DUGAAN LIMBAH TAMBAK UDANG CEMARI ALUR SUNGAI HINGGA LAUT, NELAYAN DUSUN MULIA PAL EMPAT PENYAK RESAH — PEMDA BANGKA TENGAH DIDUGA TUTUP MATA, LEGALITAS DAN PENGELOLAAN DISOROT

Tajam24Jam.Com Bangka Tengah, 31 Mei 2026 — Aktivitas tambak udang yang dikelola oleh CV Panorama Lintas Timur di Dusun Mulia Pal Empat, Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga dan nelayan setempat mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang ditengarai berasal dari limbah tambak yang mengalir melalui alur sungai hingga bermuara ke laut.Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, warga mengaku mencium aroma busuk yang sangat menyengat dari aliran air yang diduga berasal dari area tambak. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat pesisir. “Baunya sangat menyengat. Kami khawatir limbah ini berdampak terhadap lingkungan dan hasil tangkapan nelayan,” ungkap salah seorang warga.Keluhan juga datang dari para nelayan yang mengaku hasil tangkapan mereka mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Meski hubungan langsung antara berkurangnya hasil tangkapan dengan aktivitas tambak masih memerlukan pembuktian ilmiah dari instansi berwenang, keresahan masyarakat semakin meningkat karena hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret yang dirasakan warga.Tak hanya soal dugaan pencemaran, masyarakat juga mempertanyakan status pengelolaan tambak tersebut.Sejumlah sumber menyebutkan tambak diduga telah berpindah pengelolaan atau disewakan kepada pihak lain yang disebut berasal dari Tiongkok. Informasi ini masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak perusahaan maupun pengelola. Selain itu, legalitas operasional dan kelengkapan perizinan tambak juga menjadi tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah dapat membuka informasi secara transparan terkait izin usaha, izin lingkungan, serta sistem pengelolaan limbah yang diterapkan. Yang menjadi sorotan, sejumlah warga menilai Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terkesan lamban bahkan diduga mengabaikan berbagai keluhan yang telah lama disampaikan masyarakat terkait keberadaan tambak tersebut. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya langkah tegas maupun hasil pengawasan yang disampaikan secara terbuka kepada publik.“Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan ke masyarakat. Tapi kalau ada pelanggaran, jangan dibiarkan berlarut-larut. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan ketika lingkungan mereka terdampak,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.Warga sekitar Dusun Mulia Pal Empat juga mengaku belum pernah menerima kompensasi maupun manfaat yang dirasakan langsung dari aktivitas usaha tersebut, meskipun operasional tambak telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Masyarakat mendesak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, DPRD Bangka Tengah, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan melakukan investigasi, pengujian kualitas air, pemeriksaan dokumen perizinan, serta memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai aturan.Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak CV Panorama Lintas Timur, pengelola tambak, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, serta instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang.“Ketika nelayan mulai resah, lingkungan mulai dipertanyakan, dan masyarakat mulai bersuara, maka diam bukan lagi pilihan. Pemerintah harus hadir, memastikan hukum dan perlindungan lingkungan berjalan seiring demi kepentingan masyarakat.” (TIM JAMAL)

Read More

Sinergi TNI–Polri dan Pemda, Apel Operasi Ketupat 2026 Digelar di Polda Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 12 Maret 2026 – Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Inf Nyamin, S.I.P., M.M., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Lapangan Markas Polda Jambi, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Apel gelar pasukan tersebut dipimpin oleh Kapolda Jambi Irjen Pol K. H. Siregar dan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, para kepala OPD, serta tokoh masyarakat. Kapolda Jambi dalam keterangannya menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama periode Lebaran, khususnya dalam menghadapi arus mudik dan arus balik. “Operasi ini bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman dalam pelaksanaan ibadah serta berbagai kegiatan sosial masyarakat selama Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolda. Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 di wilayah Provinsi Jambi melibatkan sekitar 1.700 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Para personel tersebut akan ditempatkan di 44 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Penempatan pos tersebut berada di berbagai titik strategis, seperti lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, pusat-pusat keramaian, stasiun, terminal, pelabuhan, hingga bandara udara guna memastikan keamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Nyamin menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi “Ketupat-2026” melalui sinergi TNI-Polri dan seluruh instansi terkait demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Provinsi Jambi. “Korem 042/Gapu beserta jajaran siap memberikan dukungan kepada Polda Jambi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Sinergi dan kolaborasi yang solid antar instansi menjadi kunci utama dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegas Danrem. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik maupun saat merayakan Idul Fitri. “Kami berharap masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan tertib, mengutamakan keselamatan, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif selama perayaan Idul Fitri,” pungkasnya. (Penrem 042/Gapu) Penulis Tim

Read More

Video Penyeberangan Pelajar Viral, Bupati Lampung Timur Tinjau Lokasi dan Dorong Pembangunan Jembatan

Tajam24Jam.Com LAMPUNG TIMUR, 1 Februari 2026 — Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah merespons viralnya video pelajar dan warga yang menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur. Ia menilai kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas untuk berangkat dan pulang sekolah. Ela menyebut pemerintah daerah telah beberapa kali meninjau lokasi penyeberangan tersebut. Ia memastikan Pemkab Lampung Timur telah melakukan berbagai langkah agar pembangunan jembatan segera direalisasikan.“Jembatan di lokasi itu panjangnya kurang lebih 100 meter. Kalau dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, kami belum mampu karena keterbatasan anggaran. Saya juga sudah beberapa kali meninjau ke lokasi,” ujar Ela, Sabtu (1/2/2026). Usulan Jembatan Permanen ke Pusat Belum TerealisasiEla menjelaskan, Pemkab Lampung Timur telah mengajukan pembangunan jembatan permanen kepada pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk melalui skema bantuan presiden. Namun hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.“Tapi kembali lagi, sampai saat ini pembangunan itu belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran,” katanya. Usul Jembatan Gantung “Jembatan Merah Putih”Di tengah meningkatnya perhatian publik akibat video yang viral, Ela menyampaikan respons lintas instansi mulai bergerak cepat. Sejumlah pihak seperti Kodim, Kodam, serta Kementerian Pekerjaan Umum disebut telah turun langsung meninjau kondisi di lapangan.Sebagai solusi sementara sambil menunggu jembatan permanen, Pemkab Lampung Timur mengusulkan pembangunan jembatan gantung yang diberi nama “Jembatan Merah Putih.” Rencana pembangunan jembatan tersebut ditargetkan pada triwulan I atau II tahun 2026.Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga telah berkoordinasi dan dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal pelaksanaan.“BPJN sudah berkoordinasi dan besok akan turun untuk mengukur lokasi. Ini agar masyarakat tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang sangat berisiko,” ujarnya. Kebutuhan Anggaran Rp80 Miliar, Pemkab Baru Mampu Rp18,99 MiliarUntuk pembangunan jembatan permanen, Ela menyebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Sementara kemampuan Pemkab Lampung Timur baru dapat mengalokasikan sekitar Rp18,99 miliar atau hampir Rp19 miliar, sehingga masih membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ela menegaskan penanganan masalah di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial. Selain pembangunan jembatan, perbaikan tanggul sungai juga menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.“Masalahnya bukan hanya jembatan. Tanggul sungainya juga harus dibenahi karena selama ini pendek dan kurang kuat. Itu yang menyebabkan banjir di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur saat hujan deras,” jelasnya. Ia menambahkan derasnya arus sungai juga kerap menyebabkan tanggul longsor sehingga banjir berulang. Karena itu, pembangunan infrastruktur yang menyeluruh dinilai menjadi kunci mengurangi risiko keselamatan warga. Penulis Tim

Read More

Danrem 042/Gapu Hadiri Gerakan Tanam Padi Serentak di Batanghari : Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Tajam24Jam.Com Batanghari, 16 September 2025 – Dalam upaya mendukung percepatan program Asta Cita Presiden RI dibidang Pertanian, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak bertema “Menyapa Sahabat Tani” yang terpusat di areal persawahan Kelompok Tani Talang Inuman, Kelurahan Rengas Condong, Kabupaten Batanghari, Senin (16/09/2025).Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam rangka Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Jambi sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan petani. Acara turut dihadiri : Kegiatan diawali dengan penanaman padi serentak dan penyerahan bibit Padi oleh Danrem 042/Gapu bersama Bupati Batang Hari dan jajaran pejabat yang hadir.Suasana penuh keakraban dan kebersamaan ini mencerminkan semangat gotong royong sekaligus kepedulian nyata dalam memperkuat ketahanan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batanghari menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Danrem 042/Gapu dan seluruh jajaran yang turut memotivasi petani dalam meningkatkan produktivitas pangan.Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian. Sementara itu, Gubernur Jambi dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 1 Arif Munandar, S.E., menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung gerakan tanam serentak ini sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah. “Pemerintah Provinsi Jambi menyambut baik gerakan tanam padi serentak di persawahan Kelompok Tani Talang Inuman ini, yang mencerminkan penguatan komitmen pemerintah daerah dalam memulihkan dan meningkatkan produksi padi sekaligus luas panen di Provinsi Jambi,” ujarnya. Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sinergi kuat dengan petani, memperbaiki tata kelola lahan, serta mendorong perbaikan sistem pertanian agar lebih efektif, efisien dan berkelanjutan.Dengan langkah tersebut, diharapkan Jambi dapat berkontribusi besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi interaksi virtual antara Bupati dan Forkopimda di wilayah terkait, sebagai bentuk koordinasi dan sinergi dalam mendukung program swasembada pangan. Dalam kesempatan ini, Danrem 042/Gapu menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan program swasembada pangan. “Kegiatan tanam padi serentak ini sejalan dengan program nasional ketahanan pangan. Korem 042/Gapu siap mendukung penuh dan mendampingi seluruh program pemerintah dalam percepatan swasembada pangan, sehingga kesejahteraan masyarakat Jambi semakin meningkat,” ungkap Danrem. Kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di Batanghari ini menjadi simbol kebersamaan pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi pertanian Jambi. Melalui kerja sama lintas sektor, semangat sahabat tani serta dukungan penuh semua pihak, diharapkan target swasembada pangan nasional dapat segera terwujud sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Jambi. Penulis Tim

Read More