Diduga Dianiaya Oknum Guru Pesantren, Santri 14 Tahun Mengaku Muntah Darah dan Mata Berdarah

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 11 Oktober 2026 — Dugaan penganiayaan terhadap seorang santri berusia 14 tahun di Pondok Pesantren Sabilul Jannah, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sorotan. Korban berinisial MP mengaku sempat tidak sadarkan diri, muntah darah, dan mengalami pendarahan pada mata setelah kejadian tersebut. MP, warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menceritakan bahwa dirinya baru menyadari kondisinya setelah sadar dari pingsan. Hal itu disampaikannya pada Minggu (11/10/2026). “Ya, mata saya sempat mengeluarkan darah dan muntah darah,” ungkap MP. Korban juga mengaku tidak mendapat penjelasan kepada orang tua kandungnya terkait kejadian tersebut. Pada Sabtu siang (10/10/2026), ia akhirnya diantar temannya pulang ke rumah karena mengaku tidak tahan dengan perlakuan yang dialaminya. Setibanya di rumah, MP menceritakan kejadian tersebut kepada kakak dan orang tua kandungnya. Ia menyebut seorang guru berinisial H sebagai pihak yang diduga melakukan penganiayaan. “Saya langsung cerita sama kakak dan orang tua kandung saya. Guru yang menganiaya saya berinisial H,” tuturnya. Sementara itu, Sela Mardia, kakak kandung korban, mengaku pertama kali memperoleh informasi dari pihak kantin bahwa adiknya mengalami masalah pada mata. Saat melihat kondisi MP, ia mengaku terkejut karena mata adiknya tampak bengkak dan bola matanya memerah. Ia kemudian segera memberi tahu orang tua kandung mereka yang saat itu sedang bertamu di rumah kerabat. “Awalnya saya mendapat informasi dari pihak kantin bahwa mata adik saya bengkak. Setelah saya lihat langsung, saya segera memberi tahu orang tua kandung,” kata Sela. Sela mengaku kecewa dan marah atas dugaan kekerasan yang menimpa adiknya. Ia berharap kasus tersebut diproses secara hukum dan pihak yang terbukti bersalah mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Saya kesal sekali. Saya saja tidak pernah memukul adik saya. Namun, ketika mendapat kabar dan melihat matanya bengkak, saya mengetahui adik saya diduga dianiaya oleh oknum guru di pesantren tempatnya menimba ilmu,” ujarnya. Kasus ini memerlukan penanganan serius, mengingat korban masih berusia anak. Pemeriksaan medis terhadap korban serta penyelidikan aparat penegak hukum diperlukan untuk memastikan penyebab luka dan mengungkap secara objektif kronologi kejadian. Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak pesantren maupun guru berinisial H belum tercantum dalam informasi yang diterima. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai ada hasil penyelidikan dan proses hukum yang memastikan fakta-fakta perkara tersebut. Penulis Tim

Read More

Diduga Aniaya Santri hingga Pingsan, Oknum Guru Pesantren di Muaro Jambi Disorot

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 11 Oktober 2026 — Dugaan penganiayaan terhadap seorang santri berusia 14 tahun di Pesantren Sabilul Jannah, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sorotan. Seorang oknum guru berinisial H diduga melakukan kekerasan terhadap korban hingga tidak sadarkan diri. Korban berinisial MP, warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, mengaku mengalami pembengkakan pada mata kiri serta trauma setelah kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi pada Rabu siang, 7 Oktober 2026. Korban mengaku sempat tidak sadarkan diri selama kurang lebih satu jam setelah mengalami dugaan penganiayaan. “Saya tidak sadarkan diri setelah dianiaya oleh guru pengajar saya. Saat bangun, mata sebelah kiri saya terasa sakit dan mengalami pembengkakan,” ungkap MP, Minggu (11/10/2026). Korban juga menceritakan bahwa setelah dirinya sadar, oknum guru tersebut membawanya ke Kota Jambi dengan alasan untuk mendapatkan pengobatan. Namun, menurut pengakuan korban, selama berada di luar pesantren sekitar setengah hari, dirinya tidak kunjung mendapatkan perawatan medis. Sekitar pukul 19.30 WIB, korban kembali dibawa ke pesantren. Pada malam yang sama, korban mengaku dibawa lagi ke rumah salah seorang warga di sekitar pesantren untuk mendapatkan pengobatan. Namun, perawatan yang diterimanya disebut hanya berupa pengolesan madu. “Saat sadar, saya dibawa ke Kota Jambi dengan alasan mau diobati, tetapi tidak jadi diobati. Malamnya, saya dibawa ke rumah warga untuk diobati, tetapi hanya dioleskan madu,” tuturnya. Korban melanjutkan, selama berada di pesantren, dirinya sempat ingin pulang karena merindukan kedua orang tua kandungnya. Namun, menurut pengakuannya, keinginan tersebut tidak diperbolehkan oleh oknum guru tersebut dengan alasan menunggu kondisi matanya sembuh. Merasa tidak tahan dengan kondisi yang dialaminya, korban akhirnya pulang ke rumah pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dengan bantuan seorang teman. Kepulangannya dilakukan secara diam-diam dengan alasan hendak berobat. “Saya sudah tidak tahan lagi. Akhirnya saya pulang ke rumah diantar teman dengan alasan berobat,” ujarnya. Kasus ini memerlukan perhatian serius, mengingat korban masih berusia 14 tahun dan dugaan peristiwa tersebut terjadi di lingkungan pendidikan pesantren. Perlu Klarifikasi dan Penanganan Aparat Dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan perlu ditangani secara serius oleh pihak terkait. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menyelidiki laporan atau pengaduan yang disampaikan, memeriksa pihak-pihak terkait, serta memastikan korban memperoleh pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis. Hingga berita ini disusun, kronologi tersebut masih berdasarkan keterangan korban. Konfirmasi dari pihak Pesantren Sabilul Jannah maupun pihak terlapor belum dimuat dalam naskah ini. Karena itu, dugaan penganiayaan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif agar fakta kejadian dapat terungkap dan hak korban terlindungi. Penulis Tim

Read More

Ledakan Saat Pengelasan di Workshop PT Devi Mandiri Batanghari, Dua Pekerja Tewas dan Tiga Luka Bakar

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 3 Oktober 2026 — Kecelakaan kerja tragis terjadi di workshop PT Devi Mandiri, Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu (3/10/2026). Ledakan saat proses pengelasan truk tangki mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia dan tiga pekerja lainnya mengalami luka bakar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan terjadi ketika pekerja melakukan pengelasan pada truk tangki yang sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak mentah. Percikan api diduga memicu ledakan yang menyambar para pekerja di lokasi. Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Ramadhan (26), warga Pallima, Kota Jambi, dan Arka Promadana (23), warga Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Sementara tiga korban luka bakar adalah Luky Purnomo (24), Muhammad Handoko (29), dan Eko Susilo (46). Kasatreskrim Polres Batanghari membenarkan kejadian tersebut. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Insiden di lingkungan workshop PT Devi Mandiri ini menyoroti pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam pekerjaan pengelasan tangki bekas pengangkut minyak yang berpotensi menyisakan uap atau residu bahan mudah terbakar. Aparat penegak hukum diharapkan menyelidiki penerapan prosedur keselamatan di lokasi kejadian, termasuk pemeriksaan dan pembersihan tangki, pengujian kondisi aman sebelum pengelasan, serta penggunaan alat pelindung diri bagi pekerja. Dari aspek hukum, penyelidikan dapat mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Apabila ditemukan bukti adanya kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia, pertanggungjawaban hukum pihak-pihak terkait perlu dikaji berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Polisi diharapkan mengusut tuntas penyebab ledakan di workshop PT Devi Mandiri, memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur K3, serta menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan. Hingga berita ini disusun, penyebab pasti ledakan dan ada atau tidaknya unsur kelalaian masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian. Belum ada kesimpulan yang memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Penulis Tim

Read More

Kapolresta Jambi Pimpin Pengungkapan Dua Kasus di Polsek Jelutung, Dugaan Penggelapan Rp2,061 Miliar di Showroom Dan Kasus Curanmor Ikut Dibongkar

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 — Kapolresta Jambi memimpin langsung konferensi pers pengungkapan dua kasus yang ditangani Polsek Jelutung, Polresta Jambi, Jumat (9/10/2026). Kedua perkara tersebut yakni dugaan penggelapan dalam jabatan di Showroom Sumber Jaya Auto dengan kerugian mencapai Rp2,061 miliar serta dugaan pencurian sepeda motor di sebuah rumah kos di Kota Jambi. Dalam kasus pertama, polisi menetapkan seorang pria berinisial WD (36), yang disebut menjabat sebagai PIC/Manajer Showroom Sumber Jaya Auto, sebagai tersangka dugaan penggelapan dalam jabatan. Kasus tersebut terungkap setelah audit internal perusahaan menemukan dugaan 12 transaksi pembelian mobil fiktif. Berdasarkan dokumen kepolisian, total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,061 miliar, terdiri atas uang tunai sebesar Rp1,981 miliar dan satu unit mobil Toyota Agya senilai Rp80 juta. Sementara itu, dalam perkara kedua, polisi menangani dugaan pencurian sepeda motor Honda Beat Street warna putih milik seorang mahasiswi berinisial ZH (20). Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada 24–25 September 2026 di sebuah rumah kos kawasan Karomanting, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Dalam perkara ini, seorang pria berinisial HA alias AD tercatat sebagai tersangka. Dokumen penanganan perkara juga mencatat sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen kendaraan dan rekaman kamera pengawas atau CCTV. Pengungkapan kedua perkara tersebut menjadi bagian dari penanganan tindak pidana oleh jajaran Polsek Jelutung, Polresta Jambi. Informasi mengenai perkembangan penyidikan, penerapan pasal, serta proses hukum selanjutnya perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian. Hingga berita ini disusun, nama lengkap Kapolresta Jambi, keterangan langsung dalam konferensi pers, serta rincian lebih lanjut mengenai penanganan kedua perkara belum tercantum dalam dokumen yang tersedia. Pemberitaan ini tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Status tersangka tidak berarti seseorang telah dinyatakan bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Penulis Tim

Read More

BERANTAS SARANG NARKOBA, POLRESTA JAMBI GEREBEK BASECAMP DI PULAU PANDAN – 6 ORANG DIAMANKAN

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 – Komitmen Polresta Jambi dalam memberantas peredaran gelap narkotika kembali dibuktikan. Menindaklanjuti perintah Kapolri melalui Operasi Sarang Narkoba Serentak, Satresnarkoba Polresta Jambi menggerebek sebuah basecamp yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkotika di kawasan Pulau Pandan, RT 030 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Jumat (09/10/2026) sore. Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polresta Jambi AKP Tito Al Hafezt, S.Tr.K., S.I.K., M.H.tersebut merupakan implementasi dari perintah Bapak Kapolri melalui Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri pada Kamis 08 Oktober 2026, tentang pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba secara serentak di seluruh Polda selama satu bulan ke depan, minimal 2 hingga 3 kali dalam seminggu, terhitung mulai tanggal 09 Oktober 2026. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Jambi. “Atas perintah Bapak Kapolri, kami Polresta Jambi langsung bergerak cepat melaksanakan Operasi Sarang Narkoba. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika. Kami akan sikat habis basecamp-basecamp yang meresahkan masyarakat,” tegas Kombes Pol Ananto Herlambang. Kasat Resnarkoba Polresta Jambi AKP Tito Al Hafezt, S.Tr.K., S.I.K., M.H. menjelaskan, penggerebekan bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas di sebuah rumah di Pulau Pandan yang sering dijadikan tempat kumpul-kumpul mencurigakan. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada Jumat sore sekira pukul 15.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Satresnarkoba Polresta Jambi, Sat Intelkam Polresta Jambi, Polsek Telanaipura, dan Provos Polresta Jambi langsung bergerak melakukan penggerebekan. “Setibanya di lokasi, kami mengamankan 6 orang yang sedang berada di dalam rumah milik tersangka berinisial E. Saat akan diamankan, tersangka E ini sempat panik dan berlari ke kamar mandi lalu membuang sesuatu ke luar rumah,” ungkap AKP Tito. Melihat gelagat mencurigakan tersebut, petugas dengan sigap melakukan penyisiran di sekitar luar rumah dan berhasil menemukan 1 (satu) paket yang diduga narkotika jenis sabu. “Kami suruh tersangka mengambil dan memperlihatkan barang yang ia buang tersebut. Dan benar, tersangka mengakui 1 paket diduga sabu itu adalah miliknya,” jelas Kasat. Adapun rumah yang dijadikan basecamp tersebut diketahui adalah milik tersangka E sendiri. Selanjutnya, keenam orang yang berada di TKP tersebut beserta barang bukti 1 paket diduga sabu diamankan dan dibawa ke Mapolresta Jambi untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk tes urine dan pendalaman jaringan. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kasat Resnarkoba menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan operasi serupa secara berkelanjutan di titik-titik rawan narkoba lainnya di Kota Jambi. “Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Ini bukti sinergi Polri dan masyarakat berjalan baik. Kami imbau kepada seluruh warga Kota Jambi, jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di lingkungannya, segera laporkan ke Call Center 110 atau ke Bhabinkamtibmas dan Polsek terdekat. Identitas pelapor kami jamin aman,” tutup AKP Tito Al Hafezt. Kegiatan Operasi Sarang Narkoba ini berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Hadiri Rapat Persiapan Healthy Cities Summit Ke-7 Tahun 2026 di Kota Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 10 Oktober 2026 – Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menghadiri Rapat Persiapan Penyelenggaraan Healthy Cities Summit (HCS) Ke-7 Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (10/10/2026). Rapat tersebut membahas penentuan jadwal pelaksanaan sekaligus pemantapan rencana kegiatan Healthy Cities Summit Ke-7 Tahun 2026, dengan Kota Jambi sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Dalam arahannya, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur terkait dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Ia berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat, sehingga Kota Jambi mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta maupun tamu undangan. Kegiatan ini direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia, sejumlah menteri, para bupati dan wali kota dari seluruh Indonesia, serta perwakilan beberapa negara sahabat. Sementara itu, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menyatakan bahwa TNI siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut melalui sinergi dan koordinasi bersama seluruh unsur terkait, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah. Menurutnya, kesiapan yang matang serta kerja sama yang solid menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Danrem 042/Gapu dalam rapat tersebut merupakan wujud dukungan TNI terhadap program pemerintah daerah sekaligus komitmen dalam memperkuat sinergi lintas sektoral guna mendukung kelancaran agenda nasional di Provinsi Jambi. Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Jambi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sekretaris Daerah Kota Jambi, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jambi dan Kota Jambi, para kepala dinas tingkat provinsi dan kota, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Kepala BMKG, Kepala Museum Dharmakirti Muaro Jambi, seluruh camat, serta Forum RT se-Kota Jambi. Melalui persiapan yang terencana dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, penyelenggaraan Healthy Cities Summit Ke-7 Tahun 2026 diharapkan berjalan sukses, aman, dan lancar serta membawa manfaat bagi pembangunan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Penrem 042/Gapu Penulis Tim

Read More

Pendeta GBIS Batanghari Mengaku Diintimidasi, Ibadah Jemaat Dihentikan: “Kami Hanya Meminta Hak”

Tajam24jam.com BATANGHARI, Sabtu 10/10/2026 — Jemaat Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Jambi, mengaku mengalami tekanan setelah kegiatan ibadah mereka diputuskan untuk dihentikan sementara. Melalui pendetanya, Edward C. Gultom, S.Th., jemaat mengungkap dugaan intimidasi, ancaman verbal, hingga tekanan untuk menandatangani berita acara penghentian ibadah. “Kami hanya meminta hak kami untuk beribadah,” demikian harapan Edward mewakili jemaatnya, saat diwawancarai wartawan pada Sabtu(10/10/26). Persoalan ini tertuang dalam Berita Acara Rapat Pendirian Tempat Ibadah tertanggal 6 Oktober 2026, yang dipimpin Lurah Simpang Sungai Rengas, Reni Repianti, S.E. Dokumen tersebut menyatakan kegiatan ibadah setiap Minggu di rumah pribadi Marhehe Gultom, RT 07/RW 03, dihentikan sementara sampai persyaratan administrasi diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Keputusan itu dibahas dalam rapat yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, MUI, FKUB, kepolisian, TNI, KUA, lembaga adat, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Nama-nama yang tercantum dalam dokumen antara lain Ketua MUI Kabupaten Batanghari KH. Zaharudin, H.K.; perwakilan FKUB M.N. Parlindungan, Hs., dan H. Muslim, M.H.; Kapolsek Maro Sebo Ulu AKP Gegar Mahdi, S.H.; serta Danramil Kecamatan Mersam–MSU Kapten Heriyadi. Menurut Edward, jemaat yang beribadah di tempat tersebut hanya sekitar lima hingga enam orang. Ia mengaku selama ini berupaya menjaga hubungan baik dengan warga sekitar. Namun, dalam rapat yang dihadiri puluhan orang itu, ia merasa keberatan jemaatnya tidak mendapat ruang yang seimbang. Mengaku Dijemput dan Ditekan Menandatangani Berita Acara Edward menuturkan, dirinya menolak keputusan penghentian ibadah dan meninggalkan forum. Ia mengaku kemudian dijemput dari rumah dan diminta kembali ke kantor kelurahan untuk menandatangani berita acara dengan alasan meredam emosi warga.Menurutnya, kekhawatiran terhadap keselamatan keluarga dan rumah yang ditempatinya membuat dirinya akhirnya kembali ke kantor kelurahan. Persoalan semakin serius ketika adiknya mempersoalkan isi berita acara yang menyatakan bahwa keputusan dibuat tanpa intimidasi dan intervensi dari pihak mana pun. Edward mengaku pernyataan tersebut tidak sesuai dengan tekanan yang mereka rasakan selama proses berlangsung. Ia juga mengungkap dugaan ancaman verbal dalam pertemuan tersebut. Menurut keterangannya, seorang ketua RT memukul meja dan melontarkan ancaman. Edward turut menyebut adanya ungkapan dari salah satu tokoh masyarakat, “Tangkap melawan bunuh,” yang membuat pihaknya merasa terancam. Ia juga mengklaim unsur kepolisian dan TNI yang hadir menyarankan agar kegiatan ibadah dihentikan. Keterangan mengenai dugaan intimidasi dan pernyataan pihak-pihak tersebut masih perlu diklarifikasi secara langsung kepada mereka yang disebutkan. Jemaat Pertanyakan Solusi dan Hak Beribadah Edward mengatakan pihaknya telah meminta solusi apabila rumah yang digunakan untuk beribadah dinilai belum memenuhi persyaratan administrasi. Namun, menurut pengakuannya, tidak ada tempat alternatif yang ditawarkan agar jemaat tetap dapat menjalankan ibadah di wilayah tersebut. Bagi jemaat, persoalan ini bukan semata-mata tentang administrasi rumah ibadah, melainkan juga tentang kesempatan menjalankan keyakinan tanpa tekanan dan ancaman. “Kami hanya mau beribadah,” ujar Edward.Di sisi lain, berita acara menyebut penghentian sementara dilakukan sampai persyaratan administrasi diselesaikan. Namun, dokumen tersebut tidak merinci persyaratan apa yang belum terpenuhi maupun alternatif penyelesaian yang ditawarkan kepada jemaat. Jemaat berharap pemerintah Kabupaten Batanghari dan instansi terkait turun tangan, memberikan kejelasan atas dasar keputusan tersebut, serta memfasilitasi penyelesaian yang adil. Pemerintah kelurahan, FKUB, MUI, kepolisian, dan TNI yang tercatat hadir dalam rapat perlu memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Hak beribadah dan ketentuan administrasi perlu diselesaikan secara transparan. Dugaan intimidasi yang disampaikan jemaat juga perlu ditanggapi serius, tanpa mengabaikan hak semua pihak untuk memberikan penjelasan. Penulis Team.

Read More

Ditlantas Polda Jambi Imbau Pengendara Waspada Kabut Asap, Kurangi Kecepatan dan Nyalakan Lampu Kendaraan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi mengimbau masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, meminta pengendara sepeda motor maupun mobil menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, serta menjaga jarak aman. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi terbatasnya jarak pandang yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. “Waspadai kabut asap di Jambi dan tetap berhati-hati saat berkendara. Pengendara harus mengurangi kecepatan karena jarak pandang dapat terganggu,” ujar Adi Benny Cahyono, Jumat (9/10/2026). Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi paparan udara yang tercemar asap. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. “Saat kabut asap, kami mengimbau pengendara, baik sepeda motor maupun mobil, agar selalu waspada, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman di jalan raya,” tegasnya. Menurut Benny, masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya tetap berada di rumah. Sementara itu, bagi warga yang harus bepergian untuk bekerja atau keperluan lainnya, keselamatan selama perjalanan harus menjadi prioritas. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, Ditlantas Polda Jambi bersama jajaran juga telah membagikan masker kepada pengendara sepeda motor dan mobil di sejumlah ruas jalan. “Kami sudah melakukan pembagian masker kepada masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor dan mobil,” katanya. Ditlantas Polda Jambi berharap masyarakat mematuhi imbauan tersebut hingga kondisi kabut asap membaik. Pengendara juga diminta tidak memaksakan perjalanan apabila jarak pandang terlalu terbatas demi mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan bersama. Penulis Tim

Read More

Pascademonstrasi Mahasiswa, Kabid Humas Polda Jambi: Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 – Pascademonstrasi mahasiswa terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jambi terpantau aman dan kondusif, Jumat (9/10/2026) sore. Dalam mengamankan aksi penyampaian pendapat tersebut, Polda Jambi bersama Polresta Jambi mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan dialogis. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melibatkan Polisi Wanita (Polwan) sebagai tim negosiator untuk membangun komunikasi dengan para mahasiswa agar aspirasi dapat disampaikan secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan. Personel gabungan juga melaksanakan koordinasi serta memberikan arahan teknis dan manajerial guna memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan optimal, sekaligus menjaga situasi tetap terkendali tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, termasuk kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. “Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan aman, tertib, dan damai. Alhamdulillah, situasi saat ini terpantau aman dan kondusif. Personel di lapangan juga terus melakukan koordinasi serta memberikan arahan teknis dan manajerial dalam pelaksanaan pengamanan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menegaskan, Polda Jambi dan jajaran berkomitmen untuk terus mengedepankan profesionalitas, komunikasi yang baik, serta pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Oleh karena itu, pengamanan dilaksanakan dengan mengutamakan langkah persuasif dan menghindari tindakan yang dapat memicu ketegangan, dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban umum. “Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Karena itu, pendekatan dialogis menjadi salah satu prioritas kami. Kehadiran Polwan sebagai negosiator juga merupakan upaya membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa, sehingga aspirasi dapat tersampaikan tanpa menimbulkan gangguan kamtibmas,” jelasnya. Kombes Pol. Erlan Munaji turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga ketertiban selama pelaksanaan aksi. Ia mengajak masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen terkait untuk terus menjaga situasi tetap sejuk serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi. “Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga kondusivitas di Provinsi Jambi, sehingga setiap aspirasi dapat disampaikan secara terbuka, damai, dan bertanggung jawab,” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Peduli Dampak Kabut Asap Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jambi melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Sosial Anak Al Mahri, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” tersebut, personel Satbrimob Polda Jambi menyalurkan bantuan berupa sembako, masker, vitamin, serta pemberian oksigen murni sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anak-anak panti asuhan yang termasuk kelompok rentan terhadap dampak kabut asap. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus hadir, membantu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang berpotensi terdampak kabut asap karhutla. “Bapak Kapolda Jambi menekankan agar seluruh jajaran Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, mengedepankan kepedulian, dan memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kesehatan anak-anak di panti asuhan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla,” ungkapnya. Kabid Humas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, serta bersama-sama mendukung upaya pencegahan karhutla di Provinsi Jambi. Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan perlindungan khusus. “Melalui kegiatan Polisi Bersama Masyarakat ini, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam menghadapi dampak karhutla,”tutup Kabid Humas Penulis Tim

Read More