Tajam24Jam.Com JAMBI, 3 Agustus 2026 – Kasus dugaan pembobolan pipa milik PT Pertamina di Jalan Darma II, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, masih menyisakan tanda tanya. Hingga Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.04 WIB, aparat kepolisian belum menetapkan tersangka, sementara pelaku yang diduga terlibat disebut telah melarikan diri sebelum petugas melakukan pengungkapan.
Di lokasi kejadian, petugas Pertamina kembali melakukan penyiraman air pada area kebocoran sebagai langkah antisipasi untuk menghilangkan sisa uap bahan bakar yang berpotensi memicu kebakaran. Lokasi juga masih dipasang garis polisi (police line) oleh personel Polsek Kotabaru guna mengamankan tempat kejadian perkara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebocoran pipa pertama kali diketahui pada Senin dini hari. Warga yang hendak beraktivitas dikejutkan oleh semburan minyak yang menembus atap seng sebuah kios, disertai aroma bahan bakar yang menyengat hingga menimbulkan kepanikan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Pertamina.
Menindaklanjuti laporan warga, petugas Pertamina segera menghentikan aliran pipa, mengamankan lokasi, dan melakukan penanganan darurat guna mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan.
Seorang petugas Pertamina yang berada di lokasi mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti identitas pelaku dugaan pembobolan karena orang yang diduga menyewa bangunan tersebut sudah tidak berada di lokasi saat kejadian.
“Yang menyewa tempat itu memang ada, tetapi saat kejadian orangnya sudah tidak ada. Pemilik bangunan tinggal tidak jauh dari lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebut penyewa kios tersebut dikenal dengan nama Benny dan disebut berasal dari Palembang. Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh penyidik.
Kapolsek Kotabaru saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan resmi dari Pertamina dan saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Belum ada tersangka,” kata Kapolsek.
Menanggapi informasi yang beredar mengenai identitas penyewa kios, Kapolsek menegaskan polisi belum dapat memastikan kebenarannya.
“Memang ada informasi mengenai orang yang menyewa di situ, tetapi kami belum bisa memastikan karena semuanya masih dalam proses lidik,” jelasnya.
Terkait nilai kerugian akibat dugaan pembobolan pipa tersebut, Kapolsek menyatakan perhitungannya masih dilakukan oleh pihak Pertamina.
“Kerugian belum bisa dipastikan karena itu masih dihitung oleh pihak Pertamina dan masih dilakukan pengecekan,” katanya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena lokasi dugaan pembobolan berada di kawasan permukiman padat penduduk dan berjarak sekitar 500 meter dari Mapolsek Kotabaru. Selain berpotensi menimbulkan kerugian materiil, peristiwa tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan masyarakat akibat risiko kebakaran maupun ledakan.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih memburu pihak yang diduga terlibat serta mendalami kemungkinan adanya jaringan di balik dugaan aksi pembobolan pipa Pertamina tersebut. Penyidik juga masih menunggu hasil perhitungan kerugian dari pihak Pertamina sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Penulis Tim



