Menuju Pertanian Organik, Tim Ekspedisi Patriot Ajak Petani Praktik Langsung melalui Farmer Field and Business School (FFBS)
Tajam24Jam.Com Bangka Belitung, 11 September 2026 — Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang terus mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan melalui kegiatan Farmer Field and Business School (FFBS). Kegiatan yang dilaksanakan di lahan demplot, Desa Sumber Jaya Permai, pada Jumat, 11 September 2026, menjadi ruang belajar bersama bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya tanaman hortikultura berbasis organik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Pulau Besar, Beny Susanto, S.E.; Babinsa Kecamatan Pulau Besar, Sersan Mayor Irfan; Bhabinkamtibmas Desa Sumber Jaya Permai, Bripka Rustam Efendi; Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, NL.P.; Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B.; serta 18 petani perwakilan dari Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang. Kegiatan ini juga menghadirkan Feriadi, S.P., M.Si. dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Bangka Belitung sebagai pemateri. Dalam sambutannya, Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Dr. Suprehatin, S.P., M.A.B., menyampaikan bahwa FFBS merupakan wadah belajar bersama antara Tim Ekspedisi Patriot dan para petani. “FFBS ini menjadi kegiatan belajar bersama dan bersama-sama kita belajar. Dengan adanya FFBS, diharapkan para peserta dapat saling berbagi pengalaman di lapang. Ke depannya, kami berharap dapat terus berkolaborasi dan bersinergi,” ungkapnya. Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Pulau Besar, Beny Susanto, S.E. Ia menilai keberadaan Tim Ekspedisi Patriot telah mampu membangun hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot juga sejalan dengan perkembangan pertanian di kawasan yang mulai mengarah pada komoditas hortikultura. “Anak-anak Patriot sudah bagus, sudah dapat menyatu dengan pemerintah dan petani. Saat ini lahan juga sudah mulai beralih ke hortikultura, sehingga sesuai dengan program Patriot yang sedang dijalankan,” ujarnya. Sementara itu, Babinsa Kecamatan Pulau Besar, Sersan Mayor Irfan, menyampaikan apresiasinya terhadap program pengembangan hortikultura yang dilaksanakan di kawasan tersebut. Menurutnya, sejak kawasan tersebut berkembang, baru kali ini terdapat program yang secara khusus mendorong pengembangan hortikultura. Ia menilai desa-desa di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan hortikultura. Namun, kondisi lahan juga memiliki tantangan tersendiri, terutama karena pada waktu tertentu dapat mengalami banjir, sementara pada musim kemarau menghadapi keterbatasan ketersediaan air. Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumber Jaya Permai, Toha Maksum, NL.P. Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan air, terlebih kegiatan budidaya dilakukan pada musim kemarau. “Kondisi saat ini memang masih mengalami kesulitan air. Mudah-mudahan dalam satu sampai dua bulan ke depan sudah dapat memberikan hasil yang maksimal. Tantangannya cukup berat karena menanam pada saat musim kemarau,” tuturnya. Dalam kegiatan FFBS, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung di lahan demplot. Materi yang disampaikan oleh Feriadi, S.P., M.Si. meliputi pengenalan agen hayati, persemaian, pembangunan dan pengelolaan rumah semai, pengelolaan tanaman semai, hingga praktik pindah tanam. Praktik langsung tersebut diharapkan dapat membantu petani memahami tahapan budidaya secara lebih aplikatif, sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan teknik budidaya hortikultura yang lebih ramah lingkungan. Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan oleh petani dalam kegiatan budidaya sehari-hari. FFBS diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara petani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Tim Ekspedisi Patriot dalam mendorong pengembangan hortikultura menuju sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penulis Tim