PKKMB HARI KEDUA UNIMAL: FASILITAS KAMPUS, RISET, HINGGA PEMBEKALAN BELA NEGARA

Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 8 September 2026 — Universitas Malahayati gelar PKKMB hari kedua bagi 1.196 mahasiswa baru di Gedung Graha Bintang, Selasa. Kegiatan berlangsung runtut dari pagi hingga sore dengan dua sesi utama. Sesi Pagi, Diisi pengenalan fasilitas kampus yakni, UPT Balai Bahasa dan program unggulan & fasilitas pembelajaran bahasa asing. Perpustakaan, akses keanggotaan, katalog digital, ruang baca riset. Selanjutnya dari LPPM, mengaajak mahasiswa terlibat penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Satgas PPKPT mengajak untuk komitmen kampus bebas kekerasan serta perundungan, jalur pelaporan. Sementara itu, untuk Sesi sore menghadirkan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi beri pembekalan Bela Negara. Empat pilar ditekankan: Pancasila & NKRI, Profil Pelajar Pancasila, kesadaran bela negara, serta pencegahan paham radikal. “Kalian calon pemimpin sekaligus benteng moral bangsa. Cintai tanah air, jaga toleransi, bentengi diri dari radikalisme. Teguh pada Pancasila demi keutuhan NKRI.”tegas Pangdam XXI/ Raden Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi Pada, Selasa (8/9/2026). Hadir mendampingi, Wakil Rektor I–IV Universitas Malahayati. Komitmen kampus: cetak generasi cerdas, berintegritas, berjiwa nasionalis. (Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa KKL-PPM 29 Universitas Malahayati Rancang Program Edukasi Berbasis Data Cek Kesehatan Gratis di RW 06 Kelurahan Banjarsari

Tajam24Jam.Com Metro Utara, 4 Agustus 2026 – Sekelompok mahasiswa lintas program studi dari Universitas Malahayati Bandar Lampung merancang sebuah program pemberdayaan masyarakat bertajuk SIGAP-DM Banjarsari, singkatan dari Sosialisasi dan Gerakan Aksi Pencegahan Diabetes Melitus. Program ini digagas sebagai bagian dari Kuliah Kerja Lapangan Pengabdian danPemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) yang dilaksanakan di RW 06, Kelurahan Banjarsari,Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, mulai 13 Juli hingga 21 Agustus 2026. Program tersebut disusun oleh dua puluh mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 29, berasal dari berbagai fakultas seperti Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Akuntansi, Manajemen, Teknik Sipil, Teknik Industri, TeknikLingkungan, hingga Hukum. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen PembimbingLapangan Vito Zhafran Octonariz, M.S.Farm, dan direncanakan menghabiskan total 144 jam kerja efektif mahasiswa. Latar belakang program ini bermula dari tingginya beban penyakit diabetes melitus di Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, prevalensi diabetes pada penduduk berusia di atas 15 tahun meningkat dari 10,9 persen pada Riskesdas 2018 menjadi 11,7 persen, dengan estimasi lebih dari 20 juta jiwa penyandang di seluruh negeri. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat kelima dunia untuk jumlah kasus diabetes terbanyak. Ironisnya, hanya sekitar satu dari empat hingga lima penyandang diabetes yang menyadari kondisinya dan mendapatpenanganan medis, sehingga jumlah kasus sesungguhnya di masyarakat diperkirakan jauh lebih besar daripada data yang tercatat. Kondisi serupa turut ditemukan di RW 06 Kelurahan Banjarsari, wilayah permukiman padat penduduk dengan sekitar 310 kepala keluarga yang tersebar di enam Rukun Tetangga. Meski kegiatan Posyandu, Posbindu, dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berjalan rutindi sana, hasil skrining seperti data gula darah warga selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar edukasi yang tepat sasaran. Wilayah tersebut juga belum memiliki media edukasi khusus yang membahas pencegahan diabetes secara sistematis dan mudah dipahami oleh masyarakat. Untuk menjawab persoalan itu, tim mahasiswa menawarkan dua bentuk solusi utama. Pertama, penyusunan majalah edukasi kesehatan yang mengangkat materi faktor risiko, gejala dini, pola makan rendah gula, hingga pentingnya pemeriksaan gula darah berkala. Majalah dicetak menggunakan bahan art paper dan art carton berlaminasi, lalu disebarluaskan ke seluruh RT di RW 06 melalui penyuluhan langsung. Kedua, pendampingan bagi kader posyandu agar mampu menginterpretasi hasil CKG dan Posbindu untuk mengidentifikasi warga berisiko, sekaligus melatih mereka menggunakan format pencatatan digital sederhana berbasis Google Form dan Spreadsheet. Sebagai pelengkap, tim juga menyiapkan kode QR yang tertaut ke versi digital majalah agar materi tetap dapat diakses meski masa KKL-PPM telah berakhir. Pelaksanaan program mengusung pendekatan Participatory Rural Appraisal dan pemberdayaan masyarakat, dimulai dari tahap sosialisasi dan diskusi kelompok terarah bersama warga dan perangkat kelurahan, dilanjutkan dengan pelatihan bagi kader, penerapan majalah dan sistem pencatatan, pendampingan penyuluhan di tiap RT, hingga evaluasi menggunakan metode pretest-posttest. Tim menargetkan minimal 80 persen peserta penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan serta 80 persen kader mampu mengidentifikasi kelompok berisiko dari data skrining yang ada. Program ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan dan kemitraan lintas sektor, sekaligus memastikan upaya pencegahan diabetes melitus di RW 06 Kelurahan Banjarsari dapat terus berjalan secara mandiri oleh kader posyandu setempat setelah kegiatan mahasiswa berakhir. Penulis Tim

Read More

Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS: Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Edukasi Siswa TK Negeri 1 Metro Timur

Tajam24Jam.Com Metro, 31 Juli 2026 – Mahasiswa Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Negeri 1 Metro Timur dengan mengusung tema “Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS.” Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini melalui pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026 ini diikuti oleh kepala sekolah, dewan guru, peserta didik TK Negeri 1 Metro Timur, serta mahasiswa Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan melalui promosi kesehatan sejak usia dini. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta didik, guru, dan mahasiswa. Senam bersama bertujuan membangun semangat anak-anak sekaligus memperkenalkan pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memberikan edukasi tentang kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas secara interaktif melalui permainan, tanya jawab, lagu edukatif, serta demonstrasi enam langkah cuci tangan yang benar. Anak-anak kemudian diajak mempraktikkan secara langsung setiap tahapan mencuci tangan dengan bimbingan mahasiswa sehingga mereka dapat memahami dan membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat baik di lingkungan sekolah maupun di rumah bersama keluarga. Melalui tema “Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS,” Mahasiswa Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap kebersihan diri serta lingkungan. Keberhasilan penerapan PHBS memerlukan dukungan dan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat agar kebiasaan baik yang telah diajarkan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Mahasiswa Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati dalam mendukung program promosi kesehatan di lingkungan pendidikan. Diharapkan, sinergi antara pihak sekolah dan mahasiswa dapat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan belajar yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Penulis Tim

Read More

Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Hadirkan Ovitrap, Spray Pengusir Nyamuk, dan SIJENTIK YOSODADI

Tajam24Jam.Com Metro, 26 Juli 2026 — Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati melaksanakan kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di RW 01 Kelurahan Yosodadi. Mengusung tema “Bersama Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Cegah DBD Sejak Dini”, kegiatan ini meliputi edukasi pencegahan DBD, praktik pembuatan ovitrap, pembuatan spray pengusir nyamuk sederhana, serta pengenalan Sistem Informasi Pelaporan Jentik (SIJENTIK YOSODADI). Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Juli 2026, pukul 15.30 WIB hingga selesai, bertempat di kediaman Ketua RW 01, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Lurah Yosodadi, Bapak Darojat Miko, S.E., Ketua RW 01, perangkat lingkungan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Kehadiran pemerintah kelurahan dan perangkat lingkungan menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati, khususnya dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian DBD di Kelurahan Yosodadi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan DBD mulai dari lingkungan rumah. Masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui bahaya DBD, tetapi juga mampu melakukan tindakan pencegahan serta berpartisipasi dalam pemantauan keberadaan jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal. Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencakup cara penularan, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Setelah pemberian edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik pembuatan ovitrap. Ovitrap merupakan perangkap sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memantau keberadaan telur nyamuk. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai alat dan bahan, proses pembuatan, cara penempatan, hingga pemantauan ovitrap agar masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Selain pembuatan ovitrap, masyarakat juga diberikan demonstrasi pembuatan spray pengusir nyamuk sederhana. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta cara penggunaannya. Praktik tersebut diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan masyarakat mengenai upaya sederhana untuk membantu mengurangi kontak dengan nyamuk. Sebagai bentuk inovasi dalam mendukung keberlanjutan program, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati juga memperkenalkan SIJENTIK YOSODADI (Sistem Informasi Pelaporan Jentik Yosodadi). Sistem ini dikembangkan sebagai sarana untuk membantu proses pelaporan dan pemantauan keberadaan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat secara lebih terorganisir. Melalui SIJENTIK YOSODADI, hasil pemantauan jentik yang dilakukan di lingkungan rumah dapat dilaporkan sehingga informasi yang terkumpul dapat membantu dalam mengetahui kondisi keberadaan jentik di wilayah tersebut. Sistem pelaporan ini diharapkan dapat mendukung keterlibatan masyarakat dan kader dalam melakukan pemantauan jentik secara berkala serta menjadi sarana pendukung dalam menentukan tindak lanjut pencegahan DBD di lingkungan RW 01 Kelurahan Yosodadi. Kehadiran ovitrap dan SIJENTIK YOSODADI diharapkan dapat saling melengkapi. Ovitrap digunakan sebagai salah satu media pemantauan keberadaan telur nyamuk di lingkungan, sedangkan SIJENTIK YOSODADI digunakan untuk mendukung proses pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan. Sementara itu, edukasi dan pembuatan spray pengusir nyamuk sederhana menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta perlindungan masyarakat terhadap gigitan nyamuk. Pelaksanaan kegiatan dikemas secara edukatif, demonstratif, partisipatif, dan berbasis inovasi, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga terlibat secara langsung dalam praktik serta diperkenalkan dengan pemanfaatan sistem pelaporan jentik. Melalui tema “Bersama Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Cegah DBD Sejak Dini”, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian masyarakat dalam pencegahan DBD yang berkelanjutan. Sinergi antara Pemerintah Kelurahan Yosodadi, perangkat lingkungan, kader kesehatan, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam pemantauan dan pencegahan DBD. Dengan pemanfaatan ovitrap, spray pengusir nyamuk sederhana, dan SIJENTIK YOSODADI, diharapkan tercipta upaya pencegahan DBD yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat terus diterapkan untuk mewujudkan Yosodadi yang lebih sehat, peduli, dan bebas jentik.(Kaperwil Mdy) Penulis Tim

Read More

KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Hadirkan Edukasi Anti Bullying di SD IT Wahdatul Ummah Kota Metero

Tajam24Jam.Com KOTA METERO, 24 Juli 2026 – Kelompok KKL-PPM 79, Universitas Malahayati (Unima) Lampung, sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan perundungan (bullying) di SD IT Wahdatul Ummah, Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, dengan mengusung tema “Kenali Emosi, Cegah Bullying, Wujudkan Sekolah yang Nyaman.” Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengenali dan mengelola emosi, membangun sikap saling menghargai, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, damai, dan bebas dari tindakan perundungan. Berlangsung penuh antusias pada Jumat, 24 Juli 2026, kegiatan ini diikuti secara aktif oleh para siswa beserta guru. Rangkaian acara meliputi pemaparan materi mengenai bentuk-bentuk perundungan dan dampaknya, terapi seni Art Mandala sebagai sarana mengenali serta mengekspresikan emosi secara positif, hingga peluncuran Kotak Anonymous—wadah khusus bagi siswa untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun melaporkan tindakan perundungan secara rahasia tanpa rasa takut. Kepala SD IT Wahdatul Ummah, Fitriya Ningsih, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kelompok KKL-PPM 79. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai saling menghargai dan pengendalian diri sejak dini. Beliau berharap sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berlanjut melalui program-program edukatif yang berdampak nyata bagi pembentukan karakter peserta didik. Salah satu pemateri, Ahmad Fauzan Arrasyid, menjelaskan bahwa pencegahan perundungan tidak hanya cukup dengan penyampaian materi, melainkan harus didukung sarana yang memudahkan siswa berbicara jika mengalami masalah. “Kotak Anonymous ini kami harap menjadi ruang aman bagi siswa untuk berani menyampaikan apa yang dirasakan tanpa rasa terintimidasi,” ujar Fauzan, yang notabene nya putra Ketum, DPP PWDPI, M. Nurullah RS. Di akhir kegiatan, Muhammad Putra Pratama selaku Ketua Pelaksana KKL-PPM 79 mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan kerja sama seluruh warga sekolah. “Atas nama seluruh tim, kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan terdapat kekurangan. Semoga program ini menjadi langkah awal membangun budaya sekolah yang inklusif, penuh empati, serta bebas dari perundungan,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKL-PPM 79 berharap seluruh siswa semakin peka terhadap perasaan orang lain, mampu mengelola emosi dengan baik, dan bersama-sama menjaga lingkungan sekolah yang penuh kepedulian serta rasa hormat.(Fauzan/Humas PWDPI). Penulis Tim

Read More

Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kelurahan Yosodadi

Tajam24Jam.Com Metro Timur, 19 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan– Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KKL-PPM) Kelompok 79 Universitas Malahayati menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis dengan tema “Langkah Kecil Cek Kesehatan, Manfaat Besar untuk Kehidupan” di kediaman Ketua RW 01, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKL-PPM yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan serta mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, Lingkar Lengan Atas (LILA), Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit dan peningkatan kualitas hidup. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua RW 01, Ketua RT 01, Ketua RT 02, dan Ketua RT 03 beserta perangkat lingkungan, kader kesehatan, serta masyarakat Kelurahan Yosodadi yang tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sejak sore hari. Ketua Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati, Muhammad Putra Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan promotif dan preventif. “Kami berharap kegiatan cek kesehatan gratis ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin. Melalui deteksi dini dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, masyarakat diharapkan dapat mencegah berbagai penyakit serta meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya. Masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan ini. Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan secara gratis, warga juga mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatannya beserta edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Yosodadi sekaligus mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. -79. (Tim Media PWDPI). Penulis Tim

Read More