Peduli Dampak Kabut Asap Karhutla, Satbrimob Polda Jambi Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 9 Oktober 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Jambi melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Sosial Anak Al Mahri, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” tersebut, personel Satbrimob Polda Jambi menyalurkan bantuan berupa sembako, masker, vitamin, serta pemberian oksigen murni sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan anak-anak panti asuhan yang termasuk kelompok rentan terhadap dampak kabut asap. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus hadir, membantu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang berpotensi terdampak kabut asap karhutla. “Bapak Kapolda Jambi menekankan agar seluruh jajaran Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, mengedepankan kepedulian, dan memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung kesehatan anak-anak di panti asuhan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla,” ungkapnya. Kabid Humas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, serta bersama-sama mendukung upaya pencegahan karhutla di Provinsi Jambi. Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan perlindungan khusus. “Melalui kegiatan Polisi Bersama Masyarakat ini, kami berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh dalam menghadapi dampak karhutla,”tutup Kabid Humas Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Tahura Sungai Aur dan Lahan Desa Sumber Jaya Muaro Jambi

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 9 Oktober 2026 – Personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, BNPB, Manggala Agni, pihak perusahaan, dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (9/10/2026). Penanganan dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, serta lahan di RT 07 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Di kawasan Tahura Desa Sungai Aur, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan Kapolsek Kumpeh Ilir AKP Sunardi, S.H., Danramil 0415-01 Suak Kandis Mayor Inf Yulga Mahendra, personel Polsek Kumpeh Ilir, Bhabinkamtibmas Desa Sungai Aur Aipda Mawardi, pemerintah desa, serta personel gabungan dari Satgas Karhutla Polda Jambi, Polres Muaro Jambi, TNI, BNPB, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, RPK PT JBP, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Luas lahan yang terbakar di kawasan Tahura tersebut masih dalam proses pendataan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman pada area yang ditumbuhi semak belukar dan memiliki karakteristik lahan gambut. Untuk mendukung upaya penanganan, petugas mengerahkan empat unit mesin pompa air merek Shibahura, dua unit mesin pompa air merek Honda, dua unit mesin pompa air merek Robin, serta dua unit alat berat excavator. Sementara itu, di RT 07 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, kebakaran lahan dengan luas sekitar 0,5 hektare berhasil dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, RPK PT SNP, dan masyarakat. Informasi kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.00 WIB. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pemadaman pada pukul 11.30 WIB. Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB, petugas melanjutkan proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api, sebelum seluruh kegiatan dinyatakan selesai pada pukul 17.30 WIB. Dalam penanganan di Desa Sumber Jaya, petugas mengerahkan dua unit mesin air merek Waterax, tiga unit mesin air merek Robin, dua pompa portabel, serta empat selang dengan panjang masing-masing 30 meter. Upaya pemadaman dilakukan di lahan berstatus areal penggunaan lain (APL), dengan jenis kebakaran berupa kebakaran permukaan yang melibatkan semak belukar, serasah, dan vegetasi lainnya. Meski api telah berhasil dipadamkan di Desa Sumber Jaya, petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain akses jalan menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan sumber air. Kebakaran tersebut juga dilaporkan berdampak pada kualitas udara dan berkurangnya jarak pandang. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat, kesiapsiagaan personel, serta sinergi seluruh unsur terkait agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. “Personel gabungan terus bekerja di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan, termasuk di kawasan lahan gambut yang membutuhkan penanganan ekstra. Kami mengapresiasi keterlibatan TNI, BPBD, BNPB, pihak perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat yang bersama-sama berupaya mengendalikan kebakaran,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan kondisi lahan benar-benar aman melalui proses pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, khususnya pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi melindungi lingkungan, menjaga kualitas udara, dan mencegah dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. Polda Jambi bersama jajaran dan seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus mengoptimalkan pemantauan, pencegahan, serta penanganan karhutla di wilayah Provinsi Jambi guna menjaga keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Penulis Tim

Read More

Situasi Karhutla Jambi, 144 Hotspot Terdeteksi dan 4.267,51 Hektare Lahan Terbakar

Tajam24Jam.Com JAMBI, 6 Oktober 2026 – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dilakukan secara terpadu oleh unsur TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, BMKG serta instansi terkait. Berdasarkan data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi per Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, tercatat sebanyak 144 hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Jambi. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 199 hotspot. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, jumlah hotspot mencapai 12.106 titik berdasarkan data Aqua/Terra dan Suomi NPP. Dari sisi luasan, total lahan yang terbakar sejak 1 Januari hingga 6 Oktober 2026 tercatat mencapai 4.267,51 hektare. Beberapa wilayah dengan luasan terbakar terbesar antara lain Kabupaten Batanghari 1.306,81 hektare, Tanjung Jabung Barat 666,45 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 608,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, jajaran Polda Jambi bersama seluruh stakeholder terus melakukan langkah pencegahan, pemantauan dan penanganan karhutla, khususnya terhadap titik-titik yang terindikasi mengalami peningkatan aktivitas kebakaran. “Polda Jambi bersama seluruh stakeholder terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Setiap informasi hotspot menjadi perhatian untuk segera dilakukan pengecekan di lapangan, sehingga potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas,” uja Kombes Pol. Erlan. Kabid Humas menambahkan, upaya penanganan tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga patroli, pemantauan titik hotspot, sosialisasi kepada masyarakat serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara ilegal. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca dan kualitas udara di sejumlah wilayah masih perlu menjadi perhatian bersama. Apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya. Penegakan Hukum Terus BerjalanSelain upaya pencegahan dan pemadaman, Polda Jambi juga terus melakukan penegakan hukum terhadap kasus karhutla. Berdasarkan data per 6 Oktober 2026, tercatat 90 kasus dalam proses penanganan hukum, terdiri dari 71 kasus tahap penyelidikan dan 19 kasus tahap penyidikan, dengan 18 orang tersangka. Kabid Humas menegaskan, penegakan hukum merupakan bagian penting dalam upaya memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan secara berulang. “Kami tidak hanya mengedepankan upaya pemadaman, tetapi juga melakukan penegakan hukum secara profesional terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga lingkungan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian. Data ISPU menunjukkan Kota Jambi berada pada angka 355 (berbahaya), Kabupaten Muaro Jambi 617 (berbahaya), Kabupaten Tebo 336 (berbahaya), dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur 205 (sangat tidak sehat). “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pencegahan karhutla bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jambi harus tetap mantap, aman, sehat dan bebas asap,” pungkas Kabid Humas. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Hotspot di Desa Pelayangan Batanghari, Luas Lahan Terbakar ±0,8 Hektare

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 5 Oktober 2026 – Tim gabungan dari Polri, TNI dan Manggala Agni melakukan pengecekan sekaligus penanganan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Senin (5/10/2026). Pengecekan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB setelah personel piket Polsek Muara Tembesi menerima informasi dari Manggala Agni Daops X Muara Bulian terkait adanya titik panas di wilayah tersebut. Setibanya di lokasi, tim menemukan lahan dengan luas keseluruhan sekitar 4 hektare, dengan area yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,8 hektare. Kebakaran diperkirakan terjadi sejak Minggu (4/10/2026). Dalam penanganan tersebut, sebanyak tiga personel Polri, satu personel TNI dan dua personel Manggala Agni dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dipadamkan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, langkah cepat dilakukan setelah informasi hotspot diterima untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas. “Begitu menerima informasi adanya titik panas, personel bersama TNI dan Manggala Agni langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Tim kemudian melakukan upaya pemadaman dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Kombes Pol. Erlan menegaskan, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemilik lahan serta penyebab terjadinya kebakaran. “Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pemilik kebun atau lahan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali titik api. Penanganan karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga memastikan penyebabnya dapat diketahui,” jelasnya. Lebih lanjut Kombes Pol. Erlan Munaji mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi memicu kebakaran meluas. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat, “tutupnya. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Sungai Pulai Batanghari, Setengah Hektare Lahan Terbakar

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 6 Oktober 2026 – Tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di RT 09 Bedeng Tengah, Desa Sungai Pulai, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kebakaran tersebut terjadi pada lahan milik warga bernama Edi. Dari total luas lahan sekitar 4 hektare, diperkirakan lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 0,5 hektare. Informasi kebakaran diterima piket Polsek Muara Tembesi dari Manggala Agni Daops X Muara Bulian. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Muara Tembesi bersama tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan titik api sekaligus upaya pemadaman. Pemadaman melibatkan 2 personel Polri, 2 personel TNI, 10 personel Manggala Agni, 10 personel BPBD Kabupaten Batanghari, 7 personel Damkar, serta 2 personel Satpol PP. Dalam proses pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya mobil tangki Manggala Agni, mobil Damkar, tangki BPBD, mobil PAM Satpol PP, kendaraan operasional Manggala Agni, sepeda motor TNI serta kendaraan Bhabinkamtibmas. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi saat ini sudah aman. “Alhamdulillah, berkat respons cepat dan kerja sama tim gabungan, titik api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menegaskan, Polda Jambi bersama jajaran dan seluruh stakeholder terkait terus meningkatkan langkah pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi karhutla. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan adanya titik api atau mengetahui terjadinya kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” tegasnya. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materi yang dilaporkan. Tim gabungan juga terus melakukan pendinginan dan monitoring di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Cek Jalur Karhutla di Tahura Orang Kayo Hitam, Tekankan Percepatan Penanganan

Tajam24Jam.Com Jambi, 5 Oktober 2026 – Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin bersama Gubernur Jambi, Kalaksa BPBD Provinsi Jambi dan Kasiops Kasrem 042/Gapu melaksanakan pengecekan jalur serta lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, Provinsi Jambi, Senin (5/10/2026). Pengecekan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan akses menuju titik-titik kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla dapat dilaksanakan secara cepat dan terpadu. Dalam pengecekan tersebut, Danrem 042/Gapu menekankan agar alat berat segera dimasukkan ke lokasi titik kebakaran guna membuka akses dan mendukung percepatan proses pemadaman, khususnya pada wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, Danrem juga menekankan pentingnya pelaksanaan water bombing sebagai langkah penanganan dari udara terhadap titik api yang sulit dijangkau oleh personel maupun kendaraan pemadam. “Kita harus bergerak cepat. Alat berat segera diarahkan ke titik kebakaran untuk membuka akses, dan apabila diperlukan segera dilaksanakan water bombing. Sinergi seluruh unsur harus diperkuat agar api tidak meluas,” tegas Danrem. Danrem 042/Gapu menegaskan bahwa TNI siap mendukung pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dalam upaya penanggulangan karhutla di Provinsi Jambi. “Yang paling utama adalah bagaimana api segera dipadamkan dan tidak meluas. Kita laksanakan secara terpadu, cepat dan terukur,” pungkasnya.(penrem 042/gapu). Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Hotspot di Desa Pelayangan Batanghari, Luas Lahan Terbakar ±0,8 Hektare

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, 5 Oktober 2026 – Tim gabungan dari Polri, TNI dan Manggala Agni melakukan pengecekan sekaligus penanganan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Senin (5/10/2026). Pengecekan dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB setelah personel piket Polsek Muara Tembesi menerima informasi dari Manggala Agni Daops X Muara Bulian terkait adanya titik panas di wilayah tersebut. Setibanya di lokasi, tim menemukan lahan dengan luas keseluruhan sekitar 4 hektare, dengan area yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,8 hektare. Kebakaran diperkirakan terjadi sejak Minggu (4/10/2026). Dalam penanganan tersebut, sebanyak tiga personel Polri, satu personel TNI dan dua personel Manggala Agni dikerahkan ke lokasi. Tim gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dipadamkan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, langkah cepat dilakukan setelah informasi hotspot diterima untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencegah api meluas. “Begitu menerima informasi adanya titik panas, personel bersama TNI dan Manggala Agni langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Tim kemudian melakukan upaya pemadaman dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Kombes Pol. Erlan menegaskan, kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemilik lahan serta penyebab terjadinya kebakaran. “Kami juga melakukan penyelidikan terhadap pemilik kebun atau lahan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali titik api. Penanganan karhutla tidak hanya sebatas pemadaman, tetapi juga memastikan penyebabnya dapat diketahui,” jelasnya. Lebih lanjut Kombes Pol. Erlan Munaji mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang berpotensi memicu kebakaran meluas. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kumpeh Ulu, 10 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 2 Oktober 2026 – Tim gabungan TNI-Polri, BPBD, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT FPIL dan masyarakat melakukan pemadaman kebakaran lahan di RT 06 Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (2/10/2026). Kebakaran diketahui sekitar pukul 08.00 WIB setelah adanya informasi dari masyarakat terkait munculnya titik api baru di wilayah tersebut. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 08.30 WIB.Lahan yang terbakar diperkirakan seluas ±10 hektare dan seluruh area yang terbakar berhasil dilakukan pemadaman. Jenis kebakaran meliputi kebakaran bawah pada lahan gambut serta kebakaran permukaan yang membakar semak belukar, serasah dan pancang. Dalam proses pemadaman, sebanyak 60 personel dilibatkan, terdiri dari 10 personel Polri, 10 personel TNI, 20 orang RPK PT FPIL dan 20 orang masyarakat. Tim menggunakan sejumlah sarana pemadaman, di antaranya dua unit mesin air Waterax, tiga unit mesin air Robin, dua pompa portabel serta empat selang dengan panjang masing-masing 30 meter. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan kecepatan dalam pemadaman dan pencegahan agar api tidak meluas. “Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang turun langsung melakukan pemadaman, mulai dari TNI-Polri, RPK perusahaan hingga masyarakat. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama dan respons cepat agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan pemadaman tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan menuju lokasi yang sulit serta keterbatasan sumber air. Pemadaman dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB karena bahan bakar mesin pompa air habis dan akan dilanjutkan dengan kegiatan pendinginan pada hari berikutnya. “Status api saat laporan dibuat sudah padam. Namun, pendinginan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang kembali menyala, khususnya pada lahan gambut,” jelasnya. Selain melakukan pemadaman, personel juga melaksanakan pengecekan lokasi, olah TKP, pemasangan garis polisi, pengamanan barang bukti serta pendataan saksi. Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kebakaran tersebut sempat berdampak terhadap kualitas udara dan mengurangi jarak pandang di sekitar lokasi. Polda Jambi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. “Yang tidak kalah penting adalah pencegahan. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api sehingga dapat ditangani sedini mungkin,” pungkas Kabid Humas. Penulis Tim

Read More

Yayasan CAPPA Gelar Talkshow “Malapetaka Jerebu”: Melenyapnya Hak Anak Masyarakat Adat

Tajam24Jam.Com JAMBI, 30 September 2026 – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kepungan kabut asap tebal yang akrab disebut warga lokal sebagai “jerebu” yang kembali melumpuhkan provinsi Jambi tidak sekedar menjadi bencana tahunan, melainkan ancaman eksistensi bagi masyarakat adat. Data WALHI Jambi mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 23 September 2026, seluas 32.003 hektar lahan terlah terbakar, dengan Kabupaten Sarolangun wilayah terdampak terparah mencapai 8.374,28 hektar. Di balik angka-angka statistik tersebut, terdapat kerentanan sistemik yang dialami komunitas Masyarakat Adat Suku Anak Dalam (SAD) Batin 9 – Batin Telisak khususnya anak-anak dan perempuan. Merespon krisis yang terus berulang ini, Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi bersinergi dengan Beranda Perempuan, Mongabay Indonesia, Ficus Nation, MAPALA GITASADA, MAPALA OASE dan Boemi Melayu menggelar talkshow online bertajuk “Malapetaka Jerebu”, Melenyapnya Hak Anak Masyarakat Adat pada Selasa (29/9/2026. Diskusi interaktif yang dipandu jurnalis Mongabay, Elviza Diana, ini membongkar fakta lapangan mengenai dampak langsung krisis ekologi terhadal kelangsungan hidup anak-anak masyarakat adat. Direktur Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi, Utari Octika Rani, memaparkan bahwa anak-anak di wilayah tapak, khususnya di Dusun III Trans SAD Sepintun, Kabupaten Sarolangun, menanggung kerentanan berlapis. Mereka berada dalam himpitan kepungan konsesi perusahaan, isolasi geografis dan minimnya mitigasi bencana. Merujuk pada kerangkaRencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Generasi Kelima. Utari menjelaskan bahwa porsi kerentanan anak masyarakat adat dipuncak piramida krisis: Anak-anak dan perempuan di komunitas adat adalah kelompok yang paling rapuh saat krisis lingkungan melanda. Saat jerebu pekat menghampiri, anak-anak mengalami ISPA dan mata perih tanpa perlindungan memadai. Fasilitas kesehatan jauh, dan penanganan darurat sangat minim. Ruang gerak mereka terbatas, sekolah terganggu, bahkan untuk hal mendasar seperti masker, anak-anak terpaksa memakai masker ukuran dewasa yang keliru cara pakainya karena tidak ada edukasi,” tegas Utari Octika Rani. Senada dengan hal tersebut, Direktur Beranda Perempuan, Zubaidah, , mengkritik keras respons darurat pemerintah yang dinilai tidak berbasis realitas lapangan dan diskriminatif bagi masyarakat adat. Kebijakan meliburkan sekolah dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ/daring) saat kabut asap adalah contoh nyata kebijakan yang ‘kota-sentris’. Di pemukiman SAD Batin 9 seperti Sepintun, jangankan sinyal internet yang stabil, memiliki gawai (handphone) saja adalah hal yang mustahil bagi mayoritas warga. Kebijakan ini alih-alih menyelesaikan masalah, justru memutus hak pendidikan anak dan membebani ekonomi rumah tangga adat,” ujar Zubaidah. Dampak karhutla dan jerebu yang berbarengan dengan kemarau panjang turut menghancurkan ruang hidup serta “swalayan alami” milik SAD Batin 9. Hutan, pohon sialang, rimba tempatan, dan ladang umbi-umbian yang selama ini menjadi benteng nutrisi harian mengalami kerusakan parah hingga gagal panen. Kondisi ini memaksa anak-anak masyarakat adat beralih mengonsumsi makanan instan olahan pabrik. Perubahan pola konsumsi mendadak ini tidak hanya mengancam kesehatan dan nutrisi anak, tetapi juga mencemari wilayah adat mereka dengan limbah sampah plastik. Di sisi lain, perempuan adat memikul beban ganda (care work) yang drastis merawat anggota keluarga yang sakit akibat jerebu sembari berjuang mencari sumber air bersih yang kian langka di tengah musim kering. Kendati berada di bawah tekanan krisis ekologis yang berat, perempuan dan anak-anak SAD Batin 9 terus menunjukkan ketangguhan melalui inisiatif lokal, seperti pengembangan kebun pangan sekolah, pembuatan pupuk organik, serta upaya pelestarian pengetahuan tradisional. Melalui Siaran Pers ini, Koalisi Masyarakat Sipil mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera menghadirkan mitigasi bencana ekologis yang inklusif, ramah anak, dan berbasis pada kearifan serta kebutuhan riil Masyarakat Adat di tingkat tapak. Tentang Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi: Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi adalah organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen memperjuangkan keadilan ekologis, perlindungan hak-hak masyarakat adat, serta pemenuhan hak anak dan perempuan di wilayah tapak. Kontak Media: Utari Octika Rani (Direktur Yayasan CAPPA Keadilan Ekologi) : 0851-7973-2535Tautan Rekaman Talkshow: MALAPETAKA JEREBU – MELENYAPNYA HAK ANAK MASYARAKAT ADAT (YouTube) Penulis Tim

Read More

Polres Tanjab Timur Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di HLG Londerang dengan X-Fire 03

Tajam24Jam.Com JAMBI, 30 September 2026 – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polda Jambi bersama seluruh unsur terkait. Personel Polres Tanjung Jabung Timur bersama tim gabungan turun langsung ke kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang untuk melakukan penanganan terhadap lahan yang terdampak kebakaran. Dalam upaya mempercepat pemadaman dan mencegah api kembali meluas, petugas melakukan penyemprotan bahan X-Fire 03 pada area yang terbakar pada Rabu, (30/09/2026) Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengendalikan titik api sekaligus mendinginkan lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara api di bawah permukaan. Proses penanganan berlangsung di tengah kondisi medan yang cukup berat. Kepulan asap, suhu panas, serta vegetasi kering menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran dan penanganan secara langsung untuk memastikan area yang terbakar dapat dikendalikan. Sinergi antara TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait lainnya terus diperkuat dalam setiap upaya penanggulangan Karhutla. Selain pemadaman, pendinginan lahan juga menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi penyebaran kebakaran ke area lainnya. Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara cepat dan terpadu, khususnya pada kawasan gambut yang memiliki karakteristik penanganan tersendiri. “Kami terus mengerahkan personel bersama seluruh unsur terkait untuk melakukan pemadaman, pendinginan dan pengendalian titik api. Penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi juga memastikan area yang telah terbakar benar-benar aman sehingga tidak kembali muncul titik api dan meluas ke wilayah lainnya,” ujar Kabid Humas. Ia menambahkan, sinergi dan kecepatan dalam penanganan menjadi kunci menghadapi Karhutla, terlebih pada kondisi lahan gambut yang mudah menyimpan bara dan berpotensi kembali terbakar apabila tidak ditangani secara menyeluruh. “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan sampai kelalaian menimbulkan kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kawasan gambut dan mencegah Karhutla,” tegasnya. Polda Jambi bersama jajaran akan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap potensi Karhutla di wilayah Provinsi Jambi, sekaligus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penulis Tim

Read More