Arumingtyas Khoni Dahlia, Jejak Emas Karateka Internasional dan Srikandi Psikologi UNJA

Tajam24Jam.Com JAMBI, 28 September 2026 – Ketangguhan di atas matras tidak menghalangi Arumingtyas Khoni Dahlia untuk menekuni dunia akademik. Atlet karate muda asal Kota Jambi itu kini melanjutkan pendidikan di Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi (UNJA). Mahasiswi dengan NIM G1C126012 tersebut tercatat sebagai mahasiswa tahun akademik 2026/2027. Di usianya yang masih muda, Arumingtyas telah menorehkan sejumlah prestasi karate di tingkat nasional maupun internasional. Perjalanan Arumingtyas di dunia karate tidak hanya berbicara tentang medali, tetapi juga proses panjang membangun kedisiplinan, mental bertanding, sportivitas, serta keberanian menghadapi lawan dari berbagai negara. Salah satu pengalaman internasional yang membekas dalam perjalanan kariernya terjadi pada 2025. Arumingtyas terpilih mengikuti rangkaian Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championships and Training Camp 2025 yang berlangsung di Tagaytay City, Filipina. Ajang tersebut digelar pada 19–24 Agustus 2025 di Tagaytay CT Velodrome, Tagaytay City. Selain mengikuti kompetisi, Arumingtyas mendapat kesempatan mengikuti Asia-Pacific Training Camp, sebuah pemusatan latihan yang mempertemukan karateka dari kawasan Asia-Pasifik. Di sana, dirinya berkesempatan berlatih dan bertukar pengalaman dengan atlet dari sejumlah negara, antara lain Indonesia, Filipina, Jepang, Malaysia, Singapura serta kawasan Oseania. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan mental kompetitif Arumingtyas. Dirinya tidak hanya berhadapan dengan atlet dari negara lain, tetapi juga belajar bahwa olahraga merupakan ruang untuk membangun persahabatan dan sportivitas lintas negara. Salah satu pengalaman itu terlihat ketika Arumingtyas menjalani sesi sparring dengan Sovi, atlet berprestasi dari kawasan Oseania, Australia dan Selandia Baru, yang juga terpilih mengikuti Asia-Pacific Training Camp. Pertemuan di atas matras tersebut tidak semata-mata menjadi duel teknik. Bagi para atlet muda, sesi sparring menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, memahami karakter permainan masing-masing dan membangun sportsmanship and camaraderie atau semangat sportivitas serta persahabatan. Sebelum dan sesudah tampil di Filipina, Arumingtyas juga mencatat sejumlah prestasi penting sepanjang 2025. Di antaranya, medali emas Zsuki International Karate Championship 2025 di Coimbatore, Tamil Nadu, India, pada 16–17 Agustus 2025. Kemudian medali perak Shureido Open Karate Tournament 2025 di Jakarta pada 4–6 Juli 2025 serta medali perak The Champion Budo Kyokai Karate Indonesia di Jakarta pada 18–19 Januari 2025. Rangkaian prestasi tersebut turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jambi. Pada November 2025, Arumingtyas tercatat menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi atas prestasinya di bidang olahraga. Namun, jejak prestasinya tidak berhenti pada 2025. Setahun sebelumnya, tepatnya pada Juli 2024, Arumingtyas tampil di Chikubukai Open International Karate Championship di Colombo, Sri Lanka. Kejuaraan yang digelar di Sugathadasa Indoor Stadium, Colombo, pada 22 Juli 2024 itu mempertemukan karateka dari berbagai latar belakang dan negara. Dalam ajang tersebut, Arumingtyas berhasil meraih prestasi membanggakan. Arumingtyas disebut meraih dua medali emas, masing-masing pada kategori Kata dan Kumite Putri. Prestasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Arumingtyas sebagai karateka muda dari Jambi yang mampu bersaing di level internasional. Saat ini, Arumingtyas merupakan karateka di bawah naungan Budokai Pengprov Jambi dan telah menyandang sabuk hitam Dan 1 (Shodan). Perjalanan Arumingtyas juga menunjukkan keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan. Sebelum menjadi mahasiswa UNJA, Arumingtyas merupakan siswi SMAN 3 Kota Jambi dari jurusan Sains. Lingkungan pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademiknya sebelum akhirnya memilih Psikologi sebagai bidang studi di perguruan tinggi. Pilihan tersebut juga menjadi menarik karena dunia olahraga dan psikologi memiliki keterkaitan yang erat, terutama dalam membangun mental, mengelola tekanan pertandingan, menjaga konsentrasi, serta memahami karakter manusia. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, pengalaman panjang sebagai atlet menjadi modal tersendiri untuk memahami pentingnya pengendalian diri dan ketahanan mental. Perjalanan Arumingtyas tidak terlepas dari dukungan keluarga. Arumingtyas tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda. Sang ibu, Dr. Woro Handayani, S.Pd., M.Pd., merupakan Kepala SMKN 2 Kota Jambi sekaligus aktif sebagai Wakil Bendahara Umum Forki Provinsi Jambi. Sementara sang ayah, AKBP Dr. Dadang Djoko Karyanto, S.H., S.I.P., M.H., M.Pd., merupakan Pamen Polda Jambi yang juga dikenal aktif dalam bidang pendidikan, hukum dan kegiatan akademik di sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Jambi. Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Arumingtyas dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan dan olahraga. Di balik berbagai prestasi yang diraihnya, Arumingtyas juga dikenal memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Arumingtyas tercatat aktif dalam sejumlah kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Salah satunya melalui keterlibatan dalam kegiatan gotong royong dan urunan kurban pada momentum Idul Adha. Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa pencapaian di dunia olahraga tidak membuatnya meninggalkan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Bagi seorang atlet muda, prestasi bukan hanya tentang seberapa banyak medali yang dikumpulkan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai disiplin, sportivitas, kepedulian dan tanggung jawab diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kini, Arumingtyas Khoni Dahlia memasuki fase baru sebagai mahasiswi Psikologi Universitas Jambi. Namun, perjalanan sebagai karateka tetap menjadi bagian penting dari kehidupannya. Dari matras pertandingan di Indonesia hingga panggung internasional di Sri Lanka, India dan Filipina, Arumingtyas telah mendapatkan pengalaman yang tidak sedikit. Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa generasi muda Jambi memiliki potensi untuk bersaing di tingkat internasional apabila mendapatkan pembinaan, dukungan keluarga dan kesempatan yang memadai. Arumingtyas bukan hanya membawa nama dirinya sendiri. Setiap kali berdiri di atas matras, ia membawa identitas daerah dan Indonesia. Kini, dengan ilmu psikologi yang sedang ditempuhnya, pengalaman sebagai atlet dan bekal prestasi yang telah diraih, perjalanan Arumingtyas masih panjang. Dari matras karate menuju ruang akademik, Arumingtyas Khoni Dahlia menjadi gambaran generasi muda yang berusaha memadukan prestasi, pendidikan, disiplin dan kepedulian sosial. Jejak emas yang telah ditorehkannya bukan akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk melangkah menuju prestasi dan pengabdian berikutnya. Penulis Tim

Read More

JARI Geruduk Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Desak Copot Kepala SMA Negeri 10 Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Tajam24Jam.Com JAMBI, 4 Juni 2026 – Gelombang tekanan terhadap dunia pendidikan di Provinsi Jambi semakin menguat. Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pada Kamis (4/6/2026) pukul 09.00 WIB. Aksi yang melibatkan sekitar 50 massa tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan kasus pelecehan seksual yang mencuat di lingkungan SMA Negeri 10 Kota Jambi. aksi yang disampaikan Ketua Umum JARI, Wandi Priyanto, organisasi tersebut menilai kasus itu tidak hanya menyangkut perilaku individu, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dan tanggung jawab manajemen sekolah. JARI menegaskan, jika kasus tersebut tidak ditangani secara terbuka, profesional, dan berkeadilan, maka dapat menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Provinsi Jambi serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Dalam tuntutannya, JARI mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala SMA Negeri 10 Kota Jambi. Mereka juga meminta adanya sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai lalai menjalankan fungsi pengawasan. Lebih jauh, JARI bahkan mendesak Gubernur Jambi mencopot Kepala SMA Negeri 10 apabila hasil evaluasi dan pemeriksaan membuktikan adanya kegagalan kepemimpinan, kelalaian pengawasan, atau tindakan yang menyebabkan tercorengnya marwah dunia pendidikan di Jambi. Selain berorasi di Dinas Pendidikan, massa juga berencana bergerak menuju Kantor Gubernur Jambi untuk menyampaikan tuntutan serupa. JARI menilai pemerintah daerah harus mengambil sikap tegas agar kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tidak berulang dan memberikan rasa keadilan bagi korban. Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyentuh isu sensitif yang berkaitan dengan perlindungan peserta didik, integritas lembaga pendidikan, serta komitmen pemerintah dalam memberantas kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Penulis Tim

Read More

Kabid SMA Disdik Provinsi Jambi Diduga Bungkam, Dugaan Korupsi Pembangunan SMAN 10 Tanjab Barat Mencuat

Tajam24Jam.Com Tanjab Barat, Selasa 27 Januari 2026 – Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi diduga memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait mencuatnya dugaan korupsi pembangunan SMA Negeri 10 Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat). Konfirmasi dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada klarifikasi maupun tanggapan resmi yang disampaikan. Kasus tersebut mencuat dari proyek pembangunan SMA Negeri 10 Tanjab Barat yang berlokasi di Kecamatan Merlung, Desa Tanjung Benanak. Proyek itu merupakan bagian dari program revitalisasi pendidikan dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah. Dalam pelaksanaannya, proyek pembangunan tersebut diduga sarat penyimpangan. Sejumlah sumber menyebutkan adanya ketidaksesuaian antara nilai anggaran dengan kondisi fisik bangunan di lapangan. Dugaan tersebut juga disebut menyeret sejumlah pihak terkait, termasuk unsur manajemen sekolah. Sikap diam Kabid SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jambi justru menambah tanda tanya besar di tengah publik. Padahal, sebagai pejabat yang memiliki kewenangan pembinaan dan pengawasan terhadap SMA negeri, klarifikasi dari instansi terkait dinilai penting guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan.Tak hanya dugaan korupsi, kasus ini juga disorot karena adanya dugaan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan di lapangan. Jika terbukti, tindakan tersebut dinilai mencederai kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Masyarakat berharap aparat penegak hukum serta instansi pengawas terkait dapat segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta dugaan kekerasan terhadap jurnalis dalam kasus pembangunan SMA Negeri 10 Tanjab Barat.Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi maupun pihak-pihak terkait lainnya. Penulis Tim

Read More

Kericuhan Guru vs Siswa di SMKN 3 Tanjabtim Viral, Guru AS Lapor ke Provinsi

Tajam24Jam.Com JAMBI, 14 Januari 2026 – Jagat media sosial dihebohkan video kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Kecamatan Berbak. Rekaman berdurasi 3 menit 28 detik itu memperlihatkan adu mulut yang berujung keributan, bahkan diduga terjadi pengeroyokan terhadap guru. Insiden disebut dipicu ucapan guru yang menyinggung kondisi ekonomi orang tua siswa. Pernyataan tersebut memicu emosi dan reaksi keras para murid. Tak lama berselang, video lanjutan beredar menampilkan guru berinisial AS membawa celurit. Tayangan ini memicu kekhawatiran publik terkait keamanan di lingkungan sekolah. Merasa terancam, AS mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rabu (14/1/2026), untuk melapor dan meminta perlindungan. Ia mengaku khawatir akan keselamatannya pascakejadian. “Sampai sekarang belum ada jaminan keamanan. Saya takut terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujar AS. AS juga memilih absen dari agenda mediasi di Polsek Berbak karena merasa belum mendapatkan kepastian keamanan. Ia menilai sebagian siswa sulit dibina dan kerap tidak menghormati guru. Terkait video celurit, AS berdalih tindakan itu dilakukan setelah dirinya dikeroyok. Ia mengklaim hanya bermaksud membubarkan kerumunan dan mencegah situasi makin anarkis. “Saya tidak berniat melakukan kejahatan. Senjata itu tidak digunakan,” tegasnya. Kapolsek Berbak IPTU Hans Simangunsong membenarkan kejadian tersebut. Polisi akan mengupayakan penyelesaian melalui mediasi melibatkan sekolah, orang tua siswa, dan unsur Forkopimcam. Kasus ini masih menjadi sorotan publik. Semua pihak diharapkan menahan diri demi menjaga kondusivitas dunia pendidikan. Penulis Tim

Read More

Geram Jambi Gelar Aksi di Polda, Dukung Penetapan Adhi Varial dalam Kasus DAK Pendidikan

Tajam24Jam.Com JAMBI, 23 Desember 2025 – Gerakan Rakyat Menggugat Jambi (Geram Jambi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, Selasa (23/12/2025). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan kepada Polda Jambi atas langkah penegakan hukum dalam penanganan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan apresiasi terhadap Polda Jambi yang telah menetapkan Adhi Varial, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, sebagai tersangka dalam kasus DAK pendidikan.Koordinator aksi menyampaikan bahwa penetapan tersangka tersebut merupakan bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam membongkar dugaan praktik korupsi di sektor pendidikan yang dinilai merugikan keuangan negara dan mencederai dunia pendidikan di Provinsi Jambi. “Ini adalah bentuk dukungan moral kami kepada Polda Jambi agar tidak ragu menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya,” teriak salah satu orator dalam aksi. Aksi unjuk rasa juga diwarnai dengan simbolisasi unik. Hafizi Alatas, salah satu peserta aksi, menunaikan nazar dengan memotong rambut gondrong miliknya di lokasi aksi. Selain itu, dilakukan pula prosesi mandi bunga tujuh warna sebagai bentuk syukur atas ditetapkannya Adhi Varial sebagai tersangka. Menurut massa aksi, ritual tersebut merupakan ekspresi kekecewaan sekaligus harapan agar penegakan hukum di Jambi semakin berani, transparan, dan tidak tebang pilih, khususnya dalam kasus-kasus besar yang melibatkan pejabat. Geram Jambi menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus DAK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Mereka juga mendesak Polda Jambi untuk mengusut kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam kasus tersebut. Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan tanpa adanya insiden berarti. Penulis Tim

Read More

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Diduga Tutup Mata atas Dugaan Pungli Berkedok Iuran Komite di SMA/SMK Negeri Tebo

Tajam24Jam.Com Tebo, 17 Juli 2025 – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok iuran komite di sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan negeri di Kabupaten Tebo kembali mencuat. Aktivis muda Rio Andika, yang dikenal dengan nama Rio Black, menggugat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi melalui mekanisme citizen lawsuit. Tokoh pemuda Tebo, Hafizan Romy Faisal, turut menyatakan dukungan terhadap langkah hukum tersebut. Menurutnya, praktik pungutan liar di sekolah negeri sangat meresahkan dan merugikan siswa serta orang tua. Saya sangat mendukung yang dilakukan saudara Rio Black. Sudah terlalu banyak keluhan dari orang tua siswa terkait iuran komite yang diwajibkan. Bahkan ada siswa yang tidak boleh ikut ujian atau menerima rapor jika tidak membayar. Ini jelas melanggar hak atas pendidikan,” kata Romy, Jumat (17/7/2025). Gugatan Warga Masuk Meja Tipikor Gugatan yang diajukan Rio terdaftar dengan nomor perkara 110/Pdt.G/2025/PN-Jb, dan saat ini tengah memasuki tahap mediasi di Pengadilan Tipikor Jambi. Dalam persidangan ketiga yang digelar belum lama ini, Rio meminta Inspektorat dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Provinsi Jambi untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap dana yang diterima sekolah-sekolah negeri di Tebo selama lima tahun terakhir. Kami mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap dana yang diterima sekolah, khususnya yang selama ini disamarkan sebagai iuran komite. Ini sangat berpotensi melanggar prinsip pendidikan gratis,” ujar Rio. Ia juga mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jambi agar mengeluarkan Surat Keputusan resmi yang melarang semua kepala sekolah di jenjang SMA dan SMK Negeri menarik pungutan dalam bentuk apa pun dari siswa. Minim Transparansi dan Diduga Langgar UU Rio menegaskan bahwa langkah hukum ini merupakan upaya terakhir setelah berbagai laporan dan pengaduan sebelumnya tidak mendapat respons dari instansi terkait. Menurutnya, kewajiban membayar iuran komite yang tidak memiliki dasar hukum jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak konstitusional siswa. Praktik ini bertentangan dengan amanat Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional yang menjamin hak atas pendidikan gratis bagi seluruh warga negara,” tegasnya. Dukungan Masyarakat Terus Mengalir Gugatan ini mendapat respons luas dari masyarakat, terutama kalangan pemerhati pendidikan dan wali murid di Tebo. Banyak pihak berharap proses hukum ini dapat menjadi momentum pembenahan terhadap praktik pengelolaan keuangan di sekolah-sekolah negeri. Dalam gugatan disebutkan bahwa pungutan iuran komite yang dibebankan kepada siswa mencapai Rp60.000 hingga Rp100.000 per bulan. Besaran ini dinilai membebani orang tua, terlebih bagi keluarga kurang mampu. Dalam upaya hukum ini, Rio Black didampingi oleh tim dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bukit Siguntang sebagai kuasa hukum. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan yang sedang berjalan. Penulis Tim

Read More