Tajam24Jam.Com TANJAB BARAT, 11 Mei 2026 – Dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi sorotan publik. Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari dugaan anggaran staf fiktif, pungutan kegiatan Karang Taruna, hingga insentif guru ngaji yang disebut tidak dibayarkan selama tiga tahun terakhir.
Saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pada Senin (11/5/2026), Sekretaris Desa (Sekdes) Rawa Medang mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan terkait dugaan tersebut.
“Saya tidak ada wewenang untuk menjawab konfirmasi itu,” ujar Sekdes singkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan, anggaran gaji empat orang staf desa selama empat tahun disebut mencapai Rp134.400.000. Anggaran tersebut diduga tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan adanya pungutan terhadap warga untuk kegiatan Karang Taruna. Padahal, kegiatan tersebut disebut telah memiliki alokasi anggaran dalam APBDes dan dikabarkan masih menyisakan dana sekitar Rp20 juta.
“Anggaran staf empat orang selama empat tahun totalnya Rp134.400.000. Untuk Karang Taruna masih dipungut dari masyarakat, padahal anggarannya ada dan masih tersisa sekitar Rp20 juta,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber tersebut juga menyampaikan bahwa insentif guru ngaji selama tiga tahun terakhir diduga tidak pernah disalurkan, meskipun setiap tahun dianggarkan sebesar Rp8.600.000.
“Anggaran guru ngaji selama tiga tahun terakhir tidak pernah diberikan, padahal setiap tahun ada anggarannya Rp8.600.000,” tambahnya.
Untuk memperoleh klarifikasi, awak media mendatangi Kantor Desa Rawa Medang pada Senin siang sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, Kepala Desa disebut tidak berada di tempat.
“Pak Kades belum masuk,” ujar salah satu perangkat desa.
Saat dimintai penjelasan terkait dugaan penyimpangan anggaran tersebut, perangkat desa mengaku tidak dapat memberikan keterangan dan meminta awak media menemui Kepala Desa secara langsung.
“Kami tidak bisa diminta konfirmasi, coba langsung sama Pak Kades, mungkin beliau di rumah,” katanya.
Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat kepada Kepala Desa juga belum mendapatkan tanggapan. Sementara itu, Bendahara Desa, Endang Kaswaty, juga belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Rawa Medang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna menjaga keberimbangan informasi.
Penulis Tim



