Kecewa atas pagar ditutup rapat, Aliansi mahasiswa UIN Jambi melawan geruduk kantor gubernur Jambi terhadap Dana Siluman Rp57 Miliar dan Karhutla. Yang di pimpin oleh Ketua SEMA UIN STS Jambi dan Ketua DEMA UIN STS Jambi.

Tajam24Jam.Com Jambi, 22 September 2026 – Terdapat kekecewaan mendalam atas penutupan gerbang dengan rapat saat Aliansi Mahasiswa UIN Jambi Melawan menggeruduk Kantor Gubernur Jambi.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua SEMA-U UIN STS Jambi Heryanto dan Ketua DEMA-U UIN STS Jambi Abel Gaesca Sandya ini membawa dua isu besar yang meresahkan publik Jambi: dugaan Dana Siluman Rp57 Miliar dan krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Massa yang terdiri dari puluhan mahasiswa UIN STS Jambi tiba di depan Kantor Gubernur pada pukul 14.00 WIB. Namun, gerbang kantor ditutup rapat. Gubernur Jambi tidak hadir menemui massa aksi. Pertemuan hanya diwakili oleh staf Pemerintah Provinsi yang dinilai tidak menguasai materi dan tidak mampu memberikan jawaban konkret atas 4 tuntutan krusial kami:

  1. Penuntasan dugaan anggaran Rp57 Miliar yang disebut dana siluman
  2. Pencegahan dan penanganan serius Karhutla yang telah membakar ribuan hektar dan membuat kualitas udara Jambi memburuk
  3. Percepatan penanganan stunting dan TBC
  4. Percepatan jalan khusus batubara dan perbaikan infrastruktur jalan rusak

Ketua SEMA-U Heryanto dalam orasinya menegaskan:

“Kami kecewa. Gerbang ditutup rapat untuk mahasiswa, tapi anggaran Rp57 Miliar bisa lolos tanpa transparansi. Bagi kami, jawaban ‘sah secara administratif’ dari DPRD tidak cukup. Publik berhak tahu dari mana anggaran itu berasal, lewat proses apa masuk ke APBD, untuk program apa, dan siapa penerima manfaatnya. Legalitas administratif bukan berarti pertanyaan publik selesai.”

Senada dengan itu, Ketua DEMA-U Abel Gaesca Sandya menambahkan:

“Rakyat Jambi hari ini sesak karena asap Karhutla. Pemerintah hanya meliburkan sekolah, tanpa langkah konkret memadamkan api dan menindak pembakar hutan juga tidak ada solusi untuk penganan asap. Ini bukti negara abai terhadap keselamatan rakyatnya.”

Sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya dialog yang substantif, Aliansi UIN Jambi Melawan menutup aksi dengan aksi simbolik berbagi masker gratis kepada masyarakat di sekitar kantor gubernur.

Aliansi menegaskan, ini bukan akhir. Jika Pemerintah Provinsi Jambi tidak memberikan penjelasan terbuka dan teruji kepada publik soal Dana Rp57 Miliar dan penanganan Karhutla, maka kami akan kembali dengan AKSI JILID 2 dengan massa yang jauh lebih besar.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Jambi!

Tertanda,
Aliansi UIN Jambi Melawan
SEMA-U & DEMA-U UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Penulis Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *