Karhutla Melanda TN Berbak-Sembilang, Diperkirakan 3.000 Hektare Terbakar, Api Mendekati Lahan PT TPJ

Tajam24Jam.Com BANYUASIN, 4 September 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Berbak-Sembilang (TNBS), tepatnya di wilayah Resor Tanah Pilih, Desa Tanah Pilih, Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kebakaran dilaporkan telah berlangsung sekitar satu pekan dan hingga kini masih menjadi perhatian serius karena api disebut belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, luasan kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 3.000 hektare. Kobaran api disebut berasal dari arah kawasan Bagan Sembilang dan terus meluas akibat kondisi lahan yang sulit dijangkau serta hembusan angin yang cukup kuat. Situasi semakin mengkhawatirkan karena titik api dilaporkan telah mendekati areal milik PT TPJ, dengan jarak diperkirakan sekitar 2 kilometer dari lahan perusahaan tersebut.Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani secara maksimal, dikhawatirkan api akan terus meluas dan mengancam kawasan lain di sekitar lokasi kebakaran. Kebakaran di kawasan konservasi tersebut juga menjadi perhatian karena TN Berbak-Sembilang merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati. Sejumlah pihak berharap penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, pengelola kawasan taman nasional, Manggala Agni, TNI-Polri, perusahaan sekitar serta unsur terkait lainnya. Selain upaya pemadaman, penyebab munculnya titik api juga dinilai perlu ditelusuri secara menyeluruh. Dugaan bahwa api berasal dari kawasan Bagan Sembilang masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan di lapangan. Apabila perkiraan luasan terdampak mencapai 3.000 hektare, kebakaran tersebut tentunya membutuhkan penanganan serius untuk mencegah kerusakan lingkungan yang semakin luas serta mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat. Masyarakat juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap kemungkinan meluasnya api menuju areal perusahaan maupun kawasan yang berdekatan dengan permukiman. Hingga berita ini diterbitkan, luasan pasti lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, serta perkembangan terkini upaya pemadaman masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang dan pengelola TN Berbak-Sembilang.Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan resmi terkait perkembangan karhutla di lokasi. Penulis Tim

Read More

KARHUTLA TAHURA BATANG HARI KEMBALI JADI PERHATIAN, KASIOPS KOREM 042/GAPU DAMPINGI GUBERNUR JAMBI TINJAU LANGSUNG LOKASI

Tajam24Jam.Com BATANG HARI, JAMBI, 4 September 2026 — Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus digencarkan. Kali ini, Kasiops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi, S.I.P., M.I.Pol. mendampingi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris meninjau langsung lokasi Karhutla di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin, Kabupaten Batang Hari, Jumat (4/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini kawasan yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan cepat, terpadu dan terukur. Kawasan Tahura Batang Hari menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam penanganan Karhutla. Sebelumnya, kebakaran di kawasan tersebut dilaporkan kembali terjadi dengan luasan sekitar enam hektare, sementara kondisi medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam. Dalam peninjauan tersebut, Kasiops Korem 042/Gapu bersama Gubernur Jambi melihat langsung kondisi kawasan terdampak serta koordinasi penanganan yang dilakukan unsur gabungan. Kehadiran unsur TNI menjadi bagian dari komitmen Korem 042/Gapu dalam memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk mencegah api meluas serta mempercepat proses pemadaman dan pendinginan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kalak BPBD Provinsi Jambi, Kalak BPBD Kabupaten Batang Hari, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, personel TNI-Polri serta unsur terkait lainnya. Sinergi lintas instansi terus diperkuat, mengingat penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan dan kerja bersama di lapangan. Sebelumnya, tim gabungan juga telah melakukan patroli dan pemadaman titik api di kawasan Tahura dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD serta petugas pengamanan hutan. Kasiops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu Alfiyan Arisandi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Peninjauan ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan penanganan Karhutla di kawasan Tahura Batang Hari terus dilakukan secara maksimal, sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas dan mengancam kawasan hutan serta lingkungan di sekitarnya. TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup dan seluruh unsur terkait terus bergerak bersama. Pesannya jelas: api harus dikendalikan, Karhutla harus dicegah, dan kelestarian hutan Jambi harus dijaga. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

MENHUT DAN KEPALA BNPB PIMPIN RAKOR TEKNIS KARHUTLA DI JAMBI, SINERGI TNI-POLRI DAN PEMDA DIPERKUAT

Tajam24Jam.Com JAMBI, 2 September 2026 — Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Pemerintah pusat turun langsung mengonsolidasikan langkah penanganan di lapangan melalui Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Jambi, Rabu (2/9/2026), di Ruang VIP Bandara Sultan Thaha Jambi. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin mengikuti langsung rakor bersama Gubernur Jambi sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung pemerintah menghadapi ancaman Karhutla secara cepat, terpadu dan terukur. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat komando penanganan Karhutla di Jambi, khususnya menghadapi kondisi cuaca kering dan meningkatnya ancaman kebakaran pada sejumlah wilayah rawan. Sinergi lintas sektor menjadi kekuatan utama. Unsur TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, Manggala Agni dan instansi terkait terus didorong untuk bergerak dalam satu koordinasi, mulai dari pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara ilegal. Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat juga menekankan pentingnya penanganan Karhutla yang tidak sekadar bersifat reaktif, tetapi dilakukan secara sistematis dengan mengutamakan pencegahan dan efektivitas operasi di lapangan. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya penguatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing sebagai bagian dari strategi menghadapi kebakaran, khususnya pada wilayah gambut yang membutuhkan penanganan khusus. Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menekankan agar seluruh personel di lapangan menggunakan metode pemadaman yang efektif dan sesuai kondisi medan, terutama di kawasan gambut. Pengawasan juga harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh mengendur setelah situasi terlihat terkendali. Rakor ini sekaligus mempertegas bahwa penanganan Karhutla di Jambi merupakan operasi bersama, bukan tugas satu institusi. Setiap unsur memiliki peran strategis untuk memastikan api dapat dikendalikan, lahan terdampak segera dipadamkan dan didinginkan, serta masyarakat terlindungi dari dampak asap dan kerusakan lingkungan. Kehadiran langsung Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB di Jambi menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap penanganan Karhutla di provinsi ini. Dari ruang VIP Bandara Sultan Thaha Jambi, komando diperkuat. Dari lapangan, pasukan terus bergerak. Satu tujuan ditegaskan: hentikan api, lindungi masyarakat, dan selamatkan hutan serta lahan Jambi. Sinergi pusat dan daerah, diperkuat TNI-Polri serta seluruh unsur terkait, menjadi garda terdepan untuk memastikan ancaman Karhutla dapat ditangani secara cepat, profesional dan berkelanjutan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Perkumpulan Hijau Soroti Krisis Tata Kelola Lahan: 6806 Hotspot dan 2.335,98 Hektare Karhutla di Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 1 September 2026 — Perkumpulan Hijau menyoroti tingginya angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi sepanjang 2026. Berdasarkan analisis data Perkumpulan Hijau, tercatat 6.806 hotspot di Jambi sepanjang periode 1 Januari hingga 29 Agustus 2026.Hotspot tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten/kota. Sarolangun menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.833 titik, disusul Muaro Jambi sebanyak 1.195 titik, Tanjung Jabung Barat 886 titik, Batanghari 854 titik, dan Tebo 780 titik. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan jika melihat data khusus periode Agustus. Dalam rentang 1–29 Agustus 2026, Perkumpulan Hijau mencatat 4.404 hotspot di Provinsi Jambi. Sarolangun kembali menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.359 titik, kemudian Batanghari 695 titik, Tebo 599 titik, Muaro Jambi 587 titik, dan Tanjung Jabung Barat 520 titik.Direktur Perkumpulan Hijau, Feri Irawan, mengatakan tingginya jumlah hotspot tidak seharusnya hanya dipandang sebagai persoalan teknis pemadaman api. “Karhutla harus dibaca sebagai persoalan ekologis dan tata kelola ruang. Ketika ribuan hotspot terus muncul dan terkonsentrasi di wilayah tertentu, pertanyaan kita bukan hanya bagaimana api dipadamkan, tetapi mengapa kebakaran terus berulang dan bagaimana negara mengelola ruang hidup masyarakat serta kawasan ekologis yang rentan,” kata Feri. Luas Karhutla Capai 2.335,98 Hektare Selain data hotspot, analisis Perkumpulan Hijau juga menunjukkan luas karhutla yang mencapai 2.335,98 hektare pada periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026. Sarolangun menjadi kabupaten dengan luas karhutla terbesar, yakni 1.085,59 hektare atau 46,5 persen dari total luas yang tercatat. Selanjutnya Batanghari 712,88 hektare, Muaro Jambi 365,63 hektare, Tanjung Jabung Timur 110,79 hektare, dan Tanjung Jabung Barat 61,08 hektare. Berdasarkan fungsi kawasan, luas karhutla terbesar tercatat pada Hutan Produksi Tetap sebesar 1.144,31 hektare dan Hutan Produksi Terbatas sebesar 713,91 hektare. Selain itu, karhutla tercatat pada Area Penggunaan Lain seluas 347,64 hektare, Taman Hutan Raya 92,75 hektare, Hutan Lindung 37,09 hektare, Taman Nasional 0,23 hektare, serta Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi sebesar 0,04 hektare. Feri mengatakan data tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak dapat dilepaskan dari kondisi ekologis kawasan dan tata kelola ruang.“Kita harus berhenti melihat hutan hanya sebagai ruang produksi. Ketika kawasan hutan mengalami kebakaran dalam skala besar, maka yang dipertaruhkan bukan hanya tegakan pohon, tetapi fungsi ekologis, keanekaragaman hayati, tata air, penyimpanan karbon, dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan,” ujarnya. Karhutla Terdeteksi di Sejumlah Wilayah Berizin Perkumpulan Hijau juga menyoroti keberadaan hotspot dan luas karhutla pada wilayah yang berada dalam areal perizinan. Data menunjukkan 1.404,33 hektare luas karhutla berada dalam izin PBPH atau perizinan berusaha pemanfaatan hutan. Sementara itu, 361,50 hektare berada dalam wilayah izin Minerba dan 0,11 hektare berada dalam HGU. Pada sebaran hotspot, tercatat 1.514 titik berada dalam izin PBPH, 410 titik dalam izin Minerba, dan 497 titik dalam HGU. Feri menegaskan, data tersebut tidak serta-merta dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa pemegang izin merupakan penyebab kebakaran. Namun, keberadaan hotspot dan luasan karhutla dalam wilayah berizin dinilai perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi dan investigasi. “Kami tidak sedang melakukan generalisasi bahwa kebakaran yang terdeteksi di dalam wilayah izin pasti disebabkan oleh perusahaan. Secara metodologis, hotspot adalah indikator, bukan bukti tunggal mengenai penyebab kebakaran. Tetapi justru karena itu pemerintah harus melakukan verifikasi dan investigasi secara transparan. Jangan sampai data hanya berhenti sebagai angka tanpa tindak lanjut,” kata Feri. 1.822 Hotspot Berada di Kawasan Gambut Perhatian Perkumpulan Hijau juga tertuju pada ekosistem gambut. Berdasarkan data yang dianalisis, terdapat 1.822 hotspot atau 26,8 persen dari total hotspot yang berada dalam Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG). Pada periode 1–29 Agustus 2026, beberapa KHG mencatat konsentrasi hotspot cukup tinggi. KHG Batang Tembei–Sungai Merak di Sarolangun mencatat 425 hotspot, KHG Sungai Batanghari–Sungai Air Hitam Laut di Muaro Jambi sebanyak 279 hotspot, KHG Batang Merangin–Batang Tembesi sebanyak 153 hotspot, serta KHG Sungai Batanghari–Sungai Kampeh sebanyak 150 hotspot. Menurut Feri, tingginya hotspot pada kawasan gambut perlu menjadi perhatian serius karena gambut memiliki fungsi ekologis penting, terutama dalam pengaturan tata air dan penyimpanan karbon. “Gambut mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting dalam mengatur tata air dan menyimpan karbon. Karena itu, kebakaran gambut tidak boleh diperlakukan sebagai kejadian biasa. Kerusakannya dapat bersifat panjang dan dampaknya tidak berhenti pada lokasi api, tetapi dapat menjalar melalui perubahan tata air, emisi, degradasi ekosistem, hingga persoalan kesehatan masyarakat akibat asap,” ujarnya. Perkumpulan Hijau: Penanganan Harus Bergeser ke Pencegahan Perkumpulan Hijau menilai tingginya hotspot pada Agustus 2026 menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengubah pendekatan penanganan karhutla.Dari total 6.806 hotspot yang tercatat sejak awal tahun hingga 29 Agustus, sebanyak 4.404 hotspot tercatat hanya dalam periode 1–29 Agustus. Feri menilai penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman ketika api telah muncul. Menurutnya, kebijakan harus diperkuat melalui pencegahan, perlindungan ekosistem, pengawasan perizinan, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan. “Kalau setiap tahun kita hanya menunggu api muncul, mengirim pasukan, melakukan pemadaman, lalu setelah api padam persoalan dianggap selesai, maka kita sebenarnya sedang mengulang siklus yang sama. Yang harus dipadamkan bukan hanya apinya, tetapi juga sumber kerentanan ekologis dan tata kelola yang memungkinkan kebakaran terus berulang,” katanya. Desak Pemerintah Evaluasi Tata Kelola Karhutla Atas kondisi tersebut, Perkumpulan Hijau mendesak Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten/kota memperkuat sistem pencegahan dan pengawasan karhutla. Perkumpulan Hijau meminta pemerintah menjadikan data hotspot sebagai instrumen peringatan dini yang segera diikuti verifikasi lapangan. Pemerintah juga didesak melakukan audit dan evaluasi terhadap wilayah berizin yang memiliki konsentrasi hotspot maupun luasan karhutla.Selain itu, perlindungan ekosistem gambut dinilai perlu diperkuat melalui pendekatan berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut dan pemulihan fungsi hidrologis. Pemerintah juga diminta memastikan pemegang izin menjalankan kewajiban pencegahan dan pengendalian karhutla secara nyata dan terukur, membuka data serta hasil investigasi kepada publik, memperkuat peran masyarakat, dan melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab berdasarkan proses investigasi dan pembuktian. “Jambi tidak kekurangan data. Yang kita pertanyakan adalah keberanian dan keseriusan negara menjadikan data sebagai dasar tindakan. 6.806 hotspot dan 2.335,98 hektare luas karhutla bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada ekosistem yang rusak, ada karbon yang terlepas, ada ruang hidup yang terancam, dan ada masyarakat yang harus menanggung dampaknya,” ujar Feri. Ia menegaskan, karhutla harus ditangani dari sumber persoalannya, bukan hanya ketika api sudah membesar. “Karhutla harus dihentikan dari hulunya. Negara harus hadir untuk memastikan ruang ekologis tidak terus dikorbankan atas nama kepentingan ekonomi…

Read More

Pangdam XX/TIB Apresiasi Soliditas Satgas Karhutla Jambi, Penanganan Diperkuat untuk Cegah Api Meluas

Tajam24Jam.Com JAMBI, 31 Agustus 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., memberikan apresiasi terhadap kerja keras dan soliditas seluruh unsur gabungan Satgas Karhutla yang terus berada di lapangan dalam upaya pemadaman, pendinginan, pencegahan, serta pengendalian titik api. Apresiasi tersebut disampaikan Pangdam XX/TIB dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Provinsi Jambi yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026). Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Pangdam XX/TIB hadir bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. Ketiganya menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah percepatan penanganan Karhutla, khususnya dalam memastikan respons di lapangan berlangsung cepat, terpadu dan terukur. Dalam Rakor tersebut, Pangdam menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan keterpaduan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. “Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan Satgas Karhutla yang telah bekerja keras di lapangan. Ini adalah kerja bersama. Jangan sampai ada ego sektoral, semua harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu mengendalikan Karhutla dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” tegas Pangdam. Pangdam juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap laporan titik api. Menurutnya, informasi dari lapangan harus segera diteruskan kepada unsur terkait sehingga pengerahan personel, peralatan dan dukungan operasi dapat dilakukan secara cepat. Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi bersama seluruh unsur Forkopimda akan terus memperkuat kolaborasi dalam penanganan Karhutla. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi kondisi Karhutla, termasuk di wilayah lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan berkelanjutan. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku unsur pimpinan Satgas juga terus mendorong kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam tanah, khususnya lahan gambut, benar-benar padam. Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan penanganan Karhutla Jambi yang saat ini mengedepankan operasi terpadu darat dan udara. Pemerintah juga masih melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan potensi awan hujan dipantau hingga awal September sebagai bagian dari dukungan penanganan Karhutla. Rakor turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi, Wakapolda Jambi, jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, serta unsur terkait lainnya. Melalui Rakor tersebut, seluruh unsur sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat respons terhadap titik api, meningkatkan patroli dan pencegahan, serta memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pesan utama yang ditegaskan dalam Rakor: Karhutla Jambi harus dikendalikan bersama. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat, kesehatan, lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu dan Gubernur Jambi Kembali Turun ke Lapangan, Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Mentaro

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, JAMBI, 1 September 2026 — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. kembali turun langsung meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Mentaro, wilayah perbatasan Puding–Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Selasa (1/9/2026). Peninjauan langsung tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dalam memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu dan tepat sasaran. Di lokasi, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Gubernur Jambi melihat secara langsung kondisi lahan terdampak kebakaran sekaligus memantau perkembangan penanganan yang dilakukan oleh personel Satgas Karhutla. Kehadiran pimpinan di lapangan juga untuk memastikan seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas dapat bergerak secara maksimal, terutama dalam upaya pemadaman, pendinginan, pencegahan meluasnya titik api serta deteksi dini terhadap potensi munculnya kembali api. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasiops Korem 042/Gapu, personel Manggala Agni, TNI-Polri serta unsur terkait lainnya yang bersama-sama melaksanakan penanganan karhutla di wilayah Pulau Mentaro dan sekitarnya. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Setiap perkembangan di lapangan harus segera direspons agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat. “Kita harus bergerak cepat dan bersama-sama. Setiap titik api harus segera ditangani, jangan sampai berkembang dan meluas. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan karhutla,” tegas Brigjen TNI Nyamin. Menurutnya, Satgas Karhutla terus mengedepankan langkah pencegahan, patroli, pemantauan, pemadaman dan pendinginan secara berkesinambungan. Personel di lapangan juga diminta tetap mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api, khususnya pada kawasan yang memiliki kondisi lahan kering dan rawan terbakar. Sementara itu, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris menekankan pentingnya keterpaduan seluruh unsur dalam menghadapi karhutla. Pemerintah Provinsi Jambi bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kabupaten serta unsur lainnya terus memperkuat koordinasi dan respons di wilayah rawan. Penanganan di Pulau Mentaro menjadi bagian dari langkah terpadu Satgas Karhutla Provinsi Jambi dalam menghadapi kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran. Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya juga menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan tanpa keraguan dalam bertindak. Kehadiran langsung Danrem 042/Gapu bersama Gubernur Jambi di lokasi menegaskan satu pesan: Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman api, tetapi tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan wilayah Jambi. Dengan kekuatan personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, Satgas Karhutla Jambi berkomitmen menjaga agar setiap titik api dapat segera dikendalikan serta mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas. Sinergi diperkuat, respons dipercepat, karhutla dikendalikan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/TIB Turun Langsung ke Londerang, Pastikan Karhutla Terkendali dan Lakukan Pendinginan

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 31 Oktober 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., turun langsung meninjau lokasi Karhutla sekaligus melakukan pendinginan di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.Senin (31/8/2026) Kehadiran Pangdam XX/TIB di lokasi menjadi bentuk keseriusan TNI AD bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam memastikan setiap titik api dapat segera dikendalikan serta mencegah munculnya kembali bara api yang berpotensi meluas. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam XX/TIB melihat langsung kondisi lahan yang terdampak Karhutla, memantau perkembangan penanganan di lapangan, serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara efektif sesuai kondisi medan. Tidak hanya melakukan pengecekan, Pangdam juga turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan pendinginan bersama personel gabungan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik-titik yang telah dipadamkan benar-benar aman dan tidak kembali menimbulkan api. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi seluruh unsur, terutama dalam menghadapi karakteristik lahan yang memiliki potensi menyimpan bara api. “Jangan sampai api yang sudah berhasil dipadamkan kembali menyala. Pendinginan harus dilakukan secara maksimal dan setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” tegas Pangdam. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XX/TIB didampingi Gubernur Jambi Dr. Al Haris, S.Sos., M.H., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. Turut hadir para Asisten Kodam XX/TIB, para Kasi Korem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Kalak BPBD, serta unsur pemerintah daerah dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Keterlibatan langsung seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Jambi dilakukan secara terpadu, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan unsur terkait lainnya. Pangdam menekankan bahwa upaya penanganan tidak boleh berhenti setelah api terlihat padam. Pemantauan, penyisiran dan pendinginan harus terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman, khususnya pada wilayah yang memiliki potensi bara api di dalam tanah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran. “Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bergerak bersama, cepat dan terukur. Target kita adalah api terkendali, tidak meluas, dan masyarakat terlindungi,” ujar Pangdam. Penanganan Karhutla di Londerang menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga Provinsi Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran pimpinan di tengah lokasi Karhutla sekaligus menjadi penguat semangat bagi seluruh personel yang bekerja di lapangan. TNI bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus bergerak cepat, bersinergi dan memastikan Karhutla di wilayah Jambi dapat dikendalikan secara maksimal. Penrem 042/Gapu Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/TIB Tinjau Posko Udara dan Darat, Pastikan Kesiapan Total Penanganan Karhutla Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 31 Agustus 2026 — Panglima Kodam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., meninjau langsung kesiapan Posko Udara dan Posko Darat Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur, personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme koordinasi berada dalam kondisi siap menghadapi ancaman Karhutla. Senin (31/8/ 2026) Pangdam XX/TIB didampingi Gubernur Jambi Bpk. Dr. H. Al Haris, S.SOS.,M.H. dan Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P. M.M melaksanakan pengecekan Posko Udara yang berada di Kecamatan Jambi Selatan, Kelurahan Pal Merah, Kota Jambi, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Posko Darat di Makorem 042/Gapu. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla di Provinsi Jambi. Posko Udara memiliki peran strategis dalam mendukung pemantauan titik panas, pemantauan kondisi lapangan dari udara, ground checking, hingga dukungan pemadaman melalui operasi udara, termasuk water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Sementara itu, Posko Darat di Makorem 042/Gapu menjadi pusat koordinasi dan pengendalian operasi penanganan Karhutla, dengan mengintegrasikan laporan dari lapangan, perkembangan titik api, pergerakan personel, dukungan peralatan, serta kebutuhan operasi di sejumlah wilayah rawan. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam XX/TIB memastikan seluruh unsur terkait memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu bergerak cepat ketika ditemukan titik api. “Kesiapan posko harus benar-benar nyata. Setiap informasi titik api harus segera ditindaklanjuti dengan cepat, tepat dan terkoordinasi. Jangan memberikan ruang bagi api untuk berkembang dan meluas,” tegas Pangdam XX/TIB. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait menjadi kunci dalam mempercepat penanganan di lapangan. Pangdam juga menekankan pentingnya keterpaduan antara operasi darat dan udara. Dukungan udara harus mampu memperkuat operasi pasukan di lapangan, sementara posko darat harus memastikan setiap informasi dan perkembangan situasi dapat diterima serta ditindaklanjuti secara cepat. “Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Semua unsur harus satu komando, satu informasi dan satu tujuan, yaitu mencegah Karhutla meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir di antaranya Para Asisten Kodam XX/TIB, Kasrem 042/Gapu, Para Kasi Korem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Kalak BPBD, serta unsur pemerintah dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons, serta memastikan penanganan Karhutla di Provinsi Jambi berjalan secara terpadu, efektif dan berkelanjutan. Sinergi diperkuat, respons dipercepat, Karhutla Jambi harus dikendalikan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi Bagikan 1.000 Masker Gratis di Tengah Kabut Asap Karhutla

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 30 Agustus 2026 — Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan sebanyak 1.000 masker secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Simpang 3 Tempino, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (30/8/2026). Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemuda Pancasila terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang mulai menebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan anggota Pemuda Pancasila turun langsung membagikan masker kepada masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan Simpang 3 Tempino. Pembagian masker ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak paparan asap dan menjaga kesehatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang harus beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat yang menerima masker menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengapresiasi kepedulian MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi yang turun langsung membantu masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian organisasi kemasyarakatan dalam mendukung upaya perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap akibat karhutla. MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi, serta mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pembagian 1.000 masker tersebut menjadi salah satu langkah nyata Pemuda Pancasila Muaro Jambi dalam menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya di wilayah Simpang 3 Tempino yang turut terdampak kondisi kabut asap. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Intensifkan Patroli Udara dan Water Bombing Tangani Karhutla

Tajam24Jam.Com JAMBI, 28 Agustus 2026 – Polda Jambi melalui Subsatgas Udara Satgas Karhutla Provinsi Jambi terus mengintensifkan patroli udara dan pemadaman water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jumat (28/8/2026). Patroli udara menggunakan Helikopter Bell 505 PK-ELS menyisir sejumlah wilayah rawan karhutla dan menemukan empat titik fire spot di Sungai Gelam dan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, serta Muara Sabak Barat dan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan tim darat dan pemadaman menggunakan helikopter water bombing TNI AU dan BNPB. Secara keseluruhan, empat helikopter melaksanakan 177 kali water bombing dengan total sekitar 576.000 liter air. Selain pemadaman, Polda Jambi juga mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat PK-ALA di wilayah Sarolangun dan Merangin. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan. “Polda Jambi bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan patroli udara, deteksi dini, water bombing dan operasi modifikasi cuaca.” ujar Kabid Humas Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan potensi karhutla. Penulis Tim

Read More