Ketua PWDPI Lampung Desak Polresta Balam Tangkap Oknum ASN Dinsos Dugaan Terlibat Mafia Minyak Kita

Tajam24Jam.Com Bandar Lampung, 5 Juni 2026 – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Lampung, Rangga Reksa Wisesa, S.H., menyoroti keras terbongkarnya praktik mafia pangan yang memalukan dan melibatkan aparatur negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di Dinas Sosial Provinsi Lampung kini resmi berstatus tersangka dalam kasus peredaran ilegal minyak goreng bersubsidi merek Minyakita. Berdasarkan informasi oknum ASN terawbut berinisial ALS, diamankan tim jajaran Polresta Bandar Lampung dalam operasi penindakan yang dilakukan di kawasan Rajabasa, Bandar Lampung, pada Kamis, (22/5/2026) lalu. Peran Strategis di Balik Layar Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, terungkap bahwa ALS bukan sekadar pembeli atau pengecer biasa, melainkan salah satu aktor intelektual dan pengatur utama dalam jaringan kejahatan tersebut. Meski bertugas di bidang kesejahteraan sosial, ia diduga kuat menggunakan jaringan serta akses kekuasaannya untuk mengatur jalur distribusi minyak goreng yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil, justru dialihkan ke jalur gelap demi meraup keuntungan pribadi yang besar. Saat penggerebekan, aparat berhasil menyita barang bukti berupa puluhan karton kemasan Minyakita serta satu unit kendaraan yang rutin digunakan untuk mengangkut barang hasil pengalihan tersebut. Dugaan Keterlibatan Oknum Dinas Perindustrian Perdagangan dan Bulog Dalam pernyataannya, Rangga Reksa Wisesa menilai mustahil seorang pegawai Dinas Sosial dapat bergerak sendiri menguasai aliran barang dalam jumlah besar tanpa dukungan pihak lain yang berwenang di bidang pangan dan perdagangan. Ia mengungkapkan adanya indikasi kuat yang diterima pihaknya bahwa sindikat ini melibatkan oknum dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Provinsi Lampung serta Perum Bulog Wilayah Lampung. “Kami menduga kuat dan menerima informasi yang cukup meyakinkan bahwa praktik penyaluran dan pengalihan barang ini melibatkan pihak-pihak yang memang memiliki wewenang mengatur pasokan dan harga, yaitu oknum dari Koperindag dan Bulog Lampung. Bagaimana mungkin barang bersubsidi bisa dialihkan jalurnya dan dijual di atas harga patokan jika tidak ada kelicikan pengaturan dari pihak yang seharusnya mengawasi dan menyalurkannya?” tegas Rangga. Sangat Ironis dan Mencederai Hati Nurani Menanggapi kasus yang sangat memalukan bagi birokrasi di daerah ini, Rangga menyayangkan dan menyesalkan keterlibatan petugas yang seharusnya menjadi pelindung rakyat justru menjadi perusak pasokan barang kebutuhan pokok. “Sungguh sangat ironis dan menyakitkan. Pegawai yang bekerja di dinas sosial, yang sehari-hari tugasnya menangani masalah kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat, justru menjadi dalang penjarahan barang bersubsidi. Ditambah lagi, jika benar pihak yang bertugas mengawasi seperti di Perdagangan dan Bulog ikut bermain, ini adalah pengkhianatan nyata terhadap rakyat,” ujarnya. Ia menilai keterlibatan ASN ini menjadi bukti nyata bahwa mafia pangan di wilayah Lampung sudah memiliki perlindungan yang kuat dan terorganisir rapi, sehingga berani beroperasi secara terang-terangan tanpa rasa takut. Desakan Usut Sampai Tuntas, Periksa Semua Pihak Terkait Rangga mendesak penyidik Polresta Bandar Lampung dan Kejaksaan agar tidak hanya berhenti pada penetapan satu tersangka saja. Ia meminta agar ditelusuri secara mendalam seluruh aliran uang, harta kekayaan, serta jaringan rekanan bisnis yang bekerja sama dengan tersangka. “Kami minta aparat penegak hukum segera menahan tersangka, bongkar semua jaringannya sampai ke akar-akarnya. Periksa dan panggil juga oknum-oknum dari Koperindag dan Bulog yang terindikasi terlibat. Sita dan blokir seluruh aset yang dibeli dari hasil kejahatan ini, mulai dari rumah, kendaraan, tanah, hingga simpanan keuangannya. Jangan sampai ada yang lolos atau dilindungi hanya karena berstatus pegawai negeri atau pejabat,” pungkas Ketua DPW PWDPI Lampung ini. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami peran tersangka dan kemungkinan adanya pihak lain yang lebih tinggi di balik layar jaringan mafia minyak goreng di wilayah Lampung. (Kaperwil)

Read More

Pangdam XX/TIB: Keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ Bukti Pengabdian Tulus untuk NKRI

Tajam24Jam.Com Jambi, 5 Juni 2026 – Suasana haru, bangga, dan penuh syukur menyelimuti Markas Yonif 142/Ksatria Jaya saat Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada memimpin langsung upacara penyambutan Satgas Mobile RI-PNG Yonif 142/KJ yang telah menuntaskan tugas pengabdian di wilayah Papua. Sebanyak 450 prajurit kembali ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dalam keadaan lengkap setelah menjalankan tugas negara menjaga kedaulatan dan keamanan di perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini. Momentum penyambutan tersebut semakin mengharukan dengan hadirnya ratusan keluarga prajurit yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, bahkan sebagian menempuh perjalanan jauh dari luar kota dan kabupaten untuk menyambut kepulangan putra, suami, maupun anggota keluarga mereka yang telah berbulan-bulan bertugas di medan operasi. Tampak hadir Gubernur Jambi Dr. Al Haris beserta unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, para Pejabat Utama Kodam XX/TIB dan Korem 042/Gapu, Danbrigif TP 35/SG beserta Danyon TP 844/KB dan Danyon TP 896/SP, Ketua Persit KCK Daerah XX/TIB, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 042, serta para tamu undangan lainnya. Dalam amanatnya, Pangdam XX/TIB menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ dalam melaksanakan tugas negara. “Atas nama pribadi dan selaku Pangdam XX/TIB, saya mengucapkan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 142/KJ atas keberhasilan pelaksanaan tugas negara yang telah diemban dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian,” tegas Pangdam. Pangdam menilai, keberhasilan Satgas Yonif 142/KJ tidak hanya tercermin dari keberhasilan menjaga stabilitas keamanan wilayah penugasan, tetapi juga dari keberhasilan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan prajurit Yonif 142/KJ dalam melakukan pembinaan teritorial secara humanis sehingga mampu merangkul masyarakat dan mendorong sejumlah mantan anggota OPM untuk kembali ke pangkuan NKRI. Menurut Pangdam, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, serta upaya membangun kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan. “Melalui pembinaan teritorial yang berkesinambungan, pemberian rasa aman, serta pendekatan yang humanis, prajurit mampu menghadirkan negara di tengah masyarakat sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara aparat dan warga,” ujarnya. Namun lebih dari sekadar keberhasilan operasi, momen paling menyentuh terjadi saat para prajurit bertemu kembali dengan keluarga mereka. Tangis haru pecah ketika para orang tua, istri, dan anak-anak memeluk anggota keluarga yang selama berbulan-bulan hanya dapat berkomunikasi dari jarak jauh. Pelukan hangat dan ucapan syukur menjadi gambaran nyata bahwa di balik setiap keberhasilan tugas negara, terdapat keluarga yang setia menunggu dan mendoakan kepulangan para prajurit. Kepulangan 450 personel Satgas Yonif 142/KJ dalam keadaan lengkap menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jambi sekaligus bukti profesionalisme, disiplin, dan pengabdian tanpa batas yang ditunjukkan prajurit TNI AD dalam menjaga keutuhan NKRI. Penrem 042/Gapu

Read More

Mengungkap Fakta Di Balik Insiden Munisi Nyasar Di Unp, Tim Investigasi Gelar Uji Balistik Lapangan Pistol G-2 Combat

Tajam24Jam.Com Padang, 5 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung proses investigasi insiden munisi nyasar yang terjadi di lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Tim Investigasi melaksanakan pengujian lapangan terhadap kemampuan jarak capai Pistol G-2 Combat menggunakan munisi kaliber 9 mm produksi PT Pindad jenis 1-TJ di Lapangan Tembak Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Jumat (05/06/2026). Pengujian dilaksanakan melalui penerapan beberapa variasi sudut elevasi tembakan guna memperoleh data empiris terkait karakteristik lintasan proyektil, jarak tempuh, dan potensi capaian maksimum munisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya ilmiah untuk mendukung analisis balistik, rekonstruksi kejadian, serta verifikasi berbagai temuan yang telah diperoleh selama proses investigasi. Data hasil pengujian akan dikorelasikan dengan hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan teknis, dan keterangan yang telah dihimpun oleh Tim Investigasi guna menghasilkan analisis yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pendekatan berbasis sains balistik, tim berupaya membangun gambaran yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan insiden tersebut. Pemilihan Lanud Sutan Sjahrir sebagai lokasi pengujian didasarkan pada pertimbangan aspek keamanan, keselamatan, dan kelayakan area untuk pelaksanaan uji balistik. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku dengan pengawasan ketat dari personel yang memiliki kompetensi di bidang persenjataan dan investigasi teknis. Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq, S.Sos., M.M, menyampaikan hasil pengujian ini akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan laporan investigasi guna memastikan setiap kesimpulan yang diambil didasarkan pada data faktual, analisis ilmiah, dan bukti teknis yang valid serta rasa keadilan, Tegas Kapendam. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol berharap masyarakat dapat memberikan kepercayaan kepada tim investigasi untuk bekerja secara profesional dan objektif. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan serta langkah-langkah perbaikan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Sumber : Pendam XX/TIB

Read More

Polda Jambi Matangkan Pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2026 Melalui Latpraops

Tajam24Jam.Com Jambi, 5 Juni 2026 – Polda Jambi melaksanakan kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Patuh Siginjai Tahun Anggaran 2026 pada Jumat (5/6/2026) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai III Gedung Siginjai Polda Jambi tersebut dipimpin oleh Plh. Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Yoga Yulian, S.I.K dan dihadiri oleh Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si., CPHR., CBA., para Kasatgas Operasi Patuh Siginjai, peserta Latpraops, serta staf pelaksana operasi. Dalam arahannya, Plh. Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Yoga Yulian menyampaikan bahwa Operasi Patuh Siginjai 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari dengan diawali pelaksanaan Gelar Pasukan pada Senin, 8 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa sasaran operasi tahun ini difokuskan pada pelanggaran kendaraan roda dua maupun roda empat yang berupaya menghindari sistem penindakan elektronik, seperti penggunaan pelat nomor yang ditutup, diganti, maupun dimodifikasi secara tidak sesuai ketentuan. “Operasi Patuh Siginjai 2026 mengusung tema Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif guna meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya. Sementara itu, Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono menegaskan bahwa untuk wilayah yang belum memiliki sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), petugas tetap dapat melaksanakan penindakan melalui tilang manual sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa salah satu sasaran utama operasi di wilayah Kota Jambi adalah kendaraan yang menggunakan pelat nomor bodong, tidak menggunakan pelat nomor, maupun memasang pelat kendaraan secara sembarangan dan tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa Latpraops merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan seluruh personel sebelum pelaksanaan Operasi Patuh Siginjai 2026. “Melalui Latpraops ini, seluruh personel yang terlibat diharapkan memahami sasaran, cara bertindak, serta prosedur yang harus dilaksanakan di lapangan. Operasi Patuh Siginjai 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan upaya pencegahan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi administrasi kendaraan, serta tidak melakukan berbagai bentuk pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan. “Dengan meningkatnya disiplin berlalu lintas, diharapkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan fatalitas korban dapat ditekan, sehingga tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026,” tutupnya. Penulis Tim

Read More

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jambi Gelar Gerakan Bersama Bersih Lingkungan Road to Presisi Merdeka Run 2026

Tajam24Jam.Com JAMBI, 5 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Polda Jambi menggelar kegiatan Gerakan Bersama Bersih Lingkungan Road to Presisi Merdeka Run 2026 dengan mengusung tema “Satu Langkah, Sejuta Perubahan”, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Ancol Kota Jambi atau tepatnya di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi tersebut diikuti oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, para Pejabat Utama Polda Jambi, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., personel Polri, petugas kebersihan, pelajar, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat. Aksi bersih lingkungan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain sebagai rangkaian kegiatan menuju Presisi Merdeka Run 2026, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat menerapkan budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi pembersihan kawasan publik yang melibatkan seluruh peserta secara gotong royong. Selain itu, kegiatan juga akan diisi dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan upaya mengurangi dampak perubahan iklim. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. “Melalui Gerakan Bersama Bersih Lingkungan ini, Polda Jambi ingin mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, di mana Polri terus berupaya hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau instansi tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Memungut sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, serta menanam dan merawat pohon merupakan tindakan sederhana yang memiliki dampak besar bagi masa depan. Inilah makna dari tema ‘Satu Langkah, Sejuta Perubahan’ yang kami usung dalam kegiatan ini,” lanjutnya. Sementara itu Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye menuju Presisi Merdeka Run 2026 yang akan digelar pada 9 Agustus 2026 mendatang. Event olahraga yang diproyeksikan diikuti ribuan peserta tersebut tidak hanya mengedepankan semangat hidup sehat, tetapi juga membawa pesan penting tentang kebersihan lingkungan, penghijauan, dan persatuan masyarakat. Polda Jambi turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, komunitas lingkungan, pelaku usaha, UMKM, hotel, restoran, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan Road to Presisi Merdeka Run 2026. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Polda Jambi berharap gerakan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadikan Provinsi Jambi sebagai daerah yang hijau, ramah lingkungan, dan membanggakan bagi masyarakat maupun para tamu yang berkunjung. Melalui tema “Satu Langkah, Sejuta Perubahan”, Polda Jambi menegaskan bahwa setiap tindakan positif yang dilakukan hari ini akan memberikan manfaat besar bagi masa depan, sehingga tercipta lingkungan yang lestari dan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik. Penulis Tim

Read More

Tingkatkan Profesionalisme, Polda Jambi Gelar Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas TA 2026

Tajam24Jam.Com Jambi, 4 Juni 2026 – Polda Jambi menggelar kegiatan Pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hukum (Bidkum) dan Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai III Gedung Siginjai Polda Jambi, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali, S.I.K., S.H., dan dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Jannus P. Siregar, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Jambi, para Kasat Reskrim, Kasat Resnarkoba Polres jajaran, para Kasi Kum dan Kasi Humas Polres jajaran yang mengikuti secara virtual dan personel PPID satker Polda. Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Dr. Albert Aries, S.H., M.H., dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti dan Dr. Mochammad Farisi, LL.M., dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi. Dalam sambutannya, Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Benny Ali menyampaikan bahwa Bidkum Polda Jambi harus mampu menjadi pusat penggerak (centre of gravity) dalam transformasi hukum pidana nasional di lingkungan Polri, khususnya di wilayah Polda Jambi. “Melalui Rakernis Gabungan dan Penyuluhan Hukum ini, saya berharap seluruh peserta tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kompetensi melalui pengayaan pengetahuan dari para narasumber, tetapi juga mampu memberikan masukan dan rekomendasi kepada pimpinan terkait dinamika transformasi hukum pidana nasional,” ujarnya. Selain itu, Wakapolda juga menekankan pentingnya peran Bidhumas sebagai wajah dan garda terdepan Polri dalam membangun kepercayaan publik di tengah perkembangan masyarakat digital yang menuntut kecepatan, keterbukaan, dan akurasi informasi. “Saya berharap Bidkum dan Bidhumas Polda Jambi mampu menjadi penggerak utama dalam mendukung transformasi hukum pidana nasional serta penguatan komunikasi publik di lingkungan Polri demi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Polri dan terwujudnya program Asta Cita Pemerintah,” tambahnya. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam arahannya menegaskan bahwa perkembangan hukum saat ini mengarah pada konsep hukum yang progresif sehingga seluruh personel harus terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Kapolda juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan komunikasi dan public speaking bagi personel, khususnya yang bertugas di bidang hukum maupun kehumasan. “Bapak Kapolri memberikan penekanan agar setiap jajaran mampu merespons permasalahan lokal secara cepat dan tepat sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan nasional,” tegas Kapolda. Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan seluruh peserta untuk selalu melaksanakan tugas secara profesional, humanis, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Kegiatan Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas Polda Jambi Tahun Anggaran 2026 berlangsung dengan rangkaian acara mulai dari laporan pelaksanaan kegiatan, penayangan video selayang pandang, penyampaian sambutan dan arahan pimpinan, pemberian plakat kepada narasumber, hingga sesi foto bersama. Sementara itu Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan bahwa Rakernis Gabungan Bidkum dan Bidhumas merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan tugas Polri yang semakin kompleks. “Melalui Rakernis ini diharapkan seluruh personel Bidkum dan Bidhumas mampu meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta adaptif terhadap perkembangan hukum dan teknologi informasi. Sinergi yang kuat antara fungsi hukum dan fungsi kehumasan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri yang Presisi, menjaga kepercayaan publik, serta mewujudkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, kemampuan komunikasi publik yang baik harus menjadi perhatian seluruh jajaran agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, akurat, transparan, dan bertanggung jawab. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Bersama Warga Bersihkan Jalan Sungai Daeng, Wujud Nyata Semangat Hari Bhayangkara ke-80

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 5 Juni 2026 – Polres Bangka Barat menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan di wilayah RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (5/6/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan bersih-bersih dilakukan di sepanjang ruas jalan mulai dari Simpang Papadao Cafe hingga Mushola Al-Anshor. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., Wakapolres Bangka Barat Kompol Albert D.H. Tampubolon, para Pejabat Utama Polres Bangka Barat, Camat Mentok, Dinas Lingkungan Hidup, serta personel Polres Bangka Barat. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. “Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya kami isi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi warga,” kata Kapolres. Ia menjelaskan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Polres Bangka Barat akan terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat dan memberikan dampak positif,” ujarnya. Kapolres juga menegaskan bahwa kehadiran jajaran Polres Bangka Barat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri bukan hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada masyarakat,” katanya.Sementara itu, Ketua RT 4 Kelurahan Sungai Daeng, Jarkasih, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan keterlibatan langsung jajaran Polres Bangka Barat dalam kegiatan tersebut. “Kami dari pihak kelurahan dan warga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Polres Bangka Barat. Kegiatan ini sangat bagus karena membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Jarkasih. Menurut dia, ruas jalan yang dibersihkan selama ini menjadi perhatian warga karena kondisi jalan yang relatif sempit, cukup gelap, dan ditumbuhi semak-semak di sejumlah titik. “Selama ini jalan tersebut cukup gelap dan sempit, ditambah banyak semak-semak di pinggir jalan. Kehadiran Kapolres Bangka Barat yang langsung turun bersama warga membersihkan semak-semak tentu menjadi perhatian dan kebanggaan bagi kami. Ini sangat luar biasa dan menunjukkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat,” katanya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap kondisi lingkungan di kawasan Sungai Daeng menjadi lebih tertata, bersih, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan maupun warga sekitar. Kegiatan gotong royong berlangsung dengan penuh kebersamaan dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial Polres Bangka Barat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Penulis Tim

Read More

PWDPI Lampung Desak DLH dan Dinkes Sidak SPPG MBG Desa Wawasan, Soroti Dugaan IPAL Tak Sesuai Standar dan Lemahnya Pengawasan

Tajam24Jam.Com Lampung Selatan, 5 Juni 2026 – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Wawasan, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan warga terkait dugaan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar lingkungan dan kesehatan. Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warga mengaku terganggu dengan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah operasional dapur SPPG. Warga menilai keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari instansi berwenang untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, pembangunan IPAL di lokasi SPPG disebut baru dilakukan dalam beberapa hari terakhir, sementara operasional dapur MBG tersebut telah berjalan kurang lebih selama tujuh bulan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap pemenuhan persyaratan operasional yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku khawatir apabila pengelolaan limbah tidak dilakukan secara baik dan benar. “Kami berharap ada pemeriksaan dari dinas terkait. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan persoalan lingkungan dan mengganggu masyarakat sekitar,” ujarnya. Sementara itu, Ketua SPPG Desa Wawasan, Dani Setiawan, menyatakan bahwa fasilitas IPAL yang dimiliki pihaknya telah memenuhi standar yang berlaku. “IPAL yang ada di SPPG Desa Wawasan sudah memenuhi standar,” katanya saat dikonfirmasi. Meski demikian, perbedaan informasi antara pengelola dan keluhan masyarakat dinilai perlu diverifikasi secara langsung oleh instansi teknis yang memiliki kewenangan dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup. Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPW Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Provinsi Lampung, Rangga Reksa Wisesa, S.H., mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, serta instansi terkait di tingkat provinsi untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh. Menurut Rangga, persoalan ini tidak cukup hanya menjadi perhatian pemerintah kabupaten, tetapi juga perlu mendapat pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, perwakilan atau koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat provinsi, serta instansi pengawas lainnya yang memiliki tanggung jawab terhadap keberlangsungan Program MBG. “Jika benar operasional SPPG sudah berjalan selama berbulan-bulan dan IPAL baru dibangun belakangan, maka publik berhak mempertanyakan bagaimana proses pengawasan dan verifikasi yang selama ini dilakukan. Ini bukan semata-mata soal satu dapur SPPG, tetapi menyangkut tata kelola program nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyentuh kepentingan masyarakat luas,” ujar Rangga. Ia menilai pengawasan terhadap program MBG tidak boleh hanya dilakukan pada saat awal operasional, melainkan harus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. “Kami meminta DLH Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, serta pihak BGN untuk tidak menutup mata terhadap persoalan yang berkembang di lapangan. Jika memang seluruh persyaratan telah dipenuhi, maka sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Namun apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka harus ada langkah korektif dan evaluasi yang jelas,” tegasnya. Rangga juga mengkritisi potensi lemahnya fungsi monitoring apabila benar terdapat fasilitas yang belum memenuhi standar tetapi tetap beroperasi dalam jangka waktu yang cukup lama. “Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mekanisme pengawasan berjalan efektif atau tidak? Program MBG merupakan program strategis nasional yang harus dijaga kualitas pelaksanaannya. Jangan sampai semangat memberikan makanan bergizi justru dibayangi persoalan sanitasi, pengelolaan limbah, dan kesehatan lingkungan,” katanya. Lebih lanjut, ia meminta agar pemerintah provinsi tidak hanya berperan sebagai penerima laporan, tetapi juga aktif melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Lampung. “Kami mendorong adanya audit dan evaluasi menyeluruh terhadap standar sanitasi, pengelolaan limbah, ketersediaan air bersih, hingga dokumen kesehatan lingkungan seluruh SPPG di Lampung. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru dilakukan tindakan. Pengawasan preventif jauh lebih penting,” tambahnya. PWDPI Lampung menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan untuk menghambat Program Makan Bergizi Gratis, melainkan sebagai bentuk dukungan agar program yang menjadi kebijakan strategis pemerintah dapat berjalan sesuai aturan, transparan, akuntabel, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Kabupaten Lampung Selatan, DLH Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan, maupun pihak BGN terkait keluhan warga dan dugaan ketidaksesuaian standar IPAL pada SPPG Desa Wawasan tersebut. (Kaperwil)

Read More

Amanah Jabatan dan Rasa Malu Jadi Sorotan, Benz Jono Hartono Ingatkan Pentingnya Moralitas Pemimpin

Tajam24Jam.Com JAKARTA, 5 Juni 2026 – Praktisi media massa yang juga Wakil Direktur Center for Advanced Journalism (CAJ) PWI Pusat dan Executive Director HIAWATHA Institut, Benz Jono Hartono, menyoroti pentingnya menjaga amanah jabatan dan rasa malu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui tulisan opini berjudul “Amanah Jabatan dan Rasa Malu”, Benz menegaskan bahwa jabatan publik bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, negara, serta Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap menjadi tantangan dalam tata kelola pemerintahan adalah memudarnya rasa malu di kalangan pemegang kekuasaan. Padahal, rasa malu merupakan bagian penting dari nilai moral yang dapat mencegah penyalahgunaan wewenang.“Jabatan adalah amanah. Sebuah titipan rakyat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan sejarah dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Benz. Ia menilai hilangnya rasa malu dapat berdampak pada menurunnya integritas pejabat publik. Dalam kondisi tersebut, kekuasaan berpotensi digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, sementara kepentingan masyarakat menjadi terabaikan. Benz juga mengingatkan bahwa rasa malu merupakan benteng moral yang menjaga seseorang agar tetap bertindak sesuai etika dan nilai-nilai keadilan. Ketika benteng tersebut hilang, berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dapat terjadi dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Selain itu, ia menyoroti fenomena budaya kebal kritik yang dinilai dapat muncul ketika pemegang jabatan merasa dirinya selalu benar. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar dan berpendidikan tinggi. Namun bangsa ini membutuhkan pemimpin yang memiliki hati nurani, rasa malu, dan kesadaran bahwa jabatan hanyalah sementara,” ujarnya. Lebih lanjut, Benz menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari lamanya menduduki jabatan atau besarnya kekuasaan yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana amanah tersebut dijalankan untuk kepentingan masyarakat luas. Ia berharap nilai-nilai moral, integritas, dan tanggung jawab dapat terus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.“Sejarah tidak akan mencatat seberapa lama seseorang berkuasa, melainkan bagaimana ia menggunakan kekuasaannya,” tutupnya Penulis Tim

Read More

Diduga Jadi Pusat Oplosan BBM, Gudang di Belakang Kawasan Yakult Muaro Bungo Disorot

Tajam24Jam.Com MUARO BUNGO, 5 Juni 2026 – Dugaan praktik penimbunan dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat di Kabupaten Bungo. Sebuah gudang yang berada di belakang kawasan gudang Yakult Muaro Bungo disebut-sebut menjadi lokasi aktivitas pengumpulan, pencampuran, hingga penyaluran BBM ke sejumlah titik tambang emas tanpa izin (PETI). Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM yang diduga berasal dari pembelian di sejumlah SPBU wilayah Bungo dikumpulkan ke gudang tersebut. Selain itu, disebut pula terdapat pasokan minyak yang didatangkan dari wilayah Sumatera Selatan. Di lokasi itu, BBM diduga dicampur dan diolah sebelum kembali didistribusikan. Hasil pengolahan tersebut dikabarkan disalurkan secara khusus ke kawasan PETI di wilayah Senamat dan Batu Kerbau yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan aktivitas pertambangan ilegal. Sumber yang mengetahui aktivitas tersebut menyebut gudang berada sekitar 30 meter di belakang gudang Yakult Muaro Bungo. Gudang itu disebut-sebut milik seseorang bernama Anto. Tak hanya itu, beredar pula informasi adanya dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial BD yang disebut-sebut memiliki pengaruh terhadap aktivitas sejumlah gudang di kawasan tersebut. Bahkan, menurut sumber, nama BD kerap disebut sebagai pihak yang mengoordinasikan aktivitas gudang-gudang yang beroperasi di lokasi itu. Jika informasi tersebut benar, maka praktik tersebut berpotensi melanggar berbagai ketentuan hukum terkait penyalahgunaan BBM bersubsidi, penimbunan, hingga distribusi BBM ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebutkan maupun dari aparat penegak hukum terkait kebenaran informasi tersebut. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Bungo dan pihak terkait, untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya praktik penimbunan, pengoplosan, serta distribusi BBM ilegal yang diduga berlangsung di kawasan tersebut. Penulis Tim

Read More