Warga Pematang Pauh Keluhkan Berat Beras Bantuan Pangan, Diduga Kurang 1 Kilogram per Karung

Tajam24Jam.Com MERANGIN, 16 Oktober 2026 — Sejumlah warga Desa Pematang Pauh, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, mengeluhkan berat beras bantuan pangan yang diterima. Pasalnya, beras yang pada kemasannya tercantum berat bersih 10 kilogram diduga hanya memiliki berat sekitar 9 kilogram berdasarkan penimbangan yang dilakukan warga, Jumat (16/10/2026).

Keluhan tersebut disampaikan Adison, salah seorang penerima bantuan pangan dari pemerintah. Ia mengaku menerima tiga karung beras yang masing-masing berlabel berat bersih 10 kilogram, sehingga total berat yang seharusnya diterima mencapai 30 kilogram.

Namun, berdasarkan hasil penimbangan yang dilakukannya, setiap karung disebut hanya memiliki berat sekitar 9 kilogram. Jika hasil tersebut terkonfirmasi melalui penimbangan yang akurat, terdapat potensi selisih sekitar 1 kilogram per karung atau total 3 kilogram dari tiga karung yang diterimanya.

Adison mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. Meski demikian, ia mempertanyakan kesesuaian berat beras yang diterima dengan keterangan berat bersih pada kemasan.

“Pertama, saya mengucapkan terima kasih karena sudah mendapatkan bantuan tiga karung beras dari pemerintah. Di setiap karung tertulis berat bersih 10 kilogram, berarti totalnya 30 kilogram. Namun, setelah saya timbang, berat setiap karung hanya sekitar 9 kilogram,” ungkap Adison.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Ia meminta dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah selisih berat tersebut terjadi akibat proses pengemasan, penyaluran, atau faktor lainnya.

Adison juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dianggap sepele. Apabila dugaan kekurangan berat terjadi pada banyak karung yang disalurkan kepada masyarakat, jumlah selisih secara keseluruhan berpotensi menjadi signifikan.

“Ini tentu menjadi tanda tanya besar bagi kami. Kalau satu karung saja selisih satu kilogram, bagaimana jika jumlahnya banyak dan terjadi di seluruh Kabupaten Merangin? Tentu harus ada penjelasan yang terang. Jangan sampai persoalan seperti ini dibiarkan tanpa pemeriksaan,” tegasnya.

Ia bersama warga berharap Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Perum Bulog, serta instansi terkait lainnya dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar berat beras bantuan, proses pengemasan, dan mekanisme pengawasan sebelum bantuan disalurkan kepada masyarakat.

Warga juga berharap dilakukan penimbangan ulang secara terukur untuk memastikan kesesuaian berat beras dengan label kemasan, sehingga penyaluran bantuan pangan dapat berjalan transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini disusun, dugaan selisih berat tersebut masih berdasarkan keterangan penerima bantuan dan belum disertai hasil pemeriksaan resmi dari pihak terkait. Karena itu, diperlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran keluhan tersebut.

Penulis Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *