Polsek Mendahara Ulu Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Area SUTET Pematang Rahim

Tajam24Jam.Com Jambi, 30 September 2026 – Polsek Mendahara Ulu, Polres Tanjung Jabung Timur, bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah saluran Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), RT 12 Dusun Teladan, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa (29/9/2026). Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 14.30 WIB setelah personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) WKS Distrik 7, Kiki Ardiansah dan Joko Erbulan alias Alan, melakukan pemantauan menggunakan drone dan menemukan titik api di area lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Berdasarkan hasil pemantauan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 x 60 meter atau sekitar 0,09 hektare. Lokasi kebakaran merupakan areal saluran SUTET milik pihak PLN dan berada cukup jauh dari permukiman masyarakat. Setelah menemukan titik api, pihak RPK WKS Distrik 7 segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan perusahaan, pemerintah desa, Polsek Mendahara Ulu, serta pihak Kecamatan Mendahara Ulu untuk dilakukan penanganan bersama. Mendapatkan laporan tersebut, personel Polri bersama unsur TNI, RPK WKS, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, pemerintah kecamatan, dan masyarakat setempat langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air. Sungai induk yang memiliki ketersediaan air berada lebih dari satu kilometer dari lokasi kebakaran, sementara tidak terdapat sumber air yang memadai di saluran sungai maupun anak sungai sekitar lokasi. Selain itu, kondisi lahan gambut dengan kedalaman diperkirakan mencapai lima meter membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Meskipun api di permukaan dapat dipadamkan, bara api masih berpotensi bertahan di dalam lapisan gambut. Setelah dilakukan upaya pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.00 WIB pada Selasa malam. Namun, untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala, tim gabungan melanjutkan kegiatan pendinginan pada Rabu (30/9/2026), mulai pukul 07.30 WIB. Pendinginan dilakukan karena masih ditemukan bara api di dalam lapisan gambut. Petugas bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan guna mencegah munculnya kembali titik api di lokasi tersebut. Dalam penanganan kebakaran ini, personel yang terlibat terdiri atas empat orang dari RPK WKS, dua personel Manggala Agni, lima personel Polri, satu personel TNI, lima orang dari pemerintah kecamatan, serta sepuluh orang masyarakat setempat. Berdasarkan informasi awal di lapangan, masyarakat sempat melihat adanya pekerjaan penambahan kabel pada jaringan SUTET di sekitar lokasi. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Kapolda Jambi menegaskan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah gambut yang memiliki tingkat kesulitan pemadaman cukup tinggi. “Bapak Kapolda Jambi mengapresiasi gerak cepat personel Polri bersama TNI, Manggala Agni, RPK, Masyarakat Peduli Api, pemerintah setempat, dan masyarakat yang telah bersinergi melakukan upaya pemadaman kebakaran lahan di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu,” ujar Kabid Humas. Ia menjelaskan, penanganan kebakaran lahan gambut membutuhkan kewaspadaan dan upaya berkelanjutan karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan. “Karena itu, kegiatan pendinginan dan pemantauan lanjutan menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan mencegah kebakaran kembali meluas. Kami mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan sulit dijangkau sumber air,” lanjutnya. Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin. Sinergi dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas serta menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan,” tutupnya. Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam penanganan karhutla melalui langkah cepat, koordinasi lintas sektor, serta pemantauan berkelanjutan demi menjaga keamanan masyarakat dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Jambi. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan TNI-Polri dan Masyarakat Lakukan Pendinginan Karhutla di Lahan Gambut Desa Rantau Panjang

Tajam24Jam.Com JAMBI, 30 September 2026 – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Daerah Jambi bersama unsur TNI, perusahaan dan masyarakat. Pada Rabu (30/9/2026), tim gabungan melaksanakan proses pendinginan di lokasi karhutla yang berada di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan pendinginan melibatkan Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Sunardi, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Rantau Panjang Bripka Bambang, personel Satgas Karhutla Polres Muaro Jambi, personel TNI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari sejumlah perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±20 hektare. Lokasi kebakaran merupakan kawasan dengan vegetasi lahan gambut sehingga proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan pemadam dan pendinginan, di antaranya 5 unit mesin pompa air Honda, 9 unit mesin pompa air Robin, 5 unit nozzle Sunbut (suntik gambut), serta 1 unit mesin air Fuso FP. Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Sunardi, S.H., mengatakan bahwa proses pendinginan masih terus dilakukan secara bersama-sama di lokasi. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul, khususnya pada lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara di dalam lapisan tanah. “Saat ini tim gabungan masih melaksanakan proses pendinginan di lokasi. Kita memastikan setiap bagian lahan yang terdampak benar-benar dalam kondisi aman dan tidak terdapat bara api yang dapat kembali memicu kebakaran,” ujar AKP Sunardi. Ia menambahkan, sinergi antara TNI-Polri, perusahaan dan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan karhutla, terutama dalam proses pemadaman dan pendinginan di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa Polda Jambi bersama jajaran terus mengintensifkan upaya penanganan karhutla melalui langkah pemadaman, pendinginan, patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran. “Bapak Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan. Tidak hanya ketika api membesar, tetapi proses pendinginan dan pemantauan pascakebakaran juga menjadi bagian penting untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji. Menurutnya, penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena bara api dapat bertahan di dalam lapisan gambut dan berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh. “Sinergi TNI-Polri, pemerintah, perusahaan dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang bersama-sama turun ke lapangan dan bekerja melakukan pemadaman serta pendinginan,” jelasnya. Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla. Apabila menemukan adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin. Pencegahan dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Polsek Muara Bulian Bersama Satgas Karhutla Ground Check Hotspot di Kawasan Tahura Sultan Thaha Syaifudin

Tajam24Jam.Com Jambi, 30 September 2026 – Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Bulian bersama Satgas Karhutla melakukan ground check terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi di kawasan Hutan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifudin, Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Rabu (30/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Muara Bulian AKP M.E.W. Marbun, S.H., dengan melibatkan personel Polsek Muara Bulian, Satgas Karhutla Tahura, BPBD Kabupaten Batang Hari, BNPB Provinsi Jambi, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya. Ground check dilakukan sebagai tindak lanjut pemantauan titik panas guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Berdasarkan hasil pemantauan dan pengecekan di lapangan, tidak ditemukan titik api di kawasan Tahura wilayah Kecamatan Muara Bulian. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan Satgas Karhutla Tahura Senami, ditemukan titik api di kawasan Tahura Bor 8 RT 10, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi. “Dari hasil ground check, tidak ditemukan titik api di kawasan Tahura wilayah Kecamatan Muara Bulian. Namun, terdapat titik api di kawasan Tahura Bor 8 RT 10 Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi yang berdasarkan pantauan satelit dan koordinat terdeteksi masuk dalam kawasan Tahura Kelurahan Sridadi,” jelas Kapolsek Muara Bulian AKP M.E.W. Marbun. Personel Polsek Muara Bulian bersama Satgas Karhutla kemudian melakukan upaya pemadaman terhadap titik api yang masih menyala di lokasi tersebut. Sekitar pukul 17.30 WIB, api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Proses pendinginan selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Meski demikian, petugas masih menemukan kepulan asap di lokasi sehingga dilakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali menyala, terutama apabila terjadi angin kencang. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa langkah ground check dan penanganan langsung di lapangan merupakan bagian dari upaya kepolisian bersama unsur terkait dalam memastikan setiap informasi hotspot dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. “Bapak Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa setiap informasi terkait titik panas harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus melakukan langkah penanganan sedini mungkin apabila ditemukan titik api,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Menurutnya, meskipun api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan telah dilakukan, personel tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi karena masih terdapat kepulan asap yang berpotensi menimbulkan api kembali. “Personel bersama Satgas Karhutla tidak berhenti setelah api padam. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan atau pembakaran lahan dengan cara membakar, karena kondisi cuaca yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat meluas,” jelasnya. Kabid Humas menambahkan, Polda Jambi terus mendorong sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, BNPB, Manggala Agni, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla “Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Polri akan terus melakukan pemantauan, pencegahan, serta penegakan hukum apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” pungkas Kombes Pol. Erlan Munaji. Penulis Tim

Read More

Situasi Karhutla Jambi, 10.742 Hotspot Terdeteksi Sepanjang 2026 dan 86 Kasus Masuk Penegakan Hukum

Tajam24Jam.Com JAMBI, 29 September 2026 – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dilakukan secara terpadu oleh unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta instansi terkait. Berdasarkan laporan situasi karhutla Provinsi Jambi per Selasa, 29 September 2026 hingga pukul 19.00 WIB, tercatat 177 hotspot, dengan total hotspot sepanjang 2026 mencapai 10.742 titik. Dari data tersebut, luas lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 29 September 2026 diperkirakan mencapai 4.123,84 hektare. Wilayah dengan luasan terbakar terbesar antara lain Kabupaten Batanghari 1.240,79 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare. Sementara itu, dalam upaya penegakan hukum terhadap kasus karhutla, tercatat 86 kasus yang ditangani. Rinciannya, 69 kasus masih dalam tahap penyelidikan dan 17 kasus dalam tahap penyidikan, dengan 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemadaman, tetapi juga pencegahan, patroli, pemantauan hotspot, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum. “Polda Jambi bersama seluruh stakeholder terus melakukan langkah terpadu dalam penanganan karhutla, mulai dari pemantauan hotspot, patroli dan pemadaman di lapangan, hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melawan hukum,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, berdasarkan data kondisi rawan karhutla, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar sedang hingga sangat mudah terbakar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api maupun potensi karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya. Selain penanganan di darat, Satgas Karhutla Provinsi Jambi juga melaksanakan pemantauan udara dan patroli menggunakan sejumlah pesawat serta helikopter. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendeteksi titik panas, memantau perkembangan kebakaran dan mendukung percepatan penanganan di lokasi. Kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian. Data ISPU pada 29 September 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2,5 di Kota Jambi mencapai 229 dan Kabupaten Muaro Jambi 300, yang berada pada kategori sangat tidak sehat. Sementara Kabupaten Tanjung Jabung Timur berada pada angka 143 dan Kabupaten Tebo 153, masing-masing dalam kategori tidak sehat. Di sisi kesehatan, laporan minggu ke-37 mencatat 7.236 kasus ISPA di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jambi. “Kami juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi kualitas udara. Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, kurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk, dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan,” pungkas Kombes Pol. Erlan. Polda Jambi bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi karhutla guna melindungi masyarakat, menjaga lingkungan serta mewujudkan Jambi bebas asap. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Lakukan Pendinginan Karhutla di Desa Rantau Panjang, Muaro Jambi

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 29 September 2026 – Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan terhadap lahan yang terbakar di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan pendinginan dilaksanakan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran lahan tersebut diketahui terjadi sejak Sabtu (26/9/2026) Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare dengan kondisi vegetasi berupa lahan gambut. Hingga saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan guna memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api di lokasi. Dalam penanganan tersebut, Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Sunardi, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Rantau Panjang Bripka Bambang, personel Satgas Karhutla Polres Muaro Jambi, personel TNI, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PHL, RPK PT AMK, RPK PT SJA, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama-sama melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Untuk mendukung proses penanganan di lapangan, tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya lima unit mesin pompa air merk Honda, sembilan unit mesin pompa air merk Robin, lima unit nozzle Sunbut atau suntik gambut, empat buah embung air, serta satu unit mesin air merk Fuso FP. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, jajaran Polda Jambi bersama seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan Karhutla, termasuk memastikan proses pendinginan dilakukan secara maksimal, khususnya pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut. “Polri bersama TNI, pemerintah, perusahaan dan masyarakat terus bersinergi dalam penanganan Karhutla. Tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali muncul,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan secara berkelanjutan karena api dapat muncul kembali apabila bara di dalam lapisan gambut belum sepenuhnya padam. “Karena lokasi merupakan lahan gambut, proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan. Personel di lapangan terus melakukan penyiraman dan pemantauan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan asap maupun api,” jelasnya. Kabid Humas juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Desa Rantau Panjang. “Sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat diperlukan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya. Polda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, pemadaman, pendinginan hingga pemantauan pascakebakaran, sebagai langkah untuk mencegah meluasnya kebakaran dan menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan. Penulis Tim

Read More

Polri Bersama TNI, BPBD dan Warga Padamkan Karhutla Seluas 5 Hektare di Sungai Duren

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 29 September 2026 – Personel Polsek Jambi Luar Kota (Jaluko) bersama TNI, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, pemerintah desa dan masyarakat berhasil memadamkan kebakaran lahan semak belukar seluas kurang lebih 5 hektare di RT 06 Dusun Pasir Raya, Desa Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (29/9/2026). Kebakaran diketahui pertama kali oleh warga sekitar pukul 12.00 WIB. Api dengan cepat merambat karena lokasi ditumbuhi semak belukar, serasah, pancang serta pepohonan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkan kepada pihak desa, Polsek Jaluko dan BPBD Kabupaten Muaro Jambi. Mendapatkan informasi tersebut, personel Polsek Jaluko bersama Babinsa, BPBD, pemerintah desa dan masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman dilakukan menggunakan satu unit mobil pemadam BPBD Kabupaten Muaro Jambi beserta peralatan pemadam, dibantu peralatan tradisional milik masyarakat. Kapolsek Jaluko Iptu Jhon Sihar Purba, S.H., bersama personel Polri turut berada di lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan aman dan api tidak kembali meluas. Dalam penanganan tersebut, sebanyak 4 personel Polri, 5 personel TNI, 6 personel BPBD, 15 perangkat Desa Sungai Duren dan sekitar 30 masyarakat terlibat langsung dalam proses pemadaman. Sekitar pukul 17.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan seluruh area yang terbakar seluas kurang lebih 5 hektare telah berhasil ditangani. Tidak terdapat kendala berarti dalam proses pemadaman. Berdasarkan hasil keterangan sementara dari saksi, sumber api belum diketahui secara pasti. Petugas masih melakukan pendataan serta mencari informasi dan keterangan dari saksi maupun pemilik lahan terkait penyebab kebakaran. Dampak dari kejadian tersebut berupa pencemaran udara. Lahan yang terbakar diketahui merupakan lahan milik pribadi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melaluiKabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa keberhasilan pemadaman tersebut merupakan hasil kerja sama dan respons cepat seluruh unsur yang berada di lapangan. “Bapak Kapolda Jambi mengapresiasi respons cepat personel Polsek Jaluko bersama TNI, BPBD, pemerintah desa dan masyarakat dalam menangani kebakaran lahan di Desa Sungai Duren. Sinergi dan kolaborasi seperti ini sangat penting agar api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Kabid Humas menegaskan bahwa Polda Jambi melalui jajaran kewilayahan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD dan masyarakat. “Polri mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering. Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan,” jelasnya. Kombes Pol. Erlan juga menyampaikan bahwa terhadap setiap kejadian kebakaran lahan, kepolisian akan melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendataan terkait status maupun kepemilikan lahan serta penyebab terjadinya kebakaran. “Kami mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian dan laporan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan adanya titik api,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Apel Aman Nusa II 2026, Polda Jambi Perkuat Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla

Tajam24Jam.Com JAMBI, 28 September 2026 – Polda Jambi terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melalui pelaksanaan Apel Personel Operasi Aman Nusa II Tahun 2026. Apel tersebut dilaksanakan pada Senin (28/9/2026) pagi, bertempat di Lapangan Hitam Mapolda Jambi. Kegiatan dipimpin Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., dan diikuti Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., para Kasubsatgas Aman Nusa II Polda Jambi, serta personel yang terlibat dalam operasi. Dalam arahannya, Wakapolda Jambi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan Operasi Aman Nusa II Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa berbagai kegiatan telah dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan bencana, khususnya karhutla. “Saya mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang telah melaksanakan Operasi Aman Nusa II 2026. Sudah banyak kegiatan yang dilakukan dalam upaya mencegah dan menanggulangi bencana alam, khususnya karhutla,” ujar Wakapolda. Brigjen Pol. K. Yani Sudarto juga mengingatkan personel agar menjadikan pelaksanaan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus ladang ibadah. Menurutnya, karhutla merupakan bencana yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan melalui kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak. “Dalam bertugas tentunya kita akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk adanya cemoohan atau pihak yang menyepelekan tugas kita. Jadikan hal tersebut sebagai motivasi sekaligus bahan evaluasi untuk terus memperbaiki diri,” tegasnya. Selain aspek operasional, Wakapolda juga menekankan pentingnya tertib administrasi dalam operasi. Seluruh personel diminta melaksanakan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP) serta tetap mengutamakan keselamatan. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, Operasi Aman Nusa II merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi bencana karhutla. “Polda Jambi berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Kesiapsiagaan personel, respons cepat, serta sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, Manggala Agni dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana,” ujar Kombes Pol. Erlan. Kabid Humas juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. “Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Apabila menemukan adanya potensi karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkas Kabid Humas. Melalui apel tersebut, Polda Jambi menegaskan kembali kesiapan personel dalam menghadapi potensi karhutla sekaligus memastikan seluruh rangkaian Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 berjalan secara tertib, terukur dan berorientasi pada keselamatan masyarakat serta personel di lapangan. Penulis Tim

Read More

Pangkogabwilhan I Tinjau Lokasi Langsung Ke Tahura Batanghari, Tekankan Sinergi Dan Penanganan Cepat

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, JAMBI, 22 September 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batanghari, terus menjadi perhatian serius. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., turun langsung meninjau lokasi Karhutla di kawasan Tahura, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Selasa (22/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan Karhutla berjalan secara terpadu, cepat dan terukur. Setibanya di lokasi, Pangkogabwilhan I menerima paparan mengenai perkembangan situasi Karhutla, kondisi medan, langkah pemadaman serta upaya pendinginan yang dilakukan oleh personel gabungan. Di tengah kondisi lapangan, Pangkogabwilhan I memberikan arahan dan masukan kepada seluruh unsur yang terlibat agar penanganan Karhutla dilakukan secara terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, serta mengutamakan efektivitas operasi di lapangan. Pangkogabwilhan I menekankan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga pemulihan, dengan memperkuat koordinasi seluruh stakeholder. “Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana persoalan ini dikerjakan, diselesaikan dan dicegah sejak awal. Semua unsur harus bergerak bersama dan memahami kondisi lapangan,” tegas Pangkogabwilhan I. Menurutnya, karakteristik kawasan yang terbakar harus menjadi perhatian dalam menentukan metode penanganan. Karena itu, setiap langkah di lapangan harus didukung pemetaan kondisi wilayah, informasi yang akurat dan koordinasi lintas sektor. Arahan tersebut sejalan dengan penekanan Pangkogabwilhan I sebelumnya bahwa penanganan Karhutla perlu bergeser dari pola reaktif menuju pencegahan dan penyelesaian akar persoalan, sehingga kebakaran tidak terus berulang setiap tahun. Usai meninjau langsung lokasi Karhutla di kawasan Tahura, rombongan kemudian bergerak menuju Rumah Dinas Bupati Batanghari. Di lokasi tersebut, Pangkogabwilhan I melanjutkan pembahasan bersama Bupati Batanghari dan seluruh unsur terkait mengenai perkembangan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari. Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyatukan strategi penanganan berikutnya, baik melalui operasi darat maupun dukungan unsur lainnya. Dalam pembahasan tersebut, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Batanghari, BPBD Kabupaten Batanghari, Manggala Agni dan Damkar Kabupaten Batanghari menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla berlangsung efektif. Kehadiran langsung Pangkogabwilhan I di lokasi menjadi penegasan bahwa penanganan Karhutla di Jambi membutuhkan kerja bersama, komando yang terkoordinasi, respons cepat dan langkah yang berkelanjutan. Kawasan Tahura Batanghari sendiri sebelumnya menjadi salah satu titik perhatian utama dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Batanghari, dengan operasi darat dan dukungan udara terus diperkuat oleh unsur terkait. Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, seluruh unsur diharapkan mampu mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali meluas. Pangkogabwilhan I menegaskan, penanganan Karhutla bukan pekerjaan satu instansi. Ini adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kekompakan, kecepatan dan ketepatan tindakan di lapangan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Satbrimob Polda Jambi Kerahkan 30 Personel Tangani Karhutla di Betara Tanjab Barat

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 September 2026 – Polda Jambi melalui Satuan Brimob Polda Jambi terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Sebanyak 30 personel Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jambi diterjunkan untuk melaksanakan penanganan kebakaran lahan yang terjadi di RT 12 Kampung Tengah Betara 10, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Senin (21/09/2026). Dalam penanganan tersebut, personel Satbrimob Polda Jambi juga dibantu 1 unit helikopter water bombing yang dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman dan membantu mencegah api agar tidak meluas ke area lainnya. Personel di lapangan melaksanakan upaya pemadaman dengan mengutamakan keselamatan personel serta memastikan penanganan dilakukan secara maksimal untuk mengendalikan titik api. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan karhutla menjadi salah satu perhatian serius Polda Jambi, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. “Polda Jambi terus mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Di Betara, sebanyak 30 personel Satbrimob diterjunkan dan dibantu satu unit AWC untuk mempercepat proses pemadaman serta mencegah api meluas,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menegaskan, jajaran Polda Jambi akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla. “Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Gunakan Cairan X-FIRE, Polda Jambi Percepat Penanganan Karhutla di Taman Nasional Berbak

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 September 2026 – Polda Jambi terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi. Salah satunya melalui respons cepat Satuan Brimob Polda Jambi dalam menangani Karhutla di kawasan Taman Nasional Berbak, Desa Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) pada Senin, (21/09/2026). Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol. Budi Hidayat, S.I.K., memimpin langsung kegiatan penanganan Karhutla di kawasan tersebut, tepatnya di Posko Berbak. Dalam penanganan tersebut, Satbrimob Polda Jambi menggunakan cairan X-FIRE sebagai bagian dari upaya percepatan pemadaman serta mencegah api meluas ke area lainnya. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, langkah cepat yang dilakukan personel Satbrimob merupakan bentuk komitmen Polda Jambi dalam menangani Karhutla secara optimal, khususnya di wilayah yang memiliki kawasan hutan dan lahan yang perlu mendapat perhatian serius. “Polda Jambi terus mengoptimalkan langkah-langkah penanganan Karhutla melalui respons cepat personel di lapangan. Kegiatan yang dilaksanakan Satbrimob Polda Jambi di kawasan Taman Nasional Berbak ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemadaman sekaligus mencegah api meluas,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan pesan Kapolda Jambi. Ia menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur terkait. Karena itu, Polda Jambi terus mengarahkan personel untuk melakukan pemantauan, penanganan dan pemadaman di lokasi yang terdampak Karhutla. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya potensi Karhutla, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” jelasnya. Kabid Humas menegaskan, Polda Jambi akan terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat. Penggunaan cairan X-FIRE dalam pemadaman tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan sarana dalam mempercepat proses penanganan kebakaran di lapangan, sejalan dengan respons cepat Satbrimob Polda Jambi dalam mendukung penanggulangan Karhutla di Provinsi Jambi. Penulis Tim

Read More