Semarak HUT RI ke-81, Lomba Perahu Tradisional di Sungai Batanghari Sukses Digelar

Tajam24Jam.Com JAMBI, 29 Agustus 2026 — Meski sempat diragukan akibat kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi, lomba perahu tradisional dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya sukses digelar di Tepian Sungai Batanghari, Taman Tanggo Rajo, Sabtu (29/8/2026). Ajang olahraga tradisional yang digelar panitia bersama PODSI Provinsi Jambi dan Dispora Provinsi Jambi tersebut berlangsung meriah. Sejumlah tim dari berbagai wilayah turut ambil bagian dan menunjukkan kekuatan serta kekompakan dalam mengayuh perahu di Sungai Batanghari. Kegiatan ini dihadiri Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H. yang mewakili Gubernur Jambi, Ketua KONI Provinsi Jambi Mat Sanusi, Ketua PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan, serta unsur Forkopimda. Ketua PODSI Provinsi Jambi, Raden Wawan Setiawan, mengatakan lomba perahu tradisional menjadi salah satu upaya mempertahankan olahraga sekaligus budaya khas masyarakat Jambi. “Pesertanya klub-klub yang ada di Kota Jambi maupun kabupaten/kota. Untuk tingkat nasional, PODSI juga sudah melakukan penjaringan sekitar 70 atlet,” ujarnya kepada awak media. Menurutnya, atlet yang terjaring mayoritas merupakan atlet baru dengan rentang usia 18 hingga 28 tahun. Mereka akan menjalani pembinaan dan latihan bersama sebagai persiapan menghadapi kejuaraan nasional maupun tahapan menuju PON. “Insyaallah September mulai latihan bersama. Bulan Oktober kita sudah mendapatkan atlet yang siap mengikuti kejurnas. Alhamdulillah, yang terjaring ini atlet-atlet baru,” jelasnya. Raden Wawan juga menyebut pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan pembinaan bagi peserta, termasuk hadiah bagi para pemenang. Dalam lomba tersebut tersedia total hadiah mencapai Rp55 juta untuk kategori Type A dan Type B. Ia berharap olahraga perahu tradisional tidak berhenti pada perayaan HUT RI saja. PODSI, kata dia, berencana kembali menggelar lomba pada Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi, 6 Januari, dengan membuka peluang keikutsertaan peserta dari luar Provinsi Jambi. “Harapan kita ke depan, Gubernur Jambi tetap mengingat adat Melayu Jambi. Perahu tradisional ini merupakan bagian dari budaya kita. Insyaallah nanti pada HUT Jambi kita adakan lagi dan kita undang provinsi-provinsi luar,” katanya. Sementara itu, penyerahan piala dan hadiah uang tunai kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Sekda Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman. Daftar Pemenang Lomba Perahu Tradisional Kategori Type A: Juara I: Dinda Rizo — Danau Sipin Juara II: Dewa Ruci — Pemayung Jering Juara III: Nago Putih — Pasir Panjang Juara IV: Bintang Mulia — Semubur Kategori Type B: Juara I: Dinda Rizzo — Danau Sipin Juara II: Twins 6 X M — Tanjung Johor Juara III: Natural Banyulingir — Palembang Juara IV: Semox Junior — Tanjung Johor Pemenang Perahu Hias: Juara I: Kabupaten Merangin — nilai 284 Juara II: Kota Jambi — nilai 275 Juara III: Kabupaten Bungo — nilai 268 Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat dan dapat menjadi sarana untuk menghidupkan kembali budaya Melayu Jambi melalui generasi muda. Penulis Tim

Read More

Batanghari Jadi Arena Adu Dayung, Lomba Perahu Tradisional Jambi Rebutkan Hadiah Rp55 Juta

Tajam24Jam.Com JAMBI, 28 Agustus 2026 — Tepian Sungai Batanghari bakal berubah menjadi arena adu kecepatan pada 29 Agustus 2026. Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Provinsi Jambi menggelar Lomba Perahu Tradisional yang memadukan semangat kompetisi olahraga dengan upaya menjaga warisan budaya masyarakat tepian sungai. Perlombaan akan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai di kawasan Taman Tanggo Rajo (Perenginan), depan Rumah Dinas Gubernur Jambi. Ajang ini melibatkan unsur Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), serta Forum Pecinta Perahu Tradisional Jambi. Peserta akan bertarung dalam dua kategori, yakni Type A dan Type B. Panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp55 juta bagi para peserta yang mampu menjadi yang terbaik. Lomba perahu tradisional tersebut tidak hanya diarahkan sebagai tontonan olahraga air. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi perahu dan budaya sungai yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Jambi. Deretan perahu yang berpacu di atas Sungai Batanghari diprediksi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Persaingan antarpeserta akan menghadirkan atmosfer kompetitif, sementara keberadaan perahu tradisional sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang masih bertahan di tengah perkembangan olahraga modern. Ketua Umum PODSI Provinsi Jambi periode 2026–2030, Raden Wawan Setiawan, menilai pengembangan olahraga dayung membutuhkan kompetisi yang lebih banyak serta pembinaan atlet secara berkelanjutan. Wawan sebelumnya menegaskan bahwa Jambi memiliki potensi atlet dayung yang besar. Karena itu, para atlet asal daerah yang selama ini berkiprah di luar Jambi diharapkan dapat kembali dan ikut membangun prestasi olahraga dayung di daerah. “Kami berharap atlet-atlet asal Jambi dapat kembali pulang kampung dan bersama-sama membangun prestasi olahraga dayung Jambi. Potensi yang dimiliki atlet-atlet kita sangat besar untuk membawa nama Jambi kembali bersaing dan berjaya di tingkat nasional,” ujar Wawan. Menurut Wawan, pembinaan atlet tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Kompetisi juga diperlukan untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet secara nyata. Karena itu, kegiatan lomba perahu tradisional di Sungai Batanghari memiliki nilai strategis. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, event tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas minat generasi muda terhadap olahraga dayung. Potensi Sungai Batanghari sebagai arena olahraga air juga dinilai sangat besar. Dengan karakter sungai yang menjadi ikon Provinsi Jambi, kegiatan olahraga di kawasan tersebut sekaligus dapat memperkuat hubungan antara olahraga, budaya dan pariwisata daerah. Pemilihan Tepian Sungai Batanghari sebagai lokasi lomba bukan sekadar pertimbangan teknis. Sungai terpanjang di Sumatra tersebut memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial, ekonomi serta budaya masyarakat Jambi. Kini, sungai itu kembali menjadi panggung kompetisi. Dua kategori lomba, hadiah total Rp55 juta, serta keterlibatan unsur pemerintah, organisasi olahraga dan komunitas menjadi modal untuk menghadirkan perlombaan yang kompetitif sekaligus menghibur. Masyarakat Jambi pun memiliki kesempatan menyaksikan langsung bagaimana perahu-perahu tradisional berpacu membelah arus Batanghari. Di balik adu cepat tersebut, tersimpan pesan yang lebih besar: olahraga dapat menjadi jalan untuk menjaga tradisi tetap hidup. Lomba Perahu Tradisional Jambi bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum untuk mendayung bersama—menghidupkan kompetisi, menemukan bibit atlet, dan menjaga warisan Sungai Batanghari agar tetap dikenal generasi berikutnya. Penulis Tim

Read More