2019 Gagal Jadi Siswa MAN IC Jambi (Sekolah Terfavorit di Sumatra dan Indonesia), Presma UIN Jambi 2026 Balik Lagi Jadi Pemateri LDK OSIM dan MPS MAN IC

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 21 Oktober 2026 — Tidak semua perjalanan menuju keberhasilan dimulai dengan kabar gembira. Sebagian justru berawal dari kegagalan, mimpi yang belum terwujud, dan jalan panjang yang harus ditempuh sebelum seseorang akhirnya kembali dengan peran yang berbeda. Kisah tersebut tergambar dalam perjalanan Abel Gaesca Sandya. Pada 2019, ia belum berhasil menjadi siswa MAN Insan Cendekia Jambi, salah satu madrasah unggulan yang memiliki rekam jejak prestasi akademik dan nonakademik di tingkat provinsi maupun nasional. Namun, tujuh tahun kemudian, pada 2026, ia kembali ke lingkungan madrasah tersebut dengan kesempatan yang berbeda: hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) dan Majelis Perwakilan Siswa (MPS). Perjalanan ini bukan sekadar cerita tentang kembali ke tempat yang pernah diimpikan. Lebih dari itu, kisah Abel menghadirkan pesan bahwa kegagalan pada satu fase kehidupan tidak harus menjadi penentu akhir perjalanan seseorang. Dari Mimpi yang Belum Terwujud Menuju Kesempatan untuk Berbagi Bagi sebagian pelajar, MAN Insan Cendekia Jambi merupakan salah satu tujuan pendidikan yang diimpikan. Seleksi masuk yang kompetitif, lingkungan akademik yang kuat, serta budaya prestasi menjadikan madrasah ini memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa yang ingin mengembangkan potensi diri. Pada 2019, Abel Gaesca Sandya belum berhasil menjadi bagian dari peserta didik madrasah tersebut. Akan tetapi, perjalanan pendidikan dan pengembangan dirinya terus berlanjut. Tahun demi tahun berlalu. Pengalaman bertambah, kesempatan berkembang, dan ruang pengabdian pun semakin luas. Hingga pada 2026, ia mendapatkan kesempatan untuk kembali hadir di MAN Insan Cendekia Jambi, kali ini bukan untuk mengikuti seleksi sebagai calon siswa, melainkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda yang tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin organisasi. Perubahan peran tersebut menjadi bagian paling menarik dari kisah ini. Tempat yang dahulu menjadi tujuan pendidikan kini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan. Mimpi yang belum terwujud pada masa lalu tidak menghalangi hadirnya kesempatan baru pada masa sekarang. MAN Insan Cendekia Jambi dan Rekam Jejak Prestasinya Kembalinya Abel ke MAN Insan Cendekia Jambi memiliki konteks yang menarik jika dilihat dari rekam jejak madrasah tersebut. Berdasarkan laman resmi MAN Insan Cendekia Jambi, madrasah ini pernah menempati peringkat ke-147 dalam pemeringkatan sekolah nasional berbasis nilai UTBK tahun 2021, dengan nilai rata-rata 563,897. Pada 2022, madrasah tersebut kembali mencatatkan prestasi akademik dengan menempati peringkat ke-37 nasional dalam daftar 1.000 sekolah terbaik berdasarkan hasil UTBK, dengan nilai rata-rata 602,429. Selain capaian akademik, MAN Insan Cendekia Jambi juga mencatatkan nilai akreditasi 98 dengan peringkat A (Unggul) pada 2022, sebagaimana tercantum dalam informasi prestasi madrasah pada situs resminya. Rekam jejak tersebut memperlihatkan bahwa MAN Insan Cendekia Jambi memiliki sejarah pencapaian yang kuat dalam bidang pendidikan. Informasi mengenai prestasi tersebut dapat ditelusuri melalui laman resmi madrasah di manicjambi.sch.id. Dengan latar belakang tersebut, kesempatan berbagi di lingkungan MAN Insan Cendekia Jambi menjadi momentum yang bermakna, terutama ketika pengalaman hidup seseorang dapat dijadikan bahan pembelajaran bagi generasi yang sedang bertumbuh. Hadir sebagai Pemateri LDK, Berbagi tentang Kepemimpinan Pada 2026, berdasarkan informasi yang disampaikan mengenai kegiatan tersebut, Abel Gaesca Sandya kembali hadir di MAN Insan Cendekia Jambi sebagai pemateri Latihan Dasar Kepemimpinan bagi pengurus OSIM dan MPS. LDK merupakan salah satu kegiatan pengembangan diri yang bertujuan membekali peserta dengan pemahaman mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, pengambilan keputusan, serta pengelolaan organisasi. Bagi pengurus OSIM dan MPS, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau kedudukan. Kepemimpinan juga menuntut kemampuan mendengarkan, mengelola perbedaan pendapat, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama. Dalam konteks tersebut, perjalanan Abel dapat menjadi pintu masuk untuk membicarakan satu pelajaran penting: seseorang tidak harus selalu mendapatkan apa yang diinginkannya pada kesempatan pertama untuk tetap bisa bertumbuh dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pengalaman menghadapi kegagalan dapat menjadi bahan refleksi. Sementara itu, kesempatan baru dapat menjadi ruang untuk menerapkan pelajaran yang diperoleh selama perjalanan. Kehadiran seorang pemateri dengan pengalaman hidup yang menarik juga dapat membantu peserta memahami bahwa proses menuju kedewasaan dan kemampuan memimpin tidak selalu berlangsung secara lurus. Ada perubahan arah, tantangan, dan kesempatan yang terkadang baru terlihat maknanya setelah waktu berlalu. Dari Kegagalan Menjadi Inspirasi bagi Generasi Muda Salah satu pesan terpenting dari perjalanan ini adalah bahwa kegagalan tidak selalu berarti kehilangan kesempatan untuk mencapai sesuatu yang bermakna. Pada 2019, Abel belum berhasil menjadi siswa MAN Insan Cendekia Jambi. Pada 2026, ia kembali dengan kesempatan untuk berbagi kepada para pengurus organisasi siswa di madrasah tersebut. Kedua peristiwa itu memiliki konteks yang berbeda. Namun, ketika dilihat sebagai bagian dari satu perjalanan, keduanya menghadirkan gambaran tentang perubahan peran, pertumbuhan, dan kesempatan untuk memberikan kontribusi. Kisah ini juga menjadi pengingat bagi para pelajar agar tidak terburu-buru menilai masa depan hanya berdasarkan hasil yang diperoleh hari ini. Tidak diterima di sekolah impian, tidak memenangkan kompetisi, atau belum mendapatkan kesempatan yang diharapkan bukan berarti seluruh peluang telah tertutup. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana seseorang menyikapi keadaan, melanjutkan proses belajar, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan kesempatan yang datang berikutnya. Bagi pengurus OSIM dan MPS, pesan tersebut relevan dengan perjalanan organisasi yang mereka jalani. Menjadi pemimpin tidak berarti selalu berhasil dalam setiap keputusan. Ada evaluasi yang harus dilakukan, kesalahan yang perlu diperbaiki, dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Pemimpin yang baik bukanlah seseorang yang tidak pernah mengalami kegagalan, melainkan seseorang yang bersedia belajar, memperbaiki diri, dan tetap berusaha memberikan manfaat bagi lingkungannya. Kembali Bukan untuk Membuktikan, Melainkan untuk Memberikan Manfaat Perjalanan Abel Gaesca Sandya dari kegagalan pada 2019 hingga kesempatan menjadi pemateri LDK pada 2026 menawarkan perspektif menarik tentang makna keberhasilan. Keberhasilan tidak selalu berbentuk pencapaian yang persis sama dengan impian awal. Terkadang, keberhasilan hadir dalam bentuk kesempatan yang berbeda, tanggung jawab yang lebih besar, atau kemampuan untuk membantu orang lain memahami pelajaran yang pernah kita alami sendiri. Kembali ke tempat yang pernah diimpikan juga tidak harus dimaknai sebagai upaya membuktikan bahwa seseorang lebih berhasil daripada masa lalunya. Sebaliknya, kesempatan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas manfaat, dan mendorong orang lain agar berani menghadapi tantangan. Bagi generasi muda, kisah ini menghadirkan satu pesan sederhana: jangan biarkan kegagalan menentukan batas perjalananmu. Sebab, seseorang yang hari ini belum mendapatkan kesempatan yang diinginkan masih memiliki ruang untuk…

Read More

Kecewa atas pagar ditutup rapat, Aliansi mahasiswa UIN Jambi melawan geruduk kantor gubernur Jambi terhadap Dana Siluman Rp57 Miliar dan Karhutla. Yang di pimpin oleh Ketua SEMA UIN STS Jambi dan Ketua DEMA UIN STS Jambi.

Tajam24Jam.Com Jambi, 22 September 2026 – Terdapat kekecewaan mendalam atas penutupan gerbang dengan rapat saat Aliansi Mahasiswa UIN Jambi Melawan menggeruduk Kantor Gubernur Jambi. Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua SEMA-U UIN STS Jambi Heryanto dan Ketua DEMA-U UIN STS Jambi Abel Gaesca Sandya ini membawa dua isu besar yang meresahkan publik Jambi: dugaan Dana Siluman Rp57 Miliar dan krisis Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Massa yang terdiri dari puluhan mahasiswa UIN STS Jambi tiba di depan Kantor Gubernur pada pukul 14.00 WIB. Namun, gerbang kantor ditutup rapat. Gubernur Jambi tidak hadir menemui massa aksi. Pertemuan hanya diwakili oleh staf Pemerintah Provinsi yang dinilai tidak menguasai materi dan tidak mampu memberikan jawaban konkret atas 4 tuntutan krusial kami: Ketua SEMA-U Heryanto dalam orasinya menegaskan: “Kami kecewa. Gerbang ditutup rapat untuk mahasiswa, tapi anggaran Rp57 Miliar bisa lolos tanpa transparansi. Bagi kami, jawaban ‘sah secara administratif’ dari DPRD tidak cukup. Publik berhak tahu dari mana anggaran itu berasal, lewat proses apa masuk ke APBD, untuk program apa, dan siapa penerima manfaatnya. Legalitas administratif bukan berarti pertanyaan publik selesai.” Senada dengan itu, Ketua DEMA-U Abel Gaesca Sandya menambahkan: “Rakyat Jambi hari ini sesak karena asap Karhutla. Pemerintah hanya meliburkan sekolah, tanpa langkah konkret memadamkan api dan menindak pembakar hutan juga tidak ada solusi untuk penganan asap. Ini bukti negara abai terhadap keselamatan rakyatnya.” Sebagai bentuk kekecewaan atas tidak adanya dialog yang substantif, Aliansi UIN Jambi Melawan menutup aksi dengan aksi simbolik berbagi masker gratis kepada masyarakat di sekitar kantor gubernur. Aliansi menegaskan, ini bukan akhir. Jika Pemerintah Provinsi Jambi tidak memberikan penjelasan terbuka dan teruji kepada publik soal Dana Rp57 Miliar dan penanganan Karhutla, maka kami akan kembali dengan AKSI JILID 2 dengan massa yang jauh lebih besar. Hidup Mahasiswa!Hidup Rakyat Jambi! Tertanda,Aliansi UIN Jambi MelawanSEMA-U & DEMA-U UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Penulis Tim

Read More

Geger Dugaan Skandal, UIN STS Jambi Nonaktifkan Wakil Dekan III

Tajam24Jam.Com JAMBI, 2 Mei 2026 – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi resmi menonaktifkan seorang dosen berinisial DK dari jabatan tambahan sebagai Wakil Dekan III, menyusul mencuatnya dugaan keterlibatan dalam peristiwa pribadi yang menjadi perhatian publik.Keputusan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi pihak kampus pada Minggu (2/5/2026), sebagai respons atas informasi yang beredar luas di media sosial dan sejumlah pemberitaan media massa. Dalam pernyataannya, pihak UIN STS Jambi menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika terikat pada kode etik, aturan disiplin, serta norma kelembagaan yang wajib dijunjung tinggi.“UIN STS Jambi sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa yang melibatkan salah satu oknum dosen tersebut. Kami berkomitmen untuk melakukan penelusuran secara mendalam guna mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” demikian kutipan keterangan resmi kampus. Sebagai langkah awal, rektor menonaktifkan DK dari jabatan struktural serta memerintahkan pemeriksaan etik untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, termasuk menelusuri aspek hukum yang mungkin terkait.Selain itu, yang bersangkutan untuk sementara waktu tidak diperkenankan menjalankan aktivitas yang mewakili institusi, baik di lingkungan internal maupun eksternal. Aktivitas akademik seperti mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat juga dihentikan sementara. Pihak kampus menyatakan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga objektivitas proses pemeriksaan serta memastikan kondusivitas lingkungan akademik.“Atas nama pimpinan dan institusi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman atas beredarnya informasi ini,” lanjut pernyataan tersebut. UIN STS Jambi menegaskan bahwa dugaan tindakan personal yang dilakukan oknum tidak mencerminkan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas.Hingga saat ini, proses penelusuran dan verifikasi internal masih berlangsung guna memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan proporsional. Penulis Tim

Read More

Wakil Dekan UIN Jambi Diduga Digerebek Istri Sah di Rumah Kos, Muncul Isu Penyalahgunaan Pengaruh

Tajam24Jam.Com JAMBI, 1 Mei 2026 – Dunia pendidikan tinggi di Jambi dihebohkan oleh peristiwa penggerebekan yang melibatkan seorang oknum pejabat kampus. Seorang pria berinisial DK, yang disebut-sebut menjabat sebagai Wakil Dekan di salah satu fakultas UIN Jambi, diduga digerebek oleh istri sahnya bersama sejumlah warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah kos (home kost) yang berlokasi di RT 34, Lorong Citra, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Menurut keterangan kuasa hukum pihak istri, Putra, kliennya telah lama mencurigai adanya hubungan lain yang dijalin oleh suaminya. Pada hari kejadian, kliennya mengikuti pergerakan DK sejak dari kawasan Mayang hingga menuju lokasi kos tempat penggerebekan berlangsung.“Klien kami sudah lama memiliki kecurigaan adanya wanita lain. Namun baru kali ini berani mengambil tindakan dengan melakukan penggerebekan,” ujar Putra. Selain dugaan persoalan rumah tangga, peristiwa ini juga memunculkan isu lain yang lebih serius. Sejumlah warga setempat menyampaikan adanya dugaan praktik penyalahgunaan pengaruh di lingkungan akademik, termasuk janji kemudahan dalam memperoleh gelar pendidikan. Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan awal dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Jika dugaan tersebut terbukti mengandung unsur tipu muslihat yang merugikan pihak lain, maka dapat dikaji berdasarkan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sementara itu, jika berkaitan dengan penyalahgunaan jabatan atau pelanggaran etik profesi, penanganannya menjadi kewenangan institusi terkait melalui mekanisme internal yang berlaku. Hingga berita ini diterbitkan, pihak DK maupun pihak UIN Jambi belum memberikan pernyataan resmi. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga adanya kepastian hukum lebih lanjut. Penulis Tim

Read More

Terpilih Presiden Mahasiswa UIN Jambi, Abel Siap Guncang Kemajuan dan Perubahan

Tajam24Jam.Com Jambi, 5 Maret 2026 – Abel Gaesca Sandya, terpilih jadi Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri, Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, setelah melalui proses perhitungan suara 39 dan 28 suara dari lawannya. Abel merupakan Mahasiswa dari Fakultas Dakwah, Jurusan Menajemen Dakwah dan jejak karir, ia sempat jadi Gubernur Fakultas Dakwah sebelum mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa. dan atas keresahan Mahasiswa serta demi kemajuan dan perubahan terhadap mahasiswa, iapun mencalonkan diri sebagai Presiden dan akhirnya terpilih. Abel merupakan Warga Kota Jambi menyebutkan, saat menjalankan diri, visinya yakni mewujudkan DEMA UIN STS Jambi sebagai lembaga Mahasiswa yang berkapasitas dan berintegritas dalam memberikan kebermanfaatan nyata bagi seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi UIN STS Jambi. “Alhamdulilah saya terpilih sebagai Presiden UIN STS Jambi setelah melalui pemilihan dan saya mendapatkan 39 suara dan lawan menpatkan 28 suara dan saya janji akan memberikan kebermanfaatana nyata kedepan,” jelasnya kamis, 5 maret 2026. Begitu juga misi saya, yakni mengoptimalkan kualitas komunikasi antara mahasiswa dan civitas akademika dalam penguatan aspirasi serta pengawalan kebijakan kampus yang berorientasi pada kepentingan bersama. “Membangun sinergi antar ormawa kampus untuk memaksimalkan program kerja berdampak positif bagi mahasiswa3.Menghadirkan gerakan sosial mahasiswa yang terarah berbasis edukasi untuk semua pihak di UIN STS Jambi,” terangnya. Terpilihnya Abel ia juga buat poker unggulan terhadap mahasiswa kedepan diantaranya Ormawa ngopi bareng rektorat dengan konsep kegiatan,Ormawa ngopi Bareng Rektorat adalah ruang ngobrol santai tapi bermakna antara pimpinan kampus dan seluruh perwakilan ormawa di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. “Jadi bukan forum tegang, bukan ajang saling menyalahkan, tapi tempat duduk bareng, minum kopi, dan bicara terbuka soal aspirasi, kebijakan, serta solusi untuk kampus yang lebih baik,” tegasnya. Setiap pertemuan menghasilkan poin kesepakatan dan tindak lanjut yang jelas, sehingga mahasiswa merasa didengar dan kebijakan kampus tidak lagi terasa jauh dari mereka. “Ormawa Edukasi Festival adalah festival kolaborasi seluruh organisasi mahasiswa di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang menghadirkan expo, mini seminar, dan workshop dalam suasana santai dan inspiratif,” ujarnya. Begitu juga SAHABAT (satu hari aksi baik terpadu) dengan konsepnya sederhana yakni gerakan sosial mahasiswa yang dilaksanakan dalam satu hari penuh sebagai momentum berbagi dan peduli bersama di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. “Saya akan mengoptimalkan kualitas fungsional dema uin sts Jambi dan merangkul semuanya Mahasiswa,” katanya. Penulis Tim

Read More