Karang Taruna Sarolangun Kepung PT SLUM, 11 Tuntutan Bongkar Dugaan Masalah

Tajam24Jam.Com SAROLANGUN, JAMBI, 22 Oktober 2026 — Karang Taruna Kabupaten Sarolangun bersama Karang Taruna Kecamatan Pauh dan Karang Taruna Desa Karang Mendapo menggelar aksi di PT Surya Lestari Usaha Mandiri (SLUM), Kamis (22/10/2026). Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan 11 tuntutan yang mencakup dugaan persoalan tata niaga tandan buah segar (TBS), perizinan perkebunan, pengelolaan lingkungan, hingga pemenuhan hak pekerja. Tuntutan tersebut juga menyasar PT CMS, terutama terkait dugaan belum terpenuhinya kewajiban kebun masyarakat atau plasma. Karang Taruna mendesak agar persoalan yang mereka suarakan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh instansi berwenang. Dalam tuntutannya, Karang Taruna meminta pemeriksaan terhadap dugaan praktik monopoli tata niaga TBS serta kesesuaian volume pembelian buah sawit dengan dokumen perizinan. Mereka juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian pelaporan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO), transaksi penjualan, dan kewajiban perpajakan perusahaan. Persoalan tata niaga tersebut perlu ditelusuri melalui pemeriksaan dokumen dan data transaksi. Jika ditemukan indikasi praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat, penanganannya dapat mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Karang Taruna turut mempertanyakan pemenuhan kewajiban kebun masyarakat oleh PT CMS. Mereka meminta pemerintah memeriksa pelaksanaan kewajiban plasma berdasarkan ketentuan di bidang perkebunan, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan beserta perubahannya. Penerapan ketentuan tersebut perlu disesuaikan dengan status perizinan dan kewajiban masing-masing perusahaan. Sementara itu, terhadap PT SLUM, Karang Taruna menyoroti kejelasan status Hak Guna Usaha (HGU) dan kesesuaian penguasaan lahan dengan dokumen perizinan. Pemeriksaan dapat merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria serta Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. PT SLUM juga disorot terkait dugaan penerimaan TBS yang berasal dari kawasan hutan produksi. Karang Taruna meminta penelusuran asal-usul buah sawit untuk memastikan status lahan dan legalitas kegiatan perkebunan yang menjadi sumber bahan baku. Pemeriksaan tersebut perlu mengacu pada ketentuan kehutanan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 beserta perubahannya. Di bidang ketenagakerjaan, Karang Taruna menyoroti penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pemenuhan hak pekerja dan ahli waris korban kecelakaan kerja. Mereka meminta agar kewajiban perusahaan diperiksa berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan ketentuan ketenagakerjaan serta jaminan sosial yang berlaku. Pemeriksaan tersebut dinilai perlu mencakup penerapan prosedur keselamatan, ketersediaan alat pelindung diri, pelaporan kecelakaan kerja, serta pemenuhan hak pekerja dan ahli waris sesuai kondisi masing-masing kasus. Pada aspek lingkungan, Karang Taruna meminta pemeriksaan terhadap kesesuaian kapasitas produksi pabrik dengan kemampuan fasilitas pengolahan limbah. Mereka juga menyoroti potensi pencemaran Sungai Belato yang diduga berkaitan dengan aktivitas PT SLUM. Dugaan pencemaran itu perlu diuji melalui pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel air, pengujian laboratorium, dan penelusuran sumber pencemar oleh instansi berwenang. Pemeriksaan dapat mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup beserta perubahannya, serta Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Selain itu, Karang Taruna mempersoalkan penggunaan insinerator yang dinilai perlu dievaluasi dari sisi kepatuhan terhadap standar lingkungan. Pemeriksaan perlu memastikan jenis limbah yang dibakar, legalitas fasilitas, pengendalian emisi, dan kesesuaian penggunaannya dengan ketentuan yang berlaku. Tuntutan lainnya berkaitan dengan dugaan pembelian TBS di bawah harga acuan resmi. Karang Taruna menilai praktik tersebut berpotensi merugikan petani lokal dan pelaku usaha ram atau tempat penampungan buah sawit. Mereka meminta pemerintah memeriksa mekanisme penetapan harga, bukti transaksi, serta kepatuhan terhadap ketentuan harga TBS yang berlaku di Provinsi Jambi. Manajemen perusahaan menyatakan akan membahas tuntutan tersebut dalam pertemuan lanjutan. Berlin D. Sipayung dari pihak manajemen mengatakan bahwa pihak perusahaan telah bertemu dengan perwakilan Karang Taruna yang menyampaikan aspirasi dalam aksi tersebut. “Kami sudah bertemu dengan teman-teman Karang Taruna. Terkait tuntutan ini, kami akan bahas lagi pada tanggal 10 November nanti, menunggu petinggi-petinggi perusahaan lainnya hadir,” kata Berlin. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan tuntutan masih akan berlanjut. Namun, tanggapan substantif perusahaan terhadap masing-masing persoalan yang disuarakan Karang Taruna masih perlu ditunggu, termasuk mengenai status HGU, pengelolaan lingkungan, tata niaga TBS, dan pemenuhan hak pekerja. Karang Taruna mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait menindaklanjuti laporan tersebut melalui pemeriksaan yang transparan dan objektif. Mereka meminta agar setiap dugaan yang terbukti melanggar ketentuan ditangani sesuai mekanisme hukum. Sebanyak 11 tuntutan itu kini menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan dan pemerintah untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat. Hasil pemeriksaan dan pembahasan lanjutan diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan jawaban konkret atas persoalan yang dipersoalkan. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan terperinci dari PT SLUM maupun PT CMS mengenai substansi masing-masing tuntutan. Seluruh dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Penulis Tim

Read More

L.I.M.B.A.H Desak Propam Polda Jambi Usut Dugaan Penganiayaan Aldio Alfian, Nama Brigpol Osdiman Pane Disorot

Tajam24Jam.Com JAMBI, 19 Oktober 2026 — Lembaga Inisiasi Membangun Bumi Agar Hijau (L.I.M.B.A.H) Kota Jambi mendesak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jambi mengusut secara transparan dugaan penganiayaan dan sejumlah kejanggalan dalam penangkapan Aldio Alfian terkait perkara narkotika. Desakan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Jambi. Massa membawa spanduk bertuliskan “Tuntutan Aksi dan Keadilan, Jangan Tebang Pilih!” sebagai bentuk tuntutan agar laporan masyarakat ditangani secara profesional, objektif, dan tanpa diskriminasi. L.I.M.B.A.H menilai penanganan pengaduan tersebut menjadi ujian bagi komitmen pengawasan internal Polri dalam memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Organisasi tersebut juga meminta agar komitmen penegakan hukum di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto diwujudkan melalui pemeriksaan yang transparan serta penyampaian perkembangan penanganan laporan kepada pihak pelapor. L.I.M.B.A.H menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan merupakan vonis terhadap anggota kepolisian yang dilaporkan. Seluruh dugaan harus dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Empat Tuntutan L.I.M.B.A.H kepada Polda Jambi Dalam aksi tersebut, L.I.M.B.A.H menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, meminta tindak lanjut secara transparan atas pelimpahan laporan dari Divisi Propam Mabes Polri kepada Propam Polda Jambi. Kedua, mendesak pengusutan menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang dilaporkan, termasuk dengan memeriksa keterangan para pihak dan bukti yang relevan. Ketiga, meminta agar hak dan kepentingan Aldio Alfian diperhatikan melalui proses pemeriksaan yang objektif dan sesuai ketentuan hukum. Keempat, mendesak pemberian sanksi tegas sesuai aturan apabila dalam pemeriksaan terbukti terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh aparat. Massa berharap pihak berwenang memberikan kejelasan mengenai perkembangan pengaduan tersebut, sehingga keluarga pelapor dapat mengetahui langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan. Dugaan Penganiayaan hingga Rekayasa Perkara Narkotika Kasus ini berkaitan dengan pengaduan Gustriwan Anggara kepada Divisi Propam Mabes Polri pada 26 September 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam dokumen pengaduan, laporan tersebut disebut telah dilimpahkan kepada Bidang Propam Polda Jambi melalui surat tertanggal 27 September 2026 untuk ditindaklanjuti. Dalam pengaduan itu, terdapat sejumlah dugaan yang diminta untuk diperiksa, antara lain dugaan penjebakan, penangkapan tanpa surat perintah, penganiayaan, pengeroyokan, ancaman menggunakan senjata tajam, intimidasi terhadap keluarga, serta dugaan rekayasa perkara narkotika terkait penangkapan Aldio Alfian di kawasan pencucian mobil Sungai Kambang. Nama Brigpol Osdiman Pane turut disebut dalam laporan tersebut bersama dua orang lainnya yang dikenal dengan nama Kaka dan Popeye. Namun, seluruh tuduhan tersebut masih harus diverifikasi dan dibuktikan melalui proses pemeriksaan oleh pihak berwenang. Penyebutan nama dalam pengaduan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam pelanggaran. Propam diharapkan menelusuri secara menyeluruh kronologi penangkapan, dasar hukum tindakan petugas, keterangan saksi, dokumen terkait, serta bukti yang berhubungan dengan dugaan penganiayaan dan perkara narkotika tersebut. Pemeriksaan juga perlu memastikan apakah prosedur penangkapan telah dijalankan sesuai ketentuan hukum. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku. Kanit Paminal: Penyelidikan Masih Berjalan Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan massa dan keluarga diterima untuk beraudiensi dengan Kanit Paminal Polda Jambi, Iptu Tobing. Dalam audiensi tersebut, Iptu Tobing menyampaikan bahwa proses penyelidikan terkait Brigpol Osdiman Pane masih berjalan. “Saat ini proses penyelidikan sedang kita jalankan tenta”. Penulis Tim

Read More

2019 Gagal Jadi Siswa MAN IC Jambi (Sekolah Terfavorit di Sumatra dan Indonesia), Presma UIN Jambi 2026 Balik Lagi Jadi Pemateri LDK OSIM dan MPS MAN IC

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 21 Oktober 2026 — Tidak semua perjalanan menuju keberhasilan dimulai dengan kabar gembira. Sebagian justru berawal dari kegagalan, mimpi yang belum terwujud, dan jalan panjang yang harus ditempuh sebelum seseorang akhirnya kembali dengan peran yang berbeda. Kisah tersebut tergambar dalam perjalanan Abel Gaesca Sandya. Pada 2019, ia belum berhasil menjadi siswa MAN Insan Cendekia Jambi, salah satu madrasah unggulan yang memiliki rekam jejak prestasi akademik dan nonakademik di tingkat provinsi maupun nasional. Namun, tujuh tahun kemudian, pada 2026, ia kembali ke lingkungan madrasah tersebut dengan kesempatan yang berbeda: hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Perwakilan Siswa (MPS). Perjalanan ini bukan sekadar cerita tentang kembali ke tempat yang pernah diimpikan. Lebih dari itu, kisah Abel menghadirkan pesan bahwa kegagalan pada satu fase kehidupan tidak harus menjadi penentu akhir perjalanan seseorang. Dari Mimpi yang Belum Terwujud Menuju Kesempatan untuk Berbagi Bagi sebagian pelajar, MAN Insan Cendekia Jambi merupakan salah satu tujuan pendidikan yang diimpikan. Seleksi masuk yang kompetitif, lingkungan akademik yang kuat, serta budaya prestasi menjadikan madrasah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi diri. Pada 2019, Abel Gaesca Sandya belum berhasil menjadi bagian dari peserta didik madrasah tersebut. Akan tetapi, perjalanan pendidikan dan pengembangan dirinya terus berlanjut. Tahun demi tahun berlalu. Pengalaman bertambah, kesempatan berkembang, dan ruang pengabdian pun semakin luas. Hingga pada 2026, ia mendapatkan kesempatan untuk kembali hadir di MAN Insan Cendekia Jambi, kali ini bukan untuk mengikuti seleksi sebagai calon siswa, melainkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda yang tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin organisasi. Perubahan peran tersebut menjadi bagian paling menarik dari kisah ini. Tempat yang dahulu menjadi tujuan pendidikan kini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan. Mimpi yang belum terwujud pada masa lalu tidak menghalangi hadirnya kesempatan baru pada masa sekarang. MAN Insan Cendekia Jambi dan Rekam Jejak Prestasinya Kembalinya Abel ke MAN Insan Cendekia Jambi memiliki konteks yang menarik jika dilihat dari rekam jejak madrasah tersebut. Berdasarkan laman resmi MAN Insan Cendekia Jambi, madrasah ini pernah menempati peringkat ke-147 dalam pemeringkatan sekolah nasional berbasis nilai UTBK tahun 2021, dengan nilai rata-rata 563,897. Pada 2022, madrasah tersebut kembali mencatatkan prestasi akademik dengan menempati peringkat ke-37 nasional dalam daftar 1.000 sekolah terbaik berdasarkan hasil UTBK, dengan nilai rata-rata 602,429. Selain capaian akademik, MAN Insan Cendekia Jambi juga mencatatkan nilai akreditasi 98 dengan peringkat A (Unggul) pada 2022, sebagaimana tercantum dalam informasi prestasi madrasah pada situs resminya. Rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa MAN Insan Cendekia Jambi memiliki sejarah pencapaian yang kuat dalam bidang pendidikan. Informasi mengenai prestasi tersebut dapat ditelusuri melalui laman resmi madrasah di manicjambi.sch.id. Dengan latar belakang tersebut, kesempatan berbagi di lingkungan MAN Insan Cendekia Jambi menjadi momentum yang bermakna, terutama ketika pengalaman hidup seseorang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi generasi yang sedang bertumbuh. Hadir sebagai Pemateri LDK, Berbagi tentang Kepemimpinan Pada 2026, berdasarkan informasi yang disampaikan mengenai kegiatan tersebut, Abel Gaesca Sandya kembali hadir di MAN Insan Cendekia Jambi sebagai pemateri Latihan Dasar Kepemimpinan bagi pengurus OSIM dan MPS. LDK merupakan salah satu kegiatan pengembangan diri yang bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, serta pengelolaan organisasi. Bagi pengurus OSIM dan MPS, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau kedudukan. Kepemimpinan juga menuntut kemampuan mendengarkan, mengelola perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama. Dalam konteks tersebut, perjalanan Abel dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan satu pelajaran penting: seseorang tidak harus selalu mendapatkan apa yang diinginkannya pada kesempatan pertama untuk tetap bisa bertumbuh dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pengalaman menghadapi kegagalan dapat menjadi bahan refleksi. Sementara itu, kesempatan baru dapat menjadi ruang untuk menerapkan pelajaran yang diperoleh selama perjalanan. Kehadiran seorang pemateri dengan pengalaman hidup yang menarik juga dapat membantu peserta memahami bahwa proses menuju kedewasaan dan kemampuan memimpin tidak selalu berlangsung secara lurus. Ada perubahan arah, tantangan, dan kesempatan yang terkadang baru terlihat maknanya setelah waktu berlalu. Dari Kegagalan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda Salah satu pesan terpenting dari perjalanan ini adalah bahwa kegagalan tidak selalu berarti kehilangan kesempatan untuk mencapai sesuatu yang bermakna. Pada 2019, Abel belum berhasil menjadi siswa MAN Insan Cendekia Jambi. Pada 2026, ia kembali dengan kesempatan untuk berbagi kepada para pengurus organisasi siswa di madrasah tersebut. Kedua peristiwa itu memiliki konteks yang berbeda. Namun, ketika dilihat sebagai bagian dari satu perjalanan, keduanya menghadirkan gambaran tentang perubahan peran, pertumbuhan, dan kesempatan untuk memberikan kontribusi. Kisah ini juga menjadi pengingat bagi para pelajar agar tidak terburu-buru menilai masa depan hanya berdasarkan hasil yang diperoleh hari ini. Tidak diterima di sekolah impian, tidak memenangkan kompetisi, atau belum mendapatkan kesempatan yang diharapkan bukan berarti seluruh peluang telah tertutup. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana seseorang menyikapi keadaan, melanjutkan proses belajar, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan kesempatan yang datang berikutnya. Bagi pengurus OSIM dan MPS, pesan tersebut relevan dengan perjalanan organisasi yang mereka jalani. Menjadi pemimpin tidak berarti selalu berhasil dalam setiap keputusan. Ada evaluasi yang harus dilakukan, kesalahan yang perlu diperbaiki, dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Pemimpin yang baik bukanlah seseorang yang tidak pernah mengalami kegagalan, melainkan seseorang yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan tetap berusaha memberikan manfaat bagi lingkungannya. Kembali Bukan untuk Membuktikan, Melainkan untuk Memberikan Manfaat Perjalanan Abel Gaesca Sandya dari kegagalan pada 2019 hingga kesempatan menjadi pemateri LDK pada 2026 menawarkan perspektif menarik tentang makna keberhasilan. Keberhasilan tidak selalu berbentuk pencapaian yang persis sama dengan impian awal. Terkadang, keberhasilan hadir dalam bentuk kesempatan yang berbeda, tanggung jawab yang lebih besar, atau kemampuan untuk membantu orang lain memahami pelajaran yang pernah kita alami sendiri. Kembali ke tempat yang pernah diimpikan juga tidak harus dimaknai sebagai upaya membuktikan bahwa seseorang lebih berhasil daripada masa lalunya. Sebaliknya, kesempatan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas manfaat, dan mendorong orang lain agar berani menghadapi tantangan. Bagi generasi muda, kisah ini menghadirkan satu pesan sederhana: jangan biarkan kegagalan menentukan batas perjalananmu. Sebab, seseorang yang hari ini belum mendapatkan kesempatan yang diinginkan masih memiliki ruang untuk…

Read More

Kapolda Jambi Terima Audiensi Kanwil BPN Provinsi Jambi, Perkuat Sinergi Antar Instansi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 Oktober 2026 – Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jambi, Humaidi, A.PTNH., M.M., QCRO., beserta jajaran, pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Wakapolda Jambi tersebut turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat Kanwil BPN Provinsi Jambi dan kepala kantor pertanahan kabupaten/kota. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan komunikasi antarlembaga, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi di Provinsi Jambi. Sinergi antara Polda Jambi dan BPN diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Kabag TU Kanwil BPN Provinsi Jambi Dedy Rubianto, S.E., QRMP.; Kabid Survei dan Pemetaan Hary Susetio, S.T., M.H., QRMP.; Kabid Penetapan Hak dan Pendaftaran Aan Sugiono, S.H., M.H.; Kabid Penataan dan Pemberdayaan Eko Very Firmansyah, S.Kom.; Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan Herwinsyah, S.SIT., M.H.; serta Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa Eko Windarto, S.ST., M.H. Turut hadir Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi Ridho Gunarsa Ali, S.ST., M.H., dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Muaro Jambi Dede Wahyudi, S.T., M.P.W.K. Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi lintas instansi merupakan bagian penting dalam membangun sinergi untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. “Polda Jambi senantiasa membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk BPN Provinsi Jambi. Sinergi dan kerja sama yang baik sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas masing-masing lembaga serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga perlu terus dipelihara melalui komunikasi yang baik, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. “Melalui koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan hubungan kelembagaan antara Polda Jambi dan BPN semakin solid sehingga dapat bersama-sama mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah,” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polda Jambi dan Polres Jajaran Kumpulkan 212 Kantong Darah

Tajam24Jam.Com JAMBI, 20 Oktober 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Humas Polri Tahun 2026, Polda Jambi bersama jajaran Polres menggelar kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai bentuk nyata kehadiran Polri dalam memberikan manfaat bagi sesama. Kegiatan donor darah di lingkungan Polda Jambi dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Rupatama Lantai II Mapolda Jambi, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan masyarakat, wartawan, dan personel Polri sebagai bentuk kolaborasi dalam aksi kemanusiaan. Berdasarkan data pelaksanaan di Polda Jambi, sebanyak 67 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti donor darah. Adapun peserta yang mendaftar adalah masyarakat, insan pers dan personil polri. Sementara itu, kegiatan donor darah yang dilaksanakan di jajaran Polres Polda Jambi juga berhasil mengumpulkan kantong darah dari berbagai wilayah. Adapun rincian perolehan donor darah di jajaran Polres, yakni Polresta Jambi sebanyak 43 kantong, Polres Muaro Jambi 15 kantong, Polres Tanjung Jabung Timur 13 kantong, Polres Bungo 23 kantong, Polres Sarolangun 8 kantong, Polres Tebo 17 kantong, Polres Merangin 10 kantong, Polres Batang Hari 22 kantong, Polres Tanjung Jabung Barat 14 kantong, dan Polres Kerinci 15 kantong. Dengan demikian, total perolehan dari sepuluh Polres jajaran mencapai 180 kantong darah. Jika digabungkan dengan perolehan di Mapolda Jambi sebanyak 31 kantong, maka total sementara darah yang berhasil dikumpulkan dalam kegiatan ini mencapai 211 kantong darah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Humas Polri dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Donor darah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah serta mendukung pelayanan kesehatan bagi pasien yang memerlukan transfusi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar jargon, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keselamatan jiwa orang lain. Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujar Kabid Humas menyampaikan pesan Kapolda Jambi. Lebih lanjut, ia mengapresiasi partisipasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, wartawan, hingga personel Polri yang telah berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi. Kebersamaan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk saling membantu,” tambahnya. Menurutnya, sinergi antara Polri, masyarakat, dan insan pers merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Melalui peringatan Hari Jadi ke-75 Humas Polri Tahun 2026, Polda Jambi bersama jajaran berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang humanis, mempererat kemitraan dengan masyarakat, serta mengimplementasikan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam setiap bentuk pengabdian. Penulis Tim

Read More

Kapolda Jambi Temui Massa Aksi di DPRD, Kedepankan Dialog Humanis dalam Penanganan Karhutla

Tajam24Jam.Com JAMBI, 19 Oktober 2026 – Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., turun langsung menemui mahasiswa yang menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (19/10/2026). Kehadiran Kapolda menjadi bentuk komitmen Polri dalam mendengarkan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga agar penyampaian pendapat di muka umum berlangsung tertib, aman, dan kondusif. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jambi berinteraksi langsung dengan massa aksi sebagai wujud pendekatan persuasif dan humanis. Langkah ini menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan dan tuntutan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku. Aksi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Sugeng Hariadi, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah. Ketua DPRD juga menemui mahasiswa dan merespons aspirasi yang disampaikan, termasuk mengenai transparansi anggaran penanganan karhutla. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi dan kerja sama lintas instansi dalam merespons persoalan karhutla yang menjadi perhatian masyarakat Jambi. Permasalahan ini membutuhkan penanganan menyeluruh karena dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, dan perekonomian warga. Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat serta berkomitmen mengawal setiap aksi secara profesional dengan mengutamakan keselamatan semua pihak. “Kapolda Jambi menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Karena itu, Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya dengan aman, tertib, dan lancar. Pendekatan humanis serta komunikasi yang baik menjadi prioritas kami dalam mengawal kegiatan tersebut,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan bagi kepolisian untuk membangun komunikasi yang terbuka, menjaga kepercayaan publik, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui dialog yang konstruktif. “Terhadap persoalan karhutla, kami memahami bahwa masyarakat menginginkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Polda Jambi bersama jajaran terus melakukan langkah pencegahan, penanggulangan kebakaran, pemantauan wilayah rawan, serta penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melawan hukum. Seluruh proses tersebut dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan alat bukti yang sah,” lanjutnya. Dalam penanganan perkara karhutla, berdasarkan data yang diberitakan pada 12 Oktober 2026, Polda Jambi bersama polres jajaran telah menangani 18 laporan polisi dengan 16 orang ditetapkan sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, 10 perkara masih dalam proses penyidikan, tujuh perkara telah memasuki tahap I atau pelimpahan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum, sedangkan satu perkara telah memasuki tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa. Penanganan perkara tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. Meski demikian, kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, sehingga setiap orang yang berstatus tersangka tetap memiliki hak hukum hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Selain penegakan hukum, Polda Jambi dan jajaran juga terus mengintensifkan langkah pencegahan melalui patroli di kawasan rawan kebakaran, pemantauan titik panas atau hotspot, serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran lahan. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, kejaksaan, dan instansi terkait lainnya. Kabid Humas juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mencegah terjadinya karhutla dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas pembakaran yang berpotensi melanggar hukum. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Informasi dari masyarakat sangat penting agar potensi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. Penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh pihak,” tegasnya. Ia menambahkan, aspirasi mahasiswa terkait penanganan karhutla diharapkan dapat menjadi masukan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan, meningkatkan pengawasan, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel. Melalui dialog yang terbuka, pengamanan yang profesional, serta sinergi lintas instansi, Polda Jambi berkomitmen untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sekaligus mendukung upaya penanganan karhutla secara berkelanjutan. Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk mendengar, melindungi, dan bekerja bersama masyarakat demi mewujudkan Jambi yang aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Penulis Tim

Read More

POLSEK JAMBI TIMUR GERAK CEPAT BEKUK DUA PELAKU PENCURI TAS DI PAYO SELINCAH

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 Oktober 2026 – Aksi cepat dan sigap kembali ditunjukkan jajaran Polresta Jambi. Hanya berselang tiga jam setelah kejadian, Unit Reskrim Polsek Jambi Timur berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang meresahkan warga di kawasan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah. Dua orang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian berhasil diringkus pada Rabu (14/10/2026) sore. Keduanya berinisial MY (37) dan YT (39), warga asal Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Jambi Timur membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurut Kapolsek, kejadian pencurian bermula pada Rabu siang sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Sentot Ali Basa RT 14 Kelurahan Payo Selincah. Korban berinisial S (46), seorang buruh harian lepas warga Muaro Jambi, kehilangan tas selempang warna hijau merek S Sport. “Di dalam tas tersebut berisi satu unit handphone, KTP, kartu ATM, uang tunai Rp 25.000 dan satu ringgit Malaysia. Korban yang panik kemudian meminta bantuan warga sekitar,” ungkap Kapolsek Jambi Timur. Mendapat informasi dari masyarakat, Tim Unit Reskrim Polsek Jambi Timur yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Rudi Setiawan, S.Sos bersama piket patroli langsung tancap gas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi di lokasi, dan melakukan penyisiran di sekitar area kejadian. Hasilnya, kerja keras petugas membuahkan hasil. Dua orang pria dengan gerak-gerik mencurigakan yang ciri-cirinya sesuai dengan keterangan saksi berhasil diamankan tanpa perlawanan. “Begitu terima informasi, kami langsung ke TKP. Alhamdulillah, kedua terduga pelaku berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Saat ini keduanya sudah kita bawa ke Polsek Jambi Timur untuk proses lebih lanjut,” tambah Kanit Reskrim Ipda Rudi Setiawan. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam hijau yang diduga digunakan pelaku untuk beraksi, 1 buah tas selempang hijau milik korban, 1 unit handphone, KTP korban, tas sandang hitam, dan dua buah helm. Saat ini kedua pelaku telah mendekam di sel tahanan Polsek Jambi Timur dan dijerat dengan Pasal 476 KUHPidana tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Penulis Tim

Read More

Spesialis Curanmor Parkiran Masjid Ditangkap, Polsek Jambi Selatan Bekuk Pelaku di Sarolangun

Tajam24Jam.Com JAMBI, 20 Oktober 2026 – Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan Polresta Jambi berhasil mengungkap kasus tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curanmor) yang terjadi di parkiran masjid wilayah The Hok, Jambi Selatan. Pelaku berinisial MF alias L (38), warga Kota Jambi, berhasil diamankan pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2026 dini hari di wilayah Mandiangin, Kabupaten Sarolangun. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M.melalui Kapolsek Jambi Selatan menjelaskan, pelaku merupakan spesialis pencurian sepeda motor di parkiran masjid. “Pelaku kita amankan di wilayah Sarolangun setelah dilakukan penyelidikan intensif. Modus pelaku memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan kunci motor di kontak saat beribadah di masjid,” ujar Kapolsek Jambi Selatan. Kejadian bermula pada Senin 02 Februari 2026 sekira pukul 18.10 WIB, saat korban berinisial J (63), warga Jambi Selatan, melaksanakan sholat Maghrib di salah satu Masjid di Lorong Perikanan, Kelurahan The Hok. Korban datang menggunakan sepeda motor Honda Supra X dan memarkirkan motornya di parkiran masjid dalam keadaan kunci masih tertempel di kontak, kemudian masuk ke dalam masjid untuk sholat. Usai sholat, korban baru menyadari kunci masih tertinggal dan saat dicek ke parkiran, motornya sudah tidak ada / hilang. Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil penyelidikan termasuk rekaman CCTV, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan tanpa perlawanan di sebuah rumah makan di Sarolangun. BARANG BUKTI YANG DIAMANKAN: Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Jambi Selatan guna proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 477 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Kapolresta Jambi mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang serta tidak meninggalkan kunci di motor, meskipun hanya ditinggal sebentar untuk beribadah. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Dikukuhkan Sebagai Rajo Pagar Alam, Perkuat Silaturahmi TNI dan Suku Anak Dalam

Tajam24Jam.Com MUARA TEMBESI, JAMBI, 20 Oktober 2026 — Komitmen mempererat hubungan TNI dengan masyarakat adat terus diperkuat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menerima penganugerahan gelar adat Rajo Pagar Alam dari Suku Anak Dalam (SAD) se-Provinsi Jambi, dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan di Makodim 0433/Batang hari Muara Tembesi, Selasa (20/10/2026). Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan emosional, membangun kepercayaan, serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, Brigjen TNI Nyamin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas sambutan hangat serta penuh kekeluargaan dari masyarakat Suku Anak Dalam. Danrem juga mengungkapkan rasa hormat atas kepercayaan yang diberikan melalui penganugerahan gelar adat Rajo Pagar Alam. Danrem berharap, penganugerahan tersebut tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga menjadi jembatan untuk semakin mempererat silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan Suku Anak Dalam. “Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan, serta atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Rajo Pagar Alam. Semoga penganugerahan ini semakin mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Suku Anak Dalam,” ungkap Danrem. Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Nyamin juga menyampaikan kesempatan bagi generasi muda Suku Anak Dalam untuk turut mengabdi kepada bangsa dan negara melalui rekrutmen prajurit TNI Angkatan Darat melalui jalur khusus, sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan bentuk keterbukaan dan kepedulian TNI dalam memberikan ruang bagi putra-putri Suku Anak Dalam untuk berkontribusi dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, perwakilan Tumenggung Suku Anak Dalam menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Danrem 042/Gapu beserta jajaran TNI atas perhatian, kepedulian, dan komitmen dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat Suku Anak Dalam. Pihaknya berharap, silaturahmi tersebut semakin memperkuat hubungan kekeluargaan, membuka peluang kemajuan bagi generasi muda, serta mendorong perhatian dan kerja sama yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat adat. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah, Mula Rambe; perwakilan Bupati Muaro Jambi, Asisten I Drs. Indra; perwakilan Bupati Sarolangun, Staf Ahli Hendrik; Kasi Intel Kasrem 042/Gapu; Kajari Batang Hari Dr. H. Muhammad Irwan, S.H., M.H.; Dandim di wilayah Jambi; Wakapolres Batang Hari Kompol Nafrizal; Wakapolres Tebo Kompol Cahyono Yudi Sumarsono, S.H., M.H.; para camat di Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi; perwakilan LAM Provinsi Jambi; serta para Tumenggung Suku Anak Dalam se-Provinsi Jambi. Melalui kegiatan ini, Korem 042/Gapu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, merawat keberagaman, menghormati nilai-nilai adat dan budaya, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI bersama rakyat, merawat persaudaraan, menjaga keharmonisan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Jambi. Penrem 042/Gapu Penulis Tim

Read More

Kapolda Jambi Pimpin Kenal Pamit Dirreskrimsus dan Dirpolairud, Tekankan Profesionalisme dan Sinergi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 20 Oktober 2026 – Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menghadiri kegiatan Kenal Pamit Pejabat Utama Polda Jambi untuk jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) dan Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud), yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Mapolda Jambi, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., para pejabat utama Polda Jambi, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Jambi, para Kapolres/ta jajaran Polda Jambi, serta personel yang ditunjuk. Dalam kegiatan tersebut, jabatan Dirreskrimsus Polda Jambi diserahterimakan dari Kombes Pol. Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H., kepada Kombes Pol. Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si. Sementara itu, jabatan Dirpolairud Polda Jambi yang sebelumnya dijabat Kombes Pol. Dhovan Oktavianton, S.H., S.I.K., M.H., kini diemban oleh Kombes Pol. Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si. Rangkaian acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan penayangan video selayang pandang pejabat lama, penyampaian pesan dan kesan, serta perkenalan pejabat baru bersama Bhayangkari. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas pengabdian pejabat lama selama bertugas di Polda Jambi. Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Widodo menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang bertujuan untuk regenerasi, penyegaran organisasi, serta peningkatan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian. Kapolda menegaskan bahwa setiap personel harus senantiasa menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, cermat, serta berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Hal tersebut penting untuk memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan dengan baik dan meminimalkan potensi kesalahan. “Rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebagai bagian dari regenerasi dan penyegaran. Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik wilayah tugas masing-masing, serta melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah berjalan dengan baik,” ujar Kapolda Jambi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Polda Jambi. Kapolda berharap pengalaman dan pengabdian yang telah dilalui menjadi bekal berharga untuk melanjutkan amanah di tempat penugasan yang baru. Kepada pejabat yang baru, Kapolda berpesan agar segera melakukan identifikasi terhadap situasi dan karakteristik wilayah kerja, membangun koordinasi yang kuat, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas sesuai dengan bidang masing-masing. “Gunakan kewenangan dengan bijak untuk melayani, melindungi, dan menjaga masyarakat. Kedepankan pendekatan yang humanis, tetap profesional dalam penegakan hukum, serta bangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait,” tegasnya. Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai hanya melalui kerja individu, melainkan membutuhkan kerja sama tim, soliditas, dan sinergi seluruh personel. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Polda Jambi untuk terus menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama. Dengan soliditas, komunikasi, dan sinergi yang baik, saya yakin seluruh tantangan tugas dapat kita hadapi dan selesaikan secara optimal. Saya juga berpesan agar tali silaturahmi tetap terjaga, meskipun kita bertugas di tempat yang berbeda,” tambahnya. Melalui kegiatan kenal pamit ini, diharapkan terjalin kesinambungan kepemimpinan, peningkatan kinerja, serta penguatan komitmen seluruh personel Polda Jambi dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Penulis Tim

Read More