KAJB Siapkan Apel Siaga di Kantor Gubernur Jambi, Serukan Jaga Marwah Tanah Pilih Pusako Betuah

Tajam24Jam.Com JAMBI, 7 September 2026 — Forum Kito Anak Jambi Bersatu (KAJB) Provinsi Jambi membangun konsolidasi untuk menjaga ketertiban, adat, etika, dan marwah Negeri Jambi di tengah dinamika penyampaian aspirasi yang belakangan terjadi di lingkungan Kantor Gubernur Jambi. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui “Meja Bundar Menjaga Marwah Jambi” yang digelar Senin (7/9/2026). Dalam pertemuan itu, KAJB juga menyampaikan rencana menggelar apel siaga di lapangan Kantor Gubernur Jambi pada pekan ini.Apel siaga tersebut rencananya diikuti ratusan anggota KAJB bersama Panglima Negeri Jambi serta Binaan Debalang Negeri Provinsi Jambi. Punggawa KAJB Provinsi Jambi, Ritas Maryanto dan Raden Wawan, mengatakan apel siaga tersebut merupakan bagian dari konsolidasi sekaligus bentuk kepedulian terhadap ketertiban dan marwah Negeri Jambi.“Kita rencanakan pekan ini untuk apel siaga di lapangan Kantor Gubernur Jambi,” ujar Ritas Maryanto dan Rd. Wawan. KAJB: Aspirasi Masyarakat Tetap Harus DihormatiKAJB menyatakan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi dan hak masyarakat yang harus dihormati. Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi dinamika sejumlah aksi penyampaian aspirasi di lingkungan Kantor Gubernur Jambi, termasuk aksi penyegelan yang dilakukan DPD GRIB Jaya Jambi. Menurut KAJB, pihaknya tidak mempersoalkan masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan yang menyampaikan kritik, tuntutan maupun orasi. Namun, cara menyampaikan aspirasi dinilai perlu tetap memperhatikan kesantunan, ketertiban serta nilai-nilai adat Jambi.“Kami tidak melarang masyarakat maupun organisasi menyampaikan aspirasi dan melakukan orasi. Itu bagian dari demokrasi. Tetapi kami meminta, khususnya di Tanah Pilih Pusako Betuah, aspirasi disampaikan dengan santun dan tetap menghormati rumah besar pemerintahan Jambi,” kata mereka. Jangan Sampai Aspirasi Merendahkan Simbol PemerintahanKAJB menilai Kantor Gubernur Jambi bukan sekadar bangunan pemerintahan. Bagi forum tersebut, kantor pemerintahan itu merupakan simbol pemerintahan daerah sekaligus bagian dari identitas dan marwah Negeri Melayu Jambi. Karena itu, KAJB mengingatkan seluruh pihak agar dalam menyampaikan aspirasi tidak melakukan tindakan yang dapat dipandang sebagai upaya merendahkan atau menjatuhkan simbol pemerintahan Provinsi Jambi.“Silakan bersuara. Silakan menyampaikan kritik dan tuntutan. Tetapi jangan sampai dalam menyampaikan aspirasi justru menjatuhkan rumah besar yang memiliki filosofi adat yang tinggi,” tegas Punggawa KAJB. KAJB menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah bukan sesuatu yang harus dihindari. Kritik merupakan bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurut KAJB, kebebasan menyampaikan pendapat perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab, etika, ketertiban dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal.KAJB Dorong Semua Pihak Tempuh Jalan MusyawarahDalam menyikapi berbagai persoalan antara masyarakat dan pemerintah, KAJB mendorong seluruh pihak mengedepankan dialog dan musyawarah. Forum tersebut berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang berpotensi mengganggu kondusivitas Provinsi Jambi. Konsep “Konsolidasi Meja Bundar Menjaga Marwah Jambi” menjadi salah satu upaya KAJB untuk mengajak berbagai elemen masyarakat duduk bersama, menyampaikan pandangan dan mencari solusi dengan kepala dingin. KAJB juga mengimbau masyarakat serta organisasi kemasyarakatan di Jambi agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun dinamika yang berkembang.“Jambi adalah rumah kita bersama. Perbedaan pendapat adalah hal biasa. Tetapi jangan karena perbedaan itu kemudian kita saling menjatuhkan. Kita ingin Jambi tetap aman, tertib dan marwahnya tetap terjaga,” ujar Ritas Maryanto dan Rd. Wawan. KAJB menutup seruannya dengan mengingatkan kembali filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”Bagi KAJB, aspirasi masyarakat tetap memiliki ruang untuk disampaikan. Namun, di Tanah Pilih Pusako Betuah, kebebasan tersebut diharapkan tetap berjalan bersama adat, etika, ketertiban dan penghormatan terhadap marwah Negeri Jambi. Penulis Tim

Read More