Ucap Syukur Keluarga Pasien Kecelakaan Kerja, BPJS dan Ketua DPRD Kota Jambi Sinergi Carikan Solusi Biaya Operasi di RS Kambang

Tajam24Jam.Com Jambi, 12 November 2025 — Rasa haru dan syukur disampaikan oleh keluarga pasien korban kecelakaan kerja yang dirawat di Rumah Sakit Kambang, Kota Jambi. Setelah sebelumnya mengalami kendala dalam penggunaan BPJS Kesehatan, akhirnya biaya operasi pasien dapat ditanggung berkat sinergi antara Ketua DPRD Kota Jambi, H. Kemas Faried Alfarelly, dan pihak BPJS Kesehatan. Keluarga pasien mengaku sempat kebingungan karena status pasien sebagai pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) membuat kartu BPJS tidak bisa langsung digunakan. Namun, setelah adanya perhatian dan koordinasi cepat dari Ketua DPRD Kota Jambi bersama pihak BPJS, kendala tersebut berhasil diselesaikan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan serta Bapak H. Kemas Faried Alfarelly yang sudah membantu kami keluar dari kesulitan ini. Awalnya kami tidak tahu harus ke mana mencari biaya operasi, tapi setelah dibantu, akhirnya pengobatan bisa dilanjutkan dan ditanggung BPJS. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ungkap salah satu keluarga pasien dengan penuh haru, Rabu (12/11/2025). Langkah cepat Ketua DPRD Kota Jambi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil, terutama mereka yang mengalami kesulitan di tengah situasi darurat. Melalui koordinasi yang baik dengan BPJS Kesehatan, hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dapat kembali terpenuhi. H. Kemas Faried Alfarelly menyampaikan bahwa kehadiran wakil rakyat harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan yang menyangkut kebutuhan dasar seperti kesehatan. “Kita harus hadir untuk membantu masyarakat, apalagi dalam kondisi genting seperti kecelakaan kerja. Saya berterima kasih kepada pihak BPJS yang sigap menindaklanjuti dan memberikan solusi agar pasien bisa segera ditangani,” ujarnya. Dengan adanya solusi ini, masyarakat berharap agar kasus serupa tidak terulang dan koordinasi lintas lembaga dapat terus diperkuat, sehingga tidak ada lagi warga yang tertunda mendapatkan hak pelayanan kesehatan karena kendala administratif. Penulis Tim 

Read More

Miris! BPJS Tak Berlaku di RS Kambang, Aktivis Geram Warga Awam Dipaksa Bayar Puluhan Juta, Kantor BPJS Jambi Kosong Pejabat

Tajam24Jam.Com Jambi, 12 November 2025 – Heboh, tak berlakunya kartu BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Kambang, Jambi, menjadi sorotan publik. Seorang warga kecil yang mengalami kecelakaan kerja saat memotong rumput terpaksa menjalani operasi akibat luka serius pada bagian kaki setelah terkena mesin pemotong rumput, Rabu (12/11/2025). Saat hendak mengklaim penggunaan BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit melalui seorang petugas bernama Windi menyampaikan bahwa BPJS tersebut tidak dapat digunakan, dan menyarankan pasien memakai BPJS Ketenagakerjaan.Padahal, bagi masyarakat awam, kedua program ini sering dianggap sama. Perbedaan fungsi antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan kerap kali tidak dipahami, dan kondisi ini membuat masyarakat kecil kebingungan saat membutuhkan layanan kesehatan. “Jangankan puluhan juta, untuk makan saja kami kadang susah. Siapa yang akan membiarkan kalau dalam keadaan darurat, yang penting ditangani dulu, walaupun harus berutang,” ungkap keluarga pasien dengan nada sedih. Kejadian ini memantik perhatian aktivis pergerakan Amri, yang menilai lemahnya sosialisasi menjadi penyebab utama masih banyak masyarakat tidak memahami hak dan fungsi dua lembaga BPJS tersebut. “Baru-baru ini pemerintah pusat menegaskan pentingnya program JKK dan JKM. Tapi di lapangan, masyarakat kecil justru jadi korban akibat minimnya sosialisasi. Kalau hal seperti ini dianggap sepele, saya akan turun langsung ke kantor BPJS untuk menanyakan kejelasannya,” tegas Amri, aktivis yang juga dikenal sebagai mantan ketua organisasi pergerakan mahasiswa Jambi. Amri mengaku telah berupaya meminta klarifikasi langsung ke kantor BPJS Jambi di kawasan Kota Baru, namun upayanya belum berhasil.Menurut keterangan satpam yang berjaga, pihak humas maupun pimpinan sedang tidak berada di tempat. “Kami sudah mencoba menelpon, tapi belum diangkat. Mungkin nanti jam dua siang bisa datang lagi,” ujar petugas keamanan setempat. Sementara itu, masyarakat berharap BPJS dapat memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pelayanan bagi peserta BPU (Bukan Penerima Upah) yang mengalami kecelakaan kerja namun tetap membutuhkan pelayanan medis segera.Kondisi seperti ini dianggap penting untuk memastikan masyarakat kecil tetap bisa menikmati manfaat BPJS Kesehatan, tanpa harus kebingungan di saat-saat darurat. Penulis Tim

Read More