AMUK Geruduk Dinas Pendidikan Kota Jambi, Desak Kepala SMPN 5 Dicopot Diduga Lakukan Pungli dan Jual Seragam

Tajam24Jam.Com Jambi, 22 Juli 2026 – Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) menggelar aksi damai di depan gerbang Kantor Dinas Pendidikan Kota Jambi, Rabu (22/07/2026). Sekitar 15 massa aksi menyuarakan dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta penjualan seragam dan jilbab kepada siswa baru yang diduga dilakukan oleh Kepala SMP Negeri 5 Kota Jambi. Aksi yang mendapat pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP Kota Jambi itu dipimpin Sekretaris Jenderal AMUK, Gusti Randa. Dalam orasinya, AMUK mendesak Dinas Pendidikan Kota Jambi segera mencopot Kepala SMPN 5 karena dinilai telah mencederai dunia pendidikan dengan dugaan praktik yang membebani orang tua siswa. “Jangan jadikan sekolah sebagai tempat berbisnis. Pendidikan harus bersih dari praktik pungutan dan jual beli seragam yang memberatkan masyarakat,” tegas Gusti Randa di hadapan peserta aksi. Menanggapi tuntutan tersebut, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Zul Afni, yang menemui massa aksi menyatakan bahwa penjualan seragam kepada siswa baru memang tidak dibenarkan dan telah diatur dalam kebijakan Dinas Pendidikan. “Memang benar, sudah ada aturan dari Dinas Pendidikan bahwa penjualan seragam pada ajaran baru tidak dibenarkan. Terkait laporan dan tuntutan yang disampaikan hari ini akan segera kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Zul Afni. AMUK meminta Dinas Pendidikan tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga menjatuhkan sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran. Massa menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga ada keputusan yang jelas dari Dinas Pendidikan Kota Jambi. Penulis Tim

Read More

DPMPPA Kota Jambi Dampingi Korban Bullying di SMP 5 Jambi, Fokus pada Pemulihan Psikologis Anak

Tajam24Jam.Com Kota Jambi, 27 April 2026 – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi melakukan pendampingan terhadap seorang anak yang menjadi korban kekerasan atau perundungan (bullying) di lingkungan SMP Negeri 5 Kota Jambi. Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya memberikan perlindungan serta memastikan kondisi psikologis korban tetap terjaga. Kepala DPMPPA Kota Jambi, Dra. Hj. Noverintiwi Dewanti, ME, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi korban dan memberikan penguatan awal. “Kami sudah bertemu langsung dengan korban dan keluarga. Saat ini korban membutuhkan perhatian khusus, sehingga dijadwalkan pemeriksaan psikologis lanjutan pada hari Senin,” ujarnya. Dalam penanganan kasus ini, DPMPPA Kota Jambi melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jambi untuk memberikan layanan terpadu, khususnya pendampingan psikologis dan konseling bagi korban guna memulihkan kondisi mental dan emosionalnya.Terkait kejadian ini, DPMPPA juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua kedua belah pihak. Mengingat pihak yang terlibat masih sama-sama anak, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan pembinaan, edukasi, serta penyelesaian yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak. Selain pendampingan terhadap korban, DPMPPA juga mendorong agar anak yang diduga sebagai pelaku mendapatkan pembinaan dan pendampingan psikologis, agar perilaku tersebut tidak terulang di kemudian hari. Langkah ini penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan dan pembinaan yang tepat.“Kami ingin memastikan korban merasa aman dan didukung, sekaligus mendorong agar semua pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” tambahnya. DPMPPA mengimbau kepada pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peka terhadap tindakan perundungan pada anak serta segera mengambil langkah penanganan yang tepat. Pencegahan dan penanganan bullying memerlukan kerja sama semua pihak agar tidak berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Saat ini, proses pendampingan masih terus berlangsung dengan fokus utama pada pemulihan kondisi korban dan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat. Penulis Tim

Read More