Pangdam XX/TIB Kunjungi Kapolda Jambi, Bahas Perkembangan Kamtibmas di Provinsi Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 1 September 2026 – Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi ke Mapolda Jambi, Selasa (1/9/2026) pagi. Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolda Jambi dan disambut langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat utama Polda Jambi. Turut hadir Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M., serta jajaran pejabat Kodam XX/TIB dan Korem 042/Gapu. Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XX/TIB bersama Kapolda Jambi membahas perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Jambi, sekaligus memperkuat silaturahmi dan sinergi antara TNI dan Polri. Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Provinsi Jambi. “Bapak Kapolda Jambi menyampaikan bahwa sinergi dan soliditas TNI-Polri merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Koordinasi akan terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi berbagai dinamika dan potensi gangguan keamanan di wilayah Jambi,” ujar Kabid Humas Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antara Polda Jambi, Kodam XX/TIB dan Korem 042/Gapu akan terus ditingkatkan sebagai langkah bersama dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. “Melalui silaturahmi dan komunikasi yang intensif ini, diharapkan terbangun kesamaan langkah dalam menjaga keamanan, ketertiban serta mendukung kelancaran pembangunan di Provinsi Jambi. TNI dan Polri akan terus hadir bersama masyarakat,” pungkasnya. Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/TIB Apresiasi Soliditas Satgas Karhutla Jambi, Penanganan Diperkuat untuk Cegah Api Meluas

Tajam24Jam.Com JAMBI, 31 Agustus 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., memberikan apresiasi terhadap kerja keras dan soliditas seluruh unsur gabungan Satgas Karhutla yang terus berada di lapangan dalam upaya pemadaman, pendinginan, pencegahan, serta pengendalian titik api. Apresiasi tersebut disampaikan Pangdam XX/TIB dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Provinsi Jambi yang digelar di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (31/8/2026). Rakor tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Pangdam XX/TIB hadir bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P., M.M. Ketiganya menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah percepatan penanganan Karhutla, khususnya dalam memastikan respons di lapangan berlangsung cepat, terpadu dan terukur. Dalam Rakor tersebut, Pangdam menekankan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan keterpaduan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. “Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan Satgas Karhutla yang telah bekerja keras di lapangan. Ini adalah kerja bersama. Jangan sampai ada ego sektoral, semua harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu mengendalikan Karhutla dan melindungi masyarakat serta lingkungan,” tegas Pangdam. Pangdam juga menekankan pentingnya kecepatan dalam merespons setiap laporan titik api. Menurutnya, informasi dari lapangan harus segera diteruskan kepada unsur terkait sehingga pengerahan personel, peralatan dan dukungan operasi dapat dilakukan secara cepat. Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi bersama seluruh unsur Forkopimda akan terus memperkuat kolaborasi dalam penanganan Karhutla. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi kondisi Karhutla, termasuk di wilayah lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan berkelanjutan. Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku unsur pimpinan Satgas juga terus mendorong kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan. Penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam tanah, khususnya lahan gambut, benar-benar padam. Langkah tersebut sejalan dengan perkembangan penanganan Karhutla Jambi yang saat ini mengedepankan operasi terpadu darat dan udara. Pemerintah juga masih melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan potensi awan hujan dipantau hingga awal September sebagai bagian dari dukungan penanganan Karhutla. Rakor turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kajati Jambi, Wakapolda Jambi, jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, serta unsur terkait lainnya. Melalui Rakor tersebut, seluruh unsur sepakat untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat respons terhadap titik api, meningkatkan patroli dan pencegahan, serta memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Pesan utama yang ditegaskan dalam Rakor: Karhutla Jambi harus dikendalikan bersama. Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat, kesehatan, lingkungan dan aktivitas sosial ekonomi. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/TIB Turun Langsung ke Londerang, Pastikan Karhutla Terkendali dan Lakukan Pendinginan

Tajam24Jam.Com MUARO JAMBI, 31 Oktober 2026 — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus diperkuat. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., turun langsung meninjau lokasi Karhutla sekaligus melakukan pendinginan di Desa Londerang, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.Senin (31/8/2026) Kehadiran Pangdam XX/TIB di lokasi menjadi bentuk keseriusan TNI AD bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam memastikan setiap titik api dapat segera dikendalikan serta mencegah munculnya kembali bara api yang berpotensi meluas. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam XX/TIB melihat langsung kondisi lahan yang terdampak Karhutla, memantau perkembangan penanganan di lapangan, serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara efektif sesuai kondisi medan. Tidak hanya melakukan pengecekan, Pangdam juga turun langsung ke lokasi untuk melaksanakan pendinginan bersama personel gabungan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik-titik yang telah dipadamkan benar-benar aman dan tidak kembali menimbulkan api. Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi seluruh unsur, terutama dalam menghadapi karakteristik lahan yang memiliki potensi menyimpan bara api. “Jangan sampai api yang sudah berhasil dipadamkan kembali menyala. Pendinginan harus dilakukan secara maksimal dan setiap perkembangan di lapangan harus segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” tegas Pangdam. Dalam kegiatan tersebut, Pangdam XX/TIB didampingi Gubernur Jambi Dr. Al Haris, S.Sos., M.H., serta Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin. Turut hadir para Asisten Kodam XX/TIB, para Kasi Korem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Kalak BPBD, serta unsur pemerintah daerah dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Keterlibatan langsung seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla di Jambi dilakukan secara terpadu, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan unsur terkait lainnya. Pangdam menekankan bahwa upaya penanganan tidak boleh berhenti setelah api terlihat padam. Pemantauan, penyisiran dan pendinginan harus terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman, khususnya pada wilayah yang memiliki potensi bara api di dalam tanah. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran. “Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bergerak bersama, cepat dan terukur. Target kita adalah api terkendali, tidak meluas, dan masyarakat terlindungi,” ujar Pangdam. Penanganan Karhutla di Londerang menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga Provinsi Jambi dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kehadiran pimpinan di tengah lokasi Karhutla sekaligus menjadi penguat semangat bagi seluruh personel yang bekerja di lapangan. TNI bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus bergerak cepat, bersinergi dan memastikan Karhutla di wilayah Jambi dapat dikendalikan secara maksimal. Penrem 042/Gapu Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/TIB Tinjau Posko Udara dan Darat, Pastikan Kesiapan Total Penanganan Karhutla Jambi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 31 Agustus 2026 — Panglima Kodam XX/TIB Mayjen TNI Arief Gajah Mada, S.E., M.M., meninjau langsung kesiapan Posko Udara dan Posko Darat Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur, personel, sarana dan prasarana, serta mekanisme koordinasi berada dalam kondisi siap menghadapi ancaman Karhutla. Senin (31/8/ 2026) Pangdam XX/TIB didampingi Gubernur Jambi Bpk. Dr. H. Al Haris, S.SOS.,M.H. dan Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.I.P. M.M melaksanakan pengecekan Posko Udara yang berada di Kecamatan Jambi Selatan, Kelurahan Pal Merah, Kota Jambi, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Posko Darat di Makorem 042/Gapu. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi Karhutla di Provinsi Jambi. Posko Udara memiliki peran strategis dalam mendukung pemantauan titik panas, pemantauan kondisi lapangan dari udara, ground checking, hingga dukungan pemadaman melalui operasi udara, termasuk water bombing pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Sementara itu, Posko Darat di Makorem 042/Gapu menjadi pusat koordinasi dan pengendalian operasi penanganan Karhutla, dengan mengintegrasikan laporan dari lapangan, perkembangan titik api, pergerakan personel, dukungan peralatan, serta kebutuhan operasi di sejumlah wilayah rawan. Dalam peninjauan tersebut, Pangdam XX/TIB memastikan seluruh unsur terkait memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta mampu bergerak cepat ketika ditemukan titik api. “Kesiapan posko harus benar-benar nyata. Setiap informasi titik api harus segera ditindaklanjuti dengan cepat, tepat dan terkoordinasi. Jangan memberikan ruang bagi api untuk berkembang dan meluas,” tegas Pangdam XX/TIB. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Kolaborasi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait menjadi kunci dalam mempercepat penanganan di lapangan. Pangdam juga menekankan pentingnya keterpaduan antara operasi darat dan udara. Dukungan udara harus mampu memperkuat operasi pasukan di lapangan, sementara posko darat harus memastikan setiap informasi dan perkembangan situasi dapat diterima serta ditindaklanjuti secara cepat. “Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Semua unsur harus satu komando, satu informasi dan satu tujuan, yaitu mencegah Karhutla meluas serta melindungi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut turut hadir di antaranya Para Asisten Kodam XX/TIB, Kasrem 042/Gapu, Para Kasi Korem 042/Gapu, Karo Ops Polda Jambi, Dirpolairud Polda Jambi, Kalak BPBD, serta unsur pemerintah dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam penanganan Karhutla Provinsi Jambi. Peninjauan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons, serta memastikan penanganan Karhutla di Provinsi Jambi berjalan secara terpadu, efektif dan berkelanjutan. Sinergi diperkuat, respons dipercepat, Karhutla Jambi harus dikendalikan. Penrem 042/GAPU Penulis Tim

Read More

Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Ikuti Panen Raya Serentak Bersama Presiden RI, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tajam24Jam.Com Tanjung Jabung Timur, 17 Juli 2026 – Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Pangdam XX/TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada mengikuti kegiatan Panen Raya Padi Serentak Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui video conference (vicon), Jumat (17/7/2026). Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, sementara di Provinsi Jambi pelaksanaannya berlangsung di areal persawahan Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol mengikuti kegiatan tersebut bersama Gubernur Jambi sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 042/Garuda Putih, Asops Kodam XX/TIB, Bupati Tanjung Jabung Timur beserta jajaran Forkopimda, Kasiops Korem 042/Gapu, Dandim 0419/Tanjab, pimpinan OPD terkait, penyuluh pertanian, serta para kelompok tani. Pada kesempatan tersebut, panen raya dilaksanakan di lahan seluas 22 hektare di Desa Kota Baru yang merupakan bagian dari hamparan persawahan seluas 100 hektare. Komoditas yang dipanen merupakan padi varietas Inpari 28, dengan pelaksanaan panen dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kematangan tanaman. Panen ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Usai menerima penghargaan dari Presiden RI secara virtual sebagai bagian dari rangkaian Panen Raya Padi Serentak Nasional, Pangdam bersama Gubernur Jambi melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan panen padi secara simbolis di areal persawahan Desa Kota Baru. Kegiatan tersebut turut diikuti Danrem 042/Gapu, Bupati Tanjung Jabung Timur, para kelompok tani serta tamu undangan lainnya sebagai wujud sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Sugidi, anggota Kelompok Tani RT 15 Desa Kota Baru, mengaku bersyukur atas hasil panen yang diperoleh pada musim tanam kali ini. “Alhamdulillah, hasil panen padi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Produksinya meningkat dan kualitas gabah juga lebih bagus. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari pemerintah bersama TNI. Semoga dukungan ini terus berlanjut sehingga petani semakin semangat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani juga semakin meningkat,” ujar Sugidi. Kegiatan Panen Raya Padi Serentak ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penrem 042/Gapu Penulis Tim

Read More