersebut, sebanyak 60 kasus masih dalam tahap penyelidikan, sementara 15 kasus telah memasuki tahap penyidikan. Dalam proses penanganan tersebut, aparat telah menetapkan 14 orang sebagai tersangka. Kasus yang masih dalam tahap penyelidikan tersebar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebanyak 6 kasus, Muaro Jambi 10 kasus, Sarolangun 26 kasus, Tanjung Jabung Barat 1 kasus, Batanghari 11 kasus, Merangin 3 kasus dan Bungo 3 kasus. Sementara 15 kasus yang telah masuk tahap penyidikan ditangani oleh Polda Jambi sebanyak 2 kasus, Polresta Jambi 1 kasus, Polres Sarolangun 1 kasus, Polres Tebo 2 kasus, Polres Tanjung Jabung Barat 3 kasus, Polres Tanjung Jabung Timur 1 kasus, Polres Bungo 1 kasus, Polres Merangin 1 kasus, Polres Batanghari 1 kasus, Polres Muaro Jambi 1 kasus dan PPNS Dinas Kehutanan 1 kasus. Dari perkara yang telah masuk tahap penyidikan tersebut, 5 kasus telah memasuki Tahap I, sedangkan 10 kasus masih dalam proses penyidikan. Selain penegakan hukum, berdasarkan data Satgas Karhutla, hingga 14 September 2026 total luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi mencapai sekitar 2.998,02 hektare, terdiri dari 2.289,27 hektare lahan mineral dan 708,75 hektare lahan gambut. Luas area terbakar tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan luasan terbesar berada di Batanghari 773,25 hektare, Muaro Jambi 556,61 hektare, Tebo 312,46 hektare, Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare, Tanjung Jabung Barat 488,75 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Bungo 69,40 hektare dan Merangin 17,30 hektare. Sementara Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi tercatat belum terdapat luasan area terbakar dalam data tersebut. Dari sisi pemantauan titik panas, pada 14 September 2026 tercatat 236 titik hotspot, terdiri dari 234 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 2 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Hotspot tersebut tersebar di Kota Sungai Penuh 1 titik, Muaro Jambi 34 titik, Tanjung Jabung Timur 21 titik, Tanjung Jabung Barat 26 titik, Batanghari 8 titik, Sarolangun 66 titik, Merangin 8 titik, Bungo 20 titik, Tebo 51 titik dan Kerinci 1 titik. Sementara itu, secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 14 September 2026, tercatat 7.682 titik hotspot di wilayah Provinsi Jambi berdasarkan pemantauan satelit Terra Aqua dan SNPP. Dari hasil ground check yang dilakukan Satgas Patroli Udara, Posko Darat dan Posko Aman Nusa II-2026 Polres jajaran, ditemukan 11 firespot yang telah diverifikasi, masing-masing 2 titik di Muaro Jambi, 3 titik di Tanjung Jabung Timur, 2 titik di Tanjung Jabung Barat, serta masing-masing 1 titik di Batanghari, Tebo, Sarolangun dan Merangin. Untuk mendukung percepatan pemadaman, Satgas Karhutla juga melaksanakan operasi water bombing. Pemadaman melalui udara menyasar wilayah Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi serta Kecamatan Sadu dan Tahura Orang Kayo Hitam, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Operasi tersebut melibatkan sejumlah helikopter, di antaranya heli patroli dan water bombing, termasuk Heli Reg. N274TH, VN-8414, RA-22840 serta Heli TNI AU H-3216. Satgas juga terus melaksanakan kegiatan di posko darat dan udara, mulai dari briefing rutin, pengecekan titik hotspot, pemadaman bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA dan RPK, patroli serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemadaman hingga penegakan hukum. “Polda Jambi bersama seluruh jajaran berkomitmen untuk menangani Karhutla secara maksimal dan terpadu. Penanganan tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman di lapangan, tetapi juga dengan memperkuat pencegahan serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji, Senin (14/9/2026). Menurutnya, penanganan 75 kasus Karhutla dan penetapan 15 tersangka merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terjadinya pembakaran lahan yang dapat menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat dan lingkungan. “Kami tidak akan membiarkan pembakaran hutan dan lahan dilakukan secara sengaja. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan dilakukan verifikasi. Apabila ditemukan adanya unsur pidana, tentu akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya. Kabid Humas juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar, terlebih kondisi cuaca dan tingkat kemudahan terbakar saat ini masih perlu diwaspadai. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian meluas dan berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat maupun aktivitas warga. Segera laporkan apabila menemukan titik api atau adanya aktivitas pembakaran lahan,” jelasnya. Lebih lanjut, Polda Jambi terus mengedepankan sinergi lintas instansi dalam penanganan Karhutla. Satgas darat dan udara bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan patroli, ground check, pemadaman, sosialisasi serta pemantauan hotspot. “Sinergi seluruh unsur sangat penting. Kami terus melakukan pemantauan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara, termasuk melakukan water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun yang paling utama adalah pencegahan dan kesadaran bersama. Mari kita jaga Jambi agar terbebas dari Karhutla,” pungkas Kabid Humas. Penulis Tim

Read More

Polsek Sungai Penuh Bersama Damkar Padamkan Karhutla Seluas 0,5 Hektare di Ulu Air

Tajam24Jam.Com JAMBI, 13 September 2026 – Kepolisian Resor Kerinci melalui Polsek Sungai Penuh bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sungai Penuh bergerak cepat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Ulu Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Minggu (13/9/2026). Mendapatkan informasi tersebut, Kapolsek Sungai Penuh AKP Eko Munkoid, S.E., M.H., langsung memerintahkan personel piket untuk menuju lokasi guna melakukan pengecekan sekaligus membantu proses pemadaman. Sebanyak empat personel Polsek Sungai Penuh, yakni Aiptu Dahril, Brigadir Bophy Oriza, Aiptu Idham dan Aipda Afrizal, diterjunkan ke lokasi. Personel Polri bersama enam personel Damkar Kota Sungai Penuh menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman. Kebakaran terjadi pada lahan tidur milik masyarakat dengan jenis kebakaran permukaan (surface fire) yang meliputi semak belukar, serasah dan pancang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Berkat respons cepat dan sinergi petugas di lapangan, api berhasil dipadamkan seluruhnya. Tidak terdapat kendala dalam proses pemadaman dan hingga laporan dibuat, kondisi di lokasi dinyatakan aman. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal, kondisi cuaca panas serta tanaman yang kering dapat menjadi faktor yang memicu mudahnya terjadi kebakaran. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan bahwa Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar mengapresiasi langkah cepat personel dalam menangani Karhutla serta menegaskan pentingnya respons cepat terhadap setiap informasi kebakaran. “Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa setiap informasi terkait Karhutla harus segera direspons. Kecepatan personel dalam mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman bersama instansi terkait sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji. Ia menambahkan, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi yang kering. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian maupun instansi terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya. Polda Jambi bersama jajaran akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, Damkar, BPBD serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Cek dan Tangani Karhutla di Sungai Aur, Luas Lahan Terbakar Capai 20 Hektare

Tajam24Jam.Com JAMBI, 12 September 2026 – Polda Jambi bersama Polres Muaro Jambi dan tim gabungan terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan pengecekan dan penanganan di lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., bersama Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat, S.I.K., dan Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, S.H., S.I.K., M.H. Sebelum menuju lokasi kebakaran, rombongan terlebih dahulu melakukan pengecekan peralatan penanganan Karhutla di Posko Manggala Agni, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Peralatan yang diperiksa antara lain Nozel SUNBUT (Suntik Gambut), Jet Shoter (semprot punggung), serta cairan pemadam khusus lahan gambut X-Fire. Selanjutnya, rombongan menuju lokasi Karhutla di Desa Sungai Aur. Setiba di lokasi, personel melakukan pengecekan area terdampak sekaligus melaksanakan pemadaman dan pendinginan menggunakan peralatan pemadam yang tersedia. Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan uji coba penggunaan cairan pemadam X-Fire dengan menggunakan perangkat Jet Shoter sebagai salah satu upaya untuk membantu penanganan kebakaran pada lahan gambut. Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar di Desa Sungai Aur diperkirakan mencapai ±20 hektare. Tim gabungan terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul. Penanganan Karhutla melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sungai Aur, RPK PT. JBP, serta RPK PT. BBS. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa menegaskan komitmen Polda Jambi untuk terus mengoptimalkan penanganan Karhutla melalui sinergi lintas instansi. “Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terukur dan terpadu. Seluruh personel di lapangan terus bergerak bersama instansi terkait untuk melakukan pemadaman, pendinginan, sekaligus memastikan api tidak kembali meluas,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, Polda Jambi juga terus mendorong penggunaan peralatan dan metode yang efektif dalam menangani kebakaran, khususnya pada wilayah lahan gambut. “Penggunaan peralatan seperti suntik gambut, Jet Shoter maupun cairan pemadam X-Fire merupakan bagian dari upaya mencari metode yang paling efektif dalam menangani Karhutla di lapangan. Yang terpenting adalah keselamatan personel, percepatan pemadaman dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” jelasnya. Kombes Pol. Erlan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan menjadi kunci utama, karena dampak Karhutla dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More