Tajam24Jam.Com JAMBI, 4 Oktober 2026 – Peta penegakan hukum dan stabilitas keamanan di Provinsi Jambi resmi memasuki babak baru yang krusial. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, tongkat komando Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi kini beralih dari Irjen Pol Krisno H. Siregar kepada Irjen Pol Widodo [jambiindependent.disway.id]. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat di Rupatama Mabes Polri menandai dimulainya era baru kepemimpinan Korps Bhayangkara di daerah ini [jambiindependent.disway.id].
Momentum rotasi pimpinan ini tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas penyegaran organisasi. Elemen mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melihat pergantian ini sebagai peluang emas sekaligus ajang pembuktian transformasi penegakan hukum yang berkeadilan, selaras dengan komitmen besar yang digaungkan oleh Kapolri baru.
Apresiasi Elegan dan Harapan Kampus
Presiden Mahasiswa (Presma) UIN STS Jambi secara khusus menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang diemban oleh Irjen Pol Widodo. Mahasiswa mengapresiasi estafet ini sebagai energi positif bagi masa depan kamtibmas di Jambi.
“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Irjen Pol Widodo di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Kehadiran pimpinan baru selalu membawa optimisme baru. Kami menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinan beliau, Polda Jambi mampu melahirkan respons cepat yang presisi terhadap kebutuhan keadilan masyarakat,” ujar Presma UIN STS Jambi dalam keterangan resminya, Minggu (4/10).
Mahasiswa menilai, modal pengalaman Irjen Pol Widodo di berbagai posisi strategis sebelumnya akan menjadi kompas penting dalam memetakan karakteristik serta kompleksitas sosial-geografis Jambi yang unik.
Kondisi Riil Jambi: Pemetaan Masalah yang Menanti Terobosan
Secara objektif, Presma UIN STS Jambi memaparkan dinamika riil di lapangan yang memerlukan atensi taktis, tegas, dan tuntas dari jajaran Polda Jambi:
- Urai Kusut Jalur Angkutan Batubara: Urusan penegakan hukum di sepanjang urat nadi jalan nasional—mulai dari Sarolangun, Batanghari, hingga Muaro Jambi dan Pelabuhan Talang Duku—tetap menjadi ujian utama. Ketegasan pengawasan tonase, kepatuhan jam operasional, dan perlindungan hak pengguna jalan umum menjadi hal yang paling dinanti publik.
- Pemberantasan Illegal Drilling dan Illegal Mining (PETI): Praktik penambangan emas liar di aliran sungai wilayah Merangin dan Bungo, serta sumur minyak ilegal di Kabupaten Batanghari, menyisakan ancaman kerusakan ekosistem jangka panjang. Penegakan hukum dituntut berani menyasar hingga ke level aktor intelektual dan penyokong dana (cukong).
- Resolusi Konflik Agraria yang Humanis: Dinamika sengketa lahan antara korporasi besar dan masyarakat lokal atau hukum adat di beberapa wilayah memerlukan pendekatan mitigasi yang persuasif. Polda Jambi diharapkan konsisten berdiri sebagai penengah yang netral, adil, dan objektif.
- Proteksi Perbatasan dari Invasi Narkotika: Letak geografis Jambi yang berada di perlintasan timur Sumatera dengan garis pantai yang rawan celah pelayaran ilegal menjadi tantangan masif. Penguatan fungsi intelijen kepolisian sangat krusial untuk memutus mata rantai pasokan barang haram tersebut dari hulu.
Prinsip Mengawal: Kemitraan Mandiri, Kritis, dan Bermartabat
Menyikapi berbagai tantangan di atas, elemen mahasiswa menegaskan sikapnya secara independen tanpa harus terjebak dalam formalitas hubungan yang pasif. Mahasiswa memposisikan diri sebagai mitra dialog yang setara dan bermartabat.
“Sebagai institusi menara akademis yang membawa amanah kontrol sosial, kami menolak untuk bersikap apatis. Kami siap menjadi mitra strategis untuk menyokong setiap kebijakan, gagasan inovatif, dan langkah progresif Kapolda Jambi yang berorientasi pada kemaslahatan rakyat,” tegas Presma UIN STS Jambi.
Namun di sisi lain, independensi mahasiswa dipastikan tetap menyala secara proporsional. “Fungsi kritis kami akan tetap berjalan tegak lurus secara objektif. Kami akan terus mengawal, mencermati, dan memberikan masukan konstruktif demi memastikan penegakan hukum di Jambi berjalan tanpa tebang pilih. Sinergi ini dibangun atas dasar semangat transparansi publik yang menjadi visi besar Kapolri.”
Kini, publik dan entitas akademik di Jambi menanti gebrakan-gebrakan awal dari Irjen Pol Widodo. Kombinasi ketegasan regulasi dari kepolisian serta pengawalan objektif dari gerakan pemuda diharapkan mampu mengantarkan Provinsi Jambi menuju iklim kamtibmas yang kokoh dan berwibawa.
Penulis Tim



