Teror Rumah Wartawan Nando Saputra Gulo: Menjadi Sorotan Publik

Tajam24Jam.Com Kampar, Riau, 11 Februari 2026 – Kasus teror rumah wartawan Nando Saputra Gulo, pimpinan redaksi media Basmi Nusantara com, masih belum mendapatkan penanganan serius dari pihak kepolisian. Meskipun sudah dilaporkan dan dikirimkan hasil kejadian malam tadi, namun Kapolres Kampar dan Kanit Tipidter Polres Kampar belum memberikan respons. Teror rumah wartawan Nando Saputra Gulo terjadi pada hari Selasa, 10 Februari 2026, sekitar pukul 23.33 WIB. Dua mobil Fortuner dengan 5 orang pengendara roda dua datang ke rumah Nando Saputra Gulo di Perhentian Raja, Kampar. Tim media Matajaga.com mendatangi rumah Nando Saputra Gulo pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 17.30 WIB, untuk melakukan wawancara terkait kejadian tersebut. Nando Saputra Gulo menyatakan bahwa dirinya sangat disayangkan dengan kurangnya respons dari pihak kepolisian. “Saya sudah menghubungi langsung Kapolres Kampar dan Kanit Tip, namun belum ada respons. Saya berharap pihak kepolisian dapat segera menangani kasus ini,” ujarnya. Nando Saputra Gulo juga menambahkan bahwa berita tentang teror rumahnya sudah dikirimkan ke Kapolres Kampar dan Kanit Tipidter Polres Kampar, namun belum ada respons dari pihak kepolisian. Kasus teror rumah wartawan ini terjadi setelah Nando Saputra Gulo mempublikasikan berita tentang dugaan penimbunan BBM oplosan di Perhentian Raja, Kampar. Pihak SPBU Perhentian Raja dituding terlibat dalam kasus ini, karena diduga menjadi salah satu tempat penimbunan BBM oplosan. “SPBU Perhentian Raja harus bertanggung jawab atas kasus ini. Kami meminta pihak SPBU untuk memberikan klarifikasi dan kerja sama dengan pihak kepolisian,” tambah Nando Saputra Gulo. Dalam perkembangan terbaru, Erik Sidabutar, teman Nando Saputra Gulo, mengungkapkan bahwa oknum TNI AU Samsul menghubunginya dan menawarkan uang 1 juta untuk menekan berita tentang Nando Saputra Gulo. Erik Sidabutar dan Samsul ternyata sudah kenal sebelumnya. “Samsul menghubunginya dan mengaku ingin bertemu dengan saya. Dia mengatakan bahwa dia ingin membicarakan tentang Nando Saputra Gulo dan menawarkan uang 1 juta untuk menekan berita tentangnya,” kata Erik Sidabutar. Erik Sidabutar mengatakan bahwa Samsul mengaku sebagai anggota Polres dan meminta untuk bertemu di rumahnya. “Samsul mengatakan bahwa dia dari Polres dan ingin membicarakan tentang Nando Saputra Gulo. Tapi saya tidak percaya dan menolak tawaran itu,” tambah Erik Sidabutar. Samsul juga meminta nomor rekening Erik Sidabutar dan mengirim uang 1 juta ke rekeningnya. “Samsul meminta nomor rekening saya dan mengirim uang 1 juta, tapi saya tidak menerima uang itu sebagai imbalan untuk menekan berita,” tambah Erik Sidabutar. Nando Saputra Gulo menyatakan bahwa dirinya tidak akan menekan berita tentang dugaan penimbunan BBM oplosan di Perhentian Raja, Kampar. “Saya tidak akan menekan berita ini, karena saya hanya ingin mengungkap kebenaran,” katanya. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan meminta pihak kepolisian untuk segera memberikan respons. Penulis Tim

Read More

ANTARA PEKATNYA WARNA LUMPUR KEHINAAN DAN KEMILAU SINAR KEMULYAAN Oleh: Jamhuri-Direktur Eksekutive LSM Sembilan

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 Februari 2026 – Filosofi permata secara umum, permata bukan sekadar hiasan, tetapi manifestasi dari nilai emosional, perlindungan, dan aura positif bagi pemakainya. Berakar pada keindahan, daya tahan, dan makna simbolis mendalam yang mewakili kualitas manusia seperti cinta, keberanian, dan kemurnian. Terbentuk di bawah tekanan ekstrem, permata melambangkan kekuatan untuk bangkit dari kesulitan, keabadian, serta nilai diri yang unik. Setiap batu memiliki filosofi warna dan energi, seperti berlian (kesetiaan), rubi (passion), dan zamrud (kecerdasan batin). Merupakan simbol kemurnian, kelembutan, dan kerendahan hati. Mutiara melambangkan keindahan yang dihasilkan dari proses panjang menutupi rasa sakit (iritan) menjadi sesuatu yang berharga. Ungkapan tersebut bukan hanya sekedar idiom kosong belaka dari sebuah pemikiran yang berisikan sejumlah ilustrasi tentang sebuah keinginan menuju istana kebutuhan, dimana batu permata tidak hanya diyakini memiliki kemampuan memikat mata, akan tetapi juga dipercaya menyimpan suatu kekuatan simbolik dan energi yang mempengaruhi stratifikasi kehidupan sosial manusia. Salah satu alasan utama mengapa batu permata begitu diminati adalah karena keindahannya yang amat sangat luar biasa. Setiap batu memiliki karakteristik unik dengan warna, kejernihan, potongan, dan kilauan yang menjadikannya istimewa. Suatu keadaan yang mampu menjadikan kemilau cahaya permata tidak hanya sebatas mampu mengesampingkan pekat dan kelam serta tebalnya tumpukan lumpur kekotoran dan kehinaan yang akan menempatkan permata sebagai sebongkah kotoran hina dina yang tidak memiliki nilai dan harga estetika dan penghargaan terhadap mutu sesuatu yang bernilai. Sepenggal kalimat yang berbunyi “Sekalipun berada di dalam lumpur Permata tetap bersinar”, tidak dapat dikatakan hanya seuntai pemeo dan idiom dengan untaian kalimat bersifat retorika apalagi untuk dinilai sebagai suatu tindakan pengkultusan dari sesuatu pemikiran akan harga dan nilai serta harkat dan martabat sebuah benda alam yang dianggap mewakili sesuatu kehormatan sebagai makhluk Tuhan yang dikatakan sebagai makhluk mulia. Dilihat dari berbagai perspective gaya bahasa (majas), baik itu Personifikasi, Metafora, Simile atau Asosiasi, perbandingan eksplisit, Hiperbolik, Litotes, bukan pula ungkapan gaya Bahasa pertentangan, Ironi, Paradoks, Antitesis, antonym, gaya Bahasa sindiran baik sarkas maupun sinisme, perulangan suatu ungkapan baik berupa metonimia, Repetisi (pengulangan kata untuk menegaskan). Idiom tersebut merupakan suatu wujud nyata hasil dari manusia mampu menggunakan salah satu bagian unsur kemulyaan yang ada pada dirinya dan/atau dimiliki sebagai penyandang status sosial makhluk manusia atau insan terhormat. Karena walau bagaimana manusia tetaplah manusia begitu juga dengan permata yang tidak akan pernah menjadi manusia. Hasil dari suatu pemikiran dalam rangka menunjukan adanya upaya menghidupkan karya nyata hasil kerja syaraf-syaraf otak manusia yang dilengkapi dengan peradaban dan etika moral yang akan menimbulkan konotasi tertentu dan efek estetika, dan membantu otak-otak lainnya dalam memahami makna tersirat guna menekankan point tertentu. Bukanlah merupakan hal yang berlebihan jika idiom ataupun ungkan sebagaimana diatas diilustrasikan sebagai ungkapan terhadap penilaian penempatan status hierarki atau tunduk takluknya atau status hukum Kepolisian, yang menjadi trending tofict issue sosial saat ini. Logika atau pikiran dengan tanpa cacat nalar dan tanpa sesat pikiran tentunya tidak akan berpikir tentang dimana Polisi berada akan tetapi bagaimana Polisi bersinar dengan kemilau cahaya kemanfaatan dan serta terangnya sinar-sinar tujuan hukum. Perbedaan pandangan tidak harus menjadi sebuah gav phsykologi sosial antar sesame manusia dan/atau sesama warga negara, serta tidak menjadikan perbedaan tersebut menjadi lahan subur tumbuh kembangnya prinsif-prinsif kolonialisme yang salah satunya dengan pola devide it ampera. Walau sekedar dengan pemikiran sesat budaya pada ruang lingkup gaya hidup koruptif yang menilai sesuatu keberpihakan terbelenggu adanya penerimaan suap berupa sesuatu barang atau uang yang diberikan simbolisasi “Cair”. Alangkah terhormat dan mulyanya jika yang diberi label “cair” tersebut adalah konsep pikiran yang mengandung cacat logika dan cacat nalar serta sesat pikiran menyangkut stratifikasi sosial baik personal maupun struktur kelembagaan, mencair menjadi suatu untaian dan rangkaian symphoni indah kebersamaan tanpa dibelenggu kepentingan sesat sesaat sebuah egosinteris kekuasaan. Pemikiran yang mencair dengan suatu kesadaran akan indahnya gemerlapnya warna sinar-sinar panggung-panggung politik kekuasaan tanpa dilengkapi dengan tudingan kepentingan birahi tak beradab yang menilai sesuatu pemikiran dengan tolak ukur budaya koruptif, yang secara symbolis merupakan suatu pengakuan bahwa pemilik pikiran sebagaimana diatas tidak akan pernah bisa menyadari tentang bagaimana Mutiara menjadi suatu ungkapan berharga mahal dan bernilai tinggi. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Lanjutkan Pencarian Hari Ketiga, Kapolres Pastikan Upaya Maksimal di Perairan Tembelok

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 11 Februari 2026 – Polres Bangka Barat terus melanjutkan upaya pencarian terhadap jasad yang dilaporkan mengapung di perairan Tembelok, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Memasuki hari ketiga, Rabu (11/2/2026). Tim gabungan yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Bangka Barat kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya jasad akibat arus laut. Sebelumnya, sesosok mayat dilaporkan ditemukan mengapung oleh seorang nelayan pada Senin (9/2/2026) siang. Nelayan tersebut melihat jasad dalam posisi terlentang di tengah laut. Namun saat kembali ke lokasi usai melaporkan kejadian itu, jasad sudah tidak terlihat. Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Bangka Barat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan serta pencarian menggunakan kapal patroli. Pada hari ketiga pencarian, tim melakukan penyisiran di sejumlah lokasi, yakni perairan Tembelok, Keranggan, Teluk Inggris, laut Tanjung, Karang Ular, Karang Aji, hingga mengarah ke tengah laut perairan Selat Bangka. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menegaskan bahwa upaya pencarian masih terus dilakukan secara maksimal. “Memasuki hari ketiga, personel Polairud bersama unsur terkait terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur terbawanya jasad oleh arus. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan,” ujar Yos, Rabu. Ia menjelaskan, kondisi arus laut yang cukup kuat di sekitar perairan Tembelok menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. “Arus di perairan tersebut cukup kencang sehingga sangat memungkinkan jasad terbawa hingga radius yang lebih jauh. Karena itu, area pencarian kami perluas sampai ke beberapa titik perairan lainnya, termasuk ke arah Selat Bangka,” katanya. Hingga Rabu sore, hasil pencarian masih belum membuahkan hasil dan jasad yang dilaporkan hilang belum ditemukan. Selain melakukan penyisiran, Polres Bangka Barat juga memberikan imbauan kepada para nelayan dan pengguna jalur laut agar segera melapor apabila menemukan atau melihat tanda-tanda keberadaan jasad tersebut. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di laut, untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat sesuatu yang mencurigakan atau diduga terkait dengan jasad tersebut,” ujar Yos. Menurutnya, pencarian akan terus dilanjutkan demi kepentingan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas serta penyebab kematian korban. Polres Bangka Barat memastikan seluruh langkah yang dilakukan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Pasang Spanduk Peringatan di Aliran Sungai Peradong, Kapolres, Akan Petakan Titik Rawan Buaya

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 11 Februari 2026 – Polres Bangka Barat memasang spanduk imbauan waspada serangan hewan liar, khususnya buaya, di sekitar aliran sungai Desa Peradong, Dusun 2 Menggarau, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu melibatkan unsur pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Peradong, Sekretaris Desa, Bhabinkamtibmas Desa Peradong, perangkat desa, para kepala dusun, serta warga sekitar. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., mengatakan pemasangan spanduk ini merupakan langkah cepat kepolisian untuk mencegah adanya korban susulan akibat serangan hewan liar, khususnya buaya.“Ini adalah langkah preventif yang kami lakukan untuk melindungi masyarakat. Kami tidak ingin ada lagi warga yang menjadi korban serangan hewan buas seperti buaya. Karena itu, kami bergerak cepat memasang imbauan di titik-titik yang dinilai rawan,” ujar Pradana. Menurut dia, kawasan aliran sungai dan kolong-kolong di sejumlah wilayah Bangka Barat memang berpotensi menjadi habitat buaya. Oleh sebab itu, Polres Bangka Barat akan melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap titik-titik rawan. “Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong-kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat. Pemetaan ini penting agar langkah pencegahan bisa lebih terarah,” katanya. Selain pemasangan spanduk, pihak kepolisian juga akan menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk para Bhabinkamtibmas dan personel di polsek, untuk aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai dan kolong, terutama pada pagi dan malam hari. Jika melihat atau mengetahui keberadaan buaya, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian,” kata Pradana. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polres Bangka Barat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan warga dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya insiden serupa. Sementara itu, warga Desa Peradong mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan kepolisian. Mereka menilai pemasangan spanduk peringatan di lokasi rawan menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Penulis Tim

Read More

Respons Cepat Polres Bangka Barat Soal Ancaman Buaya Tuai Apresiasi Warga, Kapolres Siapkan Pemetaan dan Hotline Laporan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 11 Februari 2026 – Langkah cepat Polres Bangka Barat dalam merespons potensi ancaman satwa liar, khususnya buaya, di sejumlah aliran sungai dan kolong di wilayah Kabupaten Bangka Barat mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Setelah pemasangan spanduk imbauan waspada di kawasan aliran Sungai Desa Peradong, Kecamatan Simpang Teritip, Rabu (11/2/2026), Polres Bangka Barat langsung menyiapkan langkah lanjutan berupa pemetaan titik-titik rawan kemunculan buaya serta membuka layanan pengaduan cepat bagi warga. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Kami tidak ingin ada korban berikutnya. Karena itu, selain pemasangan spanduk peringatan, kami akan melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi habitat atau jalur pergerakan buaya, baik di aliran sungai maupun kolong-kolong di Bangka Barat,” ujar Pradana. Menurut dia, pemetaan tersebut akan melibatkan jajaran polsek, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat untuk mengidentifikasi lokasi yang dinilai rawan. “Langkah ini bukan hanya reaktif, tetapi preventif dan terukur. Dengan pemetaan, kami bisa menentukan di mana saja perlu dipasang imbauan tambahan dan pengawasan lebih intensif,” katanya. Tak hanya itu, Polres Bangka Barat juga membuka akses layanan pengaduan cepat bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas warga. “Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi call center 110 atau melapor ke polsek terdekat jika melihat keberadaan buaya. Informasi sekecil apa pun sangat penting agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujar Pradana. Langkah tersebut dinilai warga sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman. Sejumlah warga Desa Peradong menyebut respons kepolisian tergolong cepat dan tidak menunggu hingga muncul korban baru. “Biasanya kalau sudah ada kejadian baru ramai. Tapi ini sebelum ada korban lagi sudah dipasang spanduk dan ada rencana pemetaan. Kami merasa lebih diperhatikan,” ujar salah seorang warga. Di sisi lain, kebijakan pemetaan titik rawan ini juga memicu perhatian publik karena dinilai sebagai langkah yang jarang dilakukan secara sistematis sebelumnya. Namun, banyak warga justru menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan penting dalam penanganan konflik manusia dan satwa liar di daerah yang memiliki banyak aliran sungai dan kolong bekas tambang. Kapolres menegaskan bahwa upaya ini akan dilakukan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan masyarakat Kabupaten Bangka Barat dapat beraktivitas dengan aman. Ini komitmen kami. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci agar potensi ancaman satwa liar bisa diminimalisasi,” kata dia.Dengan langkah preventif, pemetaan terstruktur, serta layanan laporan cepat, Polres Bangka Barat berharap potensi serangan satwa liar dapat ditekan dan rasa aman masyarakat tetap terjaga. Penulis Tim

Read More

Karo SDM Polda Jambi Buka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Operator SDM

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 Februaru 2026 – Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jambi, Kombes Pol Handoko, S.I.K., M.Si., resmi membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bidang Operator SDM pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai III Gedung Siginjai Polda Jambi tersebut diikuti oleh Kabag SDM Polda Jambi, Kasubbag Renmin dan para operator SDM dari seluruh jajaran dan satuan kerja (satker) di lingkungan Polda Jambi. Dalam arahannya, Kombes Pol. Handoko menekankan bahwa operator SDM memegang peranan penting dalam mendukung sistem manajemen sumber daya manusia Polri. Menurutnya, ketelitian dalam pengelolaan data personel menjadi kunci utama dalam mendukung pengambilan kebijakan pimpinan serta perencanaan pembinaan karier anggota ke depan. “Operator SDM harus memiliki ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan teknis yang baik dalam mengelola dan memperbarui data. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat,” ujar Kombes Pol Handoko. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi para operator dalam mengoperasikan aplikasi dan sistem informasi SDM Polri. Materi yang diberikan mencakup tata cara penginputan, proses validasi, hingga pembaruan data personel secara berkala. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi yang efektif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para operator SDM semakin profesional, responsif, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan kapasitas tersebut dinilai penting guna mendukung terwujudnya pengelolaan SDM Polri yang modern dan presisi. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa peningkatan kualitas operator SDM merupakan bagian dari komitmen Polda Jambi dalam membangun tata kelola organisasi yang berbasis data dan teknologi. “SDM Polri adalah aset utama organisasi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan data personel dikelola secara profesional dan akurat, sehingga mendukung pelayanan Polri yang semakin baik kepada masyarakat,” ungkap Kombes Pol. Erlan Munaji Penulis Tim

Read More

Dirpolairud Polda Jambi Sambangi Warga Pesisir Kampung Laut Lewat Program Sambang Nusa Presisi

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 Februari 2026 – Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, Kombes Pol. Dhovan Oktavianton, melaksanakan kegiatan Sambang Nusa Presisi di wilayah pesisir Kelurahan Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat pesisir. Dalam kegiatan tersebut, Dirpolairud didampingi Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jambi AKBP Lukman, personel Satpolairud Polres Tanjab Timur, serta unsur TNI Angkatan Laut dan Basarnas. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keamanan wilayah perairan. Masyarakat pesisir Kelurahan Kampung Laut turut hadir dan menyambut baik kegiatan tersebut. Dialog hangat antara aparat dan warga menjadi momen penting untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Dalam sambutannya, Kombes Pol. Dhovan Oktavianton menegaskan bahwa keamanan laut tidak dapat diwujudkan tanpa peran aktif masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir. “Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting. Dengan saling berbagi informasi, potensi gangguan kamtibmas di wilayah perairan dapat dicegah sejak dini,” ujar Kombes Pol. Dhovan Oktavianton. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan, termasuk pelanggaran hukum yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan laut. Sebagai bentuk kepedulian sosial, pada akhir kegiatan Dirpolairud Polda Jambi turut menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat pesisir yang hadir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan Sambang Nusa Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pesisir dan perairan. “Melalui kegiatan ini, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Kami ingin membangun komunikasi yang aktif dengan warga pesisir agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ungkap Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, Polri, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan laut dari berbagai potensi gangguan, seperti tindak kejahatan perairan maupun pelanggaran lainnya. Melalui kegiatan Sambang Nusa Presisi ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat, serta tercipta situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. Penulis Tim

Read More

Humanis di Garis Depan, Brimob Jambi Bagikan Tali Asih kepada Massa Aksi Damai Masyarakat SAD

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 Februari 2026 – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan personel Satuan Brimob Polda Jambi saat melaksanakan pengamanan aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program inovasi pelayanan publik TRANSFORMER yang menekankan sentuhan kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Di tengah pengamanan, personel Brimob tidak hanya fokus menjaga situasi tetap aman dan kondusif, tetapi juga menunjukkan empati dengan membagikan tali asih kepada masyarakat yang hadir menyampaikan aspirasi. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada perwakilan massa aksi dengan suasana penuh kekeluargaan. Kehadiran aparat kepolisian pun disambut baik. Personel Brimob terlihat aktif menyapa, berdialog, serta memastikan kegiatan berlangsung tertib tanpa mengurangi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat secara damai. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. “Dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat, kami menekankan kepada seluruh personel untuk tetap mengedepankan sikap humanis. Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi rasa nyaman serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, termasuk komunitas adat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Pendekatan dialogis dan penuh empati menjadi kunci dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tambahnya. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pendekatan humanis yang dilakukan personel Brimob diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Penulis Tim

Read More

Dugaan Korupsi Proyek Madrasah Rp 16,4 Miliar di Jambi, KREASI Desak Kejati Periksa Pejabat PUPR

Tajam24Jam.Com JAMBI, 11 Februari 2026 – Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KREASI) Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (11/2/2026). Massa menuntut pengusutan tuntas atas dugaan korupsi proyek konstruksi rehabilitasi dan renovasi Madrasah PHTC di bawah naungan APBN Tahun Anggaran 2025.Proyek senilai Rp 16,4 miliar tersebut diduga sarat dengan penyimpangan teknis yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Koordinator Lapangan (Korlap) KREASI Jambi, M. Khaidir Ali, menyatakan bahwa berdasarkan investigasi terukur di lapangan, proyek yang dikerjakan oleh PT Belimbing Sriwijaya tersebut diduga mengalami gagal konstruksi dan kualitas pekerjaan yang jauh di bawah spesifikasi teknis (spek). “Kami menemukan indikasi kuat bahwa pekerjaan dilakukan asal jadi. Ada dugaan pencurian volume beton dan kurangnya pengawasan berkala dari dinas terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Provinsi Jambi,” ujar Khaidir Ali saat ditemui di sela-sela aksi. Proyek ini mencakup lima lokasi madrasah di tiga wilayah, yakni Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). Beberapa titik yang disorot antara lain MTSN 4 Kota Jambi, MAN 1 Tanjabtim, MAS Mafatihul Huda Tanjabbar, MAS Nurul Aqsho Tanjabtim, dan MTSS Nurul Hidayah Tanjabtim. Khaidir Ali menegaskan, pihaknya mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk tidak tinggal diam. Ia meminta Kejaksaan Tinggi Jambi segera memanggil dan memeriksa jajaran pejabat di Dinas PUPR Provinsi Jambi serta pihak rekanan. “Kami minta panggil dan periksa Kadis PUPR Jambi, Kabid Cipta Karya, hingga PPK dan Bendahara proyek. Tidak hanya itu, Direktur PT Belimbing Sriwijaya juga harus bertanggung jawab. Jangan sampai uang negara untuk pendidikan dikorupsi oleh segelintir oknum,” tegas Khaidir Pihak Kejaksaan Tinggi Jambi menyatakan akan mempelajari laporan dan tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan ketat di lokasi unjuk rasa agar aspirasi dapat disampaikan secara damai sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998. KREASI Jambi mengancam akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum. Bahkan, massa aksi berencana kembali menggelar unjuk rasa lanjutan pada besok, Kamis 12 Februari 2026, sebagai bentuk tekanan moral kepada aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti dugaan kasus tersebut. “Ini adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Jika negara kalah, maka ketimpangan hukum akan terus merugikan hak-hak rakyat,” pungkas Khaidir. Penulis Tim

Read More

Pengamat: Tata Kelola Batu Bara Jambi Gagal, Anggaran Rp35 Miliar Jalan Khusus Dinilai Sia-Sia

Tajam24Jam.Com Jambi, 11 Februari 2026 – Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Noviardi, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi Jambi terkait penanganan persoalan angkutan batu bara yang hingga kini belum menunjukkan solusi konkret. Ia menilai kepemimpinan Gubernur Jambi saat ini gagal mengeksekusi langkah teknis strategis dan justru lebih mengedepankan pendekatan politik pencitraan yang berdampak pada kerugian masyarakat luas. Dalam keterangannya, Noviardi memetakan tiga persoalan mendasar yang dinilai menyandera Provinsi Jambi, yakni ketiadaan jalan khusus angkutan batu bara, ancaman kerusakan ekologi, serta penurunan produktivitas akibat tata kelola yang dinilai amburadul.“Kegagalan yang paling mencolok adalah mangkraknya proyek jalan khusus meskipun anggaran daerah telah dikucurkan dalam jumlah besar,” tegas Noviardi. Anggaran Rp35 Miliar DipertanyakanNoviardi mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengalokasikan dana APBD sebesar Rp35 miliar untuk pembukaan jalan tembus di Kabupaten Batanghari, tepatnya dari wilayah Tembesi menuju Nes. Namun hingga kini, jalan tersebut belum dapat difungsikan untuk angkutan batu bara.“Meskipun pemerintah sudah menganggarkan Rp35 miliar untuk jalan yang ditembus dari Tembesi menuju Nes, dana habis dari APBD, tetapi jalan tidak bisa digunakan,” ujarnya. Ia menilai proyek tersebut tidak memberikan manfaat nyata dan mempertanyakan efektivitas perencanaan serta pengawasan anggaran.Menurutnya, Pemprov juga dinilai tidak maksimal dalam memfasilitasi proses perizinan pelepasan lahan, baik milik masyarakat maupun perusahaan, yang menjadi bagian penting dalam pembangunan jalan khusus tersebut. Soroti Dugaan Konflik KepentinganPoin krusial lain yang disorot Noviardi adalah dugaan adanya konflik kepentingan (conflict of interest) di lingkaran pejabat pemerintahan.Ia menduga, berbagai hambatan dalam pembenahan sistem angkutan dan perizinan tambang tidak terlepas dari kepentingan oknum tertentu yang bermain dalam bisnis batu bara.“Saya melihat konflik kepentingan cukup tinggi. Ada yang ingin bermain dalam angkutan batu bara, perizinan tambang, hingga fee dan royalti. Ini harus ditertibkan,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengkritik lemahnya verifikasi Pemprov terhadap kesiapan investor yang berkomitmen membangun jalan khusus. Menurutnya, pemerintah tidak secara serius memastikan kemampuan finansial dan teknis para investor, sehingga proyek strategis tersebut terus tertunda dan berdampak pada kemacetan kronis di jalan umum.“Ini karena lemahnya verifikasi Pemprov terhadap kesiapan investor,” tambahnya. Penulis Tim

Read More