admin_

Polda Jambi Himbau Hentikan Kekerasan di Sekolah Pasca Viral Insiden di SMK Negeri 3 Tanjab Timur

Tajam24Jam.Com Jambi, 17 Januari 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mengimbau agar tidak ada lagi kejadian kekerasan di lingkungan sekolah, menyusul viralnya peristiwa kekerasan yang terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur dan menjadi perhatian luas masyarakat. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar-mengajar. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan, tidak dapat ditoleransi karena berpotensi menimbulkan trauma serta menghambat tumbuh kembang peserta didik. Imbauan tersebut sejalan dengan langkah yang dilakukan Kapolres Tanjung Jabung Timur, Polda Jambi, AKBP Ade Chandra, yang menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Melalui kampanye bertajuk “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” yang dikemas secara informatif dan edukatif, Kapolres mengajak seluruh elemen sekolah serta masyarakat Jambi untuk bersama-sama menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang nyaman dan kondusif bagi siswa. “Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut, melainkan ruang yang aman, nyaman, dan melindungi setiap peserta didik. Tanamkan nilai hormat, patuh, dan santun melalui perkataan serta perbuatan.” ujar Erlan Munaji. Lebih lanjut, Kabid Humas menjelaskan bahwa kampanye ini digencarkan sebagai respons atas fenomena kekerasan di dunia pendidikan yang masih kerap terjadi dan belakangan kembali mencuat akibat viralnya insiden bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur melalui media sosial. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, hingga perundungan. Dampak yang ditimbulkan pun tidak ringan, karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, prestasi belajar, serta masa depan peserta didik. Untuk itu, Polda Jambi mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan dan selalu mengajarkan sopan santun dan berbuat baik kepada putra putri kita pada saat melakukan kegiatan di sekolah. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan sekolah dapat kembali menjadi tempat belajar yang aman, menjunjung tinggi hak anak, serta saling menghormati martabat setiap insan pendidikan. “Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Polsek Mentok Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Penggelapan Handphone di Mentok, Pelaku Diamankan Dini Hari di Pangkalpinang

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 16 Januari 2026 – Polisi berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang terjadi di wilayah Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Seorang pria berinisial MI (25) diamankan tim gabungan pada Jumat dini hari. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja cepat anggota Reserse dan Intelijen Polsek Mentok yang berkoordinasi dengan Tim Buser Naga Polresta Pangkalpinang. Peristiwa penggelapan tersebut bermula pada Senin malam, 5 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, di Jalan Kenangan, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok. Saat itu, korban berinisial FS (29) meminjamkan satu unit handphone kepada terduga pelaku dengan alasan untuk mengirim uang. Namun setelah handphone tersebut dibawa pergi, pelaku tidak kunjung mengembalikannya dan sulit dihubungi. “Korban sempat menunggu dan berupaya menghubungi pelaku, namun hingga keesokan harinya tidak ada itikad baik untuk mengembalikan barang. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melapor ke Polsek Mentok,” ujar Iptu Yos Sudarso. Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya memperoleh informasi keberadaan pelaku di wilayah Kota Pangkalpinang. Pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan pelaku di Jalan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui.Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone merk Realme C71 beserta kotaknya. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan motif ekonomi sebagai alasan melakukan penggelapan. “Pelaku beserta barang bukti saat ini telah diamankan di Mako Polsek Mentok untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambah Kasi Humas. Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam meminjamkan barang berharga kepada siapa pun serta segera melapor ke pihak kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana Penulis Tim

Read More

Desa Rantau Limau Manis Genap Berusia 144 Tahun, Semangat Gotong Royong Terus Dijaga

Tajam24Jam.Com Merangin, Jambi 17 Januari 2026 — Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, akan genap berusia 144 tahun pada 21 Januari 2026. Meski berada jauh dari pusat kota kabupaten, desa ini terus menunjukkan kemajuan berkat semangat kebersamaan pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Desa Rantau Limau Manis, Aswani, menyampaikan bahwa usia ke-144 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen membangun desa di berbagai sektor.“Alhamdulillah, pada 21 Januari 2026 Desa Rantau Limau Manis genap berusia 144 tahun. Ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus memajukan desa,” ujar Aswani kepada media ini, Sabtu (17/1), melalui sambungan telepon. Ia menuturkan, keterbatasan jarak dan anggaran dana desa tidak menjadi penghalang bagi pemerintah desa bersama perangkat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membangun desa.“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami terus berupaya agar Desa Rantau Limau Manis semakin maju dan berkembang, baik dari sisi pembangunan fisik maupun nonfisik,” jelasnya. Aswani juga berharap adanya perhatian dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten, terutama dalam hal alokasi dana desa dan pembangunan infrastruktur.“Kami berharap desa-desa, khususnya yang berada di daerah terpencil, terus mendapatkan dukungan agar dapat berkembang setara dengan desa-desa lain di Indonesia,” harapnya. Pada kesempatan tersebut, Aswani turut mengucapkan terima kasih atas berbagai ucapan selamat dan dukungan yang diterima dalam bentuk video pendek maupun pesan lainnya dari berbagai kalangan.“Terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan ucapan yang telah disampaikan. Ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi kami untuk membangun desa ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. Diketahui, ucapan selamat ulang tahun ke-144 Desa Rantau Limau Manis telah disampaikan oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri, Kasat Korsupgah KPK Wilayah I, Staf Ahli Kementerian Desa PDTT, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta berbagai pihak lainnya. Penulis Tim

Read More

Desak Transparansi dan Mundurnya Kabid SMP, AWaSI Jambi Gelar Aksi Damai di Dinas Pendidikan Tanjab Timur

Tajam24Jam.Com Jambi, 16 Januari 2026 – Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Provinsi Jambi menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Polda Jambi terkait rencana aksi unjuk rasa damai pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Aksi tersebut digelar untuk menyoroti dugaan penyimpangan dalam Pengadaan Meubelair SMP Tahun Anggaran 2024 yang bersumber dari DAK dan APBD dengan nilai anggaran sekitar Rp3,22 miliar. Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, menyoroti sedikitnya 17 dugaan penyimpangan dalam pengadaan meubelair SMP Tahun Anggaran 2024, mulai dari mark-up harga hingga indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dugaan tersebut meliputi penurunan spesifikasi barang di bawah standar, pengurangan jumlah meubelair di banyak sekolah, serta dugaan tekanan terhadap kepala sekolah agar menandatangani Berita Acara Serah Terima meskipun barang tidak sesuai kontrak. Selain itu, ditemukan indikasi pekerjaan fiktif, laporan administrasi yang dimanipulasi, serta pengadaan yang tidak melalui proses lelang transparan. AWaSI Jambi juga menyoroti adanya dugaan pengondisian dan monopoli vendor, pengaturan lelang, manipulasi dokumen PBJ, hingga dugaan pemberian fee proyek kepada oknum tertentu. Seluruh rangkaian praktik tersebut dinilai sebagai bentuk kolusi, penyalahgunaan wewenang, dan perencanaan yang lalai, yang berpotensi menimbulkan kerugian negara serta mengarah pada indikasi TPPU. Menurut informasi yang dihimpun awak redaksi, Kabid SMP Dinas Pendidikan Tanjab Timur, Joko Parmono sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jambi. Dalam aksi tersebut, AWaSI Jambi akan menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain: AWaSI Jambi menegaskan aksi tersebut akan dilaksanakan secara damai sebagai bentuk kontrol sosial dan berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut secara profesional dan transparan. AWaSI Jambi juga berencana akan menggelar aksi lanjutan di Polres Tanjung Jabung Timur dan Kantor Bupati Tanjung Jabung Timur beberapa waktu kedepan. Penulis Tim

Read More

Ketua RT dan Warga Tegaskan RT 21 Lebak Bandung Bebas dari Narkoba

Tajam24Jam.Com JAMBI, 16 Januari 2026 — Ketua RT 21 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, bersama warga dan pemangku adat setempat, menegaskan bahwa wilayah mereka bebas dari aktivitas peredaran narkoba. Klarifikasi ini disampaikan menyusul viralnya pemberitaan dan informasi di media sosial yang menyebutkan adanya dugaan peredaran narkoba dilingkungan RT.21. Ketua RT 21, Tina, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Ia menyatakan klarifikasi ini penting untuk meluruskan persepsi publik sekaligus menjaga nama baik lingkungan dan warganya. “Kalau masalah peredaran narkoba di RT saya, itu tidak ada. Saya sebagai Ketua RT, bersama pemangku adat dan seluruh warga di sini, ingin mengklarifikasi bahwa wilayah RT 21 bersih dari aktivitas peredaran narkoba,” kata Tina saat ditemui media, Jumat (16/1/2026). Ia menjelaskan bahwa sejak menjabat sebagai Ketua RT, pihaknya selalu membuka ruang komunikasi dengan warga. Setiap bentuk keresahan sosial, menurutnya, biasanya cepat tersampaikan melalui laporan langsung maupun musyawarah warga. “Selama saya menjabat, tidak pernah ada warga yang datang melapor merasa resah atau terganggu dengan dugaan aktivitas narkoba. Lingkungan kami kondusif, hubungan antarwarga juga baik-baik saja,” ujarnya. Terkait pemberitaan yang menyebut nama Yanto dan Dimas sebagai sosok yang diduga terlibat, Tina memberikan penjelasan secara tegas dan proporsional. Ia membenarkan bahwa Yanto merupakan warga RT 21, namun menolak keras tudingan yang mengaitkannya dengan aktivitas narkoba di lingkungan tersebut. “Untuk Yanto, memang benar dia warga saya. Tapi saya pastikan, di lingkungan RT 21 ini tidak ada aktivitas narkoba seperti yang diberitakan. Tidak ada laporan dari warga tentang yang bersangkutan,” katanya. Sementara itu, mengenai sosok bernama Dimas, Tina menyatakan tidak mengenal yang bersangkutan dan tidak pernah menyatakan bahwa Dimas merupakan warga RT 21. “Kalau Dimas, saya tidak kenal dan tidak tahu aktivitasnya. Saya juga tidak pernah menyatakan dia warga RT 21,” ucapnya. Klarifikasi tersebut turut disaksikan langsung oleh sejumlah warga setempat. Hadir di lokasi antara lain Antoni beserta istrinya, serta Ibu Maimun, yang disebut sebagai perwakilan warga RT 21. Kehadiran warga ini dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan dan kesaksian bahwa lingkungan mereka tidak seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan viral. Sebagai pemangku adat sekaligus Ketua RT, Tina menekankan bahwa pihaknya bersama warga berkomitmen menjaga lingkungan dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Ia menyatakan, jika suatu saat ditemukan indikasi pelanggaran hukum, pihaknya tidak akan ragu untuk berkoordinasi dengan aparat berwenang. “Kami justru mendukung upaya pemberantasan narkoba. Kalau ada bukti dan fakta, silakan diproses sesuai hukum. Tapi jangan sampai nama lingkungan kami dicemarkan oleh informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” tegas Tina. Warga RT 21 berharap klarifikasi ini dapat menjadi penyeimbang atas informasi yang telah beredar luas, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik bahwa lingkungan mereka aman, tertib, dan bersih dari narkoba. Mereka juga mengajak media untuk tetap mengedepankan verifikasi dan konfirmasi berimbang dalam setiap pemberitaan, agar tidak menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat. Penulis Tim

Read More

Polsek Jambi Selatan Amankan Lima Pelajar Diduga Hendak Tawuran

Tajam24Jam.Com Jambi, 15 Januari 2026 — Polsek Jambi Selatan mengamankan lima orang remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Jalan Sri Kayangan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Kamis (15/1/2026) sore. Pengamanan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait keributan antar kelompok pelajar. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., membenarkan pengamanan tersebut. Menurutnya, lima remaja diamankan sekitar pukul 16.00 WIB oleh personel Polsek Jambi Selatan. “Benar, Polsek Jambi Selatan telah mengamankan lima orang remaja yang diduga akan melakukan tawuran di Jalan Sri Kayangan,” ujar Kapolresta.Kelima remaja tersebut masing-masing berinisial MIRR (17), RZZ (17), MHB (17), MRA (16), dan MRAA (15). Seluruhnya diketahui masih berstatus sebagai pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Jambi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian bermula dari keributan antara dua kelompok pelajar dari SMK yang berbeda. Perselisihan tersebut kemudian berlanjut dengan saling ejek melalui media sosial hingga berujung pada kesepakatan untuk bertemu di Jalan Sri Kayangan guna melakukan tawuran. “Sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan pelajar berkumpul dan bergerak menuju lokasi dengan menggunakan puluhan sepeda motor. Sebagian di antaranya membawa senjata tajam. Namun karena situasi di lokasi ramai oleh warga, rencana tawuran tidak berjalan dan kelompok tersebut berpencar,” jelasnya. Dalam peristiwa tersebut, satu unit toko milik warga di Kelurahan Talang Bakung dilaporkan mengalami kerusakan akibat ulah rombongan pelajar. Hingga saat ini, nilai kerugian masih dalam proses pendataan. Setelah menerima laporan warga, petugas Polsek Jambi Selatan segera mendatangi lokasi dan mengamankan lima pelajar yang sebelumnya telah diamankan oleh masyarakat. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah celurit, satu batang kayu panjang, satu botol minuman keras, serta tiga unit sepeda motor yang digunakan para pelajar tersebut.“Saat ini para pelajar diamankan di Polsek Jambi Selatan untuk dilakukan pembinaan dan pendalaman lebih lanjut. Pihak orang tua dan sekolah akan kami panggil,” tutup Kapolresta. Penulis Tim

Read More

Tampar Pelajar, Guru Klaim Jadi Korban Pengeroyokan di Tanjabtim Jambi

Tajam24Jam.Com Tanjab Timur, 16 Januari 2026 – Kasus Perkelahian antara guru dan pelajar siswa SMK Negeri 3, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi terus bergulir yang sampai saat ini belum damai karena guru bernama Agus mengklaim jadi korban. Agus menceritakan, kejadian tersebut bermula di kelas saat ada guru, siswa menegurnya tidak sopan dan tidak hormat kepada dirinya dengan mengatakan tidak pantas, sehingga menyinggung hatinya dan atas perkataan tersebut, ia kemudian masuk kedalam kelas menanyakan siapa memanggil siswa dan sontak siswa menantang dirinya. “Atas perkataan siswa, saya reflek menampar satu kali muka seorang siswa dan itulah kejadian awal,” jelasnya jumat, 16 januari 2026. Setelah ia menampar siswa, para siswa tidak senang sampai lanjut istirahat, dan siswa ditamparnya menantang kembali, kemudian ia menemui para siswa dengan tujuan mediasi, dengan tujuan apa yang diinginkan dan para siswa menginginkan meminta maaf apa yang saya lakukan. “Jadi para siswa mengunakan saya minta maaf itu saja,” terangnya. Dalam perkelahian, ia merasa jadi korban dan saat kejadian sempat di BAP di dinas Pendidikan yang bersifat konfirmatif diantaranya melalui kasi GTK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. “Saya sudah sampaikan kronologi kejadian tersebut dan mereka mencatat se-detailnya tentang kejadian tersebut dan hasilnya nanti akan dikonfirmasikan lagi kepada saya di hari berikutnya,” tuturnya. Ia juga menyebutkan, saat mediasi antara guru dan siswa, pihak forkompincam dan dinas pendidikan, ia tidak datang hanya mewakili dari salah satu guru sekolah dengan alasan keselamatan dan kesehatan dijaga setelah kejadian. “Kalau saya dijamin keselamatan, saya akan kesana sendirian walaupun ada keluarga namun dalam sisi yang lain saya juga menjaga diri saya selama kesehatan dan itu juga harus dijaga,” tegasnya. Dalam BAP di Dinas Provinsi Jambi, ia diminta keterangan seputar kronologis kejadian tersebut, Apa, jam berapa, bagaimana, kenapa bisa terjadi, dan semua sudah ia jelaskan secara rinci. “saya dengan ketulusan hati saya, saya minta pihak terkait, memberikan ruang tempat yang lain, untuk bekerja dengan rasa aman, atas kesehatan saya, keselamatan saya dan jika saya kembali kesana, itu yang tidak mungkin lagi, karena tidak diterima secara masif, dan saya tidak mungkin kerja lagi kesana,” katanya. Penulis Tim

Read More

Selain Menampar, Oknum Guru SMK Diduga Meninju Siswa Lebih Dulu

Tajam24Jam.Com JAMBI, 16 Januari 2026 – Kasus dugaan perkelahian antara oknum guru dan siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut semakin memanas setelah guru yang terlibat melaporkan kejadian itu ke Polda Jambi. Salah satu siswa SMK Negeri 3, M. Lutfi Fadhila, yang mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan kronologi kejadian secara terbuka kepada publik. Menurut Lutfi, permasalahan bermula ketika para siswa meminta guru Bahasa Inggris berinisial AS agar meminta maaf atas pernyataan yang diduga menghina orang tua siswa. Namun permintaan tersebut tidak mendapat respons positif.“Kami awalnya hanya meminta guru tersebut meminta maaf karena telah menghina orang tua siswa, tapi beliau tidak mau,” ujar Lutfi kepada wartawan, Jumat (16/1/2026). Lutfi menjelaskan, upaya mediasi sempat dilakukan dengan melibatkan guru lain. Guru yang bersangkutan diminta maju ke depan untuk menyampaikan klarifikasi di hadapan siswa. Namun, situasi justru semakin memicu kekecewaan. Alih-alih menyampaikan permintaan maaf, guru tersebut justru dibawa ke kantor sekolah oleh guru komite. Di dalam kantor, menurut pengakuan Lutfi, guru tersebut kembali menunjukkan sikap yang dinilai mengejek siswa.“Kami sangat kecewa. Bukannya minta maaf, malah mengejek kami sambil tersenyum,” tuturnya. Sebagai siswa yang mengaku telah ditampar dan merasa orang tuanya dihina, Lutfi kemudian mendekati guru tersebut dengan maksud meminta klarifikasi secara jujur di hadapan siswa. Namun, ia mengaku justru mendapatkan tindakan kekerasan.“Saat saya mendekat, tiba-tiba guru itu meninju saya di bagian hidung. Banyak teman yang melihat kejadian itu,” ungkapnya. Aksi tersebut, lanjut Lutfi, memicu emosi siswa lain hingga terjadi pengeroyokan terhadap guru yang bersangkutan.“Kalau beliau tidak meninju duluan, tidak akan ada pengeroyokan. Saksinya banyak,” tegasnya. Lutfi menegaskan bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan fisik berupa tamparan dan tinjuan sebelum insiden pengeroyokan terjadi. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perkelahian antara guru dan sejumlah siswa SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur terjadi pada Selasa siang, 13 Januari 2026, di lingkungan sekolah. Mediasi sempat dilakukan oleh pihak sekolah, namun tidak menghasilkan kesepakatan.Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan menunggu proses hukum lebih lanjut dari aparat kepolisian. Penulis Tim

Read More

Merasa Dirugikan, Oknum Guru SMK Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polda Jambi

Tajam24Jam.Com TANJAB TIMUR, 16 Januari 2026 — Seorang oknum guru SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jambi. Laporan tersebut dibuat setelah insiden perkelahian antara dirinya dan sejumlah pelajar SMK setempat yang kemudian viral di media sosial. Guru tersebut diketahui bernama Agus Saputra, pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Tanjabtim. Ia melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jambi pada Kamis malam, 15 Januari 2026, didampingi kakak kandungnya, Nasir.“Sebagai abang kandung, saya mendampingi adik saya melapor ke Polda Jambi atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah siswa SMK,” ujar Nasir kepada wartawan, Jumat (16/1/2026). Nasir menegaskan, laporan tersebut dibuat karena adiknya merasa dirugikan, baik secara fisik maupun psikis, terlebih setelah peristiwa itu tersebar luas di media sosial.“Adik saya sudah menjalani pemeriksaan atau Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di SPKT Polda Jambi. Secara mental dan psikis, ia merasa terganggu akibat kejadian ini,” jelasnya. Menurutnya, langkah hukum ditempuh karena peristiwa tersebut telah menjadi konsumsi publik dan dinilai mencoreng nama baik Agus sebagai warga negara dan tenaga pendidik.“Kami menempuh jalur hukum karena ini sudah viral. Sebagai warga negara, kami berhak melaporkan dugaan pengeroyokan ini,” tambahnya. Akibat kejadian tersebut, Agus dilaporkan mengalami sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh, di antaranya punggung, tangan, dan pipi. Ia juga telah menjalani visum sebagai bukti pendukung laporan ke kepolisian.“Secara kondisi, pasti pegal-pegal. Kalau dilihat dari video yang beredar, memang terlihat jelas. Visum juga sudah dilakukan dan terdapat bekas lebam,” katanya. Terkait proses selanjutnya, pihak pelapor menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Hingga saat ini, belum ada upaya mediasi maupun pemanggilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.“Kami sudah melapor dan selanjutnya menyerahkan penanganan kasus ini kepada Polda Jambi,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Pemulihan Akses Warga, Brimob Jambi Bangun Jembatan Darurat Antar Desa Kampung Tengah Timur dan Padang Landua

Tajam24Jam.Com Jambi, 15 Januari 2026 – Satbrimob Polda Jambi turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan Polri untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah hukum Polda Sumatera Barat. Melalui personel Batalyon A Pelopor, Brimob Polda Jambi melaksanakan pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Kampung Tengah Timur dengan Desa Padang Landua, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Kegiatan kemanusiaan ini dimulai pada Kamis (15/1/2026), dengan melibatkan 24 personel. Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob bergotong royong mengangkut kayu serta material dasar untuk membangun jembatan darurat. Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat karena menjadi akses utama penghubung antar desa yang sempat terputus akibat bencana. Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk memulihkan kembali mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak. Selama proses pengerjaan, personel dilengkapi dengan perlengkapan SAR, dukungan logistik, serta kendaraan operasional guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, personel melaksanakan konsolidasi dan kembali ke posko masing-masing. Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno. H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes. Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. “Pembangunan jembatan darurat oleh Satbrimob Polda Jambi ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Akses transportasi yang kembali terbuka akan sangat membantu pemulihan aktivitas warga sehari-hari,” ujar Kombes Pol Erlan. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Polri akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana. “Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Kami berharap langkah-langkah seperti ini dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat bangkitnya kondisi daerah yang terdampak,” tambahnya. Secara keseluruhan, kegiatan pembangunan jembatan darurat tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Satbrimob Polda Jambi di Kabupaten Agam menjadi bukti nyata sinergi dan kepedulian Polri dalam mendukung pemulihan wilayah Sumatera Barat pascabencana. Penulis Tim

Read More