Tajam24Jam.Com JAMBI, 17 September 2026 — Koalisi Keadilan Sosial (KEOS) menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 17 September 2026, dengan menyoroti dugaan praktik penyelewengan distribusi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 24.361.06, Jalan Gajah Mada, Kota Jambi.
Dalam aksinya, KEOS menyebut adanya dugaan persekongkolan antara pihak SPBU dengan pelansir BBM. Mereka menyoroti pengisian solar dalam jumlah besar, yang disebut mencapai kapasitas sekitar 200 liter, sehingga dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan dan konflik dengan masyarakat yang hendak mendapatkan BBM bersubsidi.
KEOS juga mempertanyakan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan menduga adanya pihak tertentu yang memberikan ruang bagi aktivitas pelansiran.
Tak berhenti di situ, massa turut menyampaikan dugaan adanya oknum yang menjadi penampung atau pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas pelansiran. Dalam dokumen aksi, sejumlah nama atau kelompok disebut berdasarkan keterangan yang diklaim berasal dari para pelansir. Klaim tersebut masih merupakan tuduhan dari pihak KEOS dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut.
“Jika benar terjadi pelansiran secara sistematis, pertanyaannya adalah bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung dan siapa yang melakukan pengawasan?” demikian pokok persoalan yang disoroti dalam tuntutan aksi KEOS.

Desak Pertamina Turun Tangan
KEOS mendesak Pertamina melakukan audit internal dan investigasi terhadap SPBU tersebut serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Mereka juga meminta agar pasokan BBM bersubsidi kepada SPBU 24.361.06 dievaluasi selama proses pemeriksaan berlangsung.
Selain itu, KEOS meminta Pertamina memberikan sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, termasuk pencabutan izin operasional sesuai ketentuan yang berlaku.
KEOS juga kembali menyinggung insiden kebakaran di SPBU tersebut pada 29 April 2025, yang dalam dokumen aksi mereka diduga berkaitan dengan praktik pelansiran. Dugaan tersebut juga perlu dibuktikan melalui hasil penyelidikan resmi.
Aksi KEOS dijadwalkan berlangsung 17–18 September 2026, dengan lokasi antara lain Polda Jambi, Polsek Jelutung, dan Depot Pertamina, serta melibatkan massa sekitar 150 orang.
Kini sorotan diarahkan kepada Pertamina dan aparat penegak hukum untuk memastikan apakah dugaan pelansiran dan penyimpangan distribusi solar bersubsidi tersebut benar terjadi, sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.
Penulis Tim



