Polisi Pantau Peredaran Kembang Api di Tempilang, Imbau Warga Jaga Ketertiban Ramadhan

Tajam24Jam.Com Tempilang, 24 Februari 2026 – Aktivitas penjualan kembang api di wilayah Kecamatan Tempilang menjadi perhatian aparat kepolisian di tengah suasana Ramadhan. Pada Selasa (24/2/2026) malam. jajaran Polres Bangka Barat melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik penjualan yang tersebar di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas jual beli kembang api yang kerap mewarnai bulan puasa. Polisi menilai, tanpa pengawasan yang tepat, penggunaan kembang api—terutama oleh anak-anak dan remaja—berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. Di sejumlah lokasi, petugas mendapati penjualan dilakukan secara terbuka, baik di lapak pinggir jalan, depan rumah, maupun mengikuti rombongan pasar malam. Para pedagang mengaku memperoleh pasokan dari toko-toko di Pangkalpinang. Kondisi ini menjadi atensi karena suara ledakan kembang api yang nyaring kerap dikeluhkan warga saat pelaksanaan ibadah malam hari. Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Yos Sudarso menegaskan bahwa kepolisian tidak serta-merta melarang aktivitas perdagangan, namun menekankan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab bersama. “Ramadhan adalah momentum ibadah. Jangan sampai penggunaan kembang api justru menimbulkan keresahan dan mengganggu masyarakat yang sedang melaksanakan salat tarawih maupun ibadah lainnya,” ujar Yos.Ia menambahkan, potensi gesekan sosial bisa muncul apabila suara petasan dianggap mengganggu lingkungan sekitar. “Kami mengingatkan para orang tua agar mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai bermain kembang api secara berlebihan, apalagi di lokasi yang berisiko menimbulkan kebakaran atau keributan,” tegasnya. Polres Bangka Barat memastikan, langkah yang diambil saat ini masih bersifat preventif dan edukatif. Bhabinkamtibmas diminta aktif memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat.Pendekatan humanis menjadi pilihan agar situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan kepanikan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Kami ingin Ramadhan di Bangka Barat berjalan aman, nyaman, dan tertib. Ini tanggung jawab bersama,” tutup Yos. Monitoring ini sekaligus menjadi pesan bahwa aparat tidak tinggal diam terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama di momen-momen sensitif seperti bulan suci Ramadhan. Penulis Tim

Read More

Operasi Pekat Menumbing 2026, Polres Bangka Barat Tindak Dugaan Premanisme di Pelabuhan Tanjung Kalian

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 22 Februari 2026 – Tim gabungan Operasi Pekat Menumbing 2026 dari Polres Bangka Barat menindak dugaan praktik premanisme di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Penindakan tersebut dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan praktik percaloan terhadap calon penumpang kapal ferry di area pelabuhan. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas IPDA Yos Sudarso menjelaskan, langkah cepat itu merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Menumbing 2026 yang menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk aksi premanisme di ruang publik. “Berdasarkan informasi yang kami terima, terdapat oknum yang diduga meminta sejumlah uang kepada calon penumpang yang hendak menyeberang menggunakan jasa kapal ferry di Pelabuhan Tanjung Kalian. Tim langsung bergerak melakukan penindakan serta mengamankan pihak yang diduga terlibat untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan,” ujar Yos dalam keterangannya. Menurut dia, praktik percaloan maupun pungutan liar di kawasan pelabuhan berpotensi meresahkan masyarakat serta mengganggu ketertiban umum, terlebih Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan salah satu pintu masuk utama di Bangka Barat. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan fasilitas umum, termasuk di pelabuhan. Tidak boleh ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. Pihak kepolisian menegaskan, Operasi Pekat Menumbing 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukum Polres Bangka Barat. Polres Bangka Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik premanisme, pungutan liar, maupun tindakan lain yang mengganggu kenyamanan publik. “Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi. Sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib,” tutup Yos. Penulis Tim

Read More

Tiga Kali Temuan Diduga Sisa Bahan Peledak Perang Dunia II, Kapolres Bangka Barat, Keselamatan Warga Prioritas

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 24 Februari 2026 – Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha menegaskan, temuan benda yang diduga bahan peledak di wilayahnya diduga kuat merupakan sisa peninggalan Perang Dunia II. Menurut dia, selama menjabat sebagai Kapolres Bangka Barat, sudah tiga kali ditemukan benda serupa, mulai dari granat hingga mortir. “Ini yang ketiga kalinya selama saya berdinas di Bangka Barat ditemukan benda yang diduga bahan peledak, mulai dari granat sampai mortir yang diduga merupakan sisa Perang Dunia II,” ujar Pradana dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026). Ia menjelaskan, wilayah pesisir Bangka Barat yang memiliki catatan sejarah pada masa perang memungkinkan masih adanya sisa-sisa material militer yang tertimbun di dalam tanah atau terbawa arus laut. Karena itu, setiap laporan dari masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan langkah pengamanan ketat. Kepolisian, kata dia, berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan bahan peledak. “SOP penanganan handak kami pedomani dengan berkoordinasi kepada Sat Brimobda Kepulauan Bangka Belitung dan senantiasa mengedepankan keselamatan warga masyarakat,” katanya. Dalam penanganan terbaru di Desa Air Putih, jajaran Polres Bangka Barat bersama Polsek Mentok langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Jibom Gegana untuk melakukan evakuasi serta disposal atau peledakan terkendali di lokasi yang aman. Pradana juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menyentuh, memindahkan, atau menyimpan benda mencurigakan yang berpotensi sebagai bahan peledak. “Apabila ke depan ada warga yang menemukan kembali benda-benda mencurigakan yang patut diduga sebagai bahan peledak, agar sesegeranya menghubungi kantor kepolisian terdekat, melalui Bhabinkamtibmas atau menggunakan layanan 110 yang akan langsung terhubung ke SPKT Polres Bangka Barat,” tegasnya. Ia memastikan, seluruh proses penanganan berjalan aman dan lancar tanpa adanya kejadian menonjol, serta menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari potensi bahaya. Penulis Tim

Read More

Respon Cepat Laporan Warga, Polres Bangka Barat Musnahkan Proyektil Mortir Sisa Perang Dunia II di Pesisir Mentok

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 23 Februari 2026 – Jajaran Polres Bangka Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait penemuan benda yang diduga amunisi militer jenis proyektil mortir di pesisir Pantai Pelabuhan Tanjung Ular, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Senin (23/2/2026). Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. “Pada hari Senin tanggal 23 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya proyektil mortir yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II. Lokasi penemuan berada di Desa Air Putih, Kecamatan Mentok,” ujar Pradana dalam keterangannya. Menurut dia, benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga saat melakukan aktivitas melimbang pasir timah di kawasan pantai pada Jumat (20/2/2026) malam. Awalnya, benda itu sempat dibawa ke rumah karena disangka memiliki nilai ekonomis. Namun setelah dibersihkan dan dicermati, warga menyadari bentuknya menyerupai amunisi dan berpotensi membahayakan, sehingga segera melaporkannya kepada Bhabinkamtibmas setempat. Pengamanan dan EvakuasiPradana menegaskan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung mengambil langkah pengamanan untuk melindungi keselamatan warga. “Kami langsung melakukan langkah-langkah yang sifatnya menjaga keamanan masyarakat. Area tersebut kami sterilkan dan pasang garis polisi untuk mencegah warga mendekat,” katanya. Polres Bangka Barat kemudian berkoordinasi dengan Tim Jibom Detasemen Gegana Sat Brimobda Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk penanganan lebih lanjut. Tim Jibom yang dipimpin Ipda Landi tiba di lokasi pada sore hari dan melakukan identifikasi. Hasil pemeriksaan awal menyatakan benda tersebut merupakan proyektil mortir aktif yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia II dan kemungkinan terbawa arus laut ke pesisir.“Untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, kami bersama Tim Gegana melakukan evakuasi dan peledakan terkendali di lokasi yang jauh dari permukiman warga,” ujar Pradana. Proses disposal atau peledakan terkendali dilakukan di area Pantai Penggalang, Desa Air Putih, dan berjalan aman sesuai prosedur operasional standar (SOP). Pradana menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah melaporkan temuan tersebut. “Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah cepat melapor. Ini menunjukkan kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan bersama,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dengan nilai sejarah tinggi, agar tidak menyentuh atau memindahkan benda asing berbahan besi yang mencurigakan. “Jangan sekali-kali menyentuh, memindahkan, atau mencoba membersihkan benda yang menyerupai bom atau mortir.Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat,” tegasnya. Pradana memastikan situasi di sekitar lokasi penemuan dan peledakan kini dalam keadaan aman dan kondusif. Polres Bangka Barat, kata dia, akan terus meningkatkan patroli serta sosialisasi guna mencegah kejadian serupa. Dalam peristiwa ini, kehadiran polisi dinilai bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang sigap merespons potensi ancaman keselamatan publik. Penulis Tim

Read More

Beri Rasa Aman Warga Berburu Takjil, Polres Bangka Barat Intensifkan Pengamanan Bazar Ramadhan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 22 Februari 2026 – Untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, jajaran Polres Bangka Barat meningkatkan pengamanan di sejumlah titik bazar Ramadhan pada Minggu (22/2/2026) sore. Pengamanan dilakukan sejak pukul 16.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Personel terlihat mengatur arus lalu lintas, melakukan patroli dialogis, serta memantau aktivitas masyarakat yang berburu takjil di pasar tumpah dan bazar Ramadhan yang tersebar di wilayah hukum Polres Bangka Barat. Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, melalui Kasi Humas Yos Sudarso, mengatakan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. “Kegiatan ini dilaksanakan serentak di jajaran Polsek sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan warga yang berbelanja kebutuhan berbuka merasa aman dan nyaman,” ujar Yos Sudarso. Salah satu kegiatan pengamanan dilakukan oleh personel Pamapta III bersama Bamin yang melaksanakan pengaturan lalu lintas di bazar Ramadhan Kampung Tanjung. Berdasarkan laporan dari lapangan, situasi terpantau ramai namun tetap tertib, dengan arus lalu lintas berjalan lancar dan aman terkendali. Selain di Kampung Tanjung, pengamanan serupa juga dilakukan di beberapa titik lainnya oleh jajaran Polsek di bawah Polres Bangka Barat. Personel ditempatkan di persimpangan jalan, akses masuk pasar, hingga area parkir guna mengantisipasi kemacetan dan potensi tindak kriminalitas seperti pencopetan maupun pencurian kendaraan bermotor. Kehadiran aparat kepolisian di tengah keramaian bazar Ramadhan mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu dengan adanya pengaturan lalu lintas, terutama saat volume kendaraan meningkat menjelang waktu berbuka puasa. Menurut Yos, pengamanan ini akan terus dilakukan secara rutin selama bulan Ramadhan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi dan memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman serta menggunakan kunci pengaman tambahan. “Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting agar suasana Ramadhan di Bangka Barat tetap aman, sejuk, dan kondusif,” kata dia. Secara umum, hingga Minggu sore, seluruh rangkaian kegiatan bazar Ramadhan di wilayah hukum Polres Bangka Barat berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali, tanpa adanya kejadian menonjol. Penulis Tim

Read More

Polisi Tetapkan Enam Tersangka Pencurian Sawit di Jebus

Tajam24Jam.Com Jebus, 18 Februari 2026 – Kepolisian menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian buah kelapa sawit di Desa Rukam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup dari hasil pemeriksaan saksi dan barang bukti. Peristiwa pencurian itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di areal perkebunan kelapa sawit milik warga. Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 33 janjang buah kelapa sawit. Kapolres Bangka Barat Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Yos Sudarso mengatakan, penetapan enam tersangka merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam memberikan kepastian hukum atas setiap tindak pidana yang merugikan masyarakat. “Penyidik telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Proses hukum akan terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Yos dalam keterangannya, Selasa (18/2/2026). Menurut dia, pencurian hasil perkebunan menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat. Karena itu, kepolisian berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan sekaligus memperkuat langkah pencegahan di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Sinergi antara warga dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah,” katanya. Dengan penetapan tersangka ini, Polres Bangka Barat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bangka Barat tetap kondusif, khususnya di kawasan perkebunan yang rawan terjadi pencurian. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Perkuat Patroli Malam Imlek, Pastikan Masyarakat Beribadah dengan Aman

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 16 Februari 2026 – Polres Bangka Barat memperkuat pengamanan Malam Tahun Baru Imlek 2026 dengan membentuk tim patroli khusus guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Bangka Barat, Senin (16/2/2026). Sebanyak 102 personel disiagakan untuk mengamankan 21 klenteng yang menjadi pusat perayaan. Selain itu, dibentuk tim patroli penguatan sebanyak 24 personel yang bergerak secara mobile selama malam perayaan. Tim patroli ini difokuskan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, jalur lalu lintas, serta kawasan permukiman guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk tindak kriminalitas. Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, menegaskan bahwa penguatan patroli dilakukan sebagai langkah preventif agar masyarakat dapat merayakan Imlek dengan rasa aman. “Tim patroli ini kami perkuat untuk memastikan seluruh wilayah Bangka Barat dalam keadaan aman saat malam Imlek. Kami ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” ujarnya. Kesiapan pengamanan tersebut sebelumnya ditegaskan dalam apel di Mako Polres Bangka Barat pada pukul 16.00 WIB. Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan humanis. Berdasarkan pendataan, jumlah jemaat yang melaksanakan ibadah Imlek tahun ini mencapai 1.890 orang yang tersebar di berbagai kecamatan, termasuk di Kelenteng Konfou Miau di Kecamatan Mentok dan kelenteng di Tanjung ular. Pengamanan tidak hanya dilakukan di sekitar klenteng, tetapi juga mencakup pengaturan arus lalu lintas dan patroli berkelanjutan hingga rangkaian kegiatan selesai. Dengan pola pengamanan statis dan patroli mobile yang diperkuat, Polres Bangka Barat memastikan Malam Tahun Baru Imlek 2026 di wilayahnya berjalan aman, tertib, dan lancar, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Barat Penulis Tim

Read More

102 Personel Polres Bangka Barat Disiagakan, Pastikan Malam Imlek 2026 Berlangsung Aman dan Khidmat

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 16 Februari 2026 – Sebanyak 102 personel dari Polres Bangka Barat disiagakan untuk mengawal perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di 21 klenteng yang tersebar di Kabupaten Bangka Barat, Senin (16/2/2026). Pengamanan dimulai sejak sore hari dengan pola penjagaan terbuka dan tertutup. Personel ditempatkan di setiap klenteng, khususnya di wilayah Mentok dan sekitarnya, serta diperkuat patroli mobile untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman dan tertib. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh umat beragama. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang merayakan Imlek dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman. Sejak sore personel sudah menempati ploting masing-masing dan melakukan patroli di sekitar lokasi,” ujarnya. Menurut dia, pengamanan tidak hanya difokuskan pada area klenteng, tetapi juga pengaturan arus lalu lintas dan pemantauan situasi kamtibmas di sekitar lokasi ibadah. Pradana menegaskan, pengamanan dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga memastikan koordinasi telah dilakukan dengan pengurus klenteng dan instansi terkait guna mendukung kelancaran perayaan. “Kehadiran polisi bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan negara hadir di setiap momentum keagamaan,” katanya.Hingga malam hari, situasi di seluruh titik pengamanan terpantau kondusif. Kapolres pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung.Ia mengajak seluruh warga Bangka Barat untuk terus memelihara semangat toleransi dan kebersamaan. “Bangka Barat dikenal sebagai daerah yang harmonis. Mari kita jaga bersama keamanan dan kerukunan ini,” ujar Pradana. Penulis Tim

Read More

Pastikan Pelayanan Imlek Optimal, Polres Bangka Barat Siagakan 102 Personel dan Cek Kesiapan Pasukan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 16 Februari 2026 – Polres Bangka Barat memastikan pelayanan dan pengamanan perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2026 berjalan optimal. Sebanyak 102 personel disiagakan untuk mengamankan 21 klenteng yang tersebar di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Senin (16/2/2026). Kesiapan tersebut ditegaskan dalam apel pasukan yang digelar di Mako Polres Bangka Barat pada pukul 16.00 WIB. Dalam arahan kepada personel, Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta pelayanan humanis kepada masyarakat yang merayakan Imlek. “Pengamanan ini bukan hanya soal penjagaan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya. Dari data kepolisian, jumlah jemaat yang melaksanakan ibadah Imlek tahun ini mencapai 1.890 orang. Selain penempatan personel di setiap klenteng, Polres Bangka Barat juga membentuk tim patroli berjumlah 24 personel untuk melaksanakan patroli rutin dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar tempat ibadah, pengawasan lingkungan sekitar, serta pencegahan potensi tindak kriminalitas. Kapolres memastikan seluruh personel telah menempati titik pengamanan sesuai ploting yang ditentukan. Ia juga menyampaikan harapan agar perayaan Imlek tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres Bangka Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya dalam setiap momentum perayaan keagamaan di wilayah hukumnya. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Rilis Peta Titik Rawan Buaya, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 14 Februari 2026 – Polres Bangka Barat merilis data pemetaan daerah rawan buaya dan hewan buas di wilayah Kabupaten Bangka Barat pada Sabtu, 14 Februari 2026. Pemetaan tersebut mencakup enam kecamatan dengan puluhan titik yang dinilai berpotensi menjadi habitat maupun jalur lintasan satwa liar, terutama di kawasan sungai, kolong bekas tambang, pesisir, dan hutan bakau. Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, mengatakan data ini disusun berdasarkan laporan masyarakat, patroli anggota di lapangan, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. “Rilis ini sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus langkah pencegahan. Kami ingin masyarakat mengetahui lokasi rawan agar bisa meningkatkan kewaspadaan,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha, Sabtu (14/2/2026). Menurut dia, sebagian besar titik berada di wilayah perairan yang memang memiliki potensi sebagai habitat buaya. Kecamatan MentokTitik rawan meliputi Pantai Batu Rakit, Kolong Jep, dan Pantai Tembelok (Kelurahan Tanjung), Pantai Peltim (Sungai Baru), serta Kolong PAM Dusun Terabek dan Sungai Dusun Sukal (Desa Belo Laut). Kecamatan Simpang TeritipLokasi rawan berada di aliran Sungai Desa Peradong, Berang, dan Mayang. Kecamatan KelapaDi Kecamatan Kelapa, titik rawan tersebar di Sungai Butun, Sungai Belit, Sungai Rangkui, Sungai Kayu Arang, Sungai Mancung, Sungai Limang, Sungai Dusun Payak, Dermaga Pusuk, hingga perairan Pulau Mentubung serta sejumlah aliran sungai area persawahan. Kecamatan TempilangTitik rawan berada di kawasan perkebunan sawit, Kolong Bait, Sungai Penyampak, Sungai Tanjung Niur, Hutan Bakau Berembang, hingga Pantai Pasir Kuning. Kecamatan Jebus dan Parit TigaDi Jebus dan Parit Tiga, titik rawan berada di Sungai Kendung, Sungai Pancur, Sungai Antan, Sungai Bunut, sejumlah kolong bekas tambang, hingga Pantai Tanjung Ru. AKBP Pradana menegaskan masyarakat diminta tidak mandi atau berenang di titik yang telah dipetakan rawan, serta segera melapor apabila melihat kemunculan buaya. Polres Bangka Barat memastikan pemetaan ini akan diperbarui secara berkala sesuai perkembangan situasi di lapangan, Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila melihat atau mengetahui keberadaan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas warga. “Apabila masyarakat melihat langsung kemunculan buaya atau menemukan tanda-tanda keberadaannya di sungai, kolong, maupun pesisir, segera laporkan. Jangan mencoba mendekat atau melakukan tindakan sendiri yang berisiko,” ujar AKBP Pradana. Ia menegaskan, warga dapat menghubungi layanan darurat Kepolisian melalui Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan tidak dipungut biaya. “Silakan hubungi Call Center 110. Layanan ini gratis dan siap menerima laporan masyarakat kapan pun. Informasi yang cepat dari warga sangat membantu kami dalam melakukan langkah penanganan,” katanya. Kapolres menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan, terutama di wilayah yang telah dipetakan sebagai titik rawan. Penulis Tim

Read More