Tajam24Jam.Com JAMBI, 29 Agustus 2026 — Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jambi turun langsung ke tengah masyarakat dengan menggelar gerakan “1.000 Masker” sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Tebo.
Aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap. PW SEMMI Jambi menilai persoalan karhutla tidak boleh dianggap sebagai kondisi biasa karena dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.
Ketua Umum PW SEMMI Jambi, Muhammad Muhlisin Yusuf, mengatakan mahasiswa harus mampu hadir dan mengambil peran ketika masyarakat menghadapi persoalan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berbicara di ruang-ruang diskusi. Ketika masyarakat membutuhkan, mahasiswa harus hadir dan bergerak. Gerakan 1.000 masker ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat yang terdampak polusi asap,” ujar Muhammad Muhlisin Yusuf.
Menurut Muhlisin, penggunaan masker merupakan salah satu bentuk perlindungan sementara bagi masyarakat. Namun, langkah tersebut tidak boleh menjadi solusi utama dalam menghadapi persoalan kabut asap.
Ia mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar melakukan penanganan karhutla secara serius, terukur, dan berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus menjadi korban dampak asap.
“Masker hanya langkah perlindungan sementara. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana persoalan kebakaran hutan dan lahan dapat ditangani secara serius dan menyeluruh agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban asap,” tegasnya.
PW SEMMI Jambi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kualitas udara memburuk serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Gerakan 1.000 Masker diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh pihak.
PW SEMMI Jambi menegaskan akan terus mengambil peran sosial dan menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak karhutla dan persoalan lingkungan di Provinsi Jambi.
Penulis Tim



