Tajam24Jam.Com JAMBI, 28 Agustus 2026 — Tepian Sungai Batanghari bakal berubah menjadi arena adu kecepatan pada 29 Agustus 2026. Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Provinsi Jambi menggelar Lomba Perahu Tradisional yang memadukan semangat kompetisi olahraga dengan upaya menjaga warisan budaya masyarakat tepian sungai.
Perlombaan akan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di kawasan Taman Tanggo Rajo (Perenginan), depan Rumah Dinas Gubernur Jambi.
Ajang ini melibatkan unsur Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), serta Forum Pecinta Perahu Tradisional Jambi.
Peserta akan bertarung dalam dua kategori, yakni Type A dan Type B. Panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp55 juta bagi para peserta yang mampu menjadi yang terbaik.
Lomba perahu tradisional tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tontonan olahraga air. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi perahu dan budaya sungai yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Jambi.
Deretan perahu yang berpacu di atas Sungai Batanghari diprediksi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Persaingan antarpeserta akan menghadirkan atmosfer kompetitif, sementara keberadaan perahu tradisional sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang masih bertahan di tengah perkembangan olahraga modern.
Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi periode 2026–2030, Raden Wawan Setiawan, menilai pengembangan olahraga dayung membutuhkan kompetisi yang lebih banyak serta pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Wawan sebelumnya menegaskan bahwa Jambi memiliki potensi atlet dayung yang besar. Karena itu, para atlet asal daerah yang selama ini berkiprah di luar Jambi diharapkan dapat kembali dan ikut membangun prestasi olahraga dayung di daerah.
“Kami berharap atlet-atlet asal Jambi dapat kembali pulang kampung dan bersama-sama membangun prestasi olahraga dayung Jambi. Potensi yang dimiliki atlet-atlet kita sangat besar untuk membawa nama Jambi kembali bersaing dan berjaya di tingkat nasional,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, pembinaan atlet tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Kompetisi juga diperlukan untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet secara nyata.
Karena itu, kegiatan lomba perahu tradisional di Sungai Batanghari memiliki nilai strategis. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, event tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas minat generasi muda terhadap olahraga dayung.
Potensi Sungai Batanghari sebagai arena olahraga air juga dinilai sangat besar. Dengan karakter sungai yang menjadi ikon Provinsi Jambi, kegiatan olahraga di kawasan tersebut sekaligus dapat memperkuat hubungan antara olahraga, budaya dan pariwisata daerah.
Pemilihan Tepian Sungai Batanghari sebagai lokasi lomba bukan sekadar pertimbangan teknis. Sungai terpanjang di Sumatra tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial, ekonomi serta budaya masyarakat Jambi.
Kini, sungai itu kembali menjadi panggung kompetisi.
Dua kategori lomba, hadiah total Rp55 juta, serta keterlibatan unsur pemerintah, organisasi olahraga dan komunitas menjadi modal untuk menghadirkan perlombaan yang kompetitif sekaligus menghibur.
Masyarakat Jambi pun memiliki kesempatan menyaksikan langsung bagaimana perahu-perahu tradisional berpacu membelah arus Batanghari.
Di balik adu cepat tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar: olahraga dapat menjadi jalan untuk menjaga tradisi tetap hidup.
Lomba Perahu Tradisional Jambi bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum untuk mendayung bersama—menghidupkan kompetisi, menemukan bibit atlet, dan menjaga warisan Sungai Batanghari agar tetap dikenal generasi berikutnya.
Penulis Tim



