Kapolres Bangka Barat Imbau Masyarakat Pesisir Waspada Cuaca Buruk dan Air Laut Pasang

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 4 Januari 2026 – Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Kabupaten Bangka Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan air laut pasang pada awal Januari 2026. AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, berdasarkan prediksi cuaca, kondisi cuaca buruk diperkirakan terjadi pada tanggal 4 hingga 5 Januari 2026 dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang serta peningkatan permukaan air laut. “Menindaklanjuti prediksi cuaca buruk tersebut, kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan melakukan langkah-langkah antisipasi, terutama bagi warga yang berada di wilayah pesisir,” kata AKBP Pradana, Minggu (4/1/2026). Ia menyampaikan, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan kenaikan debit air dan air laut pasang yang dapat berdampak pada permukiman warga. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengamankan barang-barang berharga serta memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk serta menghindari area rawan, termasuk kawasan pesisir dan aliran air yang berisiko terdampak luapan. Selain itu, AKBP Pradana mengimbau para nelayan untuk lebih berhati-hati dalam melaut dan menunda keberangkatan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Para pengendara kendaraan bermotor juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi jalan yang licin akibat hujan. “Kami juga mengingatkan kepada masyarakat yang berwisata ke pantai, agar lebih waspada terhadap ombak besar dan kepada para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut dari himbauan tersebut, jajaran Polres Bangka Barat melalui Satpolairud telah melaksanakan kegiatan pemberian imbauan langsung kepada masyarakat pesisir Pantai Tanjung Laut pada Minggu (4/1/2026), guna mengingatkan warga agar selalu siap mengantisipasi dampak cuaca buruk dan air laut pasang. Kapolres Bangka Barat menegaskan, Polres Bangka Barat akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem. Penulis Tim

Read More

Polres Bangka Barat dan Warga Selamatkan Korban Kapal Karam di Perairan Bembang

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 30 Desember 2025 – Kepolisian Resor Bangka Barat melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) bersama Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung dan masyarakat nelayan berhasil menemukan seluruh korban kapal karam di Perairan Pantai Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (30/12/2025), dalam kondisi selamat. Pencarian dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari setelah adanya laporan kapal nelayan yang mengalami karam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan tersebut. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, kejadian bermula saat tiga nelayan berangkat melaut sejak pagi hari untuk memasang rompong sekaligus memancing. “Sekitar pukul 08.30 WIB, salah satu korban sempat menghubungi rekannya melalui panggilan video dan menyampaikan bahwa kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan dan pecah di tengah laut,” kata Iptu Yos Sudarso. Mengetahui informasi tersebut, rekan korban segera melapor kepada kepala desa setempat dan mengajak nelayan lainnya untuk melakukan pencarian awal. Selanjutnya, upaya pencarian dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Satpolairud Polres Bangka Barat, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta masyarakat nelayan. Hingga sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan melihat cahaya senter di tengah perairan. Petugas kemudian mendekati sumber cahaya dan menemukan ketiga korban dalam keadaan selamat, sebelum dievakuasi ke daratan. Ketiga korban masing-masing bernama Afan (48) warga Dusun Kimjung, Desa Puput, Parittiga; Marhan (45) warga Dusun Kedondong, Desa Tumbak Petar, Jebus; serta Agus (35) warga Dusun Ketayu, Desa Ketap. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kapal nelayan tersebut karam akibat cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi sehingga hanyut hingga ke sekitar Pulau Kemuja. Dalam kesempatan itu, Kasi Humas Polres Bangka Barat menyampaikan imbauan kepada masyarakat pesisir dan nelayan agar lebih mengutamakan keselamatan saat melaut, terlebih saat ini telah memasuki musim barat. “Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memantau perkembangan cuaca, memastikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan baik, serta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya. Ia menegaskan, Polres Bangka Barat akan terus hadir dan bersinergi dengan instansi terkait serta masyarakat dalam upaya pencarian dan penyelamatan, sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas masyarakat di wilayah perairan. Penulis Tim 

Read More

Tokoh Masyarakat Penganak Apresiasi Kesigapan Sat Polairud, Nelayan Hilang Ditemukan Selamat di Laut Jambi

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 1 November 2025 – Tokoh masyarakat Desa Penganak, Laode Bakiru, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. beserta tim gabungan Sat Polairud Polres Bangka Barat dan Basarnas. Ucapan itu muncul setelah seorang nelayan warga desa mereka, Cipi (43), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Jambi, Sabtu (1/11/2025). “Kami selaku masyarakat Penganak mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Kapolres Bangka Barat serta tim gabungan yang telah sigap membantu warga kami. Kehadiran bapak-bapak Polairud membuat kami merasa aman dan tenang, terutama bagi para nelayan yang beraktivitas di laut,” ujar Laode Bakiru dengan penuh haru. Cipi sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (30/10/2025) saat menarik ponton dari Penganak menuju Keranggan. Dalam komunikasi terakhir dengan keluarga, korban melaporkan mesin pompongnya rusak di perairan Tanjung Genting, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi lagi. Mendapatkan laporan tersebut, Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat membentuk tim pencarian bersama Basarnas Bangka Barat. Pencarian dilakukan sejak pagi hari melalui perairan Peltim hingga ke perairan Jambi, sejauh 38 mil laut dari barat laut Bangka Barat. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat. Korban kemudian dijemput dan diantar kembali ke rumahnya di Desa Penganak. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa kecepatan dan koordinasi tim menjadi kunci keberhasilan operasi SAR tersebut. “Sat Polairud tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Setiap laporan warga akan kami tindaklanjuti dengan cepat, demi keselamatan masyarakat,” ujar Iptu Yos. Kepulangan korban disambut sukacita oleh keluarga dan masyarakat setempat. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat citra Sat Polairud Polres Bangka Barat sebagai polisi yang humanis, sigap, dan peduli terhadap keselamatan Penulis Tim

Read More

Tokoh Masyarakat Penganak Apresiasi Kesigapan Sat Polairud, Nelayan Hilang Ditemukan Selamat di Laut Jambi

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 1 November 2025 – Tokoh masyarakat Desa Penganak, Laode Bakiru, menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. beserta tim gabungan Sat Polairud Polres Bangka Barat dan Basarnas. Ucapan itu muncul setelah seorang nelayan warga desa mereka, Cipi (43), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Jambi, Sabtu (1/11/2025). “Kami selaku masyarakat Penganak mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Kapolres Bangka Barat serta tim gabungan yang telah sigap membantu warga kami. Kehadiran bapak-bapak Polairud membuat kami merasa aman dan tenang, terutama bagi para nelayan yang beraktivitas di laut,” ujar Laode Bakiru dengan penuh haru. Cipi sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak Kamis (30/10/2025) saat menarik ponton dari Penganak menuju Keranggan. Dalam komunikasi terakhir dengan keluarga, korban melaporkan mesin pompongnya rusak di perairan Tanjung Genting, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi lagi. Mendapatkan laporan tersebut, Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat membentuk tim pencarian bersama Basarnas Bangka Barat. Pencarian dilakukan sejak pagi hari melalui perairan Peltim hingga ke perairan Jambi, sejauh 38 mil laut dari barat laut Bangka Barat. Sekitar pukul 10.00 WIB, tim gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat. Korban kemudian dijemput dan diantar kembali ke rumahnya di Desa Penganak. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Ps. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa kecepatan dan koordinasi tim menjadi kunci keberhasilan operasi SAR tersebut. “Sat Polairud tidak hanya menjaga keamanan laut, tetapi juga hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Setiap laporan warga akan kami tindaklanjuti dengan cepat, demi keselamatan masyarakat,” ujar Iptu Yos. Kepulangan korban disambut sukacita oleh keluarga dan masyarakat setempat. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat citra Sat Polairud Polres Bangka Barat sebagai polisi yang humanis, sigap, dan peduli terhadap keselamatan Penulis Tim

Read More

Sat Polairud Polres Bangka Barat Ungkap Kasus Penganiayaan Brutal di Ponton Timah, Dua Warga Toboali Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 6 September 2025 – Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan berat yang terjadi di atas Ponton Isap Produksi (PIP) Mitra PT. TIMAH, wilayah perairan Selindung, Kecamatan Mentok. Dua pelaku berhasil ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, menunjukkan kesigapan dan respons cepat jajaran kepolisian di wilayah perairan.Korban Dipukul dengan Palu di Kepala. Kejadian terjadi pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, Denis bin Kotela (26), seorang buruh harian asal Toboali, Bangka Selatan, dianiaya secara brutal dengan alat berupa palu oleh dua rekan kerjanya.Korban mengalami luka robek di kepala dan luka lecet di pelipis mata sebelah kanan setelah dipukul bertubi-tubi oleh pelaku. Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam, Melalui penyelidikan intensif, Sat Polairud Polres Bangka Barat berhasil menangkap kedua pelaku pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB di lokasi perairan Selindung, lokasi yang sama dengan tempat kejadian.Kedua pelaku diketahui berinisial:lR (26 tahun), A (22 tahun) Keduanya merupakan warga Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, dan bersaudara kandung. Barang bukti berupa 1 buah palu berhasil diamankan sebagai alat yang digunakan dalam aksi kekerasan tersebut, Motif dan Modus Operandi Dari hasil pemeriksaan awal, penganiayaan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati pelaku terhadap korban, yang dinilai sering bermalas-malasan dan diduga mengambil pasir timah di ponton tempat mereka bekerja. Pelaku R memukul korban sebanyak tiga kali, yaitu Sekali di kepala bagian kiri, Sekali di punggung sebelah kiri, Sekali di lengan kiri, Usai kejadian. Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui PS. Kasi Humas Iptu Yos Sudarso, mengapresiasi kinerja cepat Sat Polairud dalam menangani kasus ini. “Sat Polairud Polres Bangka Barat bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, dua pelaku penganiayaan berat berhasil diamankan bersama barang bukti,” ujar Iptu Yos. Saat ini kedua pelaku sedang dalam proses pemeriksaan intensif oleh penyidik Sat Polairud, dan akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Penulis Tim

Read More

Empat Ponton Disinyalir Akan Kembali Menambang, Tim Gabungan Lakukan Penarikan di Teluk Inggris

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, 31 Juli 2025 – Tim gabungan dari Satpolairud Polres Bangka Barat bersama personel Pos TNI AL Muntok kembali melakukan penindakan terhadap aktivitas penambangan PIP ilegal di wilayah perairan Teluk Inggris, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Operasi yang dilaksanakan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB ini menyasar sejumlah ponton yang meski tampak tidak aktif di siang hari, namun disinyalir kuat akan kembali melakukan aktivitas penambangan ilegal secara diam-diam, khususnya pada malam atau dini hari. Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam menghadapi para penambang yang tetap membandel. “Dari hasil patroli dan pengamatan di lapangan, tim menemukan 4 unit ponton yang diduga kuat masih berpotensi kembali melakukan penambangan. Karena itu, kami langsung lakukan penarikan dan pengamanan terhadap keempat ponton tersebut,” ungkap Iptu Yos Sudarso. Saat ini keempat ponton tersebut sedang dalam proses evakuasi menuju Mako Pos Airud Polres Bangka Barat untuk diamankan lebih lanjut. “Penindakan ini bentuk ketegasan kami. Kami tak akan menunggu sampai aktivitasnya terjadi. Jika sudah ada indikasi dan niat untuk kembali beroperasi secara ilegal, kami tindak,” tegasnya. Penertiban ini dilakukan juga sebagai respon atas insiden tragis yang terjadi beberapa waktu lalu, di mana seorang penambang diketahui meninggal dunia saat melakukan aktivitas pada dini hari di perairan yang sama. Selain 4 ponton yang berhasil ditarik, tim menemukan beberapa ponton lain yang masih terparkir di lokasi. Namun karena kendala surutnya air laut, penarikan sisanya akan dilanjutkan esok hari. “Kami pastikan besok tim akan kembali turun untuk menertibkan sisa ponton yang belum sempat ditarik hari ini. Operasi ini akan terus dilanjutkan hingga kawasan tersebut benar-benar bersih dari aktivitas tambang ilegal,” tambah Yos Sudarso. Kapolres Bangka Barat mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku tambang agar tidak bermain-main dengan hukum dan keselamatan diri sendiri. “Penambangan ilegal bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga sudah terbukti mengancam nyawa. Kami akan terus melakukan patroli dan penindakan tegas demi menjaga ketertiban serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Tudingan fitnah Oknum wartawan, Satpolair Polres Bangka Barat kembali mengamankan 7 ponton yang terparkir di Teluk Inggris

Tajam24Jam.Com Bangka Barat, Senin 7 Juli 2025 – Tuduhan tak berdasar yang menyebut personel Satpolairud Polres Bangka Barat menerima setoran sebesar Rp300 ribu per ponton dari penambang ilegal dinilai sebagai fitnah keji dan upaya pengalihan isu oleh pihak-pihak yang merasa terganggu oleh langkah tegas aparat penegak hukum. Narasi liar itu mulai beredar bersamaan dengan gencarnya penertiban tambang ilegal oleh tim gabungan di wilayah perairan Teluk Inggris, Kecamatan Muntok. Memasuki hari kedua penindakan, tim Satpolair bersama TNI AL kembali berhasil menarik dan mengamankan 7 unit ponton tambang ilegal yang masih berada di lokasi. Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui PS. Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga merupakan bentuk serangan balik oleh oknum-oknum yang diduga selama ini terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. “Kami sudah mendengar narasi bahwa Satpolair menerima Rp300 ribu per ponton dari penambang. Itu fitnah keji, tanpa dasar, dan dibuat untuk mengaburkan fakta sebenarnya. Justru kami tengah mengusut keterlibatan pihak-pihak yang diduga terlibat langsung dalam tambang ilegal, termasuk oknum wartawan,” tegas Iptu Yos Sudarso. Menurut Yos, penertiban yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIB, Senin (7/7/2025), berjalan kondusif tanpa kendala. Meskipun tidak ditemukan aktivitas penambangan saat tim tiba, beberapa ponton yang disinyalir siap beroperasi kembali tetap ditarik ke Mako Pos Airud Polres Bangka Barat sebagai bentuk tindakan tegas. “Faktanya hari ini kami kembali menarik 7 unit ponton. Ini bukan sandiwara seperti yang dituduhkan. Kami bekerja di lapangan, menegakkan hukum, bukan menerima setoran,” tambahnya. Terkait dugaan keterlibatan oknum wartawan dalam aktivitas tambang ilegal, pihak Polres Bangka Barat menyatakan tidak akan tinggal diam. Data dan bukti tengah dikumpulkan, dan tidak menutup kemungkinan akan dibuka ke publik jika ditemukan unsur pidana. “Kami tidak anti kritik, tapi kami tidak akan diam jika ada pihak yang sengaja menyebarkan informasi bohong demi menutupi aktivitas ilegalnya sendiri. Bila perlu, kami bongkar semua keterlibatan oknum, termasuk yang mengaku Oknum wartawan namun justru bermain di lapangan,” tegas Yos. Penertiban tambang ilegal di Teluk Inggris sendiri telah berlangsung selama dua hari dan akan terus berlanjut. Tim gabungan dari Satpolairud Polres Bangka Barat dan TNI AL memastikan tidak akan mundur sedikit pun dari upaya penegakan hukum demi menjaga kelestarian lingkungan dan kedaulatan hukum di wilayah perairan Bangka Barat. Penulis Tim

Read More