Sekretaris Umum HMI Cabang Bangko Suarakan Kekhawatiran: 10–15 Tahun ke Depan Generasi Muda Merangin Terpinggirkan dalam Seleksi CPNS

Tajam24Jam.Com Merangin, 8 September 2025 – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko, Pebri Kurniawan, menyampaikan kekhawatiran serius terkait masa depan generasi muda Merangin dalam struktur birokrasi daerah. Menurutnya, jika tidak ada kebijakan afirmatif, dalam 10–15 tahun mendatang anak-anak muda Merangin akan semakin sulit bersaing dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang digelar secara nasional. Pernyataan itu ia sampaikan pada Senin (08/09/2025).

“Dengan sistem seleksi CPNS yang dibuka secara nasional tanpa adanya kebijakan afirmatif untuk putra-putri daerah, kita sedang menyaksikan proses pengasingan terstruktur terhadap anak-anak muda Merangin dari rumahnya sendiri—yakni birokrasi daerah yang seharusnya menjadi tempat mereka mengabdi dan berkarya,” tegas Pebri.

Ia menilai kompetisi dalam seleksi CPNS memang penting, namun kompetisi yang tidak memperhatikan kesiapan generasi lokal akan berujung pada ketidakadilan baru. Anak-anak muda dari luar daerah yang memiliki fasilitas pendidikan lebih baik, akses bimbingan, dan dukungan ekonomi tentu lebih siap menghadapi tes CPNS yang sangat kompetitif. Sementara banyak pemuda Merangin, meski berkualitas, masih terkendala keterbatasan fasilitas, akses informasi, dan pendampingan.

“Apa jadinya 10–15 tahun lagi jika tidak ada perubahan? Maka jangan kaget bila posisi-posisi strategis di Pemkab Merangin akan didominasi oleh mereka yang tidak memiliki ikatan emosional dan sosial dengan daerah ini,” lanjutnya.

Menurutnya, hilangnya keterwakilan lokal dalam birokrasi bukan hanya soal simbolik, tetapi juga berimplikasi pada arah kebijakan. Ia mencontohkan, kepedulian terhadap petani di Pangkalan Jambu atau nasib pelajar di Tabir Lintas tentu akan berbeda jika para pengambil kebijakan tidak memahami konteks lokal.

Atas dasar itu, HMI Cabang Bangko mendesak Pemerintah Daerah Merangin untuk mengambil langkah nyata, antara lain:

  1. Mendorong lahirnya kebijakan afirmatif dalam seleksi CPNS, seperti formasi khusus untuk putra daerah.
  2. Menyiapkan generasi muda Merangin melalui pelatihan, bimbingan belajar CPNS, dan beasiswa.
  3. Membuat regulasi yang berpihak pada pengembangan SDM lokal agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Kita tidak menolak keterbukaan, tapi keterbukaan tanpa keberpihakan hanya akan menciptakan ketimpangan baru. Sudah saatnya Merangin berpikir strategis: jika bukan kita yang mempersiapkan generasi muda Merangin menjadi pemimpin di tanah sendiri, lalu siapa lagi? Jangan tunggu sampai kita menyesal di kemudian hari,” pungkas Pebri.

Penulis Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *