Polres Bangka Barat Kembali Imbau Penambang Tembelok-Keranggan Tak Beraktivitas

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 23 September 2026 – Polres Bangka Barat kembali mengingatkan para penambang di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Mentok, agar tidak kembali melakukan aktivitas penambangan. Imbauan disampaikan personel Satpolairud Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (23/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas menyambangi kawasan pesisir Tembelok dan Keranggan untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus menyampaikan imbauan kepada para ojek dan pekerja yang berada di sekitar ponton. Petugas mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga ekosistem laut serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya pihak yang kembali mencoba melakukan aktivitas penambangan. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, imbauan tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah kembali berlangsungnya aktivitas penambangan di perairan Tembelok dan Keranggan. “Personel kembali memberikan imbauan kepada para ojek dan pekerja agar tidak melakukan aktivitas penambangan. Kami mengajak semua pihak bersama-sama menjaga ekosistem laut dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan,” kata Yos. Yos mengatakan, dari pemantauan petugas di lapangan hari ini tidak ditemukan aktivitas penambangan. Meski demikian, personel tetap melakukan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi. “Imbauan akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan. Kami berharap tidak ada lagi pihak yang mencoba melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut,” ujarnya. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi Gelar Apel Operasi Jaran Siginjai 2026, Tekan Tindak Pidana Curanmor

Tajam24Jam.Com JAMBI, 23 September 2026 – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah hukumnya. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Apel Operasi (Ops) Jaran Siginjai 2026, yang digelar di lapangan hitam Mapolda Jambi, Rabu (23/09/2026). Kegiatan apel ops pasukan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si dan dihadiri Irwasda Polda Jambi Kombes Pol. Subandi, S.I.K., M.H., Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, S.I.K., M.H., Kabid Propam Polda Jambi Kombes Pol. R. A. Sormin, S.I.K., Wadir Reskrimum Polda Jambi AKBP Imam Rachman, S.I.K., para Kasatgas serta personel yang terlibat dalam operasi. Apel Gelar Ops Jaran Siginjai 2026 ini menjadi momen penting sebagai tanda dimulainya serangkaian langkah operasi kepolisian yang terencana, terkoordinasi, dan terarah. Kehadiran seluruh personel yang akan bertugas dalam operasi selama 20 (dua puluh hari) mulai tanggal 23 September sampai dengan 12 Oktober 2026 ini menunjukkan kesiapan penuh dari institusi Polda Jambi untuk turun ke lapangan dan bekerja secara maksimal demi menciptakan rasa aman bagi seluruh warga Jambi. Dalam arahannya, Wakapolda Jambi menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas sesuai target dan pembagian tugas yang telah ditentukan dengan penuh tanggung jawab. “Target operasi sudah ditentukan dan tugas masing-masing personel juga sudah dijelaskan. Laksanakan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab dan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Brigjen Pol. K. Yani Sudarto. Wakapolda juga mengingatkan bahwa keselamatan personel merupakan bagian penting dari keberhasilan pelaksanaan operasi. Ia meminta seluruh personel untuk senantiasa menjaga diri selama menjalankan tugas di lapangan. “Keberhasilan operasi bukan hanya dilihat dari capaian hasil, tetapi juga bagaimana seluruh personel dapat melaksanakan tugas dengan baik dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” tegasnya. Selain itu, Wakapolda Jambi meminta seluruh personel menjadikan pelaksanaan Operasi Jaran Siginjai 2026 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Setiap dukungan anggaran yang diterima personel juga harus digunakan dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan. “Personel yang terlibat dalam operasi ini merupakan personel yang terpilih. Jadikan pelaksanaan tugas ini sebagai ladang ibadah dan laksanakan dengan penuh integritas. Setiap dukungan anggaran yang diterima agar dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” katanya. Untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan efektif, Wakapolda juga menginstruksikan Biro Operasi Polda Jambi agar melakukan evaluasi setiap hari terhadap capaian yang telah dilaksanakan selama operasi. “Evaluasi harus dilakukan setiap hari sehingga kita dapat mengetahui capaian, kendala, maupun langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan operasi,” lanjutnya. Melalui Operasi Jaran Siginjai 2026, Polda Jambi berharap upaya kepolisian dalam mengungkap dan mencegah tindak pidana curanmor dapat semakin optimal, sehingga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. “Semoga Operasi Jaran Siginjai 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan output yang nyata dalam mengurangi, bahkan meniadakan tindak pidana curanmor di wilayah hukum Polda Jambi,” pungkas Wakapolda Jambi. Penulis Tim

Read More

Bidhumas Polda Jambi Gelar Bimtek Fotografi dan Videografi, Perkuat Kompetensi Kehumasan Personel

Tajam24Jam.Com JAMBI, 23 September 2026 – Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Jambi melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fotografi dan Videografi sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kompetensi personel dalam mendukung pelaksanaan tugas kehumasan di lingkungan Polri Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lt. III Gedung Siginjai Polda Jambi pada Rabu, (23/09/2026) tersebut dibuka oleh Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Jambi, AKBP Wirmanto Dinata, yang mewakili Kabid Humas Polda Jambi. Bimtek diikuti oleh para Kasubbagrenmin dan operator PPID satuan kerja (satker) Polda Jambi, serta para Kasi Humas dan operator Humas Polres jajaran Polda Jambi. Dalam sambutannya, AKBP Wirmanto Dinata menyampaikan bahwa kemampuan fotografi dan videografi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kehumasan, khususnya dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan berbagai kegiatan positif Polri kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa berdasarkan Perkap Polri Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kehumasan di Lingkungan Polri, tugas kehumasan tidak hanya menjadi tanggung jawab personel yang bertugas pada fungsi Humas, tetapi juga diemban oleh seluruh Pegawai Negeri pada Polri. “Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023, kehumasan bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi Humas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh Pegawai Negeri pada Polri. Karena itu, setiap personel memiliki peran untuk menyampaikan informasi yang positif, edukatif dan bermanfaat kepada masyarakat,” ujar AKBP Wirmanto Dinata. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa seluruh personel Polri diharapkan dapat membangun kebiasaan untuk mendokumentasikan serta menyebarluaskan kegiatan positif yang dilaksanakan Polri, baik melalui media sosial maupun media komunikasi lainnya dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. “Kami berharap seluruh peserta, baik Kasubbagrenmin, operator PPID, Kasi Humas maupun operator Humas Polres jajaran, dapat menjadi bagian dari penguatan komunikasi publik Polri. Setiap kegiatan positif yang dilaksanakan harus dapat dikemas dan disampaikan dengan baik sehingga masyarakat mengetahui apa yang telah dilakukan Polri,” jelasnya. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas menyampaikan bahwa penguatan kemampuan kehumasan merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif antara Polri dan masyarakat. “Bapak Kapolda Jambi menekankan bahwa seluruh personel memiliki peran dalam membangun komunikasi positif Polri. Karena itu, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus dapat didokumentasikan dan disampaikan kepada masyarakat secara baik, benar, informatif dan bertanggung jawab,” ujar Kabid Humas Polda Jambi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menuntut personel Polri untuk memiliki kemampuan komunikasi visual yang semakin baik. Foto dan video yang berkualitas dapat menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai kegiatan pelayanan, perlindungan dan pengayoman Polri kepada masyarakat. “Bimtek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis fotografi dan videografi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap personel dapat menjadi bagian dari kegiatan kehumasan. Mari bersama-sama menyampaikan berbagai kegiatan positif Polri sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memahami apa yang telah dilakukan Polri di tengah masyarakat,” ungkapnya. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber turut memberikan materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) memberikan materi “Penguatan PPID Kepolisian dalam Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik”. Materi ini membahas pentingnya pengelolaan informasi publik yang transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat. Selanjutnya, Direktur CV Fotopro Indonesia, Sudirman Muchtar, memberikan materi “Teknik Dasar Fotografi”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai teknik dasar dalam menghasilkan dokumentasi foto yang baik, informatif dan memiliki nilai visual dalam mendukung kegiatan kehumasan. Sementara itu, Ketua Pengawas Sinema Kajanglako Jambi memberikan materi “Humanizing The Badge”, yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan kepolisian, sehingga sosok dan kegiatan personel Polri dapat tersampaikan secara lebih dekat dan relevan dengan masyarakat. Kabid Humas Polda Jambi berharap seluruh peserta dapat menyerap materi yang diberikan oleh para narasumber dan mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja. “Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan menyerap ilmu dari para narasumber. Pengetahuan mengenai keterbukaan informasi, fotografi, videografi serta pendekatan humanis dalam komunikasi sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas kehumasan Polri di era digital,” pungkasnya. Kegiatan Bimtek Fotografi dan Videografi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bidhumas Polda Jambi, satker dan Polres jajaran dalam mengelola informasi, dokumentasi serta penyebarluasan berbagai kegiatan positif Polri kepada masyarakat. Penulis Tim

Read More

Polda Jambi dan BPOM Perkuat Sinergi Pengawasan Obat, Kosmetik dan Pangan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 23 September 2026 – Polda Jambi terus memperkuat sinergitas dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap peredaran obat, kosmetik, sediaan farmasi, serta pangan olahan di wilayah Provinsi Jambi. Komitmen tersebut dibahas dalam kegiatan audiensi antara Polda Jambi bersama BPOM Jambi yang berlangsung di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Rabu (23/9/2026) Audiensi tersebut dihadiri Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., Kepala Balai POM di Jambi Agus Riyanto, S. Farm., Apt., M.M. beserta Tim Balai POM Jambi, Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Taufik Nurmandia, S.I.K., M.H., serta Dirnarkoba Polda Jambi Kombes Pol. Dewa Made Palguna, S.H., S.I.K., M.H. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memastikan produk yang beredar di tengah masyarakat memenuhi ketentuan keamanan, mutu, dan standar yang telah ditetapkan. “Kapolda Jambi menegaskan pentingnya sinergitas antara Polda Jambi dan BPOM Jambi dalam melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat. Hal ini merupakan langkah bersama untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk yang aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan,” ujar Kabid Humas Polda Jambi. Menurutnya, koordinasi juga diarahkan pada peningkatan pengawasan serta pencegahan terhadap peredaran produk ilegal maupun produk yang Tidak Memenuhi Standar (TMS). “Pengawasan tidak hanya dilakukan secara preventif, tetapi juga perlu diikuti dengan langkah penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran. Polda Jambi siap berkolaborasi dengan BPOM Jambi dalam menindak peredaran produk ilegal dan produk yang tidak memenuhi standar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelasnya. Kapolda Jambi, lanjut Kabid Humas, juga menekankan pentingnya pertukaran informasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara kedua institusi, khususnya dalam mengantisipasi potensi peredaran produk yang dapat membahayakan masyarakat. “Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan kepada masyarakat. Dengan sinergitas dan koordinasi yang baik, setiap potensi pelanggaran dapat lebih cepat dideteksi, dicegah, dan ditindaklanjuti,” ungkapnya. Penulis Tim

Read More

Polsek Jambi Selatan Gerak Cepat Ungkap Kasus Penganiayaan , Pelaku Diamankan Kurang dari 1 Jam

Tajam24Jam.Com POLRESTA JAMBI, 22 September 2026 – Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana penganiayaan dengan rencana yang mengakibatkan luka . Seorang pelaku berhasil diamankan kurang dari satu jam setelah kejadian. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. melalui Kapolsek Jambi Selatan membenarkan penangkapan tersebut. Kejadian bermula pada Selasa (22/09/2026) sekira pukul 18.00 WIB di Jl. H.M. Yusuf Nasri RT 006 Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Piket Reskrim Polsek Jambi Selatan menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam. Mendapat laporan tersebut, Team Unit Reskrim Polsek Jambi Selatan langsung bergerak menuju TKP dan berhasil mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku. Pelaku berinisial ADP (24) warga Jl. H.M. Yusuf Nasri RT 006 Kelurahan Wijayapura, Kec. Jambi Selatan, Kota Jambi. Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap korban berinisial D (71) menggunakan 1 (satu) bilah senjata tajam jenis parang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka akibat sabetan parang di bagian kepala dan tangan dan telah mendapatkan perawatan medis. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan polisi:1 (Satu) bilah senjata tajam jenis parang berwarna silver dengan gagang terikat tali berwarna merah. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Jambi Selatan guna proses penyidikan lebih lanjut. “Pelaku sudah kami amankan, untuk kasusnya ditangani Polsek Jambi Selatan. Pelaku akan kami jerat dengan Pasal 467 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang Penganiayaan dengan rencana yang mengakibatkan luka berat,” ujar Kapolsek Jambi Selatan. Kapolsek Jambi Selatan mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, serta segera melapor ke Polsek terdekat atau Call Center Polri 110 jika melihat adanya tindak pidana di lingkungan sekitar. Penulis Tim

Read More

Kapolresta Jambi Turun Langsung Pimpin Pengamanan Kebakaran Gudang Catering Mall Jamtos, Sat Reskrim dan Polsek Kotabaru Gerak Cepat Amankan TKP, 6 Korban Dirawat

Tajam24Jam.Com POLRESTA JAMBI, 22 September 2026 – Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polresta Jambi. Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. turun langsung memimpin pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Gudang Catering Mall Jamtos, Kota Jambi, Selasa (22/09/2026) malam. Peristiwa terjadi sekira pukul 19.18 WIB. Informasi awal diterima dari karyawan Jamtos yang melaporkan adanya ledakan dan bau gas menyengat dari dalam gudang catering. Mendapat laporan tersebut, Kapolresta Jambi hadir langsung ke lokasi didampingi Kasat Reskrim Polresta Jambi dan Kapolsek Kota Baru AKP Riko Saputra S., S.H., M.H. bersama personel Piket Fungsi, Piket Reskrim, Tim Opsnal dan Piket Patroli. Di TKP, Kapolresta memastikan proses pengamanan lokasi, evakuasi korban, dan pemadaman api oleh 2 unit Damkar Kota Jambi yang tiba 10 menit setelah kejadian berjalan aman. Berdasarkan hasil pulbaket awal, Kapolresta Jambi menjelaskan kronologi kejadian: “Berawal dari saksi mendengar ledakan dan mencium bau gas dari dalam gudang. Saksi melapor ke sekuriti, kemudian sekuriti bersama teknisi masuk untuk cek. Selang beberapa menit terjadi ledakan susulan yang menyemburkan api,” ungkap Kombes Pol Ananto Herlambang di lokasi. Akibat kejadian tersebut, 6 orang mengalami luka bakar dan saat ini mendapatkan perawatan intensif di 3 rumah sakit berbeda: Tindakan kepolisian yang telah dilakukan: mendatangi TKP, memasang Police Line, melakukan pulbaket terhadap saksi-saksi, dan melakukan pengecekan kondisi korban di rumah sakit. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Rencana tindak lanjut membuat Laporan Polisi dan Olah TKP mendalam bersama Tim Identifikasi Polresta Jambi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. tegas Kapolresta. Kapolresta Jambi juga menghimbau kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan, restoran dan tempat usaha untuk rutin melakukan pengecekan instalasi gas dan listrik guna mencegah kejadian serupa. Situasi di sekitar Mall Jamtos saat ini telah kondusif, api telah padam dan aktivitas masyarakat kembali normal. Penulis Tim

Read More

Di Balik Label Energi Terbarukan, LTB Soroti Deforestasi dan Ancaman Ruang Hidup dari Konsesi PT HAN di Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 23 September 2026 — Lembaga Tiga Beradik (LTB) menyoroti dugaan kerusakan hutan alam, persoalan ruang hidup masyarakat, serta keterlantaran operasional konsesi Hutan Tanaman Energi (HTE) milik PT Hijau Artha Nusa (PT HAN) di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, Jambi. Temuan tersebut disampaikan Imron Syahfrizal Tim Advokasi Lembaga Tiga Beradik (LTB) bersama perwakilan warga, Wiwin Saputra, dalam konferensi pers di Kedai Kopi Ancua Harmoni, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu (23/9/2026). LTB menyebut konsesi PT HAN memiliki luasan sekitar 32.620 hektare. Berdasarkan pemantauan dan analisis spasial yang dilakukan lembaga tersebut, terdapat indikasi kehilangan tutupan hutan alam sekitar 4.361 hektare di dalam area konsesi sejak izin diterbitkan. LTB menilai kondisi itu perlu mendapat perhatian serius pemerintah, terutama karena pengembangan HTE berkaitan dengan agenda energi terbarukan dan penyediaan bahan baku biomassa. Kayu alam dan narasi energi terbarukanMenurut LTB, salah satu persoalan yang ditemukan adalah dugaan pemanfaatan kayu hasil pembukaan hutan alam dalam skema pengembangan HTE. PT HAN disebut direncanakan mengembangkan tanaman kayu, termasuk sengon (Albizia sp.), sebagai bahan baku biomassa atau wood pellet. Namun, berdasarkan pemantauan LTB, terdapat dugaan bahwa kayu alam hasil pembukaan lahan justru dikeluarkan dari kawasan konsesi dan diperdagangkan dalam bentuk kayu gelondongan. Kayu tersebut, menurut LTB, antara lain disebut mengalir ke sejumlah tempat penampungan kayu di sekitar wilayah konsesi, seperti TPK Km 9 Merangin, TPK Mentang Bungo, serta PT Lestari Utama Karya Pamenang. LTB meminta pemerintah melakukan verifikasi independen terhadap asal-usul kayu, dokumen angkutan hasil hutan, serta kesesuaian kegiatan pembukaan lahan dengan izin dan rencana kerja perusahaan. “Jangan sampai skema HTE yang seharusnya mendukung transisi energi justru menjadi pintu masuk pembukaan hutan alam. Kalau kayu alam keluar dari kawasan konsesi dan diperjualbelikan, itu harus diperiksa secara terbuka,” kata Imron Syahfrizal. Konsesi disebut mangkrak sejak 2019Selain persoalan pembukaan hutan, LTB juga menyoroti aktivitas PT HAN yang disebut telah berhenti atau tidak lagi berjalan secara signifikan sejak sekitar 2019. Pemantauan lapangan yang dilakukan LTB menemukan lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai mess atau fasilitas operasional perusahaan kini berada dalam kondisi terbengkalai. Bangunan disebut menyisakan tiang-tiang kayu yang lapuk dan sejumlah dokumen lama. LTB mempertanyakan bagaimana status dan evaluasi pemerintah terhadap perusahaan yang tidak lagi menjalankan kegiatan sebagaimana tujuan pemberian izin. Menurut LTB, kondisi tersebut penting diperiksa karena konsesi kehutanan bukan semata-mata persoalan kepemilikan izin, tetapi juga menyangkut kewajiban pemegang izin dalam menjalankan kegiatan sesuai ketentuan, menjaga kawasan, serta mencegah kerusakan lingkungan dan konflik tenurial. Ruang hidup warga berada dalam konsesiPersoalan lain yang disoroti adalah tumpang tindih antara konsesi PT HAN dengan ruang hidup masyarakat. LTB mencatat sedikitnya 22 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 28.593 jiwa, berada di wilayah yang disebut masuk dalam konsesi di dua kabupaten. LTB juga menyebut terdapat wilayah yang telah ditetapkan atau diidentifikasi sebagai hutan adat yang masuk dalam peta konsesi. Persoalan tersebut dinilai berpotensi memunculkan konflik agraria dan tenurial apabila tidak segera diselesaikan melalui verifikasi batas, keterbukaan informasi, serta pengakuan terhadap hak masyarakat. “Banyak warga juga belum mengetahui bahwa kebun dan ruang hidup mereka berada dalam wilayah yang masuk peta konsesi. Ini yang harus segera dibuka dan diverifikasi bersama, supaya persoalan ini tidak menjadi konflik yang lebih besar di kemudian hari,” ujar Imron. Deforestasi dan perubahan bentang alamLTB juga mengaitkan pembukaan hutan dengan perubahan kondisi ekologis di sekitar wilayah konsesi. Sejumlah sungai, antara lain Sungai Nalo, Batang Tabir, dan Batang Tantan, disebut mengalami persoalan pendangkalan, penyempitan, serta perubahan kondisi akibat aktivitas pembukaan lahan dan erosi. Selain perubahan tata air, hilangnya tutupan hutan juga dinilai dapat meningkatkan tekanan terhadap habitat satwa liar. LTB menyebut masyarakat di sekitar kawasan menghadapi meningkatnya potensi perjumpaan dan konflik dengan satwa liar ketika habitat alaminya mengalami fragmentasi atau kehilangan tutupan. Namun, LTB menilai diperlukan kajian dan pemeriksaan lapangan secara lebih menyeluruh untuk memastikan hubungan antara perubahan bentang alam, aktivitas konsesi, kondisi sungai, dan kejadian konflik satwa. LTB Minta Pemerintah Evaluasi Konsesi PT HANAtas berbagai temuan tersebut, Lembaga Tiga Beradik bersama perwakilan warga meminta pemerintah melakukan langkah-langkah sebagai berikut: Transisi Energi Jangan Mengorbankan Hutan dan MasyarakatLTB mengingatkan bahwa agenda transisi energi tidak cukup hanya dilihat dari label energi terbarukan. Pengembangan energi berbasis biomassa, menurut lembaga tersebut, juga harus memastikan bahan bakunya tidak berasal dari praktik yang menyebabkan deforestasi atau menghilangkan ruang hidup masyarakat. “Transisi energi nasional jangan sampai mengabaikan hak-hak dasar masyarakat lokal dan masyarakat adat serta keselamatan ekologi. Jangan sampai atas nama energi bersih, kita justru membiarkan pembukaan hutan alam dan persoalan ruang hidup masyarakat tidak terselesaikan,” kata Imron Syahfrizal. LTB menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut perlu diuji melalui pemeriksaan dan penegakan hukum oleh lembaga berwenang. Pemerintah juga didorong membuka ruang dialog dengan masyarakat terdampak agar penyelesaian persoalan konsesi PT HAN tidak berhenti pada aspek perizinan, tetapi juga menyentuh hak masyarakat dan pemulihan lingkungan. Wiwin SaputraPerwakilan Warga Terdampak Merangin Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Tertibkan Aktivitas Tambang di Tembelok-Keranggan, 140 Ponton Masih Terparkir

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 22 September 2026 – Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung kembali melakukan penertiban terhadap aktivitas penambangan ilegal di perairan Tembelok dan Keranggan, Kecamatan Mentok, Bangka Barat, Selasa (22/9/2026). Patroli dan penertiban yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut menyasar ponton jenis selam dan user-user yang sebelumnya diketahui beroperasi di kawasan tersebut. Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Namun, petugas menemukan sekitar 140 ponton masih terparkir di kawasan perairan Tembelok dan Keranggan, terdiri dari sekitar 100 ponton jenis selam dan 40 ponton user-user. Kondisi arus laut yang cukup deras disebut menjadi salah satu faktor tidak berlangsungnya aktivitas penyelaman saat petugas melakukan penertiban. Meski demikian, petugas tetap memberikan imbauan kepada para ojek serta pekerja yang sedang melakukan perbaikan ponton agar tidak kembali melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi keamanan sekaligus melindungi ekosistem laut di perairan Tembelok dan Keranggan. “Personel terus melakukan pemantauan dan memberikan imbauan agar tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ekosistem laut dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan,” kata Yos. Ia menegaskan, keberadaan ponton yang masih terparkir menjadi perhatian petugas sehingga pemantauan terhadap kawasan tersebut akan terus dilakukan. Kegiatan penertiban berlangsung aman dan kondusif. Polres Bangka Barat bersama Ditpolairud Polda Babel juga mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi untuk kembali melakukan aktivitas penambangan ilegal di perairan Tembelok dan Keranggan. Penulis Tim

Read More

Berita DUGAAN Pilih Kasih dan Kebersihan SPPG Muara Putih Tidak Benar

Tajam24Jam.Com LAMPUNG SELATAN, 19 September 2026 — Terkait berita yang beredar pada 18 September 2026 berjudul “Dugaan Pilih Kasih hingga Soal Kebersihan SPPG Muara Putih Mencuat, Kepala SPPG Lutfi Bungkam!”, pihak pengelola SPPG Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dengan tegas menyatakan bahwa berita tersebut TIDAK BENAR dan banyak mengandung informasi yang keliru. Kepala SPPG Muara Putih, Lutfi Dwi Jayanti, memberikan klarifikasi tudingan tidak ada penerapan aturan secara pilih kasih menurut nya tidak benar. “Tuduhan adanya perlakuan berbeda atau ‘pilih kasih’ dalam penerapan aturan tidak benar sama sekali. Seluruh aturan dan kebijakan diterapkan secara adil, transparan, dan sama kepada seluruh relawan tanpa terkecuali. Tidak ada pembedaan antara orang dekat maupun orang lain. Aturan dibuat untuk dipatuhi bersama, dan saya sendiri pun pertama kali mendengar tuduhan ini beredar,” tegas Lutfi, pada (19/9/2026). Dia juga mengatakan kondisi kebersihan sanitasi selalu dijaga dengan baik. Menurutnya, soal kebersihan tempat pengolahan makanan, pihaknya sangat memperhatikan hal tersebut. “Sanitasi, kebersihan alat, serta proses pencucian bahan makanan dilakukan sesuai prosedur standar kebersihan pangan. Tempat kerja selalu dibersihkan sebelum dan sesudah kegiatan. Jika ada hal-hal kecil yang kadang luput, langsung diperbaiki saat itu juga. Tuduhan kotoran kucing atau ulat dalam bahan makanan adalah hal yang tidak pernah terjadi dan tidak benar,” jelas Lutfi. Selain itu, dia menjelaskan pemberian sanksi sudah sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Mengenai pemberian sanksi kepada relawan, hal itu dilakukan atas dasar kesepakatan bersama dan sesuai dengan tata tertib yang telah disosialisasikan sejak awal. Mekanismenya pun tidak seperti yang diberitakan. Semua langkah yang diambil sudah melalui musyawarah dan transparan. Tidak ada sanksi yang diberikan secara sembunyi-sembunyi atau tanpa dasar yang jelas,” tambahnya. Selain itu juga, panggilan untuk menjaga kredibilitas program MBG, Lutfi juga menyayangkan berita tersebut tersebar tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola. “Kami sangat mengharapkan agar setiap informasi yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis, program yang sangat mulia dan menyangkut gizi anak-anak, disampaikan secara akurat dan tidak berasumsi tanpa bukti. Setiap kekurangan yang ada pasti kami perbaiki, namun menyebarkan informasi yang tidak benar justru dapat merugikan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah ini,” ungkapnya. Pihak pengelola SPPG Muara Putih menyatakan tetap berkomitmen menjaga standar kebersihan, pelayanan yang adil, serta transparansi dalam menjalankan tugas. Pihaknya juga membuka ruang bagi siapa pun yang ingin berkunjung dan memeriksa langsung kondisi tempat pengolahan makanan. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

Peringati HUT ke-4 PWDPI, Ormas Badak Banten Provinsi Lampung Raih PWDPI Awards sebagai Ormas Pemersatu Bangsa di Lamban Gedung Kuning

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 22/09/2026 – Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 yang dirangkaikan dengan penganugerahan PWDPI Awards. Acara tersebut berlangsung di Lamban Gedung Kuning, Bandar Lampung, dan dihadiri oleh jajaran pengurus PWDPI, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan. Dalam ajang tersebut, Ormas Badak Banten Provinsi Lampung resmi menerima penghargaan “PWDPI Awards sebagai Ormas Pemersatu Bangsa. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi organisasi dalam menjaga kebersamaan, mempererat persatuan, serta membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Badak Banten Provinsi Lampung, Jamaludin Wijaya, dalam prosesi penyerahan penghargaan yang berlangsung di hadapan para tamu undangan. Jamaludin Wijaya, Ketua Badak Banten Provinsi Lampung, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran PWDPI atas penghargaan yang diberikan. “Penghargaan ini menjadi sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah Lampung.” Sementara itu, M. Nurullah RS, Ketua Umum PWDPI , menegaskan bahwa penganugerahan PWDPI Awards merupakan salah satu bentuk apresiasi organisasi kepada lembaga, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, maupun individu yang memiliki kontribusi positif serta turut membangun kebersamaan dan kemitraan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan HUT ke-4 PWDPI tersebut kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan secara simbolis, serta foto bersama para penerima penghargaan dan jajaran pengurus PWDPI. Dengan diterimanya PWDPI Awards tersebut, Ormas Badak Banten Provinsi Lampung diharapkan semakin termotivasi untuk terus berkontribusi dalam memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di Provinsi Lampung. Penulis Tim

Read More