PWI Pusat Resmi Melaporkan Hotman Paris ke Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Melindungi Martabat Wartawan

Tajam24Jam.Com Jakarta, 21 Juli 2026 — Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat) menegaskan komitmennya dalam menjaga kehormatan dan martabat profesi wartawan dengan melaporkan advokat Hotman Paris Hutapea ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan. Laporan tersebut disampaikan pada Senin malam, 20 Juli 2026, oleh Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu yang hadir didampingi jajaran pimpinan PWI Pusat sebagai bentuk solidaritas organisasi terhadap seluruh insan pers Indonesia. Turut mendampingi dalam pelaporan tersebut, yakni: Turut serta juga dalam pelaporan ini Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo,Sekretaris Arman Suparman, serta sejumlah Wartawan Pos liputan Polda Metro Jaya. Laporan tersebut telah diterima secara resmi oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan diterbitkannya Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/5291/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA atas Laporan Polisi Nomor: LP/B/5291/VII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 20 Juli 2026 pukul 20.37 WIB. Dalam laporan awal tersebut, pihak pelapor mendasarkan dugaan tindak pidana pada Pasal 242 KUHP Tahun 2023 terkait ujaran kebencian. Berawal dari Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan Pelaporan tersebut berawal dari peristiwa yang terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Seusai mendampingi kliennya, Hotman Paris diduga menyampaikan pernyataan yang bernada merendahkan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Beberapa pernyataan yang dipersoalkan antara lain, “Kalau lu gak ngerti pasal, lebih baik berhenti jadi wartawan” serta “Kamu punya otak gak?” PWI Pusat menilai bahwa pernyataan tersebut tidak hanya ditujukan kepada individu wartawan, tetapi juga berpotensi merendahkan kehormatan profesi pers yang menjalankan fungsi konstitusional sebagai penyampai informasi kepada masyarakat. “Kehadiran kami mendampingi Saudara Anrico Pasaribu merupakan bentuk solidaritas sekaligus komitmen organisasi dalam melindungi kehormatan profesi wartawan. Kritik maupun perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, namun penghinaan dan intimidasi verbal terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas tidak dapat dibenarkan,” tegas jajaran pengurus PWI Pusat usai membuat laporan di Polda Metro Jaya. PWI Pusat: Kebebasan Pers Harus Dihormati Sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, telah menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras dugaan penghinaan tersebut. Menurutnya, setiap narasumber memiliki hak untuk menolak menjawab pertanyaan, mengoreksi informasi, atau mengakhiri wawancara. Namun demikian, hak tersebut tidak boleh diwujudkan melalui tindakan atau pernyataan yang merendahkan martabat wartawan. PWI Pusat menegaskan bahwa wartawan menjalankan tugas berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sehingga setiap bentuk penghinaan, intimidasi, maupun perlakuan yang merendahkan profesi pers patut mendapatkan perhatian serta penegakan hukum secara proporsional. Melalui laporan ini, PWI Pusat berharap Polda Metro Jaya dapat memproses perkara secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk perlindungan terhadap kemerdekaan pers sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. HUMAS.

Read More

​Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi Apresiasi Peran Media dalam Penanganan Kasus Perempuan dan Anak

​Tajam24Jam.Com JAKARTA, 14 Juli 2026 – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di ruang kerjanya, Selasa pagi (14/07/2026). ​Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI, di antaranya Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan Amy Atmanto, Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan III Sarwani, serta Bendahara Umum Sumber Rajasa Ginting. Turut hadir pula Ketua Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan Henny Murniati, Wakil Ketua Departemen TNI Polri (khusus Polri) Musrifah, dan Wakil Direktur Bidang Aset Rabiatun Drakel. ​Dalam pertemuan tersebut, Menteri Arifah menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan teknologi digital yang membuat peristiwa-peristiwa yang terjadi di seluruh Indonesia dapat lebih mudah tersampaikan. Menurutnya, informasi dari media massa maupun media sosial menjadi celah yang sangat membantu kementeriannya untuk lebih cepat melakukan penjangkauan dan pendampingan kepada korban. ​“Dengan adanya pemberitaan di media, kami menjadi cepat berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan penjangkauan. Namun, kami memang sangat berhati-hati karena kami harus menjaga kepentingan terbaik untuk korban,” ujar Menteri Arifah yang  didampingi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Indra Gunawan dan Asdep Partisipasi Masyarakat Nani Dwi Wahyuni.  ​Ia juga menyambut baik keberadaan Komisi Pemberdayaan Wartawan Perempuan di PWI, yang dinilainya sangat relevan. Menurutnya, wartawan perempuan memiliki perspektif yang lebih mendalam dalam meliput kasus yang menimpa korban perempuan. ​Pentingnya Pendekatan yang Berhati-hati ​Menteri Arifah menekankan pentingnya menjaga etika jurnalistik, terutama dalam pemberitaan kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menyoroti perlunya kewaspadaan wartawan agar tidak sembarangan dalam menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan, seperti tidak mengungkap identitas korban. ​“Kami memang butuh waktu untuk memberikan informasi yang sesuai dengan data di lapangan. Kami tidak ingin sembarangan menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya. ​Mengenai rencana kerja sama, Menteri Arifah menyatakan kesiapan pihaknya untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PWI. Ia juga mengusulkan diskusi rutin melalui platform virtual untuk membahas berbagai hal, termasuk kode etik jurnalistik dan langkah-langkah konkret dalam penguatan perlindungan perempuan dan anak. ​Menteri berharap sinergi yang kuat antara Kemen PPPA dan PWI dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam penanganan kasus. ​“Saya yakin kalau kita punya sinergi yang kuat, kita bisa melakukan banyak hal untuk meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutupnya. Penulis Tim 

Read More

PWI Pusat dan PWI Lampung Perkuat Sinergi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027​

​Tajam24Jam.Com BANDAR LAMPUNG, 20 Juni 2026 – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan kunjungan ke Provinsi Lampung sekaligus menggelar rapat koordinasi strategis bersama Pengurus PWI Provinsi Lampung, Sabtu (20/6/2026), di Kantor PWI Lampung. ​Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mematangkan persiapan Lampung sebagai tuan rumah dua agenda nasional sekaligus, yakni Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Tahun 2027 yang direncanakan berlangsung pada 5–12 April 2027. ​Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto. Turut hadir Wakil Sekretaris Jenderal III Kadirah, Wakil Ketua Bidang TNI/Polri Musrifah, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, serta Kepala Sekretariat PWI Pusat Wachyono. ​Rapat koordinasi turut dihadiri Ketua PWI Lampung Wirahadi Kusuma, Dewan Kehormatan PWI Lampung Adi Kurniawan, Sekretaris PWI Lampung Andi S. Panjaitan, mantan Ketua PWI Lampung yang juga Ketua Panitia Porwanas 2027 Supriyadi Alfian,Segan Simanjuntak Ketua Panitia Lokal HPN Lampung dan Ketua IKWI Lampung beserta jajaran pengurus harian PWI Lampung dan perwakilan PWI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. ​Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan, mulai dari sarana dan prasarana, akomodasi, transportasi, hingga konsep pelaksanaan kegiatan yang akan mengintegrasikan HPN dan Porwanas dalam satu rangkaian acara nasional. ​Pertimbangan Khusus Bulan Ramadan​Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, menjelaskan bahwa kunjungan ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi dan mematangkan kalender acara, mengingat HPN 2027 hampir bersamaan dengan Bulan Puasa. ​”Kunjungan kami ini bertujuan untuk memastikan kesiapan PWI Lampung bersama seluruh stakeholder di Lampung, termasuk mematangkan tanggal pelaksanaan. Karena pada tahun 2027, HPN bertepatan dengan Bulan Puasa (Ramadan), jadi benar-benar harus dikoordinasikan dengan baik dan persiapan ini dilakukan jauh-jauh hari,” ujar Marthen yang sudah ditunjuk secara resmi oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir sebagai Ketua Panitia HPN 2027. ​Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas komitmen yang ditunjukkan oleh otoritas daerah sejak awal penunjukan. ​”Saya juga sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sejak Lampung ditunjuk sebagai tuan rumah HPN,” tambah Sekjen PWI Pusat tersebut. ​Catatan Sejarah Bagi Bumi Ruwa Jurai​Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027 berdasarkan Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 077-PLP/PP-PWI/IV/2026. Kedua agenda nasional tersebut akan digelar secara serentak pada pekan kedua April 2027. Penetapan ini menjadi momen bersejarah bagi Provinsi Lampung karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional sejak kegiatan tersebut pertama kali diselenggarakan. ​Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menyambut baik kehadiran jajaran PWI Pusat yang turun langsung melakukan koordinasi dan pemantauan kesiapan daerah. ​”Kami mengapresiasi PWI Pusat yang hadir langsung di Lampung. Koordinasi ini sangat penting untuk mengevaluasi dan memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara maksimal demi suksesnya HPN dan Porwanas 2027 di Bumi Ruwa Jurai,” ujar Wirahadikusumah. ​Menurutnya, Lampung memiliki modal kuat untuk menyukseskan kegiatan berskala nasional tersebut. Selain memiliki jumlah anggota PWI terbanyak di Indonesia, dukungan fasilitas pendukung di Lampung dinilai sudah sangat memadai. ​”Sebagai provinsi dengan jumlah anggota PWI terbanyak, kami siap bersinergi, bergotong royong, dan mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk menyambut sekitar 5.000 wartawan dari seluruh Indonesia. Fasilitas pendukung di Lampung, mulai dari hotel, pusat pertemuan, akses transportasi, hingga destinasi pendukung lainnya sudah sangat memadai untuk menggelar event nasional yang menghadirkan ribuan peserta,” tegasnya. ​PWI Pusat dan PWI Lampung sepakat untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta seluruh stakeholder terkait guna memastikan kesiapan teknis, sarana, dan prasarana penyelenggaraan hingga pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027. ​Melalui kolaborasi yang kuat antara PWI Pusat, PWI Lampung, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, Lampung optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses serta menghadirkan penyelenggaraan HPN dan Porwanas yang berkesan bagi insan pers dari seluruh Indonesia. (HUMAS)

Read More

Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi Masa Bakti 2026-2029

Tajam24Jam.Com JAMBI, 17 Juni 2026 – Ketua dan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi masa bakti 2026-2029 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Luminor Hotel Jambi, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, S.I.K., M.Si., Ketua PWI Provinsi Jambi Ridwan Agus Depati, Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah, perwakilan PWI Pusat, serta sejumlah tamu undangan. Pelantikan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PWI, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan, serta prosesi pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi periode 2026-2029. Dalam sambutannya, Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin selama ini dengan berbagai pihak. Ia berharap PWI Kota Jambi dapat terus menjadi organisasi profesi yang profesional, bermanfaat, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan daerah. Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Jambi Ridwan Agus Depati mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa organisasi semakin maju. Menurutnya, PWI siap mendukung pembangunan Kota Jambi melalui fungsi kontrol sosial yang konstruktif, edukatif, dan berbasis data demi kepentingan masyarakat. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah Kota Jambi, kata Maulana, mengapresiasi keberadaan PWI sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kapolda juga mengapresiasi terpilihnya kepengurusan baru PWI Kota Jambi serta menegaskan pentingnya peran media dan insan pers di era digital saat ini. Menurutnya, pers merupakan salah satu pilar penting dalam penyebaran informasi yang kredibel dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. “Semoga PWI Kota Jambi semakin maju, profesional, dan sukses dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berkualitas serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolda Jambi. Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Polda Jambi mendukung penuh terwujudnya ekosistem pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab. “Kami mengucapkan selamat kepada Ketua dan seluruh Pengurus PWI Kota Jambi yang telah dilantik. Polda Jambi memandang insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan menyejukkan kepada masyarakat. Sinergi yang telah terjalin selama ini diharapkan semakin kuat guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung pembangunan di Provinsi Jambi,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji. Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, kolaborasi antara Polri dan media menjadi semakin penting dalam menangkal hoaks, disinformasi, serta menjaga ruang digital yang sehat. Kegiatan pelantikan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen PWI Kota Jambi untuk terus meningkatkan profesionalisme serta kualitas karya jurnalistik dalam mendukung kemajuan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Penulis Tim

Read More

Amanah Jabatan dan Rasa Malu Jadi Sorotan, Benz Jono Hartono Ingatkan Pentingnya Moralitas Pemimpin

Tajam24Jam.Com JAKARTA, 6 Juni 2026 – Praktisi media massa yang juga Wakil Direktur Center for Advanced Journalism (CAJ) PWI Pusat dan Executive Director HIAWATHA Institut, Benz Jono Hartono, menyoroti pentingnya menjaga amanah jabatan dan rasa malu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui tulisan opini berjudul “Amanah Jabatan dan Rasa Malu”, Benz menegaskan bahwa jabatan publik bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, negara, serta Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap menjadi tantangan dalam tata kelola pemerintahan adalah memudarnya rasa malu di kalangan pemegang kekuasaan. Padahal, rasa malu merupakan bagian penting dari nilai moral yang dapat mencegah penyalahgunaan wewenang.“Jabatan adalah amanah. Sebuah titipan rakyat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan sejarah dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Benz. Ia menilai hilangnya rasa malu dapat berdampak pada menurunnya integritas pejabat publik. Dalam kondisi tersebut, kekuasaan berpotensi digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, sementara kepentingan masyarakat menjadi terabaikan. Benz juga mengingatkan bahwa rasa malu merupakan benteng moral yang menjaga seseorang agar tetap bertindak sesuai etika dan nilai-nilai keadilan. Ketika benteng tersebut hilang, berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dapat terjadi dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Selain itu, ia menyoroti fenomena budaya kebal kritik yang dinilai dapat muncul ketika pemegang jabatan merasa dirinya selalu benar. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar dan berpendidikan tinggi. Namun bangsa ini membutuhkan pemimpin yang memiliki hati nurani, rasa malu, dan kesadaran bahwa jabatan hanyalah sementara,” ujarnya. Lebih lanjut, Benz menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari lamanya menduduki jabatan atau besarnya kekuasaan yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana amanah tersebut dijalankan untuk kepentingan masyarakat luas. Ia berharap nilai-nilai moral, integritas, dan tanggung jawab dapat terus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.“Sejarah tidak akan mencatat seberapa lama seseorang berkuasa, melainkan bagaimana ia menggunakan kekuasaannya,” tutupnya Penulis Tim

Read More

Amanah Jabatan dan Rasa Malu Jadi Sorotan, Benz Jono Hartono Ingatkan Pentingnya Moralitas Pemimpin

Tajam24Jam.Com JAKARTA, 5 Juni 2026 – Praktisi media massa yang juga Wakil Direktur Center for Advanced Journalism (CAJ) PWI Pusat dan Executive Director HIAWATHA Institut, Benz Jono Hartono, menyoroti pentingnya menjaga amanah jabatan dan rasa malu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui tulisan opini berjudul “Amanah Jabatan dan Rasa Malu”, Benz menegaskan bahwa jabatan publik bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, negara, serta Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap menjadi tantangan dalam tata kelola pemerintahan adalah memudarnya rasa malu di kalangan pemegang kekuasaan. Padahal, rasa malu merupakan bagian penting dari nilai moral yang dapat mencegah penyalahgunaan wewenang.“Jabatan adalah amanah. Sebuah titipan rakyat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan sejarah dan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Benz. Ia menilai hilangnya rasa malu dapat berdampak pada menurunnya integritas pejabat publik. Dalam kondisi tersebut, kekuasaan berpotensi digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, sementara kepentingan masyarakat menjadi terabaikan. Benz juga mengingatkan bahwa rasa malu merupakan benteng moral yang menjaga seseorang agar tetap bertindak sesuai etika dan nilai-nilai keadilan. Ketika benteng tersebut hilang, berbagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan dapat terjadi dan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Selain itu, ia menyoroti fenomena budaya kebal kritik yang dinilai dapat muncul ketika pemegang jabatan merasa dirinya selalu benar. Menurutnya, kritik dan masukan dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar dan berpendidikan tinggi. Namun bangsa ini membutuhkan pemimpin yang memiliki hati nurani, rasa malu, dan kesadaran bahwa jabatan hanyalah sementara,” ujarnya. Lebih lanjut, Benz menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari lamanya menduduki jabatan atau besarnya kekuasaan yang dimiliki, tetapi juga dari bagaimana amanah tersebut dijalankan untuk kepentingan masyarakat luas. Ia berharap nilai-nilai moral, integritas, dan tanggung jawab dapat terus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.“Sejarah tidak akan mencatat seberapa lama seseorang berkuasa, melainkan bagaimana ia menggunakan kekuasaannya,” tutupnya Penulis Tim

Read More

Perkuat Kemitraan, Polda Jambi silaturahmi bersama PWI Kota Jambi Siap Hadapi Tantangan Informasi Digital

Tajam24Jam.Com Jambi, 21 April 2026 – Sebagai langkah memperkuat sinergi menghadapi tantangan era digitalisasi, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar silaturahmi bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi pada Selasa, (21/04/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam membangun kesamaan persepsi antara kepolisian dan insan pers terkait pentingnya menjaga kualitas informasi di tengah arus digital yang semakin cepat dan dinamis. Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji, Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah dan para pengurus PWI Kota Jambi. Dalam kesempatan tersebut Ketua PWI Kota Jambi menyampaikan bahwa menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga harus mampu melakukan verifikasi secara cermat. “Wartawan saat ini dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga cermat dan bertanggung jawab. Mereka harus mampu memverifikasi informasi dan menjadi penyaring di tengah derasnya arus data,” ungkapnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi langkah penting untuk menjaga profesionalisme di tengah terbukanya ruang informasi. Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menyebutkan bahwa perkembangan digital memiliki dua sisi yang harus diantisipasi bersama. “Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan mudah membentuk opini publik yang keliru. Oleh karena itu, kehadiran media yang profesional sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang,” ujar Kapolda Jambi Kapolda juga menekankan bahwa hubungan antara Polri dan media perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang nyata, seperti edukasi publik, peningkatan literasi digital, serta upaya bersama dalam menangkal penyebaran hoaks. Selain itu, pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem pers yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan platform digital secara bijak dan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin solid antara Polda Jambi dan PWI Kota Jambi, diharapkan dapat tercipta komunikasi publik yang lebih efektif dan modern, di mana pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi, kontrol sosial, serta penjaga kualitas demokrasi di era digital. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Kapolda Jambi menaruh perhatian besar terhadap pentingnya kemitraan dengan insan pers di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini. “Kapolda Jambi menegaskan bahwa sinergi dengan insan pers, khususnya PWI Kota Jambi, merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Pers yang profesional dan berintegritas menjadi mitra Polri dalam menyampaikan informasi yang akurat serta menangkal penyebaran hoaks di ruang digital,” ujar Kabid Humas. Kabid Humas menambahkan, Polda Jambi akan terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan media guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. Penulis Tim

Read More

NasDem Jambi Aksi ke Kantor PWI, Desak Tempo Minta Maaf atas Cover Surya Paloh yang Dinilai Tak Beretika

Tajam24Jam.Com Jambi, 16 April 2026 – Syarif Fasha Komandoi Aksi Desak Tempo Minta Maaf Secara Terbuka, Saat Demo di PWI JambiKetua DPW NasDem Provinsi Jambi Geram Dengan Pemberitaan Tempo, Lakukan Aksi Damai Di PWI Jambi. Ratusan Kader NasDem Jambi kepung PWI Jambi, akibat Pemberitaan Majalah Tempo.Ini Pernyataan Sikap DPW Nasdem Jambi Terhadap Pemberitaan Majalah Tempo. JAMBI — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jambi menggelar aksi damai di depan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi, Rabu (15/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas cover majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang menampilkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan massa mengenakan atribut khas Partai NasDem, membawa spanduk dan bendera partai. Sejumlah tulisan dalam spanduk tampak mencolok, di antaranya bertuliskan “Kami Hadir Untuk Menjaga Etika, Bukan Untuk Menekan Pers” dan “Tempo Cari Tahu, Jangan Sok Tahu!”. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jambi Dr,H Syarif Fasha.ME ,Melalui Sekertaris wilayah Budimansyah menyampaikan bahwa pihaknya tidak menolak kritik terhadap partai maupun figur publik, termasuk terhadap Surya Paloh. Namun kamimenilai cara penyampaian yang dilakukan melalui visualisasi cover majalah tersebut telah melampaui batas etika jurnalistik. “Kami tegaskan, kami tidak anti kritik, kami tidak anti pers. Tapi kami menolak pemberitaan yang tidak berimbang, tidak akurat, dan cenderung menggiring opini publik. Media harus tetap menjaga etika jurnalistik, menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan verifikasi,” ujar Sy Fasha saat di Hubungi Jurnalis. Ia juga menambahkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral kepada publik. “Jangan sampai kebebasan pers disalahgunakan menjadi alat framing yang menyesatkan. Pers adalah pilar demokrasi, bukan alat untuk membentuk opini yang bias tanpa dasar yang jelas,” lanjutnya. DPW NasDem Jambi menilai visualisasi cover majalah tersebut tidak proporsional dan berpotensi merendahkan figur Surya Paloh. Selain itu, konten lanjutan seperti podcast yang menyertai pemberitaan disebut memuat informasi yang dinilai tidak berbasis pada sumber yang kredibel dan terverifikasi. Sekretaris Budimansyah, menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak bersifat absolut. “Kebebasan pers bukan berarti bebas tanpa batas. Ada etika dan tanggung jawab yang harus dijaga agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan dan tetap berpijak pada fakta,” ujarnya. Lebih lanjut, DPW NasDem Jambi menilai ilustrasi dalam cover tersebut berpotensi membentuk persepsi publik yang bias dan tidak mencerminkan fungsi media sebagai kontrol sosial yang sehat dan objektif. Sebagai langkah lanjutan, DPW NasDem Jambi menyatakan dukungannya terhadap upaya pelaporan kepada Dewan Pers. Selain itu, mereka juga membuka kemungkinan menempuh jalur hukum atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Surya Paloh. Aksi damai tersebut diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Jambi. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan persoalan melalui mekanisme konstitusional serta jalur yang diatur dalam sistem pers nasional. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Terima Audiensi Ketua PWI Kota Jambi, Perkuat Sinergi Informasi Publik

Tajam24Jam.Com JAMBI, 10 April 2026 – Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. menerima audiensi Ketua PWI Kota Jambi Irwansyah beserta pengurus dalam rangka mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergi antara TNI AD dengan insan pers, bertempat di ruang kerja Danrem, (Jum’at, 10/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Danrem 042/Gapu menyampaikan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang dan edukatif kepada masyarakat. “Kami menyambut baik audiensi ini sebagai bentuk komunikasi konstruktif antara Korem 042/Gapu dengan PWI Kota Jambi. Sinergi yang baik dengan media sangat penting dalam mendukung tugas-tugas pembinaan teritorial,” ujar Danrem. Sementara itu, Ketua PWI Kota Jambi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan sambutan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen PWI untuk terus menjalin kerja sama yang harmonis dengan Korem 042/Gapu, khususnya dalam penyajian informasi yang kredibel dan bertanggung jawab. Sebagai bentuk penghargaan dan simbol kemitraan, kegiatan audiensi tersebut diakhiri dengan pemberian plakat dari Ketua PWI Kota Jambi kepada Danrem 042/Gapu dalam suasana penuh keakraban. Audiensi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi antara TNI dan insan pers dalam menjaga stabilitas informasi serta mendukung pembangunan di wilayah Provinsi Jambi. (Penrem 042/Gapu) Penulis Tim

Read More

SIWO PWI Pusat Berbagi, Santuni Yatim Piatu Yayasan BASMA

Tajam24Jam.Com JAKARTA, 16 Maret 2026 – Kakak beradik, Keyko (14 tahun) dan Kimiko (5 tahun) beranjak dari rumahnya dengan langkah kaki yang penuh ceria berjalan menuju Yayasan Bangun Sinergi Umat (BASMA). Minggu 15 Maret 2026, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyambangi Yayasan Bangun Sinergi Umat (BASMA). Hari itu dijadwalkan akan ada acara santunan dari SIWO PWI Pusat kepada anak-anak yatim, kaum dhuafa dan disabilitas binaan Yayasan Bangun Sinergi Umat (BASMA). SIWO bukan hanya badan fungsional KONI yang mendukung pembinaan olahraga di Tanah Air, tapi juga memiliki kepekaan terhadap aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, SIWO Pusat berbagi dengan BASMA untuk menyantuni anak yatim piatu. Semua anak-anak sudah berkumpul di yayasan dari pukul 9 pagi. Termasuk Kimiko bocah yatim yang ditinggal ayahnya karena meninggal dunia 3 tahun lalu disebabkan sakit keras. Kimiko tempak tenang menanti acara dimulai sambil bermain dan bercanda dengan teman-teman di lingkungannya. Kimiko yang belum sekolah ini terlihat antusias saat mengikuti acara pemotretan. Selain wajahnya yang polos, tingkah-lakunya pun kadang tak terduga. Maklumlah bocah belia ini memang tergolong aktif dan berani. Begitu pula dengan Rahman, bocah lelaki berkebutuhan khusus (downsyndrome) yang sejak pagi sudah datang ke Yayasan Basma. Rahman yang berusia 15 tahun dan duduk di kelas 5 SLB ini pun bersemangat dalam sesi pemotretan. Yayasan Basma bukan hanya menaungi anak-anak yatim, tapi juga kaum dhuafa dan disabilitas. Ketua Yayasan BASMA, Akmal Pribadi, mengucapkan terima kasih atas kehadiran SIWO Pusat yang telah berbagi pada jelang akhir Ramadan 1447 Hijriah. “Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk upaya atau segala kegiatan SIWO Pusat yang telah berbagi dengan Yayasan kami,” ujar Akmal Pribadi. Acara seremonial pun dimulai pukul 11.00 yang dibuka oleh MC dengan pembacaan kalam ilahi, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua Yayasan BASMA, Akmal Pribadi. Ketua SIWO PWI Pusat, Suryansyah merasa bersyukur bisa berada di tengah-tengah anak-anak yatim dan berbagi dengan mereka. Lebih dari 20 anak-anak yang hadir tampak bahagia di wajah mereka saat menerima bingkisan dan sejumlah uang santunan dari SIWO PWI Pusat. “Berbagi di bulan Ramadhan bersama anak yatim adalah amalan mulia untuk memuliahkan mereka. SIWO pun terpanggil untuk berbagi bersama mereka yang membutuhkannya,” kata Suryansyah, Ketua SIWO PWI Pusat. Lebih lanjut dikatakan, semoga ini bukan pertemuan terakhir. SIWO Pusat berkomitmen untuk meningkatkan sinergi dengan Yayasan BASMA pada tahun-tahun berikutnya. “Insya Allah jika tahun depan kita masih diberi kesehatan dan bertemu kembali di bulan yang penuh Rahmat ini, SIWO akan kembali menyantuni di Yayasan BASMA,” ujarnya. Serah terima dana santunan pun dilakukan SIWO PWI Pusat kepada Akmal Pribadi selaku wakil Yayasan BASMA yang berada di bilangan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Acara ditutup dengan doa dari Ustadz Yusuf, semoga dengan keberpihakan kita kepada anak-anak yatim, kaum dhuafa dan disabilitas dapat membantu dan mengangkat kaum marjinal di sekitar kita. Terakhir sesi foto bersama pun tak lupa diabadikan, sebelum beduk Dzuhur bergema. Penulis Tim

Read More