Harga BBM Dipastikan Tidak Naik per 1 April, Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu

Tajam24Jam.Com Bangka Belitung, 1 April 2026 — Isu mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 yang sempat beredar luas di tengah masyarakat dipastikan tidak benar. Hasil penelusuran di lapangan serta pernyataan resmi dari pihak terkait menegaskan bahwa tidak ada penyesuaian harga BBM di wilayah Bangka Belitung. Tim investigasi media melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai titik. Di SPBU Pal 6 Mentok, pengurus lapangan, Rudi, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan harga BBM.“Tidak ada kenaikan harga per 1 April. Harga masih tetap seperti sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.Hal serupa juga disampaikan pihak SPBU Sincong Belinyu. Petugas setempat memastikan bahwa operasional berjalan normal tanpa adanya perubahan harga BBM, baik jenis subsidi maupun non-subsidi. Kondisi yang sama juga terpantau di sejumlah SPBU lain di wilayah Pangkalpinang dan sekitarnya.Sementara itu, pihak PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga secara resmi menegaskan bahwa tidak terdapat penyesuaian harga BBM di SPBU Pertamina per 1 April. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah terkait stabilitas harga energi, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi. Dalam keterangannya, Pertamina menyebutkan bahwa sebagai badan usaha, pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan dan harga energi. Upaya tersebut meliputi koordinasi intensif dengan pemerintah terkait kebijakan insentif, kerja sama dengan pemasok energi, serta optimalisasi produksi kilang.Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan (panic buying).Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat serta turut menjaga situasi tetap kondusif di tengah beredarnya isu yang belum tentu kebenarannya. (JAMAL)

Read More

Kapolda Jambi Terima Audiensi Pertamina Bahas Keamanan Penambangan Minyak Rakyat

Tajam24Jam.Com Jambi, 7 Agustus 2025 — Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menerima kunjungan audiensi dari tim Courtesy Call (CC) PT Pertamina di ruang kerjanya pada Kamis (7/8). Pertemuan ini membahas sinergi antara Polda Jambi dan Pertamina dalam menjaga keamanan kegiatan penambangan minyak rakyat, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian ESDM. Dalam sambutannya, VP HSSE Program Holding PT Pertamina, Ade Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada Polda Jambi atas kerja sama yang telah terjalin. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan Pertamina menyusul diberlakukannya Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur legalisasi hasil tambang rakyat. Kami mengapresiasi dukungan Polda Jambi. Berdasarkan laporan kami, aktivitas penambangan rakyat di Provinsi Jambi berlangsung kondusif dan tidak menimbulkan konflik sosial,” ujar Ade. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jambi menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya terkait penertiban dan pengamanan sektor pertambangan minyak rakyat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga titik utama aktivitas illegal drilling di Jambi: Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Sarolangun. Sekitar 8.000 sumur telah didata dan tengah menjalani proses verifikasi oleh Kementerian ESDM. Sebelum Permen ESDM No.14 diberlakukan, kami sudah melakukan berbagai penindakan. Namun karena ini menyangkut sumber penghidupan masyarakat, sumur-sumur baru terus bermunculan,” ungkap Irjen Krisno. Sementara itu, Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol. Hendri Hotuguan Siregar menyoroti persoalan keselamatan dalam praktik pengeboran minyak rakyat. Ia menyebut masyarakat cenderung hanya fokus pada teknik pengambilan minyak tanpa memahami standar keamanan dan prosedur operasional. Pertamina memang menerima hasil minyak dari masyarakat, tapi masyarakat belum memahami sistem pengamanan dari hulu ke hilir. Ini rawan memicu gangguan kamtibmas. Diperlukan pendekatan regulatif dan sosialisasi menyeluruh,” jelasnya. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung praktik pertambangan minyak rakyat yang aman, legal, dan berkelanjutan di wilayah Jambi. Penulis Tim

Read More