Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H, Wakapolda Jambi: Jadikan Isra’ Mi’raj sebagai momentum pembinaan spiritual bagi seluruh personel Polri

Tajam24Jam.Com Jambi, 22 Januari 2026 – Polda Jambi menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah / 2026 M di Masjid Al-Ikhlas Polda Jambi, Kamis (22/1/2026). Peringatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jambi, penceramah Ustadz Antoni Ramli, M.Pdi, serta diikuti sekitar 250 personel Polda Jambi. Kegiatan berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Memperteguh Keimanan dan Ketaqwaan Personel Polri untuk Masyarakat dalam Aksi Kemanusiaan dan Kepedulian Sosial.” Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan Umul Qur’an, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Wakapolda Jambi, tausiyah agama, doa bersama, hingga penutup. Dalam sambutannya, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengajak seluruh personel untuk mengambil hikmah dari peringatan Isra’ Mi’raj. “Sesungguhnya sudah menjadi ketetapan Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang terpilih yang dapat hadir dan mengikuti kegiatan Isra’ dan Mi’raj di Masjid Al-Ikhlas Polda Jambi,” ujar Brigjen Pol. M. Mustaqim. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum pembinaan spiritual bagi seluruh personel Polri. “Semoga kita semua yang hadir pada pagi hari ini dapat mengambil hikmah dari tausiyah yang disampaikan, serta menjadikannya sebagai pembelajaran bagi diri pribadi dan sumber kebaikan bagi rekan-rekan kerja yang belum sempat hadir,” tambahnya. Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Antoni Ramli, menjelaskan makna dan latar belakang terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada masa Aamul Huzn atau tahun kesedihan. “Isra’ adalah perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa, sedangkan Mi’raj adalah peristiwa naiknya Nabi ke Sidratul Muntaha, di mana perintah shalat lima waktu diterima langsung dari Allah SWT,” jelasnya. Ustadz Antoni juga menegaskan bahwa shalat merupakan tiang agama dan memiliki peran penting dalam membentuk akhlak serta moral seorang muslim. “Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dengan memperingati Isra’ dan Mi’raj ini, semoga keimanan dan ketaqwaan kita semakin meningkat serta menjadi motivasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” tuturnya Penulis Tim

Read More

Kapolsek Jambi Timur Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi Bersama Tokoh Agama, Adat, dan Ketua RT Kelurahan Tanjung Pinang

Tajam24Jam.Com JAMBI, 22 Januari 2026 — Kapolsek Jambi Timur AKP Marwiyansyah, SH, MH menghadiri kegiatan silaturahmi dan tatap muka bersama tokoh agama, tokoh adat, staf kelurahan serta seluruh Ketua RT se-Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, yang digelar di Aula Kelurahan Tanjung Pinang, Jalan Amangkurat RT 12 No.01 Sebagai upaya mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat. Kamis (22/1/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Jambi Timur AKP Suhartono, Kanit Intelkam Iptu Febriyansyah, Kanit Binmas Iptu Herry Saputra, Lurah Tanjung Pinang Rustam, SH, MH, Babinkamtibmas Aiptu Dani Siregar, Babinsa Sertu Riyatno, Ketua MUI Kelurahan Tanjung Pinang Buchori, Ketua Forum RT Erpani, Ketua MUI Kecamatan Jambi Timur Albert Hasibuan, Ketua Karang Taruna Otoberiana, personel Intelkam Polsek Jambi Timur serta sekitar 25 orang tamu undangan. Dalam sambutannya, Lurah Tanjung Pinang Rustam, SH, MH menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolsek Jambi Timur beserta jajaran. Ia berharap melalui kegiatan tatap muka ini terjalin koordinasi dan dukungan moril demi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kelurahan Tanjung Pinang. Sementara itu, Kapolsek Jambi Timur AKP Marwiyansyah, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum perkenalan dirinya sebagai Kapolsek yang baru sekaligus sarana menjalin komunikasi dua arah dengan masyarakat. “Melalui silaturahmi ini, saya berharap terbangun kerja sama dan komunikasi yang baik, Apabila ada kejadian atau informasi di lingkungan RT masing-masing, kami siap menerima dan menindaklanjuti,” ujar AKP Marwiyansyah. Kapolsek juga mengajak para tokoh dan Ketua RT untuk bersama-sama mengawasi serta membimbing generasi muda agar terhindar dari berbagai aktivitas negatif seperti geng motor, tawuran, narkoba, terorisme, dan paham intoleransi. “Peran orang tua dan lingkungan sangat penting dalam mengarahkan anak-anak agar tetap berada pada kegiatan yang positif, terlebih di era teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini,” tambahnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana para peserta menyampaikan masukan, saran, dan aspirasi terkait situasi kamtibmas di wilayahnya masing-masing. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen menjaga keamanan lingkungan. Penulis Tim

Read More

Puncak Hari Jadi ke-144 Desa Rantau Limau Manis Berlangsung Khidmat

Tajam24Jam.Com MERANGIN, 21 Januari 2026 — Puncak peringatan Hari Jadi ke-144 Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, berlangsung sukses dan khidmat dengan menggelar upacara pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di Pasar Desa Rantau Limau Manis. Upacara peringatan ini dihadiri oleh Bupati Merangin yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Merangin, Deddi Candra. Turut hadir Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Merangin Defi Martika, Ketua dan Sekretaris LAM Merangin, Kapolsek Tabir, Camat Tabir Ilir beserta istri dan staf, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh adat, tokoh masyarakat, para kepala desa se-Kecamatan Tabir Ilir dan desa tetangga, serta tamu undangan lainnya. Kepala Desa Rantau Limau Manis, Aswani, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan puncak peringatan hari jadi desa tersebut.“Alhamdulillah, puncak acara Hari Jadi Desa Rantau Limau Manis ke-144 dengan menggelar upacara berjalan lancar dan khidmat hingga selesai,” ujar Aswani kepada media ini, Rabu malam (21/1/2026), melalui sambungan telepon. Pada kesempatan itu, Aswani juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Merangin, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, anggota DPRD Dapil Tabir, Kepala Dinas PMD beserta jajaran, Camat Tabir Ilir dan staf, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna, ibu-ibu PKK, para kepala desa tetangga, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan hari jadi desa dari awal hingga akhir. “Mudah-mudahan di usia ke-144 ini, yang tentu bukan usia muda lagi, dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat desa dan masyarakat untuk terus bersatu padu, bergotong royong, serta berpartisipasi aktif dalam memajukan desa di segala lini agar berkembang dan sejajar dengan desa-desa lain di Indonesia,” harapnya. Peringatan Hari Jadi ke-144 Desa Rantau Limau Manis juga mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Ucapan selamat disampaikan melalui video pendek, papan bunga, spanduk, banner, dan berbagai media lainnya. Ucapan tersebut datang tidak hanya dari pejabat daerah dan masyarakat, tetapi juga dari sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh nasional. Di antaranya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin. Selain itu, ucapan juga disampaikan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri La Ode Ahmad P. Bolombo, Staf Ahli Menteri Desa PDT Bidang Hubungan Antar Lembaga Sugito, Kasatgas Korsupgah KPK Wilayah I Uding Juharudin, serta Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. “Terima kasih yang tidak terhingga atas seluruh ucapan selamat dari berbagai pihak, baik melalui video maupun bentuk lainnya. Semoga hal ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi kami untuk membangun Desa Rantau Limau Manis menjadi lebih baik lagi,” pungkas Aswani. Penulis Tim

Read More

Polres Muaro Jambi Selesaikan Kasus Kekerasan Siswa Melalui Keadilan Restoratif

Tajam24Jam.Com Muaro Jambi, 21 Januari 2026 – Polres Muaro Jambi melaksanakan kegiatan mediasi dalam rangka penerapan Restoratif Justice terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap seorang siswa yang melibatkan guru honorer SD Negeri 21 Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, pada Rabu (21/1/2026) Kegiatan mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi Karya Braham Hutagoal, serta dihadiri unsur Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, PGRI, DPRD Kabupaten Muaro Jambi, penasihat hukum, pihak terlapor, dan orang tua korban. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan penyelesaian perkara yang berkeadilan dan mengedepankan pemulihan hubungan sosial. “Adapun kesepakatan yang dilakukan kedua belah pihak atas keinginan bersama tanpa tekanan siapa pun bertekad baik dan mengadakan kesepakatan Perdamaian untuk berdamai,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Adapun isi dari kesepakatan tersebut Pihak Pertama meminta maaf kepada pihak Kedua terkait perbuatan yang telah dilakukan oleh pihak Pertama pada anak kandung pihak Kedua yang berinisial RA. Pihak Kedua menerima niat baik pihak pertama untuk menyelesaikan masalah tersebut secara damai atau kekeluargaan. Kedua belah Pihak sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan tidak dilanjutkan ke Tahap Penuntutan. Apabila kami kedua belah Pihak mengingkari point A sampai dengan C, kami kedua belah pihak bersedia untuk dituntut dengan Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia Mediasi ditutup dengan penandatanganan surat kesepakatan damai oleh kedua belah pihak, yang menyepakati penyelesaian perkara secara kekeluargaan dan tidak melanjutkan ke tahap penuntutan. Penulis Tim

Read More

Ruang Hidup Terjepit, Orang Rimba Jadi Korban Konflik

Tajam24Jam.Com Jambi, 21 Januari 2026 – Perkumpulan Hijau Jambi menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin terdesaknya ruang hidup Orang Rimba di Provinsi Jambi, yang kini tidak hanya berdampak pada hilangnya sumber penghidupan, tetapi juga memicu konflik sosial dan persoalan hukum yang menyeret masyarakat adat ke dalam situasi yang semakin rentan. Kondisi ini mengemuka setelah munculnya dugaan kasus penculikan di Simpang Mentawak, Kabupaten Merangin, yang melibatkan Orang Rimba dan berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan. Perkumpulan Hijau Jambi menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dipandang secara sederhana dengan hanya menempatkan Orang Rimba sebagai pihak yang bertanggung jawab. Direktur Perkumpulan Hijau Jambi, Feri Irawan, menyampaikan bahwa terdapat dugaan kuat adanya pengaruh dan keterlibatan pihak luar yang memanfaatkan keterdesakan kondisi sosial dan ekonomi Orang Rimba untuk mendorong terjadinya tindakan kejahatan dan perbuatan melawan hukum. “Kami melihat indikasi bahwa Orang Rimba di Simpang Mentawak berada dalam pengaruh pihak luar. Karena itu, kami mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga pihak-pihak luar yang diduga mempengaruhi atau mendalangi terjadinya tindak pidana tersebut,” ujar Feri Irawan. Dalam konteks ini, Perkumpulan Hijau Jambi juga menyoroti ancaman dan intimidasi terhadap Mijak Tampung, Orang Rimba sekaligus pengacara masyarakat adat, yang muncul setelah ia menyampaikan persoalan dugaan penculikan tersebut di wawancara media. Perkumpulan Hijau Jambi memandang ancaman ini sebagai situasi serius yang membutuhkan perlindungan segera dari Polda Jambi dan Aparat Penegak Hukum, agar upaya penegakan hukum berjalan tanpa tekanan dan rasa takut. Perkumpulan Hijau Jambi menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan. Aparat diminta tidak berhenti pada penindakan terhadap masyarakat adat, tetapi juga berani menelusuri aktor intelektual dan jaringan di balik konflik, termasuk pihak-pihak luar yang mengambil keuntungan dari keterpurukan Orang Rimba. Lebih lanjut, Feri Irawan mengingatkan bahwa Orang Rimba tersebar di wilayah adat yang berbeda-beda, antara lain di Bukit Duabelas, Bukit Tigapuluh, dan Kabupaten Merangin, dengan struktur sosial dan kepemimpinan yang tidak sama. Oleh karena itu, konflik di satu wilayah tidak boleh digeneralisasi hingga menciptakan stigma terhadap seluruh Orang Rimba di Provinsi Jambi. “Stigmatisasi terhadap Orang Rimba hanya akan memperparah keadaan dan menutup ruang dialog. Yang dibutuhkan saat ini adalah pendekatan yang adil, manusiawi, dan berorientasi pada penyelesaian akar masalah,” jelasnya. Menurut Perkumpulan Hijau Jambi, akar persoalan utama yang terus memicu konflik adalah hilangnya ruang hidup Orang Rimba secara bertahap dan sistematis. Alih fungsi kawasan hutan telah membuat Orang Rimba semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan, serta membatasi akses mereka terhadap layanan publik yang layak. Atas kondisi tersebut, Perkumpulan Hijau Jambi mendorong pihak – pihak yang berwenang untuk segera mengambil langkah nyata, di antaranya: Mengusut tuntas dugaan kasus penculikan di Simpang Mentawak secara transparan dan berkeadilan, termasuk mengungkap pihak eksternal yang diduga mempengaruhi atau mendalangi tindakan melawan hukum. Memberikan perlindungan hukum dan keamanan bagi Orang Rimba serta pembela masyarakat adat dari segala bentuk ancaman dan intimidasi. Mengakui dan melindungi wilayah adat Orang Rimba secara hukum, sebagai dasar kepastian ruang hidup dan pencegahan konflik. Mendorong pembentukan kampung adat Orang Rimba, agar mereka memiliki kepastian tempat tinggal serta jaminan akses terhadap fasilitas umum, termasuk jalan, air bersih, dan listrik. Menjamin akses pendidikan dan layanan kesehatan yang layak bagi Orang Rimba, tanpa menghilangkan identitas dan kearifan lokal mereka. “Pembentukan kampung adat bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi tentang memastikan Orang Rimba memperoleh hak dasar sebagai warga negara, pendidikan bagi anak-anak mereka, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta fasilitas umum yang manusiawi,” tegas Feri Irawan. Perkumpulan Hijau Jambi menegaskan bahwa penyelesaian kasus di Simpang Mentawak harus menjadi momentum evaluasi serius bagi negara dalam melindungi masyarakat adat. Tanpa keberanian mengungkap aktor di balik konflik dan tanpa kebijakan perlindungan ruang hidup yang jelas, Orang Rimba akan terus berada dalam pusaran konflik yang berulang dari tahun ke tahun. Selain persoalan kontemporer, Perkumpulan Hijau Jambi menegaskan bahwa konflik yang kini dihadapi Orang Rimba tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang keberadaan mereka sebagai masyarakat adat yang memiliki sistem hukum adat dan wilayah adatnya sendiri jauh sebelum negara hadir dengan berbagai kebijakan pengelolaan kawasan. Secara turun-temurun, Orang Rimba hidup dan mengatur kehidupan sosialnya berdasarkan hukum adat yang diakui dan ditaati oleh seluruh kelompok. Wilayah adat Orang Rimba memiliki penanda dan batas yang jelas, antara lain kelaka, behelo, durian berkampung, benteng, serta bukit betempo. Penanda-penanda adat ini bukan sekadar simbol budaya, melainkan bagian dari sistem tata ruang adat yang menentukan wilayah tinggal, wilayah kelola, sumber pangan, hingga ruang sakral yang tidak boleh dirusak. Namun dalam perjalanannya, sebagian besar wilayah adat tersebut kini berubah status menjadi kawasan negara, bahkan ditetapkan sebagai zona inti Taman Nasional Bukit Duabelas, tanpa proses pengakuan dan perlindungan yang memadai terhadap hak-hak masyarakat adat yang telah lama mendiami kawasan tersebut. Perubahan status kawasan ini secara nyata telah mempersempit ruang hidup Orang Rimba, membatasi akses mereka terhadap sumber daya alam, serta menggerus sistem hukum adat yang selama ini menjaga keseimbangan sosial dan ekologis. Perkumpulan Hijau Jambi menilai, pengabaian terhadap sejarah, hukum adat, dan wilayah adat Orang Rimba inilah yang menjadi salah satu akar konflik struktural yang terus berulang. Ketika ruang hidup menyempit dan hukum adat terpinggirkan, masyarakat adat berada dalam posisi rentan, mudah dipengaruhi, mudah dikriminalisasi, dan kerap dijadikan kambing hitam dalam konflik yang sesungguhnya lebih kompleks. “Oleh karena itu, penyelesaian konflik Orang Rimba tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum pidana semata. Negara harus berani mengakui sejarah, hukum adat, dan wilayah adat Orang Rimba sebagai dasar penyelesaian yang adil dan bermartabat,” tutup Feri Irawan. Penulis Tim

Read More

Densus 88 AT Polri Berikan Arahan dan Pembekalan kepada Seluruh Bhabinkamtibmas Polda Jambi

Tajam24Jam.Com Jambi, 21 Januari 2026 – Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan arahan dan pembekalan kepada seluruh Bhabinkamtibmas Polda Jambi sebagai upaya memperkuat peran preemtif dan preventif Polri dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme di tengah masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (21/01/2026) di Ruang Lokamanginti Lantai 2 Polresta Jambi dipimpin langsung oleh Direktur Idensos Densus 88 AT Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto, didampingi Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Beri Diatra. Turut hadir dalam kegiatan ini Dirbinmas Polda Jambi Kombes Pol. Henky Poerwanto, pejabat Ditbinmas Polda Jambi, jajaran Polresta Jambi, serta perwakilan Bhabinkamtibmas dari Polresta Jambi dan beberapa Polres jajaran dengan total peserta lebih dari 100 personel. Direktur Idensos Densus 88 AT Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto dalam arahannya menjelaskan bahwa keberhasilan Densus 88 AT Polri tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada upaya pencegahan yang berkelanjutan. “Densus 88 AT Polri memiliki strategi besar melalui pendekatan keras (hard approach) dan pendekatan lunak (soft approach). Keberhasilan kami karena adanya pencegahan yang masif di lapangan melalui langkah preventif, preemtif, dan kuratif,” jelas Brigjen Pol. Arif Ia menambahkan bahwa pola rekrutmen jaringan terorisme saat ini telah banyak berubah, terutama dengan memanfaatkan media internet dan teknologi digital. “Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan kepolisian. Semua aspek permasalahan di masyarakat bermuara pada kemampuan problem solving. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah solusi, bukan menambah masalah,” tegasnya. Brigjen Pol. Arif juga mengapresiasi upaya pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme (napiter) yang dilakukan melalui sinergi lintas instansi di wilayah Jambi. “Kami tetap mendampingi mantan-mantan teroris agar dapat kembali hidup bermasyarakat. Kami mengapresiasi langkah Kasatgaswil Jambi yang mampu membangun komunikasi lintas instansi hingga memberangkatkan mantan napiter umrah. Jika ada informasi lanjutan di masyarakat, mohon Bhabinkamtibmas dapat segera menginformasikannya kepada kami,” pungkasnya. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Pada kegiatan tersebut Densus 88 AT Polri yang telah memberikan arahan dan pembekalan kepada Bhabinkamtibmas. Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan Polri di tengah masyarakat dan memiliki peran strategis dalam fungsi preemtif,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Ia juga menyebutkan bahwa intoleransi, radikalisme, dan terorisme dapat muncul apabila nilai-nilai empat pilar kebangsaan tidak terimplementasi dengan baik di masyarakat. “Setelah mendapatkan arahan dari Densus 88 AT Polri, harapannya Bhabinkamtibmas dapat mengimplementasikannya di wilayah masing-masing, meskipun saat ini masih ada keterbatasan personel yang harus membawahi lebih dari satu desa,” tambahnya Penulis Tim

Read More

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar terima anugerah Gelar Lembaga Adat Melayu Jambi

Tajam24Jam.Com Jambi, 21 Januari 2026 – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., resmi menerima gelar adat Melayu Jambi “Adipati Utamo Siginjai Sakti” yang dianugerahkan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi pada Rabu, (21/01/2026). Gelar terbebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Provinsi Jambi. Kegiatan yang dilaksanakan di Balairungsari LAM Jambi dihadiri langsung oleh Gubernur Provinsi Jambi H. Al Haris, Wakil Gubernur H. Abdullah Sani, Ketua Umum LAM Jambi Hasan Basri Agus, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar,Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz Fattah, Kabinda Jambi Marsma TNI Dwiana Pilihanto, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi Dr. Ifa Sudewi, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi Dr. H. Chazim Maksalina, Sekda Provinsi Jambi H. Sudirman, Ketua MUI Provinsi Jambi, para pejabat OPD dan PJU lingkup Provinsi Jambi. Adapun gelar adat (jabatan) yang dianugerahkan yaitu Kapolda Jambi dengan gelar Adipati Utamo Siginjai Sakti, Danrem 042/Gapu dengan gelar Adipati Utamo Sijimat Batuah, Kajati Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setimang Jayo, Ketua DPRD Provinsi Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setio Puro, Kabinda Jambi dengan gelar Adipati Utamo Selisik Negeri, Ketua Pengadilan Tinggi Jambi dengan gelar Adipati Utamo Ratin Undang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jambi dengan gelar Adipati Utamo Setio Hakam, serta Sekda Provinsi Jambi dengan gelar kehormatan Adipati Utamo Tanggo Rajo. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penjemputan para penerima gelar adat dari Rumah Dinas Gubernur Jambi. Rombongan disambut dengan kompangan serta atraksi pencak silat, sebelum dilanjutkan dengan prosesi resmi penganugerahan gelar adat. Prosesi penganugerahan gelar adat berlangsung dalam suasana khidmat dengan prosesi adat Melayu Jambi yang sarat nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Pada acara tersebut, Kapolda Jambi tampak mengenakan pakaian adat Melayu lengkap sebagai wujud penghormatan terhadap adat istiadat serta jati diri masyarakat setempat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat kepada Kapolda Jambi yang dinilai berhasil memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat adat setempat, serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. “Gelar adat ini bukan sekedar kehormatan pribadi, tetapi juga menjadi pengingat dan motivasi bagi saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat Jambi dengan menjunjung tinggi nilai adat, hukum, serta kearifan lokal.” Penulis Tim

Read More

Tiga Ruko Terbakar di Jalan Adam Malik Thehok, Satu Orang Tewas

Tajam24Jam.Com JAMBI, 21 Januari 2026 — Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Adam Malik, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga unit rumah toko (ruko) hangus terbakar dan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan di lapangan, api dengan cepat membesar dan melalap bangunan ruko yang berada di lokasi kejadian. Warga sekitar sempat berupaya memberikan pertolongan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Untuk memadamkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi mengerahkan sebanyak enam unit mobil pemadam. Petugas melakukan penanganan intensif guna mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Selain itu, pendataan kerugian material serta identitas korban meninggal dunia juga masih dilakukan.Aparat kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Penulis Tim

Read More

Tingkatkan Semangat Patriotisme, Polda Jambi Gelar Upacara Kesadaran Nasional Awal Tahun 2026

Tajam24Jam.Com Jambi, 19 Januari 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi melaksanakan Upacara Kesadaran Nasional Tahun 2026 pada Senin, (19/1/2026) Upacara yang dilaksanakan di lapangan mapolda Jambi dipimpin oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, dan dihadiri Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Janus P. Siregar serta para Pejabat Utama Polda Jambi. Rangkaian kegiatan upacara berlangsung khidmat, diawali dengan masuknya Komandan Upacara, penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, pengucapan Tri Brata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri, hingga pembacaan doa dan lagu kebangsaan. Dalam amanat Kapolda Jambi yang dibacakan oleh Wakapolda Jambi, ditekankan bahwa upacara bukan sekadar rutinitas, namun memiliki nilai strategis dalam membangun karakter personel. “Upacara ini tidak hanya dianggap sebagai hal rutinitas dan seremonial belaka, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk serta meningkatkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, meningkatkan disiplin pribadi dan disiplin tugas dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ucap Wakapolda Jambi Disampaikan juga bahwa Kapolda Jambi juga mengapresiasi kinerja seluruh personel atas terjaganya situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Jambi. “Kapolda Jambi mengucapkan terimakasih kepada seluruh personel Polda Jambi atas pelaksanaan tugas dan dedikasinya, sehingga sitkamtibmas di wilayah hukum Polda Jambi sampai dengan saat ini dapat terjaga dengan aman dan kondusif,” tuturnya Namun demikian, seluruh personel diingatkan agar tidak lengah terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya kejahatan konvensional dan transnasional. Ditambahkannya juga bahwa Kapolda Jambi menekankan pentingnya peningkatan deteksi dini, pelayanan yang transparan, disiplin, integritas, serta sinergitas dengan seluruh unsur terkait dalam menjaga stabilitas keamanan. “Berikan yang terbaik bagi rakyat. Pastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, tepat, dan transparan tanpa pungli atau diskriminasi,” tutup Wakapolda dalam sambutannya Penulis Tim

Read More

Polri Gerak Cepat Evakuasi Kecelakaan Kerja Masyarakat Yang Tertimbun Longsor

Tajam24Jam.Com Sarolangun, 20 Januari 2026 – Kecelakaan kerja kembali terjadi, sebuah insiden longsor menimpa sejumlah warga di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, pada Selasa, (20/1/2026) Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh longsornya tebing tanah galian akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan struktur galian runtuh dan menimbun para warga yang berada di bawahnya. Lokasi kecelakaan kerja tersebut berada di lahan milik seorang warga berinisial I, yang berdomisili di Dusun Kait-Kait, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun. Akibat kejadian tersebut, hingga saat ini tercatat sebanyak delapan orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban meninggal merupakan warga Dusun Mengkadai, serta Airil Anuar warga Desa Lubuk Sayak. Sementara beberapa korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas oleh petugas. Sedangkan korban luka-luka telah mendapatkan penanganan medis dan sebagian besar juga berasal dari Desa Lubuk Sayak. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan kecelakaan kerja murni yang terjadi akibat faktor alam. “Kejadian ini diduga kuat akibat longsornya tebing galian tambang yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Hingga saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, pasca kejadian Polda Jambi menerjunkan unit SAR Brimob dan unit K-9 Ditsamapta untuk membantu evakuasi korban lainnya yang di duga masih tertimbun di bawah tanah longsor. Selain itu juga saat ini telah diturunkan tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel yang terdiri dari, pers sat brimob polda jambi 12 pers, pers polres sarolangun 58 pers, pers polsek limun 10 pers, pers bpbd 15 pers, pers sat pol pp 15 pers dan pers damkar 13 pers “Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses evakuasi lanjutan dan memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Selain itu, kami akan melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya. Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas yang bisa membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan lingkungan. Penulis Tim

Read More