Selain Menampar, Oknum Guru SMK Diduga Meninju Siswa Lebih Dulu

Tajam24Jam.Com JAMBI, 16 Januari 2026 – Kasus dugaan perkelahian antara oknum guru dan siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut semakin memanas setelah guru yang terlibat melaporkan kejadian itu ke Polda Jambi.

Salah satu siswa SMK Negeri 3, M. Lutfi Fadhila, yang mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan kronologi kejadian secara terbuka kepada publik.

Menurut Lutfi, permasalahan bermula ketika para siswa meminta guru Bahasa Inggris berinisial AS agar meminta maaf atas pernyataan yang diduga menghina orang tua siswa. Namun permintaan tersebut tidak mendapat respons positif.
“Kami awalnya hanya meminta guru tersebut meminta maaf karena telah menghina orang tua siswa, tapi beliau tidak mau,” ujar Lutfi kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Lutfi menjelaskan, upaya mediasi sempat dilakukan dengan melibatkan guru lain. Guru yang bersangkutan diminta maju ke depan untuk menyampaikan klarifikasi di hadapan siswa. Namun, situasi justru semakin memicu kekecewaan.

Alih-alih menyampaikan permintaan maaf, guru tersebut justru dibawa ke kantor sekolah oleh guru komite. Di dalam kantor, menurut pengakuan Lutfi, guru tersebut kembali menunjukkan sikap yang dinilai mengejek siswa.
“Kami sangat kecewa. Bukannya minta maaf, malah mengejek kami sambil tersenyum,” tuturnya.

Sebagai siswa yang mengaku telah ditampar dan merasa orang tuanya dihina, Lutfi kemudian mendekati guru tersebut dengan maksud meminta klarifikasi secara jujur di hadapan siswa. Namun, ia mengaku justru mendapatkan tindakan kekerasan.
“Saat saya mendekat, tiba-tiba guru itu meninju saya di bagian hidung. Banyak teman yang melihat kejadian itu,” ungkapnya.

Aksi tersebut, lanjut Lutfi, memicu emosi siswa lain hingga terjadi pengeroyokan terhadap guru yang bersangkutan.
“Kalau beliau tidak meninju duluan, tidak akan ada pengeroyokan. Saksinya banyak,” tegasnya.
Lutfi menegaskan bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan fisik berupa tamparan dan tinjuan sebelum insiden pengeroyokan terjadi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perkelahian antara guru dan sejumlah siswa SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur terjadi pada Selasa siang, 13 Januari 2026, di lingkungan sekolah. Mediasi sempat dilakukan oleh pihak sekolah, namun tidak menghasilkan kesepakatan.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan menunggu proses hukum lebih lanjut dari aparat kepolisian.

Penulis Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *