admin_

Sat Polairud Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Penganiayaan Brutal di Ponton Timah, Dua Warga Toboali Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 6 September 2025 – Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan berat yang terjadi di atas Ponton Isap Produksi (PIP) Mitra PT. TIMAH, wilayah perairan Selindung, Kecamatan Mentok. Dua pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, menunjukkan kesigapan dan respons cepat jajaran kepolisian di wilayah perairan.Korban Dipukul dengan Palu di Kepala. Kejadian terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, Denis bin Kotela (26), seorang buruh harian asal Toboali, Bangka Selatan, dianiaya secara brutal dengan alat berupa palu oleh dua rekan kerjanya.Korban mengalami luka robek di kepala dan luka lecet di pelipis mata sebelah kanan setelah dipukul bertubi-tubi oleh pelaku. Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam, Melalui penyelidikan intensif, Sat Polairud Polres Bangka Barat berhasil menangkap kedua pelaku pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB di lokasi perairan Selindung, lokasi yang sama dengan tempat kejadian.Kedua pelaku diketahui berinisial:lR (26 tahun), A (22 tahun) Keduanya merupakan warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, dan bersaudara kandung. Barang bukti berupa 1 buah palu berhasil diamankan sebagai alat yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut, Motif dan Modus Operandi Dari hasil pemeriksaan awal, penganiayaan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban, yang dinilai sering bermalas-malasan dan diduga mengambil pasir timah di ponton tempat mereka bekerja. Pelaku R memukul korban sebanyak tiga kali, yaitu Sekali di kepala bagian kiri, Sekali di punggung sebelah kiri, Sekali di lengan kiri, Usai kejadian. Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui PS. Kasi Humas Iptu Yos Sudarso, mengapresiasi kinerja cepat Sat Polairud dalam menangani kasus ini. “Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, dua pelaku penganiayaan berat berhasil diamankan bersama barang bukti,” ujar Iptu Yos. Saat ini kedua pelaku sedang dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Polairud, dan akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat Buru Kakak Beradik Pelaku Penganiayaan dengan Palu di Ponton Isap Produksi

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 6 September 2025 – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) saat ini tengah memburu dua orang pelaku penganiayaan berat yang terjadi di atas Ponton Isap Produksi (PIP), Mitra PT. TIMAH, di wilayah perairan Selindung, Kabupaten Bangka Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, dan telah dilaporkan secara resmi oleh korban ke pihak kepolisian Polres Bangka Barat. Korban, Denis bin Kotela (26 tahun), seorang buruh harian asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengalami luka serius berupa robekan di bagian kepala dan alis mata akibat dianiaya oleh dua pelaku yang diketahui bernama Rival dan Do (keduanya merupakan kakak beradik) yang merupakan warga Toboali Bangka Selatan. Penganiayaan terjadi diduga akibat salah paham dan cekcok mulut yang berujung pada pertengkaran. Kedua pelaku diketahui secara brutal menyerang korban dengan menggunakan benda tumpul berupa palu, lalu melarikan diri meninggalkan korban dalam kondisi terluka. Seorang saksi di lokasi kejadian, Dimas (19 tahun), yang juga merupakan rekan kerja korban, telah memberikan keterangan kepada penyidik. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui PS. Kasi Humas Iptu Yos Sudarso, menyampaikan bahwa pihaknya sangat serius menangani kasus ini. “Penganiayaan menggunakan benda tumpul seperti palu sangat membahayakan jiwa korban. Tim kami sudah bergerak cepat ke lokasi kejadian dan saat ini kedua pelaku sedang dalam proses pengejaran,” tegas Iptu Yos Sudarso, Sabtu (6/9/2025). Penulis Tim

Read More

POLSEK JEBUS, POLRES BANGKA BARAT TINDAK TEGAS PELAKU PENGANCAMAN DENGAN SENJATA TAJAM

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 7 September 2025 – Unit Reserse Kriminal Polsek Jebus, Polres Bangka Barat kembali menunjukkan kesiapan dan profesionalitasnya dalam menangani gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya. Seorang pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam berhasil diamankan oleh petugas tak lama setelah menerima laporan dari korban. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menjelaskan bahwa tindakan cepat anggota Polsek Jebus, Polres Bangka Barat ini merupakan bagian dari upaya menjaga rasa aman dan memberikan keadilan kepada masyarakat. “Anggota Unit Reskrim Polsek Jebus langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penangkapan setelah menerima laporan dari korban. Ini bukti bahwa jajaran Polres Bangka Barat, khususnya Polsek Jebus, siap hadir dan bertindak untuk menjaga keamanan masyarakat,” ujar Iptu Yos. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa motif pelaku berinisial DK (39) melakukan pengancaman karena tidak terima ditagih utang oleh korban, dengan alasan merasa tidak memiliki utang kepada pelapor. Merasa tersinggung, pelaku kemudian mendatangi rumah korban sambil membawa senjata tajam jenis pedang samurai, mengancam, bahkan sempat melakukan kekerasan fisik. “Perilaku pelaku sangat membahayakan dan tidak bisa ditoleransi. Menggunakan senjata tajam untuk mengintimidasi dan melukai orang lain adalah tindakan kriminal serius. Oleh karena itu, personel Polsek Jebus langsung melakukan penindakan terhadap pelaku,” tegas Kasi Humas. Barang bukti berupa 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pedang samurai telah diamankan, dan pelaku kini berada di Mapolsek Jebus, Polres Bangka Barat untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penulis Tim

Read More

Polisi Evakuasi Seorang Ibu Yang Bunuh Diri dan Jerat Leher 2 Putranya.

Tajam24Jam.Com BANDUNG, 06 September 2025 – Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan penemuan tiga jenazah dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengataksn bahwa Ketiga korban diketahui bernama EN , perempuan (34) serta dua anaknya, AAP (9) dan AAP (11 bulan). Mereka ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB oleh suami korban, YS, yang baru pulang kerja. Awal mulanya ketika suami korban pulang namun pintu rumah terkunci dari dalam. Saat mengintip lewat ventilasi, suami korban mendapati istrinya tergantung di kusen pintu kamar dan kemudian berteriak histeris. Warga yang mendengar teriakan datang kemudian mendobrak pintu dan menemukan dua anak korban juga sudah tidak bernyawa dengan tali yang masih menjerat di leher. Dari hasil Cek Tkp dan Olah TKP yang dipimpin oleh Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono ditemukan bahwa Korban perempuan ditemukan dalam posisi tergantung, sementara anak-anaknya ditemukan di ruang depan dan kamr dengan Tali yang menjerat di leher kedua anak. Untuk posisi pintu dan jendela dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ditemukan luka terbuka terhadap para korban. “Selain jenazah, polisi juga menemukan sebuah ponsel serta secarik kertas berisi curahan hati korban kepada suaminya yang ditempel di dinding ruang tengah. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.” ujarnya, Sabtu (6/9/2025). Ketiga korban telah dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung untuk pemeriksaan forensik. Polisi masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti yang ada di tkp. (Basri.A)

Read More

Polri dan TNI Tegaskan Sinergi Pulihkan Keamanan Pasca Demo.

Tajam24Jam.Com Jakarta, 05 September 2025 – Divisi Humas Polri menegaskan pentingnya soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan pasca aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan oleh Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., serta turut hadir Karoprovos Divpropam Polri Brigjen. Pol. Naek Pamen Simanjuntak dalam konferensi pers yang digelar di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, pada Jumat (5/9/2025). Dalam keterangannya, Brigjen. Pol. Trunoyudo menekankan bahwa kerja sama antara TNI dan Polri tidak hanya sebatas simbolik, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata di lapangan, termasuk patroli gabungan skala besar guna memulihkan situasi keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Ini adalah wujud kehadiran negara. TNI dan Polri hadir bersama dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Atas perintah Bapak Presiden, kami berkonsentrasi penuh dalam pemulihan keamanan dengan segera,” ujar Brigjen. Pol. Trunoyudo. Selain itu, Polri mengimbau seluruh masyarakat agar bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Menurutnya, peran jurnalis dan media arus utama sangat penting sebagai penyampai informasi yang kredibel. “Teman-teman media adalah saluran utama informasi yang kredibel. Kami harap publik mengedepankan klarifikasi dan konfirmasi sebelum mempercayai suatu informasi,” tegasnya. Lebih lanjut, Polri juga menjelaskan bahwa dalam penanganan situasi pasca demo, pihaknya melakukan pendekatan menyeluruh melalui langkah preventif, preemtif, persuasif, hingga penindakan jika diperlukan. Proses penegakan hukum pun dilakukan dengan analisa mendalam melalui gelar perkara yang terukur dan transparan. Tak hanya itu, Brigjen. Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa Polri tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat sebagai bagian dari proses menuju organisasi yang modern dan humanis. “Polri adalah milik masyarakat. Kami tidak anti kritik. Kami selalu terbuka menerima masukan demi perbaikan ke depan. Namun, kami berharap aspirasi disampaikan sesuai koridor hukum yang berlaku,” ungkapnya. Di akhir pernyataannya, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat, media, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. (Basri. A)

Read More

Waka DPRD Ivan Wirata Apresiasi Hutama Karya Sudah Perbaiki Jalan Ness Dampak Angkutan Material Tol

Tajam24Jam.Com JAMBI, 5 September 2025 – Jalan Ness dari ruas Simpang Sungai Duren-Ness sepanjang 4,9 Kilometer yang sempat rusak terdampak pengangkutan material jalan tol akhirnya mulus kembali. Pihak Hutama Karya mengaspal kembali jalan, sehingga jalan mulus berwarna hitam khas aspal baru siap lamgsung digunakan masyarakat. Junior Project Director Tol Betejam Seksi 4 ruas Tempino-Ness Ahmadi mengatakan setelah tol rampung, pihaknya langsung melakukan perbaikan Jalan Simpang Sungai Duren – Ness. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kontraktor jalan tol terhadap jalan yang terdampak pembangunan tol.“Sudah di aspal sepanjang 4,9 km, kami berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan pengguna jalan di Jambi setelah kami bisa rampung mengerjakan tol Tempino-Ness selama 14 bulan,” sebut Ahmadi. Tanggung jawab Hutama Karya yang cepat menangani Jalan Ness ini diapresiasi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata. Ivan menyatakan telah langsung mengecek jalan Ness dan hasilnya ia puas dengan aspal baru jalan pintas Muaro Jambi-Batanghari ini. “Saya sudah langsung mengecek ke lapangan jalan ness dan sudah dilakukan penanganan permanen jalan yang sempat rusak sepanjang 4,9 km. HK menunjukkan komitmen dan pekerjaannya berkualitas,” sebut Ivan Wirata. Dengan penanganan dari HK menyebabkan peningkatan kemantapan jalan Simpang Duren-Ness menjadi meningkat.“Dengan adanya penanganan jalan ini tentu meningkat dari sebelumnya kemantapan jalan ruas ini, kita puas dengan pelaksanaan pekerjaannya,” ucap Ivan. Adapun jalan Tol Tempino-Ness sudah rampung pada Juli 2025 ini. Bahkan, memperoleh Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan predikat bintang 5. Hal ini didapatkan HK karena untuk garapannya pada proyek Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi Seksi 4 (Tempino–Ness). Sertifikat ini menandai kesiapan penuh ruas tol sepanjang 18,49 km tersebut untuk melayani publik dengan standar keselamatan dan kualitas terbaik. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah melalui penilaian dengan predikat tertinggi ini. “Predikat ini bukti komitmen Hutama Karya yang mampu menghadirkan infrastruktur jalan tol berstandar tinggi. Ruas Tempino–Ness kami siapkan dengan cermat agar mengakomodir perjalanan yang aman, efisien, dan bermakna bagi masyarakat,” ujar Adjib. Lebih lanjut, Adjib menegaskan bahwa jalan tol ini secara substansi sudah siap beroperasi. Tahap selanjutnya adalah penerbitan Keputusan Menteri PU mengenai penetapan pengoperasian sebelum jalan tol dapat digunakan oleh publik. Setelah beroperasi, waktu tempuh Jambi menuju Betung dipangkas drastis dari lebih empat jam menjadi sekitar dua jam saja. Adapun dari Bayung Lencir (Sumatera Selatan) menuju Sp. Ness (Jambi) kini hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dibanding sebelumnya hampir tiga jam, dimana dapat memecah kemacetan yang sering terjadi di jalur Lintas Sumatra. Jalan tol ini juga sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik, terutama arus angkutan batu bara dan hasil sumber daya alam, sehingga diharapkan memberi dorongan pada produktivitas kawasan dan industri sekitar. SLFO bintang 5 diperoleh setelah melalui proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada RabuJum’at (6–8/8) lalu. Uji tersebut meliputi pemeriksaan teknis lapangan, seperti struktur jalan utama, bahu jalan, drainase, dan kelengkapan rambu keselamatan, serta evaluasi aspek administrasi sesuai regulasi Kementerian PU. Jalan Tol Tempino–Ness dibangun dengan dua lajur per arah, dilengkapi bahu jalan sisi dalam dan luar, drainase modern, on-off ramp, serta rambu keselamatan. Dari sisi kelengkapan fasilitas, tersedia penerangan jalan umum (PJU), pos pemantauan, dan sistem CCTV 24 jam agar pengguna tetap merasa aman selama perjalanan. “Kami berharap dengan beroperasinya ruas tol ini, masyarakat Jambi dan Sumatra Selatan bisa merasakan langsung manfaat perjalanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman terutama dalam mempersiapkan momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 nanti,” tutup EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim. Penulis Tim

Read More

Kapolres Bangka Barat Ajak Warga Jaga Kamtibmas Lewat Safari Jumat

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 5 September 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid Baitul Hikmah, Kecamatan Mentok, pada Jumat (5/9/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka Barat, para perwira, serta personel Polres dan Polsek Mentok. Safari Jumat ini merupakan bagian dari strategi cooling system untuk menciptakan ketenangan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Kapolres menyampaikan bahwa Safari Jumat bukan sekadar kegiatan rutin keagamaan, namun juga sebagai sarana komunikasi antara Polri dan masyarakat. “Kegiatan ini kami laksanakan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung. Kami ingin membangun dialog terbuka, mendengar aspirasi masyarakat, dan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bangka Barat,” ujar AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Iptu Yos Sudarso. Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan damai, terutama menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. “Meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW adalah momentum yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan menjaga persatuan. Kami mengajak masyarakat untuk saling menghormati, menghindari hoaks, dan menjaga kerukunan,” tambahnya. Safari Jumat yang diikuti sekitar 350 jemaah ini berlangsung lancar dan khidmat. Khutbah Jumat disampaikan oleh Sarbudiono dengan tema “Meneladani Suri Tauladan Muhammad SAW dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.” Kegiatan ini diakhiri dengan dialog singkat antara jajaran Polres dan para jemaah, serta penekanan pentingnya menjaga stabilitas kamtibmas demi kenyamanan bersama. Penulis Tim

Read More

Kantor Bersama Tanjung Jabung Timur Memprihatinkan, Mirip Bangunan Tak Berpenghuni

Tajam24Jam.Com Tanjung Jabung Timur, 4 September 2025 – Kondisi Kantor Bersama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (4/9/2025), bangunan yang semestinya menjadi pusat pelayanan masyarakat itu tampak rusak parah dan menyerupai bangunan tak berpenghuni. Dari luar, gedung terlihat tidak terawat. Atap banyak yang bolong, cat dinding kusam hingga buram, serta suasana keseluruhan mencerminkan kondisi yang jauh dari kata layak. Padahal, fasilitas tersebut sejatinya diperuntukkan bagi pelayanan publik. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar soal perhatian pemerintah daerah terhadap aset negara yang seharusnya dipelihara demi menunjang aktivitas pelayanan masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari dinas terkait mengenai kerusakan bangunan tersebut. Penulis Tim

Read More

Aliansi Brantam Gelar Aksi Damai, Agus Sukarno Kritisi Realisasi Visi-Misi Bupati Tanjabtim

Tajam24Jam.Com Tanjabtim, Jum’at 5 September 2025 – Di tengah maraknya aksi unjuk rasa yang kerap berujung ricuh di berbagai daerah, suasana berbeda justru terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi. Aksi damai yang digerakkan Barisan Rakyat Tanjabtim Menggugat (Brantam) menghadirkan sosok Agus Sukarno sebagai koordinator lapangan yang berani menyuarakan kegelisahan masyarakat. Momen aksi semakin menarik ketika Bupati Tanjabtim bersama rombongan mendatangi langsung Agus Sukarno dan massa aksi. Kehadiran bupati sontak membuat perhatian tertuju pada Agus Sukarno yang kemudian menyampaikan pertanyaan tajam soal realisasi visi-misi pemerintah daerah. Agus menyoroti program seragam sekolah gratis yang dijanjikan namun belum juga terealisasi.“Visi misi yang seharusnya sudah terlaksana kemarin, entah apa persoalannya. Harapan kami penerimaan siswa baru sudah lewat, tapi program ini belum jalan. Skema pendanaannya seperti apa, kami tidak tahu, makanya kami bertanya,” ujarnya. Selain itu, Agus juga menyinggung pertemuan mahasiswa dan pemerintah yang digelar di Kota Jambi, bukan di Tanjabtim.“Kenapa harus di Jambi? Apakah di Tanjabtim tidak ada tempat? Padahal aspirasi itu milik masyarakat Tanjabtim,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan bahwa alasan pertemuan di Jambi karena sebagian besar mahasiswa yang bersuara memang menempuh pendidikan di sana. Menurutnya, hal itu juga untuk menjaga keamanan dan memudahkan koordinasi. Namun, Agus tetap mengkritisi langkah itu karena dinilai tidak sejalan dengan visi misi daerah dalam mendorong UMKM lokal.“Kalau bicara UMKM naik kelas, seharusnya perputaran ekonomi dipusatkan di Tanjabtim, bukan justru menghidupkan usaha di luar daerah. Logikanya sederhana, kalau uang itu dibelanjakan di cafe-cafe Tanjabtim, pemilik usaha akan senang, pendapatan meningkat, bahkan bisa membuka usaha baru,” ujarnya. Agus juga mengingatkan pernyataan bupati yang sebelumnya mendorong ASN agar membelanjakan uang di Tanjabtim. Menurutnya, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.“Cerita UMKM naik kelas itu baik, tapi preseden ini menodainya. Harus ada pengakuan bahwa langkah ini keliru. Kalau konsisten, seharusnya dibuktikan di daerah, bukan di luar,” tutupnya. Adapun tuntutan aksi Brantam meliputi: Aksi Brantam ini disebut sebagai bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Tanjabtim sekaligus dorongan agar pemerintah daerah lebih konsisten dalam menjalankan visi-misinya. Penulis Tim

Read More

Pertemuan Mahasiswa–Pemda Tanjabtim di Cafe Kota Jambi Tuai Sorotan

Tajam24Jam.Com Tanjabtim, Jum’at 5 September 2025 – Pertemuan antara mahasiswa dan Pemerintah Daerah Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang digelar di sebuah cafe di Kota Jambi menuai sorotan. Publik mempertanyakan efektivitas forum tersebut dalam menyerap aspirasi rakyat, mengingat pertemuan tidak dilaksanakan di wilayah Tanjabtim sendiri. Suasana pertemuan berlangsung santai dengan hidangan makanan dan minuman. Namun, di balik keakraban itu, muncul pertanyaan besar: sejauh mana aspirasi masyarakat Tanjabtim benar-benar tersampaikan? Kritik menguat karena agenda yang mengatasnamakan “aspirasi rakyat” itu hanya dihadiri segelintir orang. Barisan Rakyat Tanjabtim Menggugat (Brantam) menilai forum tersebut belum mewakili masyarakat luas. Agus Sukarno, salah satu tokoh Brantam, menegaskan rakyat menanti bukti nyata dari janji visi-misi pemerintah daerah, salah satunya program seragam sekolah gratis yang hingga kini belum terealisasi. Kalau visi misi tidak berjalan, kami tentu akan bertanya. Aspirasi rakyat seharusnya tidak berhenti di meja cafe, tapi diwujudkan di tengah masyarakat,” ujarnya. Agus juga menyayangkan langkah pemerintah daerah yang memfasilitasi pertemuan di luar Tanjabtim. Menurutnya, forum serap aspirasi seharusnya dilakukan di daerah sendiri agar masyarakat dapat terlibat langsung sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal, termasuk bagi para pelaku UMKM. Menanggapi kritik tersebut, Bupati Tanjabtim menjelaskan pemilihan lokasi di Kota Jambi dipertimbangkan karena sebagian besar mahasiswa berdomisili di sana. Faktor keamanan dan kemudahan koordinasi juga menjadi alasan. Meski begitu, penjelasan itu dinilai belum cukup meredam keresahan publik. Kini, masyarakat Tanjabtim berharap setiap forum aspirasi benar-benar terbuka, melibatkan seluruh elemen, serta dilaksanakan di wilayah sendiri. Sebab, bagi rakyat, aspirasi bukan sekadar percakapan santai di cafe, melainkan suara perjuangan yang harus didengar dan diwujudkan demi kesejahteraan bersama. Penulis Tim

Read More