Dispora Provinsi Jambi Gelar Lomba Pacu Perahu Tradisional Meriahkan HUT RI ke-80

Tajam24Jam.Com Jambi, 18 Agustus 2025 – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi menggelar Lomba Pacu Perahu Tradisional di kawasan Sanggar Batik Seberang, Sungai Batanghari, Kota Jambi, Senin (18/8/2025). Acara dibuka langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, dan berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat yang memadati tepian Sungai Batanghari. Sebanyak 23 tim dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi ambil bagian dalam ajang ini. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Provinsi Jambi, Bambang Irawadi, menyampaikan bahwa perlombaan dibagi dalam dua kategori, yakni Type A dengan 21–25 orang per tim, dan Type B dengan 15–18 orang per tim.“Lomba pacu perahu ini menjadi agenda unggulan Dispora yang selalu dinanti masyarakat, apalagi antusiasme warga sangat tinggi,” ujarnya. Dispora menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah bagi para pemenang. Untuk kategori Type A, Juara I memperoleh Rp20 juta, Juara II Rp15 juta, Juara III Rp10 juta, dan Juara IV Rp6 juta. Sementara kategori Type B, Juara I mendapat Rp15 juta, Juara II Rp12 juta, Juara III Rp8 juta, dan Juara IV Rp5 juta. Ketua Panitia Pelaksana, Aswan Hidayat Usman, menegaskan bahwa lomba pacu perahu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana melestarikan budaya serta memperkuat nilai kebangsaan.“Kami ingin momentum HUT RI ini menjadi ajang menanamkan cinta tanah air sekaligus memperkenalkan tradisi lokal masyarakat Jambi,” ungkapnya. Dispora Provinsi Jambi berkomitmen menjadikan lomba pacu perahu tradisional sebagai agenda tahunan. Selain meningkatkan semangat olahraga, kegiatan ini juga diyakini mampu mempererat persatuan masyarakat melalui budaya lokal. Penulis Tim

Read More

Miris! Penjarahan Barang Antik di Sungai Batanghari Seakan Kebal Hukum, Kinerja APH Disorot Anggota DPRD Muaro Jambi

Tajam24Jam.Com Muaro Jambi, Rabu 4/6/2025 – Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Sartono mengkritik kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) yang terkesan lamban dalam melakukan penegakan hukum terhadap aktivitas penjarahan barang antik atau benda-benda kuno bernilai sejarah di aliran sungai Batanghari, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. “Kalau dari sisi hukum, penegakan hukum kita ini saya bilang lambat, apalagi ini masalah sejarah ya,”tegas Sartono. Legislator yang dikenal tegas, ramah dan lantang dalam menyuarakan aspirasi rakyat itu mendorong APH untuk segera menindak tegas setiap pelaku penjarahan barang antik hasil penyelaman tersebut. “Ini sudah berlangsung selama berapa tahun, sampai sekarang belum ada penindakan, itu yang kami keberatan. Yang dijarah oleh mereka itu barang-barang bersejarah yang nilainya tinggi,”jelas Sartono. Ia menjelaskan, perlu adanya tindakan tegas dari APH maupun pemerintah daerah agar aktivitas pencurian situs bersejarah di dasar sungai Batanghari hingga merambah ke sungai Kumpeh itu dapat dihentikan. “Kami pinginnya ada tindakan lah, distop atau seperti apa. Harus ada tindakan tegas dari pihak Aparat Penegak Hukum maupun pemerintah daerah,” tutur Sartono. Menurut Sartono, selain dapat merusak lingkungan dan membahayakan nyawa para pelaku, aktivitas penjarahan benda kuno menggunakan peralatan perahu motor tanpa izin itu juga dapat merusak nilai sejarah. Disisi lain, benda-benda kuno bersejarah tersebut juga diduga dijual secara ilegal. “Barang-barang antik ini sudah berpindah tangan sekarang itu, bukan sedikit, tapi banyak,”ungkapnya. Sartono menyatakan, aktivitas pencurian barang antik di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi ini juga dapat merusak infrastruktur jembatan penghubung antara Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi dengan Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. “Kami keberatan karena kenapa, nanti jembatan itu bisa runtuh. Kalau jembatan runtuh, berapa miliar lagi yang harus kita kucurkan dari pemerintah daerah. Sementara kita tau sama tau soal efisiensi anggaran,” jelasnya. “Satu lagi masalah sejarah, banyak barang-barang purbakala berupa keramik dan lain-lain itu sudah berpindah tangan, sehingga kita akan sulit menelusuri sejarah kita nanti, itu asalnya dari mana. Ini ada sangkut pautnya dengan Candi Muaro Jambi, nah kalau itu hilang, bagaimana. Kita sudah kehilangan benda bersejarah, itu yang paling berat,” tambahnya. Penulis Tim

Read More