PKBM Bukit Raya Merangin Gelar Pelatihan Tata Rias Pengantin untuk Remaja dan Perempuan Dewasa
Tajam24Jam.Com Merangin, 17 November 2025 — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bukit Raya Merangin menggelar Program Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dewasa melalui pelatihan Tata Rias Pengantin Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kabid PAUD/PNFI Dinas Pendidikan Merangin, RRKA Elmulyani. Pelatihan tata rias pengantin menjadi salah satu program yang paling diminati oleh peserta, khususnya remaja putri dan perempuan dewasa. Sebagai seni dalam acara pernikahan maupun kegiatan resmi lainnya, keterampilan tata rias dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi peserta. Dari segi ekonomi, pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan oleh peserta dan menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, “ujar Kabid PAUD/PNFI dalam sambutannya”. Pelatihan dipandu oleh instruktur tata rias, Putri Nurhkasanah Zifa, yang memberikan materi mulai dari teori hingga praktik, dari pelajaran dasar hingga teknik tingkat lanjut. Para peserta diberi kesempatan untuk bertanya secara bebas terkait metode make-up yang belum dipahami. Instruktur pelatihan mengaku bangga melihat antusias peserta yang aktif bertanya, termasuk mengenai hal-hal teknis dan sensitif dalam praktik tata rias pengantin. Sementara itu, Drs. Tabri, SE, selaku Koordinator Penyelenggara, menyampaikan apresiasi kepada Ketua PKBM Bukit Raya Merangin, Mistoni, S.Pd.I, atas kerja kerasnya sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik, baik dari segi material maupun finansial. Ketua PKBM Bukit Raya juga menegaskan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Generasi penerus tidak hanya dibentuk melalui sekolah formal. Sekolah nonformal juga mampu bersaing di dunia kerja, “ujarnya”. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PKBM turut mengajak masyarakat yang putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan melalui Program Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP), dan Paket C (Setara SMA). Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan di daerah masing-masing. Penulis Tim