AHMAD FAUZAN ARRASYID, PUTRA KETUM PWDPI, IKUTI PELATIHAN PARALEGAL BATCH V ABR INDONESIA

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 13 September 2026 — Ahmad Fauzan Arrasyid, putra dari Ketua Umum DPP PWDPI, M. Nurullah RS, turut serta dalam Pelatihan Paralegal Batch V yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat Advokat Bela Rakyat Indonesia (YLBHR ABR Indonesia), pada Minggu (13/9/2026) di Begadang Resto Convention Hall, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Paralegal Profesional, Responsif, dan Berintegritas dalam Memperjuangkan Akses Keadilan bagi Masyarakat” ini diikuti oleh 77 peserta secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting. Peserta berasal dari berbagai daerah di antaranya Bandar Lampung, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, Way Kanan, hingga Sumatera Selatan. Ketua Umum Advokat Bela Rakyat Indonesia, Dr.(c) Hermawan, S.HI., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat akan bantuan hukum masih sangat besar, meskipun Indonesia adalah negara hukum. “ABR sejak tahun 2018 hingga saat ini menjadi akses, petunjuk, dan tempat bagi masyarakat yang butuh bantuan hukum. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti hukum, padahal tinggal di negara hukum, dan mereka butuh bantuan hukum. Sebagai paralegal, ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama menciptakan masyarakat yang melek hukum,” ujar Hermawan. Ahmad Fauzan Arrasyid menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan hukum sekaligus mempersiapkan diri menjadi tenaga pendamping hukum yang dapat hadir hingga ke tingkat desa. “Harapannya, ilmu yang didapat dapat saya amalkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Sesuai semangat PWDPI, kami ingin hadir di tengah masyarakat, membantu menyuarakan dan menjangkau keadilan bagi semua lapisan masyarakat,” ungkapnya. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali materi mencakup Keparalegalan, Sistem Hukum Indonesia, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Mapping, Strategi dan Simulasi Penanganan Kasus, serta Agitasi dan Propaganda. Para pemateri yang hadir antara lain Drs. H. Banon Eko Susetyo, BA, M.Si., Dendi Albar, S.H., Hengki Irawan, S.P., S.H., M.H., CMED., dan AKP Andy Yunara. Diharapkan para lulusan paralegal ini dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan hukum yang mudah diakses oleh masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah terpencil hingga ke tingkat desa. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

Tiga Residivis Bobol Alfamart Sijenjang, Polisi Tangkap Pelaku di Batanghari

Tajam24Jam.Com JAMBI, 13 September 2026 — Satuan Reserse Polsek Jambi Timur membongkar kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar Alfamart di Jalan Yos Sudarso, RT 05, Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Setelah hampir sebulan melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka. Ketiganya ditangkap di sebuah rumah di Perumahan Edelweis, Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jumat (11/9/2026) malam. Ketiga tersangka masing-masing berinisial AS (32), AM (46), dan AH (40). Sementara seorang pelaku lainnya berinisial DD masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang mengatakan, pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari informasi dan dukungan masyarakat.“Pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama dengan masyarakat. Kami berterima kasih atas informasi dan dukungan masyarakat,” ujar Ananto saat konferensi pers di Aula Polsek Jambi Timur, Minggu (13/9/2026), didampingi Kasi Humas Polresta Jambi Ipda Edy. Ananto menyebut para pelaku yang diamankan merupakan residivis. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan tempat usaha maupun lingkungan sekitar. Jebol Tembok dengan BorKapolsek Jambi Timur AKP Deddy Wardana Gaos melalui Kanit Reskrim Polsek Jambi Timur Ipda Rudi Setiawan menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya dengan modus menjebol dinding belakang toko menggunakan alat bor.“Pelaku menjebol tembok toko dengan menggunakan bor, kemudian masuk dan mengambil barang-barang di dalam toko,” jelasnya. Dalam aksinya, AS disebut berperan mengajak pelaku lainnya melakukan pencurian. Ia juga ikut merusak tembok dan mengambil barang dari dalam toko.Berdasarkan pemeriksaan sementara, AS mengaku telah melakukan pencurian di Alfamart Sijenjang sebanyak tiga kali. Ia juga mengaku terlibat dalam pencurian di satu ruko wallet dan satu toko bangunan. AM memiliki peran serupa. Ia ikut merusak tembok menggunakan bor dan mengambil barang dari dalam toko. Kepada penyidik, AM juga mengaku terlibat dalam pencurian di Alfamart Sijenjang sebanyak tiga kali, ruko wallet satu kali dan toko bangunan satu kali. Sementara AH berperan sebagai pengawas. Ia bertugas memantau situasi di sekitar lokasi ketika pelaku lainnya masuk ke dalam toko. AH mengaku terlibat dalam pencurian di Alfamart Sijenjang sebanyak satu kali. Kerugian Capai Rp34,9 JutaKasus tersebut terungkap setelah saksi Refki Monika datang ke Alfamart sekitar pukul 00.45 WIB untuk membuka toko.Saat berada di dalam toko, saksi mendapati barang dagangan dalam kondisi berantakan. Setelah menghubungi pelapor, Siti Rosa, dilakukan pemeriksaan terhadap bagian belakang toko.Di dekat toilet, ditemukan dinding belakang minimarket dalam kondisi rusak dan berlubang. Lubang pada dinding tersebut berukuran sekitar 40 sentimeter persegi. Selain kehilangan barang dagangan dan sejumlah aset toko, kerusakan bangunan juga menambah kerugian. Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp34.910.000.Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Jambi Timur untuk dilakukan penyelidikan dan proses hukum. Ditangkap di Rumah Perumahan EdelweisHasil penyelidikan membawa polisi ke wilayah Kelurahan Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari.Pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, Unit Reskrim/Operasional Polsek Jambi Timur yang dipimpin Ipda Rudi Setiawan bersama Resmob Polda Jambi dan Tim Opsnal Polres Batanghari bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian menggerebek sebuah rumah di Perumahan Edelweis yang diduga menjadi tempat keberadaan para pelaku.Dalam proses penangkapan, salah seorang pelaku mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan. Akibat kejadian tersebut, seorang anggota polisi mengalami luka pada pipi kanan dan goresan pada tangan kanan. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur hingga akhirnya tiga tersangka berhasil diamankan.Ketiganya dibawa untuk menjalani pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan kepada Unit Reskrim Polsek Jambi Timur guna menjalani proses hukum. Sejumlah Barang Bukti DiamankanDalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga unit telepon seluler, dua charger, rekaman CCTV, satu unit bor, tali tambang, rokok berbagai merek, rokok elektrik, susu Dancow, serta pakaian berupa sweater/hoodie. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) huruf e, f, dan g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.Penyidik selanjutnya berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum dan mempersiapkan pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk proses hukum selanjutnya. (GS) Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Ultimatum Penambang Tembelok-Keranggan, Hentikan Aktivitas, Ponton Akan Ditarik

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 13 September 2026 – Polres Bangka Barat memberikan peringatan keras kepada para penambang ilegal yang masih melakukan aktivitas di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Mentok. Para penambang diminta menghentikan seluruh aktivitasnya atau ponton akan ditarik dari kawasan tersebut. Peringatan itu disampaikan personel Satpolairud Polres Bangka Barat bersama personel Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung saat melakukan pengecekan dan patroli di perairan Tembelok dan Keranggan, Minggu (13/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas penambangan menggunakan ponton selam dan user-user. Petugas kemudian langsung memberikan teguran serta meminta aktivitas penambangan dihentikan. Petugas secara tegas menyampaikan kepada para penambang agar tidak lagi melakukan aktivitas penambangan di wilayah perairan Tembelok dan Keranggan. Para penambang juga diminta segera menarik ponton mereka keluar dari kawasan tersebut. Tidak hanya teguran, petugas memberikan peringatan bahwa apabila imbauan tersebut tidak diindahkan dan aktivitas kembali dilakukan, ponton yang masih berada di lokasi akan ditarik. Langkah tersebut menjadi bentuk ketegasan Polres Bangka Barat dalam mencegah aktivitas penambangan ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan dan kelestarian ekosistem perairan. Polres Bangka Barat juga mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kawasan perairan Tembelok dan Keranggan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila kembali menemukan aktivitas penambangan ilegal. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso menyampaikan bahwa personel di lapangan telah memberikan teguran dan peringatan kepada para penambang agar menghentikan aktivitasnya. Kegiatan tersebut berlangsung aman, lancar dan kondusif. Polres Bangka Barat menegaskan imbauan dan teguran di kawasan perairan akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap aktivitas penambangan ilegal. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Himbau Penambang Hentikan Aktivitas Ilegal di Tembelok-Keranggan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 13 September 2026 – Polres Bangka Barat kembali turun langsung ke perairan Tembelok dan Keranggan, Mentok, untuk memberikan imbauan dan teguran kepada penambang yang masih mencoba melakukan aktivitas penambangan ilegal. Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Satpolairud Polres Bangka Barat bersama personel Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (13/9/2026) siang. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas penambangan jenis selam dan user-user. Petugas langsung memberikan teguran serta meminta para penambang menghentikan aktivitasnya. Para penambang juga diimbau segera menarik ponton keluar dari perairan Tembelok dan Keranggan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah aktivitas penambangan ilegal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso menyampaikan, kepolisian mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kawasan perairan dari aktivitas penambangan ilegal. “Masyarakat juga kami imbau untuk segera melaporkan apabila kembali ditemukan aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut,” ujarnya. Kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif. Polres Bangka Barat menegaskan upaya pencegahan dan imbauan akan terus dilakukan guna menjaga keamanan serta kelestarian wilayah perairan Bangka Barat. Penulis Tim

Read More

Bukan Sekadar Kemah, Saka Bhayangkara Bangka Barat Dibekali Ilmu Kepolisian

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 12 September 2026 – Kegiatan Penerimaan Tamu Saka (PTS) atau perkemahan pelantikan Saka Bhayangkara di Polres Bangka Barat menjadi pengalaman berbeda bagi para peserta. Mereka tak hanya mengikuti prosesi pelantikan, tetapi juga mendapat pembekalan langsung tentang dunia kepolisian dan pentingnya menjaga keamanan di lingkungan masyarakat. Kegiatan digelar di Lapangan Tembak Polres Bangka Barat, Sabtu (12/9/2026), mulai pukul 08.30 WIB. Para peserta mendapat pelatihan dan pengenalan empat krida utama Saka Bhayangkara, yakni Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas), Krida Lalu Lintas (Lantas), Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (PPB), serta Krida Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki kedisiplinan, wawasan kebangsaan serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. “Pembinaan Saka Bhayangkara bukan hanya mengenalkan lingkungan kepolisian, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada generasi muda agar memiliki kedisiplinan, tanggung jawab serta kepedulian terhadap kamtibmas,” kata Yos. Dalam kegiatan itu, peserta juga dikenalkan dengan tugas dan fungsi kepolisian. Pembekalan dilakukan melalui kegiatan kebersamaan, apel, pelantikan hingga pengukuhan atribut Saka Bhayangkara. Bagi salah satu peserta, Sri Adira, kegiatan tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Ia menilai pengalaman yang didapat bukan sekadar tentang menjadi anggota Saka Bhayangkara, tetapi juga memahami bahwa menjaga keamanan membutuhkan kepedulian bersama. “Bagi saya, ini bukan hanya tentang dilantik menjadi anggota Saka Bhayangkara, tetapi tentang mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak semua orang bisa rasakan. Di sini saya belajar bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi juga membutuhkan kepedulian dari generasi muda,” ujar Sri Adira. Ia berharap pengalaman tersebut dapat membuat dirinya dan anggota Saka Bhayangkara lainnya menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab serta mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing. Polres Bangka Barat berharap keberadaan Saka Bhayangkara dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan dan kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Penulis Tim

Read More

Galian C Diduga Tanpa Izin Beroperasi di KM 14 Mestong, Alat Berat Terus Beraktivitas

Tajam24Jam.Com Muaro Jambi, 13 September 2026 — Aktivitas galian C tanah keduk yang diduga belum mengantongi perizinan kembali menjadi sorotan. Kali ini, kegiatan menggunakan alat berat jenis excavator terpantau beroperasi di kawasan KM 14 Jalan Jambi–Palembang, tepatnya di wilayah Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.Berdasarkan hasil investigasi tim media di lapangan, ditemukan aktivitas penggalian tanah keduk menggunakan alat berat yang diduga dikelola oleh seorang pria bernama Adhi. Saat dikonfirmasi mengenai aktivitas tersebut, Adhi membenarkan bahwa kegiatan galian tanah keduk tersebut merupakan miliknya. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilakukan relatif kecil sehingga menurutnya tidak perlu dipersoalkan. “Benar itu punya saya. Kegiatannya juga sedikit, bagaimana mau urus izin,” ujar Adhi saat dikonfirmasi. Ia bahkan mempertanyakan mengapa aktivitas miliknya dipersoalkan, sementara menurutnya masih terdapat kegiatan galian C lain yang skalanya jauh lebih besar.“Galian C yang lebih besar banyak, kenapa punya kita yang diganggu,” ucapnya. Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut: apakah kecilnya skala kegiatan dapat menjadi alasan untuk mengabaikan kewajiban perizinan galian C tanah keduk? Apalagi, informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan tanah keduk hasil galian tersebut diduga disuplai untuk kebutuhan pembangunan gudang yang berada di KM 20 jalan Jambi-Palembang. Jika benar kegiatan tersebut merupakan aktivitas galian tanah keduk dan dilakukan tanpa perizinan yang diwajibkan, maka persoalannya bukan semata-mata mengenai besar atau kecilnya volume material yang digali. Aspek legalitas, lokasi kegiatan, asal-usul material, serta peruntukan hasil galian menjadi hal yang patut diperiksa oleh aparat dan instansi berwenang. Secara hukum, kegiatan pertambangan mineral dan batuan diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta aturan pelaksanaannya, termasuk PP Nomor 96 Tahun 2021 yang telah mengalami perubahan melalui PP Nomor 25 Tahun 2024 dan PP Nomor 39 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur perizinan usaha pertambangan, termasuk perizinan untuk kegiatan pertambangan batuan. Apabila setelah pemeriksaan aparat terbukti terdapat kegiatan penambangan tanah keduk tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam ketentuan perizinan pertambangan, Pasal 158 UU Minerba sebagaimana diubah melalui UU Nomor 3 Tahun 2020 dapat dikenakan. Ketentuan tersebut pada pokoknya mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar. Ketentuan pidana juga mencakup pihak yang menampung, mengangkut atau menjual mineral/batubara yang tidak berasal dari pemegang izin sebagaimana dipersyaratkan undang-undang. Namun, penerapan pasal pidana tersebut tentunya harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum, termasuk memastikan jenis material, status perizinan, lokasi kegiatan, serta pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. Kanit Reskrim Polsek Mestong, IPDA Ricky Siahaan, ketika dikonfirmasi mengenai aktivitas tersebut mengatakan akan melakukan pengecekan.“Oke, nanti kita cek ke lokasi,” ujar Ricky. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan lanjutan mengenai hasil pengecekan maupun langkah yang telah dilakukan pihak kepolisian terhadap aktivitas galian tersebut. Publik tentu menunggu apakah aktivitas tersebut benar memiliki legalitas sebagaimana dipersyaratkan atau justru berjalan tanpa izin. Jika memang tidak memiliki izin, maka alasan bahwa kegiatan tersebut “sedikit” atau adanya kegiatan lain yang lebih besar tidak serta-merta menghapus persoalan hukum. Penegakan hukum semestinya tidak bergantung pada besar-kecilnya kegiatan, tetapi pada ada atau tidaknya pelanggaran. Aparat penegak hukum dan instansi terkait diharapkan segera turun ke lokasi untuk memastikan legalitas kegiatan, memeriksa dokumen perizinan, asal-usul tanah keduk, penggunaan alat berat, serta dugaan distribusi material ke proyek pembangunan di wilayah KM 20 arah Palembang. Jangan sampai aktivitas galian tanah keduk yang diduga tidak berizin terus berlangsung hanya karena menunggu ada yang melapor, sementara alat berat terus bekerja dan material terus keluar dari lokasi. Penulis Tim

Read More

Menuju Pertanian Organik, Tim Ekspedisi Patriot Ajak Petani Praktik Langsung melalui Farmer Field and Business School (FFBS)

Tajam24Jam.Com Bangka Belitung, 11 September 2026 — Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang terus mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS). Kegiatan yang dilaksanakan di lahan demplot, Desa Sumber Jaya Permai, pada Jumat, 11 September 2026, menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman hortikultura berbasis organik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Pulau Besar, Beny Susanto, S.E.; Babinsa Kecamatan Pulau Besar, Sersan Mayor Irfan; Bhabinkamtibmas Desa Sumber Jaya Permai, Bripka Rustam Efendi; Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, NL.P.; Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B.; serta 18 petani perwakilan dari Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. Kegiatan ini juga menghadirkan Feriadi, S.P., M.Si. dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Bangka Belitung sebagai pemateri. Dalam sambutannya, Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B., menyampaikan bahwa FFBS merupakan wadah belajar bersama antara Tim Ekspedisi Patriot dan para petani. “FFBS ini menjadi kegiatan belajar bersama dan bersama-sama kita belajar. Dengan adanya FFBS, diharapkan para peserta dapat saling berbagi pengalaman di lapang. Ke depannya, kami berharap dapat terus berkolaborasi dan bersinergi,” ungkapnya. Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Pulau Besar, Beny Susanto, S.E. Ia menilai keberadaan Tim Ekspedisi Patriot telah mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot juga sejalan dengan perkembangan pertanian di kawasan yang mulai mengarah pada komoditas hortikultura. “Anak-anak Patriot sudah bagus, sudah dapat menyatu dengan pemerintah dan petani. Saat ini lahan juga sudah mulai beralih ke hortikultura, sehingga sesuai dengan program Patriot yang sedang dijalankan,” ujarnya. Sementara itu, Babinsa Kecamatan Pulau Besar, Sersan Mayor Irfan, menyampaikan apresiasinya terhadap program pengembangan hortikultura yang dilaksanakan di kawasan tersebut. Menurutnya, sejak kawasan tersebut berkembang, baru kali ini terdapat program yang secara khusus mendorong pengembangan hortikultura. Ia menilai desa-desa di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan hortikultura. Namun, kondisi lahan juga memiliki tantangan tersendiri, terutama karena pada waktu tertentu dapat mengalami banjir, sementara pada musim kemarau menghadapi keterbatasan ketersediaan air. Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, NL.P. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan air, terlebih kegiatan budidaya dilakukan pada musim kemarau. “Kondisi saat ini memang masih mengalami kesulitan air. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan sudah dapat memberikan hasil yang maksimal. Tantangannya cukup berat karena menanam pada saat musim kemarau,” tuturnya. Dalam kegiatan FFBS, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di lahan demplot. Materi yang disampaikan oleh Feriadi, S.P., M.Si. meliputi pengenalan agen hayati, persemaian, pembangunan dan pengelolaan rumah semai, pengelolaan tanaman semai, hingga praktik pindah tanam. Praktik langsung tersebut diharapkan dapat membantu petani memahami tahapan budidaya secara lebih aplikatif, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan teknik budidaya hortikultura yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan oleh petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari. FFBS diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara petani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Tim Ekspedisi Patriot dalam mendorong pengembangan hortikultura menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penulis Tim

Read More

Legok hingga Danau Teluk Jadi Perhatian, BNNP Jambi dan Pemkot Perketat Perang Narkoba

Tajam24Jam.Com JAMBI, 11 September 2026 — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN). Hal tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi Pemkot Jambi dengan jajaran BNNP Jambi di Ruang Kerja Kepala BNNP Jambi, Jumat (11/9/2026). Pertemuan dihadiri Kepala BNNP Jambi Brigjen Pol. Asep Saepudin, S.I.K., bersama jajaran. Dari Pemkot Jambi hadir Asisten I Setda Kota Jambi Fahmi, SP, Kepala BKPSDM Kota Jambi Rizalul Fikri, S.E., M.Ap., Kasatpol PP Kota Jambi Iper Riyansuni, Plt. Kadisdik Kota Jambi Mardiansyah, serta Kabag Kesra Setda Kota Jambi Kamal Firdaus. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNNP Jambi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Jambi dalam memperkuat program P4GN. Asep memaparkan kondisi dan perkembangan permasalahan narkotika di Jambi, termasuk masyarakat yang terpapar, data tersangka dan tahanan, hasil Tim Asesmen Terpadu (TAT), serta sejumlah wilayah yang dinilai masih rawan.Kelurahan Legok menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pembahasan tersebut. BNNP Jambi juga menyoroti perkembangan narkotika sintetis dan modus operandi baru yang memanfaatkan perangkat vape. Peredaran narkotika disebut memiliki jaringan yang kompleks dengan jalur masuk melalui darat maupun laut. Sejumlah jenis narkotika sintetis seperti ganja cair, ketamin cair dan etomidate juga menjadi perhatian karena perkembangan penyalahgunaannya di tengah masyarakat. Mengantisipasi kondisi tersebut, BNNP Jambi akan meningkatkan edukasi dan sosialisasi P4GN di tempat hiburan, sekolah, desa dan kelurahan, serta komunitas masyarakat.Selain upaya pencegahan dan pemberantasan, penguatan layanan rehabilitasi serta keberlanjutan program pascarehabilitasi juga menjadi bagian dari strategi penanganan penyalahgunaan narkotika. Pemkot Jambi Dorong Modifikasi SosialSementara itu, Pemkot Jambi menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan BNN dalam menangani persoalan narkotika. Khusus kawasan Legok, Pemkot Jambi menyampaikan bahwa upaya penanganan dilakukan tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pendekatan modifikasi sosial. Pendekatan tersebut antara lain dilakukan melalui pembangunan tempat ibadah, penyediaan arena bermain anak, pengembangan UMKM, serta kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Pemkot Jambi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak dan pengembangan keterampilan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman. Selain Legok, wilayah Pulau Pandan, Pucuk, Danau Teluk dan Danau Kedap turut menjadi perhatian karena masih ditemukan persoalan penyalahgunaan narkotika. Pemkot Jambi mengusulkan agar BNNP Jambi melakukan pemetaan terhadap titik-titik atau wilayah rawan narkotika di Kota Jambi. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Satpol PP Goes to SchoolSebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Jambi akan mengintegrasikan edukasi bahaya narkotika dalam kegiatan razia. Selain itu, program Satpol PP Goes to School akan dikembangkan bersama BNN sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. BNNP Jambi juga akan menyiapkan video edukasi yang nantinya dapat ditayangkan di tempat hiburan serta videotron milik Pemerintah Kota Jambi. Sinergi BNNP Jambi dan Pemkot Jambi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sejak dini, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kota Jambi. Penulis Tim

Read More

Brimob Jambi Berbagi Air Bersih, Bantu Kebutuhan Santri dan Warga Pematang Gajah

Tajam24Jam.Com JAMBI, 11 September 2026 – Satuan Brimob Polda Jambi kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada para santri di Pesantren Al Kausar dan masyarakat di wilayah Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi pada Jum’at, (11/09/2026) Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan para santri di tengah keterbatasan ketersediaan air bersih. Air yang didistribusikan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Brimob Polda Jambi untuk terus hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Kehadiran personel Brimob tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Kapolda Jambi menegaskan bahwa kehadiran Polri harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui pendistribusian air bersih ini, Brimob Polda Jambi hadir membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan para santri yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, Polri terus mendorong seluruh jajaran untuk memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar. “Ini merupakan wujud nyata semangat Brimob Presisi untuk masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan kebutuhan warga dan para santri sekaligus memperkuat kedekatan dan hubungan antara Polri dengan masyarakat,” tambahnya. Kabid Humas menegaskan, Brimob Polda Jambi akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan semangat pengabdian, kepedulian, dan kemanusiaan. Penulis Tim

Read More

Ditreskrimsus Polda Jambi Salurkan 10 Ton Air Bersih dan 100 Paket Sembako untuk Warga Kenali Asam Atas

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 September 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kemarau panjang dengan menyalurkan bantuan air bersih dan sembako. Kali ini, bantuan disalurkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi kepada warga Kelurahan Kenali Asam Atas, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Kenali Asam Atas. Dalam kegiatan tersebut, Ditreskrimsus Polda Jambi menyiapkan 10 ton air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, serta membagikan 100 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, tepung dan minyak goreng. Bantuan tersebut dihadiri Wadir Reskrimsus Polda Jambi AKBP Agung Basuki, sejumlah pejabat Ditreskrimsus, Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Jambi AKBP Wirmanto Dinata, Kasubbid Penmas, serta personel Polda Jambi. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons Polri terhadap kondisi masyarakat, khususnya di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. “Kapolda Jambi menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan kepedulian dan bantuan ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Bantuan air bersih dan sembako ini merupakan wujud nyata kepedulian Polda Jambi kepada warga yang membutuhkan,” ujar Kabid Humas Polda Jambi. Menurutnya, Polda Jambi bersama jajaran akan terus melakukan langkah-langkah sosial yang dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi dampak kemarau panjang. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan saling membantu selama kondisi kemarau masih berlangsung,” tambahnya. Sementara itu, Wadir Reskrimsus Polda Jambi AKBP Agung Basuki mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan sumbangsih dari seluruh personel Ditreskrimsus Polda Jambi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. “Kita menyiapkan air bersih untuk hari ini yang akan kita bagi 10 ton. Namun apabila masih kurang, nanti akan kita tambah lagi. Kemudian ada juga sedikit bantuan untuk bapak dan ibu sekalian berupa sembako,” ujar Agung. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah musim kemarau yang cukup panjang. “Di tengah musim kemarau yang panjang ini, mungkin air juga susah. Kemudian asap juga masih banyak. Kita berdoa, semua kita tetap diberikan kesehatan,” katanya. Agung juga meminta doa dari masyarakat agar seluruh personel Polri diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas serta berharap musim kemarau segera berakhir. “Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini, di hari Jumat ini menjadi Jumat berkah dan menjadi berkah untuk kita sekalian. Kami mendoakan bapak, ibu dan saudara semua sehat dan kemarau yang panjang ini segera berakhir,” harapnya. Lurah Kenali Asam Atas Budi Prasetiyono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Jambi atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat. “Saya atas nama pemerintah kelurahan dan juga warga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian yang telah diberikan. Semoga apa yang telah diberikan ini bermanfaat bagi kita semua,” ungkap Budi. Menurutnya, meskipun belum terdapat laporan warga yang mengalami kekurangan air secara langsung, kondisi di lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah wilayah yang aliran airnya tidak berjalan optimal. “Sampai sekarang belum ada laporan ke saya yang kekurangan air, tapi saya yakin ada di beberapa tempat yang airnya tidak mengalir lagi. Alhamdulillah kita mendapat bantuan dari Polda Jambi,” jelasnya. Salah seorang warga RT 25, Marliani (38), mengaku terbantu dengan adanya bantuan air bersih dan sembako dari Polda Jambi. “Saya terima kasih banyak kepada Polda Jambi, sudah bantu kami,” ujarnya. Hal senada disampaikan warga RT 16, Inem (64) dan Yatini (61), yang turut menerima bantuan tersebut. Kegiatan bantuan sosial berlangsung aman dan kondusif. Polda Jambi berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir dan membantu warga dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dampak kemarau panjang. Penulis Tim

Read More