Tambang Emas Ilegal Hancurkan Sungai Tabir

Tajam24Jam.Com Merangin, 8 Juli 2025 – Aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di sepanjang aliran Sungai Tabir, khususnya di wilayah Tabir Ulu dan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, kian meresahkan. Kerusakan lingkungan akibat praktik tambang liar ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, namun hingga kini belum terlihat tindakan nyata dari pemerintah Pantauan langsung tim media di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas tambang berlangsung secara terang-terangan. Alat berat jenis excavator, mesin Robin, dan ponton tampak aktif mengeruk dasar sungai tanpa kendala. Air sungai yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh pekat, tak lagi layak digunakan warga. Ekosistem perairan hancur, ikan-ikan menghilang, dan pulau-pulau kecil di tengah sungai mengalami abrasi hebat. Mirisnya, kegiatan ilegal ini berlangsung nyaris tanpa pengawasan. Bahkan, muncul dugaan adanya keterlibatan pihak tertentu yang justru memberikan jalan bagi kelancaran operasi tambang ilegal tersebut. “Alat berat masuk malam hari, diduga dikawal. Paginya sudah mulai bekerja di sungai,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Pelaku PETI kerap berlindung di balik alasan kesulitan ekonomi masyarakat. Namun fakta di lapangan membantah dalih tersebut. Mampunya pelaku membeli alat berat bernilai miliaran rupiah menunjukkan bahwa tambang ilegal ini sudah dikelola secara terstruktur dan menguntungkan secara ekonomi. Tak hanya soal alat berat, suplai bahan bakar seperti solar dan bensin juga terus mengalir ke lokasi tambang. Tanpa pasokan ini, mustahil mesin tambang bisa beroperasi secara masif. Ini menjadi bukti lemahnya pengawasan dari pemerintah dan instansi terkait. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen aparat penegak hukum dan instansi lingkungan dalam memberantas aktivitas PETI yang secara terang-terangan merusak lingkungan hidup. “Perlu ada operasi gabungan secara tertutup dan mendadak. Kalau operasi diumumkan, pasti bocor ke pelaku,” ujar seorang tokoh masyarakat Tabir Barat. Kerusakan ekologis akibat PETI bukan hanya berdampak hari ini, tapi juga mengancam masa depan generasi mendatang. Jika tidak segera dihentikan, bencana lingkungan dan sosial hanya tinggal menunggu waktu. Warga dan pemerhati lingkungan mendesak pemerintah daerah, kepolisian, dan dinas terkait untuk segera mengambil tindakan tegas dan tidak pandang bulu terhadap siapapun. Penulis (Tabri)

Read More