Kapolda Jambi Terima Audiensi Pertamina Bahas Keamanan Penambangan Minyak Rakyat
Tajam24Jam.Com Jambi, 7 Agustus 2025 — Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menerima kunjungan audiensi dari tim Courtesy Call (CC) PT Pertamina di ruang kerjanya pada Kamis (7/8). Pertemuan ini membahas sinergi antara Polda Jambi dan Pertamina dalam menjaga keamanan kegiatan penambangan minyak rakyat, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian ESDM. Dalam sambutannya, VP HSSE Program Holding PT Pertamina, Ade Gunawan, menyampaikan apresiasi kepada Polda Jambi atas kerja sama yang telah terjalin. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan Pertamina menyusul diberlakukannya Permen ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur legalisasi hasil tambang rakyat. Kami mengapresiasi dukungan Polda Jambi. Berdasarkan laporan kami, aktivitas penambangan rakyat di Provinsi Jambi berlangsung kondusif dan tidak menimbulkan konflik sosial,” ujar Ade. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jambi menyatakan kesiapan institusinya dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya terkait penertiban dan pengamanan sektor pertambangan minyak rakyat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga titik utama aktivitas illegal drilling di Jambi: Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, dan Sarolangun. Sekitar 8.000 sumur telah didata dan tengah menjalani proses verifikasi oleh Kementerian ESDM. Sebelum Permen ESDM No.14 diberlakukan, kami sudah melakukan berbagai penindakan. Namun karena ini menyangkut sumber penghidupan masyarakat, sumur-sumur baru terus bermunculan,” ungkap Irjen Krisno. Sementara itu, Dirintelkam Polda Jambi Kombes Pol. Hendri Hotuguan Siregar menyoroti persoalan keselamatan dalam praktik pengeboran minyak rakyat. Ia menyebut masyarakat cenderung hanya fokus pada teknik pengambilan minyak tanpa memahami standar keamanan dan prosedur operasional. Pertamina memang menerima hasil minyak dari masyarakat, tapi masyarakat belum memahami sistem pengamanan dari hulu ke hilir. Ini rawan memicu gangguan kamtibmas. Diperlukan pendekatan regulatif dan sosialisasi menyeluruh,” jelasnya. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung praktik pertambangan minyak rakyat yang aman, legal, dan berkelanjutan di wilayah Jambi. Penulis Tim