“TMMD ke-126 Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto Resmi Tutup TMMD Kodim 0417/Kerinci”

Tajam24Jam.Com Sungai Penuh, 6 November 2025 – Dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan gotong royong, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc secara resmi menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 Kodim 0417/Kerinci, di Lapangan Stadion Mini Desa Jernih Jaya, Kecamatan Pondok Jaya, Kota Sungai Penuh, Kamis (6/11/2025). Upacara penutupan berlangsung khidmat, dihadiri oleh Walikota Sungai Penuh beserta Forkopimda, para PJU Korem, Dandim 0417/Kerinci beserta jajaran, pejabat Pemda Kabupaten dan Kecamatan, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 042 beserta pengurus, para Lurah dan Kades, tokoh agama, adat, masyarakat, serta peserta upacara dari unsur TNI-Polri, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat. Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang dibacakan oleh Danrem 042/Gapu, disampaikan bahwa TMMD ke-126 ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus menguatkan kemanunggalan TNI dan rakyat melalui pembangunan sarana dan prasarana di wilayah pedesaan. Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan TMMD yang berlangsung sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025, “ujar Brigjen TNI Heri Purwanto membacakan amanat Kasad”. Kasad menekankan bahwa TMMD merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat pertahanan wilayah. “Pelaksanaan TMMD ke-126 di 50 kabupaten/kota telah membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan jalan dan jembatan, pembuatan plat duiker, pos kamling, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), pembuatan MCK, rehab tempat ibadah, pembuatan sumur bor, penanaman pohon, bantuan bibit perikanan hingga program sosial penurunan stunting”, Ujarnya.  Selain kegiatan fisik, lanjutnya, TMMD juga diisi dengan berbagai penyuluhan dan sosialisasi tentang ketahanan pangan, TNI Manunggal Air, rehabilitasi RTLH, penurunan stunting, hingga program “Bersatu dengan Alam” yang menjadi prioritas Kasad. Brigjen TNI Heri Purwanto, ditempat yang sama menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antara prajurit TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. “TMMD adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kita hadir di tengah-tengah masyarakat bersama pemerintahan daerah, bukan hanya untuk membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat dan kepedulian sosial. Semua ini berkat kerja sama dan gotong royong yang luar biasa,” tegas Danrem 042/Gapu. Beliau juga berpesan agar semangat kebersamaan dan rasa memiliki hasil pembangunan TMMD terus dijaga. Masyarakat diharapkan memelihara seluruh fasilitas umum dan sosial yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kebahagiaan terpancar dari wajah warga Desa Jernih Jaya yang merasakan langsung manfaat TMMD di wilayah mereka. Salah satu tokoh masyarakat, Bapak Amirudin, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kerja keras Satgas TMMD. “Kami sangat bersyukur, berkat TMMD ini jalan yang dulu sulit dilalui kini sudah bagus. MCK dan sumur bor juga sudah kami nikmati. Terima kasih kepada TNI yang telah turun langsung membantu kami. Ini bukti nyata bahwa TNI benar-benar manunggal dengan rakyat,” ujarnya haru. Dengan selesainya TMMD ke-126 Kodim 0417/Kerinci, diharapkan hasil pembangunan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Momentum ini menjadi bukti bahwa TNI bersama rakyat adalah kekuatan besar dalam mewujudkan pembangunan bangsa. (Penrem 042/Gapu) Penulis Tim 

Read More

Banyak Kasus Tidak Bisa Diungkapkan, Kepala Kejari Sungaipenuh Diminta Angkat Kaki dari Bumi Sakti Alam Kerinci

Tajam24Jam.Com Sungai Penuh , Rabu 25/6/2025 – Aksi lanjutan unjuk rasa yang digelar oleh para aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali memanas di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Rabu (25/6/2025). Aksi tersebut menyoroti dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Pelayang Raya, Supriadi, terkait penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Aksi ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang telah berlangsung 10 hari lalu. Saat itu, Kasi Intel Kejari Sungai Penuh menjanjikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat dalam kurun waktu tersebut. Namun, hingga kini, menurut para aktivis, belum ada langkah konkret yang dilakukan pihak Kejaksaan. Dalam orasinya, Indra Komano, menilai Kejaksaan Negeri Sungai Penuh “mandul” dan tidak menunjukkan komitmen dalam penegakan hukum. “Sudah 10 hari kami menunggu, tapi tidak ada satu pun langkah nyata dari Kejari. Ini menunjukkan lemahnya komitmen dalam menegakkan hukum. Jangan-jangan Kejari Sungai Penuh justru melindungi Kades Pelayang Raya, Supriadi,” ujar Indra. Indra juga menyoroti kinerja Kejaksaan yang dianggap gagal menuntaskan berbagai kasus hukum di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. “Banyak kasus korupsi dan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah ini, tapi belum satu pun yang berhasil dituntaskan Kejari Sungai Penuh. Jika tidak mampu menegakkan keadilan, lebih baik mundur secara terhormat dan angkat kaki dari Bumi Sakti Alam Kerinci,” tegas Aktivis ini. Aksi massa sempat diwarnai kericuhan antara demonstran dan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh yang diduga berasal dari internal Kejaksaan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Sungai Penuh belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan laporan dugaan korupsi oleh Kades Pelayang Raya Supriadi. Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa para aktivis akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera direspons oleh pihak Kejaksaan. Penulis Tim

Read More