Rumah Diduga Jadi Penampungan Minyak Ilegal Terbakar Hebat di Desa Bungku Batanghari

Tajam24Jam.Com BATANGHARI, JAMBI, 23 Agustus 2026 — Sebuah rumah di Desa Bungku, RT 29, Kabupaten Batanghari, Jambi, terbakar hebat pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga terjadi di rumah yang disebut-sebut digunakan sebagai tempat penampungan minyak. Api dengan cepat membesar karena diduga terdapat material yang mudah terbakar di dalam lokasi. Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, rumah tersebut diduga milik warga bernama Untung. Sementara itu, minyak yang berada di lokasi disebut-sebut berkaitan dengan seseorang bernama Sitanggang yang dikabarkan masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Namun, informasi terkait kepemilikan rumah, asal-usul minyak maupun keterlibatan pihak tertentu masih sebatas informasi lapangan dan perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum. Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Publik menunggu langkah aparat untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus menelusuri asal-usul minyak serta legalitas aktivitas penampungan yang diduga berlangsung di lokasi. Aparat diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum dalam aktivitas tersebut.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penampungan minyak maupun hasil penyelidikan penyebab kebakaran. Penulis Tim

Read More

Peredaran Minyak Ilegal Kian Menggila Mobil Pengakut Minyak Terpantau Di Jebus. Seolah Lepas Dari Pengawasan Penegak Hukum

Tajam24Jam.Cok Muaro Jambi, 16 September 2025 – Maraknya aktivitas peredaran minyak ilegal di Kabupaten Muaro Jambi semakin mengkhawatirkan. Pantauan tim investigasi di lapangan menemukan praktik jual-beli minyak ilegal, baik bersubsidi maupun non-subsidi hasil aktivitas refinery (penyulingan) ilegal dari wilayah Sumatera Selatan, terus berlangsung tanpa hambatan seolah-olah lepas dari pengawasan aparat penegak hukum. Di Desa Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, peredaran minyak ilegal disebut warga sudah sangat masif. “Kapal-kapal tanker Pertamina pun sering jadi sasaran. Beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran pada perahu pengangkut minyak yang menelan korban jiwa, tapi sampai sekarang praktik ini tetap jalan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Lebih mengejutkan lagi, aktivitas ini diduga mendapat “perlindungan” dari oknum aparat setempat. Warga menuding para mafia minyak telah berkolaborasi dengan pihak tertentu sehingga mampu beroperasi dengan leluasa. Saat tim investigasi melakukan pemantauan, terlihat satu unit mobil pikap dengan nomor polisi BH 1189 YL melintas dalam kondisi mencurigakan. Menurut keterangan warga, kendaraan tersebut kerap digunakan untuk mengangkut minyak ilegal dari Sumatera Selatan. “Mobil itu milik Boby, pemain lama di sini,” ujar seorang sumber di lokasi. Praktik ini bukan hanya merugikan negara akibat kebocoran pendapatan, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Aktivitas pengangkutan minyak ilegal dengan fasilitas minim pengamanan berisiko memicu kebakaran, seperti insiden tragis yang pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat menuntut aparat penegak hukum, baik kepolisian, TNI, maupun instansi terkait, untuk bertindak tegas menutup jalur distribusi minyak ilegal dan menangkap para pelaku, termasuk pemodal dan oknum pelindung. Jika dibiarkan, Muaro Jambi berpotensi menjadi episentrum kejahatan minyak ilegal terbesar di Sumatra. (Tim)

Read More