Polres Bangka Barat Ungkap Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pria di Parit Tiga Diamankan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 21 Oktober 2026 – Polres Bangka Barat melalui Unit Reskrim Polsek Jebus mengamankan seorang pria berinisial MP (31) atas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Desa Semulut, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (21/10/2026) malam. Pria tersebut diamankan sekitar pukul 22.30 WIB di rumahnya yang berlokasi di Jalan Raya Bakit, Dusun Bukit Jejel, Desa Semulut. Dari lokasi itu, petugas menemukan 32 jerigen berisi solar dengan total sekitar 640 liter. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar di wilayah hukum Polsek Jebus. “Menindaklanjuti informasi masyarakat, Unit Reskrim Polsek Jebus melakukan penyelidikan hingga mengamankan seorang pria berinisial MP di kediamannya. Petugas kemudian menemukan puluhan jerigen berisi solar yang disimpan di dapur rumah,” ujar IPTU Yos Sudarso. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, solar tersebut diduga dibeli dari seorang warga Desa Kundi berinisial D. BBM itu disebut diangkut menggunakan satu unit mobil Suzuki Carry berwarna hitam dengan nomor polisi BN 8472 TB. Selain 32 jerigen berisi solar, polisi turut mengamankan satu unit mobil Carry dan satu buah corong berwarna merah sebagai barang bukti. Selanjutnya, MP beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Jebus untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut. Kapolsek Jebus AKP Candra Wijaya, S.H., M.H., mengatakan pihaknya akan menangani perkara tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Atas dugaan perbuatannya, MP disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, terkait penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi. Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan BBM bersubsidi dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui dugaan penyimpangan distribusinya. Melalui penegakan hukum yang profesional dan humanis, Polres Bangka Barat terus berupaya menjaga agar BBM bersubsidi disalurkan sesuai peruntukannya. Penulis Tim

Read More

Kuat diduga pengawas yang sering di sapa WAK JUL GONDUD Memberikan izin ke pegawai nya untuk melayani pelangsir di (SPBU) 14212290 aek Ledong.

Tajam24Jam.Com ASAHAN, 22 Oktober 2026 — Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah hukum Polres Asahan kembali mencuat ke permukaan. Modus operandi sindikat mafia solar kini semakin terorganisir dengan memanfaatkan kendaraan modifikasi, pelat nomor palsu, hingga penggunaan barcode ganda untuk mengelabui sistem digital di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Sorotan tajam kini diarahkan kepada (SPBU) 14.212.290,yang berlokasi di Ledong Bar., Kec. Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara kode pos (21273). Pengawas (SPBU) berinisial WAK JUL GONDUD diduga kuat melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang dilakukan oleh para pegawainya dalam melayani mobil pelangsir sindikat mafia solar subsidi. Temuan Lapangan: Modus Pelat Palsu dan Barcode Siluman Berdasarkan hasil investigasi tim awak media pada Kamis (22/10/2026), sebuah mobil kijang bernomor polisi BK 9151 ZG (diduga menggunakan pelat palsu) tertangkap basah tengah mengisi solar subsidi secara tidak wajar di (SPBU) 14.212.290. Sopir kijang berinisial ‘A’ di lokasi kejadian secara blak-blakan mengakui bahwa kendaraan tersebut merupakan bagian dari jaringan sindikat milik seorang pria berinisial ‘B’ “Kami sudah sering mengisi di sini. Kami menggunakan nomor pelat polisi palsu dan berbagai barcode palsu untuk mengelabui sistem digital (SPBU) 14.212.290,” ungkap sopir kijang tersebut. Ia mengaku bertugas sebagai kurir dengan upah Rp200.000 per ton solar yang berhasil dikumpulkan. Sindikat ini menggunakan mobil kijang yang telah dimodifikasi secara khusus dengan tangki penampung (kempu) berkapasitas besar serta alat sedot internal. Modus “kencing” solar ini dilakukan berulang kali dalam sehari dengan mengganti identitas kendaraan guna menghindari deteksi dari sistem PT Pertamina.Desakan Tindakan Tegas dan EvaluasiPerizinanKeluasaan gerak sindikat penimbun solar subsidi ini memicu desakan keras dari berbagai pihak agar instansi berwenang segera turun tangan mengambil tindakan hukum yang tegas:Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas): Meminta Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, untuk segera melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), menjatuhkan sanksi tegas, hingga mencabut izin usaha (SPBU) 14.212.290, yang terbukti memfasilitasi penyalahgunaan BBM Bio Solar bersubsidi.PT Pertamina Patra Niaga: Meminta Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, untuk menyetop penyaluran kuota BBM jenis solar kepada SPBU yang melakukan pelanggaran fatal ini. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut): Publik mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., untuk turun tangan langsung mengevaluasi kinerja jajaran di bawahnya, mengingat lambannya penindakan tegas di tingkat Polres Asahan memicu dugaan adanya pembiaran dan “kekebalan hukum” bagi para pelaku.Landasan Hukum dan Ancaman PidanaPraktik ilegal penyalahgunaan BBM bio solar bersubsidi ini merupakan pelanggaran hukum berat yang merugikan keuangan negara dan menyengsarakan masyarakat luas yang berhak mendapatkan bio solar bersubsidi.Secara yuridis, perbuatan para pelaku diatur dan diancam dengan:Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang). Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah). Masyarakat kini menunggu langkah nyata dan integritas dari aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk memberantas tuntas mafia solar yang telah lama meresahkan di wilayah Aek Ledong Asahan. Penulis Tim

Read More

Truk Diduga Angkut BBM Ilegal Terbalik di Pangkalan Balai, Inisial TGH Oknum Polda Sumsel Jadi Sorotan

Tajam24Jam.Com BANYUASIN, 7 Oktober 2026 — Satu unit kendaraan truk yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) ilegal mengalami kecelakaan lalu lintas hingga terbalik di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (7/10/2026). Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, truk tersebut diduga membawa BBM dari arah Sekayu menuju Palembang. Kendaraan kemudian mengalami kecelakaan dan terbalik di jalan kawasan Pangkalan Balai. Pasca-kejadian, muncul informasi yang menyebut kendaraan tersebut diduga milik seseorang berinisial TGH, yang disebut-sebut sebagai oknum anggota Polda Sumatera Selatan.Namun, hingga saat ini informasi mengenai kepemilikan kendaraan, jenis dan asal BBM, dokumen pengangkutan, serta dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian tersebut masih perlu dibuktikan dan dikonfirmasi kepada pihak berwenang. Jika benar BBM tersebut diangkut atau diperjualbelikan tanpa izin dan memenuhi unsur tindak pidana, persoalan tersebut dapat berkaitan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Salah satu ketentuan penting dalam UU Migas mengatur bahwa kegiatan pengangkutan dan/atau niaga minyak dan gas bumi wajib memiliki perizinan berusaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, ketentuan pidana dalam UU Migas dapat dikenakan apabila terdapat kegiatan pengangkutan atau niaga BBM yang dilakukan tanpa perizinan berusaha yang dipersyaratkan, dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam ketentuan UU tersebut. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, mulai dari asal BBM, kepemilikan kendaraan, dokumen pengangkutan, tujuan distribusi, hingga pihak yang bertanggung jawab atas muatan tersebut. Apabila benar terdapat keterlibatan anggota Polri, pemeriksaan juga diharapkan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum dan mekanisme internal yang berlaku. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Polda Sumatera Selatan maupun pihak terkait mengenai kecelakaan tersebut dan dugaan kepemilikan kendaraan oleh TGH. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini Penulis Tim

Read More

Diduga Gudang BBM Ilegal Milik Inisial KDR Terbakar Hebat

Tajam24Jam.Com PALEMBANG, 19 September 2026 — Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan H. Syarkowi, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu malam (19/9/2026). Kobaran api membesar dari dalam bangunan yang berada di kawasan depan Citraland Palembang. Kepulan asap hitam pekat terlihat dari kejauhan dan membuat warga di sekitar lokasi panik. Warga memilih menjauh dari lokasi karena khawatir api merembet ke bangunan maupun permukiman di sekitarnya. Peristiwa tersebut juga memunculkan kembali sorotan warga terhadap dugaan aktivitas penyimpanan dan distribusi BBM di kawasan tersebut. Sejumlah warga mengaku, bangunan itu diduga telah lama digunakan sebagai tempat penyimpanan BBM. Mereka juga menyebut adanya kendaraan tangki yang disebut kerap keluar-masuk lokasi. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, bangunan tersebut diduga berkaitan dengan seseorang bernama Kandar.“Gudang itu milik Kandar, sudah bertahun-tahun beroperasi. Kami sudah lama khawatir dengan keberadaan gudang BBM ini, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar warga tersebut. Warga lainnya menyoroti aktivitas kendaraan yang disebut menggunakan lokasi tersebut.“Di depan Citraland ini tiap hari keluar masuk mobil tangki modifikasi. Kami sudah meminta agar ditertibkan,” katanya. Warga Ungkap Dugaan Adanya Pihak yang Memberikan PerlindunganSelain persoalan dugaan aktivitas penyimpanan BBM, warga juga menyampaikan adanya dugaan pihak tertentu yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas di lokasi tersebut.Dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan, nama Wahyudi turut disebut dan dikaitkan dengan seorang yang disebut warga sebagai anggota TNI yang berdinas di lingkungan Kodam II/Sriwijaya. Namun, informasi tersebut masih berupa tudingan atau keterangan warga dan belum terverifikasi secara independen.Belum ada bukti maupun keterangan resmi yang dapat memastikan keterlibatan Wahyudi ataupun oknum anggota TNI dalam aktivitas di lokasi tersebut, termasuk dugaan memberikan perlindungan terhadap kegiatan yang disebut warga. Begitu pula dengan dugaan kepemilikan bangunan oleh Kandar serta dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan gudang BBM ilegal. Status tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan aparat penegak hukum dan instansi berwenang. Aparat Diminta Telusuri Legalitas dan Penyebab KebakaranKebakaran ini tidak hanya menyisakan persoalan mengenai penyebab terjadinya kebakaran, tetapi juga memunculkan sejumlah pertanyaan terkait aktivitas yang diduga berlangsung di lokasi. Di antaranya mengenai status kepemilikan bangunan, perizinan penyimpanan BBM, asal-usul BBM, jenis dan jumlah BBM yang berada di lokasi, aktivitas kendaraan tangki, serta standar keselamatan yang diterapkan. Aparat penegak hukum dan instansi terkait diharapkan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan fakta di lapangan dan mengungkap penyebab kebakaran.Jika dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, proses hukum diharapkan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai pemilik bangunan maupun Wahyudi terkait tudingan warga tersebut.Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut maupun berkepentingan dalam pemberitaan ini. Penulis Tim

Read More

Diduga Pelangsiran BBM Subsidi hingga 16 KL di SPBU 24.352.40 Srengsem Berlangsung Semalaman, Tim Tipidter Diminta Turun Tangan

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 18 September 2026 — Dugaan praktik pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di SPBU 24.352.40, wilayah Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Aktivitas pengisian BBM yang diduga dilakukan secara berulang disebut berlangsung sejak sekitar pukul 20.00 WIB hingga berlanjut sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan pengisian BBM bersubsidi dalam jumlah besar. Bahkan, volume yang disebut mencapai hampir 16 kiloliter (KL) atau sekitar 16.000 liter. Jika dugaan tersebut benar, kondisi ini patut mendapat perhatian serius karena BBM bersubsidi merupakan komoditas yang penyalurannya harus tepat sasaran dan sesuai ketentuan pemerintah. BPH Migas sebelumnya telah mengingatkan bahwa praktik pelangsiran, termasuk pengisian BBM subsidi secara berulang oleh kendaraan tertentu untuk kemudian diperjualbelikan kembali, merupakan salah satu bentuk penyalahgunaan yang dapat mengganggu distribusi BBM subsidi kepada konsumen yang berhak. Aktivitas Berlangsung Semalaman, Pengawasan Dipertanyakan Rentang waktu aktivitas yang disebut berlangsung dari malam hingga dini hari menjadi pertanyaan tersendiri. Apalagi jika benar terdapat pengisian berulang dengan volume yang mencapai belasan kiloliter. Publik berhak mengetahui apakah seluruh transaksi tersebut tercatat secara resmi, sesuai kuota, menggunakan identitas atau barcode yang sah, serta diperuntukkan bagi konsumen yang memang berhak mendapatkan BBM subsidi. Karena itu, dugaan tersebut tidak cukup hanya dijawab dengan penjelasan administratif. Pemeriksaan lapangan dan pencocokan data transaksi diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya. Tim Tipidter Diminta Periksa CCTV dan Data Transaksi Aparat penegak hukum, khususnya Tim Tipidter Bareskrim Polri dan Tipidter Polda Lampung, diminta melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap dugaan tersebut. Pemeriksaan dapat diarahkan pada rekaman CCTV, data transaksi BBM subsidi, pola pengisian kendaraan, identitas kendaraan yang melakukan pengisian berulang, volume penyaluran, serta kesesuaian antara transaksi dengan ketentuan distribusi BBM subsidi. Langkah tersebut penting agar dugaan yang beredar tidak berhenti sebagai isu di masyarakat, tetapi dapat diuji berdasarkan bukti dan data. Kasus pelangsiran BBM subsidi bukan persoalan sepele. Pada April 2026, Polda Jambi bahkan mengungkap dugaan pelangsiran solar subsidi di sebuah SPBU setelah memperoleh informasi masyarakat dan menemukan catatan transaksi yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelangsiran. Pertamina dan BPH Migas Juga Diharapkan Turun Selain aparat penegak hukum, Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas diharapkan melakukan verifikasi terhadap pola penyaluran BBM subsidi di SPBU 24.352.40. Terlebih, BPH Migas telah menekankan pentingnya pemetaan kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian berulang serta tindak lanjut terhadap laporan masyarakat. Masyarakat tentu tidak ingin BBM subsidi yang seharusnya dinikmati kelompok yang berhak justru diduga terkonsentrasi pada pihak-pihak tertentu melalui pola pengisian berulang. Media Membuka Ruang Klarifikasi Hingga berita ini disusun, dugaan aktivitas pelangsiran tersebut masih memerlukan verifikasi dan konfirmasi dari pihak terkait. Pihak pengelola SPBU 24.352.40, Pertamina Patra Niaga, maupun pihak lainnya yang mengetahui aktivitas tersebut diharapkan memberikan klarifikasi mengenai jumlah BBM yang disalurkan, mekanisme transaksi, serta apakah seluruh pengisian pada rentang waktu tersebut sesuai ketentuan. Penulis Tim

Read More

KEOS Gelar Aksi, Soroti Dugaan Penyelewengan Solar Bersubsidi di SPBU Gajah Mada Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 17 September 2026 — Koalisi Keadilan Sosial (KEOS) menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 17 September 2026, dengan menyoroti dugaan praktik penyelewengan distribusi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 24.361.06, Jalan Gajah Mada, Kota Jambi. Dalam aksinya, KEOS menyebut adanya dugaan persekongkolan antara pihak SPBU dengan pelansir BBM. Mereka menyoroti pengisian solar dalam jumlah besar, yang disebut mencapai kapasitas sekitar 200 liter, sehingga dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan dan konflik dengan masyarakat yang hendak mendapatkan BBM bersubsidi. KEOS juga mempertanyakan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan menduga adanya pihak tertentu yang memberikan ruang bagi aktivitas pelansiran. Tak berhenti di situ, massa turut menyampaikan dugaan adanya oknum yang menjadi penampung atau pihak yang memberikan perlindungan terhadap aktivitas pelansiran. Dalam dokumen aksi, sejumlah nama atau kelompok disebut berdasarkan keterangan yang diklaim berasal dari para pelansir. Klaim tersebut masih merupakan tuduhan dari pihak KEOS dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut. “Jika benar terjadi pelansiran secara sistematis, pertanyaannya adalah bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung dan siapa yang melakukan pengawasan?” demikian pokok persoalan yang disoroti dalam tuntutan aksi KEOS. Desak Pertamina Turun TanganKEOS mendesak Pertamina melakukan audit internal dan investigasi terhadap SPBU tersebut serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran. Mereka juga meminta agar pasokan BBM bersubsidi kepada SPBU 24.361.06 dievaluasi selama proses pemeriksaan berlangsung. Selain itu, KEOS meminta Pertamina memberikan sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, termasuk pencabutan izin operasional sesuai ketentuan yang berlaku. KEOS juga kembali menyinggung insiden kebakaran di SPBU tersebut pada 29 April 2025, yang dalam dokumen aksi mereka diduga berkaitan dengan praktik pelansiran. Dugaan tersebut juga perlu dibuktikan melalui hasil penyelidikan resmi. Aksi KEOS dijadwalkan berlangsung 17–18 September 2026, dengan lokasi antara lain Polda Jambi, Polsek Jelutung, dan Depot Pertamina, serta melibatkan massa sekitar 150 orang. Kini sorotan diarahkan kepada Pertamina dan aparat penegak hukum untuk memastikan apakah dugaan pelansiran dan penyimpangan distribusi solar bersubsidi tersebut benar terjadi, sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran. Penulis Tim

Read More

Keributan Antar Sopir Pecah di SPBU Nomor 24.361.06 Depan Samsat Kota Jambi. Dugaan Pelangsiran BBM Disorot

Tajam24Jam.Com JAMBI, 13 September 2026 — Keributan antarsopir terjadi di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.361.06, Jalan Gajah Mada Nomor 50/51, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (13/9/2026). Keributan tersebut diduga dipicu persoalan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM). Sejumlah pengemudi terlibat adu emosi setelah diduga terjadi aksi saling serobot antrean saat hendak mengisi BBM. Peristiwa itu menjadi perhatian karena SPBU yang berada di depan Kantor Samsat Kota Jambi tersebut terlihat dipadati kendaraan. Antrean kendaraan diduga meluber hingga ke sekitar bahu jalan sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Kondisi tersebut juga kembali memunculkan sorotan masyarakat terkait dugaan aktivitas pelangsiran BBM di SPBU tersebut. Aktivitas pengisian BBM secara berulang oleh kendaraan tertentu, apabila terbukti, dinilai berpotensi menyebabkan antrean panjang dan menimbulkan gesekan antar-pengemudi. Selain antrean, kendaraan yang berhenti atau menunggu di bahu jalan juga menjadi persoalan. Kondisi itu berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan. Masyarakat mempertanyakan pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) terhadap kondisi tersebut. Penertiban dinilai tidak semestinya dilakukan hanya setelah terjadi keributan, tetapi juga melalui pengawasan secara rutin di lokasi yang rawan menimbulkan kepadatan. Pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait diharapkan segera melakukan pengecekan di lapangan, termasuk memastikan ketertiban antrean, penataan kendaraan, serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan parkir. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam distribusi BBM bersubsidi, masyarakat juga meminta agar dilakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun kepolisian mengenai kronologi lengkap keributan, dugaan penyerobotan antrean, maupun apakah telah dilakukan tindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pengawasan dan penertiban di SPBU perlu dilakukan secara konsisten agar antrean BBM tidak berkembang menjadi kemacetan maupun konflik antarpengemudi. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Gelar Konferensi Pers, Ungkap Penertiban 22.800 Liter Minyak dan BBM

Tajam24Jam.Com Jambi, 10 September 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar konferensi pers terkait hasil penertiban dan penindakan terhadap penyalahgunaan minyak dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah hukum Polda Jambi dan jajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Kamis (10/9/2026) sore. Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, didampingi Wadir Reskrimsus Polda Jambi AKBP Agung Basuki dan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Hadi Handoko. Dalam konferensi pers tersebut, Polda Jambi menyampaikan bahwa dalam kurun waktu satu minggu, Ditreskrimsus Polda Jambi bersama Polresta Jambi dan Polres Muaro Jambi telah melakukan penindakan terhadap 6 perkara dugaan penyalahgunaan minyak dan BBM. Dari enam perkara tersebut, polisi mengamankan 8 orang tersangka, 6 unit kendaraan, serta barang bukti minyak bumi, bensin olahan dan BBM jenis solar dengan total sekitar 22.800 liter atau 22,8 ton. “Pada hari ini Polda Jambi menggelar konferensi pers untuk menyampaikan hasil penertiban dan penindakan terhadap penyalahgunaan minyak dan BBM yang dilakukan oleh Polda Jambi bersama jajaran. Dalam satu minggu terakhir, telah ditangani enam perkara dengan mengamankan delapan orang, enam unit kendaraan, serta barang bukti minyak dan BBM dengan total kurang lebih 22.800 liter,” ujar Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji. Kabid Humas menjelaskan, penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Jambi dalam memberantas berbagai bentuk penyalahgunaan di bidang minyak dan gas bumi (migas), termasuk pengangkutan minyak bumi yang diduga berasal dari kegiatan ilegal serta penyalahgunaan dan peredaran BBM yang tidak sesuai dengan ketentuan. Adapun barang bukti yang diamankan antara lain sekitar 10.000 liter minyak mentah/minyak bumi hasil dugaan illegal drilling** yang diangkut menggunakan satu unit Mitsubishi Canter, serta sekitar 3.000 liter minyak mentah/minyak bumi** yang diangkut menggunakan satu unit Mitsubishi Colt L300. Selanjutnya, petugas mengamankan sekitar 2.000 liter bensin olahan yang diangkut menggunakan satu unit Wuling Confero dan diduga tidak dilengkapi dokumen. Polisi juga mengamankan sekitar 1.190 liter BBM jenis solar yang terdiri dari 34 jerigen plastik berkapasitas 35 liter dan diduga akan dijual kembali kepada pihak lain. Selain itu, diamankan sekitar 5.600 liter minyak mentah/minyak bumi yang diangkut menggunakan dua unit Suzuki Carry, masing-masing menggunakan dua tedmon dan empat drum plastik. Terhadap perkara tersebut, penyidik menerapkan ketentuan pidana sesuai dengan jenis perbuatannya, di antaranya Pasal 52 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Untuk perkara terkait BBM atau bensin olahan, penyidik juga mempertimbangkan penerapan Pasal 54 Undang-Undang Migas dan/atau Pasal 591 huruf a juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sesuai dengan hasil penyidikan. “Penanganan perkara ini masih terus berproses. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan ahli serta pengambilan sampel minyak maupun BBM untuk dilakukan pengujian di Lemigas Jakarta guna memastikan jenis dan karakteristik barang bukti,” jelas Erlan. Setelah proses pemeriksaan dan pengujian selesai, penyidik akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum lebih lanjut. Polda Jambi menegaskan akan terus melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan di bidang migas yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pengangkutan, penyimpanan, pembelian maupun penjualan minyak dan BBM yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Polda Jambi akan terus melakukan penertiban dan penegakan hukum secara tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan di bidang migas,” tegasnya. Polda Jambi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya penyalahgunaan minyak dan BBM serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang diduga melanggar hukum. Penulis Tim

Read More

Mobil Tangki BG 8709 NB Diduga Angkut BBM dari Gudang Segayam Menuju Serpo

Tajam24Jam.Com Palembang, 7 September 2026 — Sebuah mobil tangki berwarna biru putih dengan nomor polisi BG 8709 NB menjadi perhatian setelah diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari sebuah gudang di wilayah Segayam, Senin (7/9/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tangki tersebut diduga memuat BBM dari lokasi yang disebut sebagai tempat penyimpanan minyak olahan di wilayah Segayam. Kendaraan itu kemudian disebut-sebut bergerak menuju kawasan Serpo.Informasi yang beredar juga menyebutkan adanya seseorang berinisial KM yang diduga berkaitan dengan aktivitas di lokasi tersebut. Sementara pengemudi kendaraan disebut berinisial DI.Namun demikian, informasi mengenai identitas pengemudi, pemilik kendaraan, asal-usul muatan, serta legalitas gudang dan kegiatan penyimpanan maupun pengangkutan BBM tersebut belum dapat dipastikan secara independen. Dugaan tersebut perlu mendapat perhatian dan verifikasi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait. Pasalnya, kegiatan penyimpanan, pengangkutan, dan distribusi BBM harus dilakukan sesuai ketentuan perizinan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, aparat berwenang dapat melakukan pemeriksaan terhadap asal-usul BBM, dokumen muatan, kelengkapan kendaraan, legalitas gudang, serta izin kegiatan usaha yang dilakukan. Langkah verifikasi tersebut penting untuk memastikan apakah aktivitas yang dilakukan memiliki dokumen dan perizinan yang sah atau justru terdapat dugaan pelanggaran hukum. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam informasi tersebut mengenai dugaan pengangkutan BBM menggunakan mobil tangki bernomor polisi BG 8709 NB.Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan. Penulis Tim

Read More

Pom Mini di Simpang Trans Sungai Gelam Ludes Terbakar, Warga Sempat Panik

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 6 September 2026 — Sebuah tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) eceran atau Pom Mini di kawasan Simpang Trans, Desa Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, terbakar pada Minggu (6/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi ketika warga sekitar sedang beristirahat. Kobaran api yang terlihat cukup besar sempat membuat warga panik, mengingat lokasi Pom Mini berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman. Berdasarkan informasi yang beredar, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut.Kebakaran menghanguskan bangunan dan fasilitas Pom Mini. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api maupun total kerugian material akibat peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Karena itu, informasi mengenai sumber api maupun dugaan penyebab lainnya belum dapat dipastikan. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan pada lokasi usaha penjualan BBM eceran, terutama yang berada di sekitar kawasan permukiman. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab kebakaran maupun hasil pemeriksaan di lokasi kejadian. Penulis Tim

Read More