Tajam24Jam.Com JAMBI, 8 September 2026 — Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) Jambi menggelar aksi damai di depan Mapolda Jambi, Selasa (8/9/2026). Dalam aksi tersebut, LMPP mendesak aparat penegak hukum menelusuri dugaan perubahan fungsi lahan yang semula disebut diperuntukkan bagi perkebunan karet, kakao, dan kelapa sawit, namun diduga berubah menjadi kawasan yang disebut sebagai kavling tambang batubara.
Sorotan tersebut disampaikan LMPP Jambi sebagai bentuk kepedulian terhadap pemanfaatan lahan dan dampaknya terhadap kepentingan serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam orasinya, LMPP mempertanyakan dugaan perubahan peruntukan lahan yang dikaitkan dengan PT Sawit Desa Makmur. Mereka meminta aparat berwenang melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap status, peruntukan, legalitas, serta aktivitas pemanfaatan lahan yang menjadi sorotan.

Tak hanya itu, LMPP Jambi juga mendesak KORTASTIPIDKOR Polri dan Kapolda Jambi untuk melakukan klarifikasi, pemanggilan, dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam materi aksi, termasuk Rizal Senangsyah dan Al Haris.
Menurut LMPP, langkah tersebut penting dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam proses perubahan peruntukan maupun pemanfaatan lahan.
“Persoalan ini harus terang-benderang dan jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang dirugikan. Jika memang terdapat dugaan pelanggaran, kami meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar perwakilan LMPP Jambi dalam orasinya.
LMPP juga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak membiarkan persoalan tersebut berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Mereka berharap seluruh aspek terkait lahan yang dipersoalkan dapat diperiksa berdasarkan dokumen, perizinan, tata ruang, dan ketentuan hukum yang berlaku.
LMPP Jambi berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan profesional agar status, peruntukan, serta legalitas lahan yang dipersoalkan menjadi terang dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Penulis Tim



